Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
BAIK OM AKU NGERTI


__ADS_3

"Zara kamu di sini?" tanya Marvin santai.


"Iya Vin, papah menyuruhku mengurus cabang perusahaan di Indo" jawab Zara.


"Wanita ini siapa om?" tanya Kirani menyela pembicaraan keduanya.


"Kenalkan dia Zara sahabatku" jawab Marvin.


"Siapa gadis ini, keponakanmu yah" tanya Zara.


"Enak aja ngomong, aku istrinya" jawab Kirani.


"Iya benar dia istriku, kenalkan Za namanya Kirani" ucap Marvin sambil tersenyum manis ke arah Kirani.


Membuat Zara terdiam sejenak, lalu bicara, "Sorry banget yah, tapi kok suami istri panggilnya om?" balas Zara.


"Suka-suka gue dong tante, dia kan suami gue" ucap Kirani jutek.


"Apa kata kamu bilang, tante! aku belum setua itu" ucap Zara.


"Zara, ayo duduk kita bicara" sela Marvin aga kedua wanita di depannya berhenti berdebat. Ketiganya pun berjalan keruang tamu dan duduk di sofa.


"Vin aku boleh tinggal di sini kan, Selama aku di indo? soalnya aku trauma tinggal di apartemen sendiri, sejak kejadian itu" pinta Zara.


Marvin kemudian melihat kearah istrinya, "Sayang kamu tidak keberatan kan, kalau sahabatku Zara tinggal di sini untuk sementara waktu" tanya Marvin pada Kirani, karena melihat istrinya tidak terlalu menyukai Zara.


"Gak apa-apa kok om, kalau memang tante ini trauma tinggal sendiri" jawab Kirani.


"Hei aku belum tante-tante, menikah saja belum" sahut Zara.


"Kasian banget tante, semoga jodohnya cepat ketemu" sambung Kirani sedikit mengejek.


Zara sangat geram melihat tingkah Kirani, tapi dia tahan karena Marvin ada di situ.


"Yah sudah om, Kirani ke kamar duluan" ucap Kirani lalu berlari kecil naik tangga.


"Vin dapat dari mana istri tengil seperti dia" ucap Zara.


"Jaga ucapan mu Zara, dia itu istri ku" balas Marvin.


"Memang tengil kan, kamu saja suaminya di panggil om, gimana sih?" protes Zara.


"Kirani masi 18 tahun dan bedah belasan tahun dari kita, jadi wajar kalau dia mengganggap kita om dan tante" balas Marvin.


"Aku gak mau lah, nikah aja belum masa di panggil tante, kamu sih biasa saja di panggil om, karena sering berkencan dengan gadis belia" sambung Zara.


"Yah sudah Zara, istirahatlah ke kamar tamu" ucap Marvin.

__ADS_1


"Kamarnya di mana Vin?" tanya Zara.


"Ayo aku antar, karena sepertinya pelayan semuanya sibuk" ucap Marvin sambil berdiri lalu berjalan menunjukkan kamar untuk Zara.


Marvin membuka pintu salah satu kamar tamu yang ada di rumahnya, "Kamu suka kamar ini?" tanya Marvin.


"Suka kok Vin" jawab Zara.


"Yah sudah istirahatlah, kalau butuh sesuatu panggil pelayan saja" pesan Marvin dan hendak berjalan keluar, tapi tangannya di tahan Zara.


"Makasih yah Vin, aku di perbolehkan tinggal di sini" ucap Zara.


Marvin tidak menjawab, dia hanya melihat tangan Zara yang memegang tangan lalu menepisnya.


"Vin kenapa sih dari dulu, selalu menolak ku, apa sih kurangnya diriku ini" tanya Zara.


"Tidak ada, kamu adalah wanita sempurna, alasannya masi sama karena kamu sahabatku" jawab Marvin.


"Kenapa sih kamu selalu memakai persahabatan kita, untuk menolak ku" ucap Zara.


"Hentikan Zara, sekarang aku sudah punya istri" ucap Marvin dengan tegas.


"Tapi Vin..." ucapan Zara terhenti.


"Zara hubungi Ryan untuk mengajak mu jalan-jalan" ucap Marvin lalu meninggalkan kamar Zara.


