
Sementara itu Elmira juga pulang, setelah kepergian Kirani dan sekarang sedang mengemudikan mobilnya dengan santai.
"Gimana nasib Kirani sekarang yah, apa dia bisa menangani suaminya?" gumam Elmira dan tiba-tiba jalan mobilnya tidak terkendali.
Membuat Elmira menghentikan mobilnya di bahu jalan, "Ada apa ini" ucap Elmira kemudian turun dari mobilnya.
Elmira mengecek seluruh ban mobilnya, dan tenyata bannya kempes, "Sial! Ngapain sih harus kempes di sini" umpat Elmira.
Elmira segera mengambil HPnya di dalam mobil dan sialnya, HPnya juga mati, "Benar-benar sial sih nasib gue malam ini" ucap Elmira lalu melempar HPnya di jok mobilnya.
Tiba-tiba mobil mewah berhenti pas di sampingnya, membuat Elmira menoleh melihat mobil itu, dan turun lah seorang pria.
Betapa kagetnya Elmira, ternyata pria itu adalah Ryan, dan Ryan menghampiri dirinya.
"Ada yang bisa saya bantu" tanya Ryan dengan sopan.
Elmira sebenarnya ingin meminta tolong pada Ryan, tapi gengsinya lebih tinggi, membuatnya tidak bisa menjawab dan hanya tersenyum.
"Apa kamu sedang menunggu seseorang?" tanya Ryan lagi.
Elmira mulai bicara meski ragu-ragu, "Sebenarnya kak Ryan, ban mobil gue kempes dan HPku juga mati" ucapnya sambil melihat bannya yang kempes.
Ryan melihat ban mobil Elmira untuk memastikan, "Baik, mau aku antar pulang, nanti saya akan menyuruh orang untuk menjemput mobilmu" ucap Ryan menawarkan diri.
"Iya kak boleh" jawab Elmira sambil mengangguk.
Ryan membuka pintu mobilnya, "Silahkan naik" ucap Ryan.
"Makasih kak" balas Elmira sambil naik ke mobil Ryan.
Ryan segera masuk dalam mobilnya dan segera mengemudikannya.
"Elmira alamat kamu di mana?" tanya Ryan membuka pembicaraan.
"Di apartemen A" jawab Elmira.
"Wah benarkah? Apartemenku juga di bagian sana" balas Ryan.
"Kebetulan sekali kak" timpal Elmira.
__ADS_1
"Mungkin jodoh kali yah" canda Ryan.
"Kak Ryan bisa aja" balas Elmira.
"Ngomong-ngomong, kamu tinggal sendiri yah Ra?" Ryan kembali bertanya.
"Kadang-kadang sih kak, kalau malas pulang" jawan Elmira.
"Koa malas pulang, ada masalah dengan keluarga?" tanya Marvin sesekali melirik Elmira.
"Gak ada sih kak, hanya saja kalau pulang ke rumah sama saja sepi gak ada orang, soalnya mamah dan papah ku sering mondar mandir ke luar negri, ngurus bisnis" jelas Elmira.
"Dan beruntung kamu punya sahabat seperti Kirani yang ceria" sambung Ryan.
"Benar banget kak" ucap Elmira sambil tersenyum ke arah Ryan.
Dan keduanya tidak ada lagi yang bertanya, mobil pun melaju ke apartemen Elmira.
*********
Setelah sampai di rumah, Marvin dan Kirani langsung naik kamarnya, keduanya belum ada yang bicara.
Kirani yang biasanya banyak bicara, berubah menjadi pendiam dan melangkahkan kakinya ingin ke kamar mandi, tapi lengannya di tahan Marvin.
Ucapan Marvin membuat Kirani meneteskan air matanya, karena dia mengira suaminya akan marah padanya, "Om tidak marah padaku?" tanya Kirani.
Marvin melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Kirani, "Sebenarnya aku marah, tapi aku sadar kalau aku yang lebih salah" jawab Marvin.
Membuat Kirani tersenyum, "Ternyata benar yah kata orang, menikah dengan pria dewasa akan lebih mengerti wanita" ucap Kirani.
Marvin kemudian mendudukkan Kirani di atas ranjang, "Dan benar kata orang menikah dengan gadis belasan tahun akan sangat menyusahkan" balas Marvin sambil tersenyum.
