
Beberapa hari sudah berlalu setelah kelahiran baby Gala, Nela sudah beraktivitas seperti biasa.
Saat ini Nela sedang berada di kamar Gala, yang sudah di dominasi warna biru muda dan putih.
Jam menunjukkan pukul 17:00, sementara Nela sedang menidurkan baby Gala di tempat tidurnya dan terlihat baby Gala sudah terlelap.
Tiba-tiba Arga sudah pulang dan langsung memeluk Nela dari belakang, sambil mencium lehernya, membuat Nela terkejut.
"Sayang, Gala baru saja bobo" ucap Nela dengan pelan.
"Tapi sekarang, putra kita sudah tidur kan sayang" bisik Arga dan semakin memperdalam ciumannya di leher Nela.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Nela.
Arga kemudian memutar tubuh Nela menghadap pada nya, "Aku sangat merindukanmu sayang" jawab Arga dengan penuh hasrat, mampu membuat Nela merinding.
Arga tidak berfikir panjang lagi, dia langsung mencium bibir Nela dengan agresif.
"Sayang... sayang nanti baby sitter Gala masuk" cegah Nela sambil mendorong dada suaminya.
Arga menghentikan ciumannya dan memeluk pinggang Nela, hingga merapat ke tubuhnya, "Kalau begitu kita ke kamar saja" ucap Arga sudah tidak bisa mengontrol diri nya.
"Oke sayang" balas Nela sambil tersenyum.
Arga kemudian menggandeng Nela dengan mesra dan singgah di depan putra nya, "Mamah, aku pinjam dulu yah sayang" ucap Arga pada baby Gala, sambil mengelus pipinya.
Keduanya pun berjalan keluar kamar Gala dan kebetulan berpapasan dengan baby sitter Gala di depan kamar.
"Vani(Baby sitter Gala) jaga Gala" perintah Arga.
"Baik tuan" jawab Vani dengan menunduk hormat.
Arga dan Nela kemudian berlalu pergi dan masuk di dalam kamarnya.
Arga tidak bicara dan langsung melanjutkan aksinya yang tertunda di kamar Gala tadi, karena sudah lama mereka tidak melakukannya, jadi permainan mereka sangat panas dan saling membalas ciuman.
Arga kemudian melucuti seluruh pakaian Nela dan membaringkan di atas ranjang, selanjutnya melepaskan seluruh pakaian yang di pakaiannya, hingga keduanya sudah sama-sama polos.
__ADS_1
Arga memanjakan istri nya dengan aksinya yang membuat Nela melayang, Arga sedang memainkan lidahnya di bagian sensitif Nela, sementara tangannya bermain di kedua buah kenyal milik Nela yang membesar, tidak seperti biasanya.
Nela tidak bisa menahan suara nya, akhirnya suara lembut Nela keluar untuk melampiaskan rasa nikmat, di setiap sentuh Arga pada nya.
Arga benar-benar merindukan kehangatan tubuh istrinya dan menelusuri di setiap inci tubuh istri nya, membuat Nela semakin melayang.
Setelah puas memanjakan Nela dan Nela sudah benar-benar lemas, baru lah Arga mulai melakukan penyatuan.
Arga mulai menekankan pinggul nya, yang terasa sedikit susah untuk menembus gawan pertahanan Nela yang sudah beberapa hari ini tidak terpakai nya.
Pada akhirnya Arga berhasil memasukinya dan merasakan rasa hangat yang membuat tubuh nya semakin menegang.
Nela juga memejamkan matanya kembali merasakan keperkasaan suaminya yang begitu luar biasa dan membuat nya semakin mengeluarkan suara manjanya.
Cukup lama permainan Arga di atas tubuh istrinya dan sesekali mulut nya bermain di buah kenyal Nela, hingga akhirnya dia mempercepat aksinya dan mengeluarkan larva panas dari tubuhnya, pada akhirnya mereka melakukan pelepasan secara bersamaan.
Keduanya belum ada yang bergerak, mereka masih saling berpelukan dalam keadaan polos tampa selimut.
Setelah tenaga kedua suami istri itu sudah kembali, mereka berdiri membersihkan diri ke kamar mandi dan keluar kamar untuk makan malam.
Setelah makan malam, mereka kembali melakukan pertempuran panas dan malam panjang mereka lalui bersama, entah berapa kali mereka melakukan pelepasan malam itu.