Marvin kemudian masuk ke kamarnya dan melihat istrinya sedang duduk memencet HPnya di atas kasur.


Kirani yang melihat suaminya masuk, dia segera berdiri untuk menganti bajunya karena ada jadwal kuliah.


Marvin yang melihat istrinya diam saja, dia segera menghampiri Kirani dan memeluk pinggangnya dari belakang.


"Sayang kamu cemburu dengan Zara?" tanya Marvin lembut.


"Apa sekarang kamu juga tidak akan cerita tentang Zara padaku" timpal Kirani.


"Ayo sayang kita duduk dulu, aku akan cerita" ucap Marvin lalu keduanya bejalan duduk di atas ranjang.


"Zara adalah sahabatku dari kecil dan sebenarnya dia perempuan yang baik, aku berhutang budi pada papahnya, berkat beliau aku bisa sesukses ini" jelas Marvin.


"Baik om aku ngerti, hari ini aku ingin ke kampus" ijin Kirani sambil berdiri.


Tapi Marvin menarik tangannya, hingga Kirani duduk di pangkuannya dan memeluk pinggang Kirani.


"Sayang aku bisa mengabaikan semua wanita lain, tapi untuk Zara aku tidak bisa mengabaikannya" ucap Marvin, membuat Kirani terlihat cemburu.


"Apa om, pernah punya rasa kepadanya?" tanya Kirani sedikit gugup.

__ADS_1


"Seperti yang kamu tau, aku tidak mengerti apa itu cinta, tapi aku sayang dengan dia sebagai sahabat" jujur Marvin.


Kirani tersenyum hambar, "Tidak ada satu pun di dunia ini laki-laki dan wanita bisa bersahabat, pasti ada salah satunya yang menyimpan rasa" ucap Kirani.


"Kamu benar sayang, Zara memang mengagumi ku, tapi aku tidak pernah berharap lebih dari persahabatan kita" balas Marvin.


"Kok aku cemburu yah mendengar kenyataanya" timpal Kirani.


"Tenang saja kancil nakal ku, cuma kamu yang akan selalu berada di sisiku" ucap Marvin sambil mengelus pipi Kirani dan pelan-pelan mencium bibir Kirani.


********


Saat ini Zara menuju ke perusahaan jansen group dan setelah sampai di sani, Zara langsung menuju ruangan Ryan.


Zara langsung masuk tampa mengetuk pintu karena ingin memberi kejutan pada Ryan, yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil, seperti halnya Marvin.


Ryan yang sedang sibuk dengan berkas di mejanya, lalu melihat ke arah pintu dan melihat Zara.


*Zara mempunyai tubuh yang langsing dan tinggi bak model internasional, dan rambut panjang di tambah kulit yang putih*


Ryan menghampiri Zara yang berjalan masuk dan keduanya berpelukan dengan hangat.


"Selamat datang Zara, ternyata kamu kembali" ucap Ryan sambil melepas pelukannya.


"Iya aku kembali, tapi sepertinya banyak yang berubah" balas Zara.


"Oh ternyata kamu sudah mengetahuinya" sambung Ryan.


"Sebagai sahabat bisa kamu menjelaskannya" timpal Zara.


"Terlalu terburu-buru tuan putri Zara, bagai mana kalau kita keluar saja jalan-jalan dan aku akan cerita semuanya" ucap Ryan sambil menatap Zara.


"Baik lah, kita berangkat sekarang" ucap Zara.


"Oke aku izin bos jansen group dulu" ucap Ryan.


"Ya ampun Ryan, kamu masi bersikap formal dengan Marvin" tanya Zara sedikit terkejut.


"Harus dong, Marvin kan bos aku" ucap Ryan.


Setah meminta izin dengan Marvin, Ryan dan Zara berangkat memakai mobil Ryan.


"Kita mau kemana Ryan?" tanya Zara yang duduk di samping Ryan yang sedang mengemudi.


"Akan kubawa ke mall terbaru jansen group, di mana jansen group berkembang sangat besar selama kamu di luar negri" jawab Ryan sambil mengemudi dengan serius.


"Oh yah, aku jadi pemasaran" balas Zara.

__ADS_1


Akhirnya Ryan dan Zara sudah sampai di mall tersebut dan keduanya berkeliling di mall itu.


__ADS_2