Kirani lalu menggenggam tangan Marvin dan menyandarkan kepalanya di lengan kekar suaminya, "Om sayang maafkan Kirani yah, kalau sikap ku sangat keterlaluan, Kirani janji tidak akan mengulanginya" ucap Kirani dengan tulus.
Tapi Marvin tidak terfokus dengan permintaan maaf Kirani, dia malah fokus dengan ucapan sayang dari istrinya yang pertama kali di ucap kan Kirani.
"Ulang sekali lagi" ucap Marvin sambil mendekatkan telinganya di mulut Kirani.
"Maafkan aku om sayang" ucap Kirani.
__ADS_1
"Sekali lagi" ucap Marvin.
"Maafkan aku om sayang" ucap Kirani mengeraskan sedikit suaranya.
Marvin menoleh melihat Kirani, membuat jarak wajah mereka tinggal beberapa senti, "Tetaplah dengan panggilan mu itu sayang" bisik Marvin, hingga membuat hembusan nafasnya menjalar di tubuh Kirani, sehingga tubuh Kirani seketika membeku.
Untuk mencairkan suasana, Kirani ingin mendorong tubuh Marvin agar sedikit menjauh, "Tidak akan om CEO" sahut Kirani.
Tapi Marvin segera menangkap tangannya, lalu membaringkan Kirani dan menggelitiknya, "Katakan seperti tadi istriku".
"Apun sayang" teriak Kirani sambil tertawa manja, membuat jiwa kelelakian Marvin bangkit.
Mata Marvin kemudian tertuju pada baju lingerie yang terhambur di atas kasur, karena sebelum pergi Kirani langsung mengganti pakaiannya dan membuang ke atas kasur lingerie nya.
posisi Marvin yang menindih Kirani di bawanya, mengambil baju lingerie itu dengan satu tangannya, "Apa ini sayang?" tanya Marvin pura-pura tidak tahu, sambil memperlihatkan di depan wajah Kirani.
Kirani yang melihat baju itu, membuatnya kaget mematung dan mengigit bibir bawanya lalu memejamkan matanya, karena dia sungguh malu ketahun Marvin dengan cara seperti itu.
Marvin kemudian mengusap pipih Kirani dengan punggung tangannya, "Ayo jawab istriku, ini apa?" ucap Marvin dengan nafas yang berat, karena sudah dari tadi ada yang tegang di bawa sana.
Kirani yang mendapat perlakuan seperti itu, membuatnya merinding lalu membuka matanya perlahan-lahan.
"I itu baju ku om" jawab Kirani gugup.
Kegugupan Kirani membuat Marvin tersenyum penuh arti dan posisi Kirani masi berada di bawanya, dan tentu Kirani bisa merasakan ada yang mengganjal di bawa sana.
"Pakai baju ini, itu hukuman mu karena masi memanggilku om" perintah Marvin dan memberikan baju itu pada Kirani.
"Oke sayang" jawab singkat Kirani, karena dia hanya berfikir bisa lepas dari Marvin secepatnya.
Tapi mungkin Kirani keliru, dia tidak kepikiran jika memakai baju itu akan membuat Marvin semakin tegang dan panas.
Kirani langsung mengambil baju lingerie itu dan segera mengganti pakaiannya di kamar mandi sambil membersihkan dirinya.
Setelah membersihkan diri, Kirani menganti bajunya dan baru menyadari penampilannya saat melihat dirinya di cermin kamar mandi, "Astaga, gue kejebak" gumam Kirani khawatir.
Kirani kembali menatap dirinya di cermin, "Bukan kah gue membeli baju ini memang untuknya" ucap Kirani.
"Oke Kirani tenang" sambil menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan-lahan.
__ADS_1
Kemudian Kirani membuka pintu kamar mandi, terlihat Marvin sudah mengganti bajunya dengan jubah tidur yang memperlihatkan bagian dadanya dan duduk bersandar di ranjang sambil menunggu Kirani keluar.
Marvin yang mendengar pintu kamar mandi terbuka, Marvin melihat istrinya terlihat sangat cantik dengan lingerie seksi yang di pakainya, membuat Marvin sangat terpesona dan menatap istrinya tampa berkedip, dia tidak menyangka Kirani akan terlihat anggun dan dewasa dengan penampilannya sekarang.