****
"Sayang lihat putra kita, dia sangat tampan mirip dengan mu" ucap Nela.
"Apa menurut mu, suami kamu sangat tampan?" tanya Arga dengan tatapan melihat ke arah putranya.
"Sangat tampan, bahkan aku tidak bisa berkedip saat melihat mu" jawab Nela dengan menatap suami nya.
"Sayang kenapa rasanya hari ini aku tidak ingin meninggalkan kalian" ungkap Arga.
"Kenapa aku juga merasakan hal yang sama, aku juga merasakan tidak ingin di tinggal kan pagi ini" balas Nela.
Arga kemudian memeluk Nela dengan hangat, "Sayang, hari ini ada meeting penting, jadi aku harus berangkat ke kantor pagi ini" sambungan Arga.
"Baik lah sayang" ucap Nela, lalu mengambil bayinya dan menggendong nya.
__ADS_1
"Sini sayang, biar aku yang menggendong nya turun" ucap Arga sambil mengambil baby Gala di gendongan Nela.
Keduanya pun berjalan turun dan terlihat sangat bahagia, sampai depan rumah karena mereka sudah sarapan.
Arga menatap putra nya dengan penuh kasih sayang, "Putra ku, aku harap kamu tumbuh menjadi anak yang bisa menjaga mamah mu di kemudian hari dan menjadi kebanggaan keluarga Jansen nanti nya" ucap Arga meluapkan perasaan nya, kemudian mencium putra nya.
Kemudian Nela mengambil baby Gala di gendongan Arga, "Sini sayang, nanti kamu terlambat" ucap Nela.
Arga menatap Nela sangat dalam sambil memegang pipi istri nya, "Istri ku aku mencintaimu" ucap Arga kemudian mencium bibir Nela dengan lembut, seakan-akan tidak ingin di lepaskan dan tidak peduli ada sopir yang melihat nya.
Arga kemudian melepaskan ciumannya dan memegang tangan Nela, sampai terlepas sambil berjalan masuk dalam mobilnya.
Nela menatap kepergian Suaminya dengan mata berkaca-kaca, sambil memegang dadanya, "Kenapa dada ini sangat sakit, seakan ada yang hilang" gumam Nela, sementara masi menggendong baby Gala dengan satu tangannya.
****
Dalam perjalanan ke kantor, Arga masih berada di dalam mobil nya dan mendapat telpon dari Riko, klien penting yang ingin bertemu hari ini sedang buru-buru, karena siang ini beliau harus kembali keluar negeri.
"Pak lebih cepat, kita harus segera sampai di perusahaan" perintah Arga.
"Baik pak" balas sopir itu, sambil menginjak pedal gasnya lebih dalam.
Karena sopir itu terlalu terburu-buru, hingga membuat nya lalai dan tidak melihat, Seorang Nenek dan anak kecil yang sedang menyebrang jalan, secepatnya sopir itu mengarahkan stir mobil ke arah lain, tapi laju kendaraan yang cukup kencang membuatnya tidak biasa mengendalikan mobilnya, hingga mobil Arga menabrak pembatas jalan.
Kecelakaan pun tidak bisa di hindari, peristiwa itu menjadi kecelakaan tunggal yang membuat Arga dan sopir nya terluka parah.
Semua orang yang melihat kejadian itu, langsung menghampiri mobil Arga dan sebagian menghubungi polisi dan ambulans.
Azka yang kebetulan ada di tempat kejadian membuatnya penasaran dan menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya, sementara hati nya tergerak untuk melihat korban kecelakaan tersebut.
Azka kemudian menerobos kerumunan orang dan betapa kagetnya Azka ketika melihat plat mobil yang tertabrak itu.
"Mobil Arga" gumam Azka, kemudian segera membuka pintu penumpang dan benar melihat Arga yang sudah berlumuran darah.
Azka segera menolong Arga keluar dari mobil dan samar-samar Arga melihat wajar Azka.
"Pak Arga bertahanlah, kamu pasti kuat" ucap Azka sambil mengguncang tubuh Arga.
__ADS_1
Arga yang masih mempunyai kesadaran, berusaha menggenggam tangan Azka yang ingin mengangkat nya keluar.
"P...pak A...azka, a...ku ti...tip Ne...la dan Ga...la" ucap Arga dengan terputus-putus, kemudian sudah tidak sadarkan diri.