
Nela dan Arga sama-sama menghentikan langkah nya dan cukup lama mereka bertatapan.
"Arga" panggil Nela lirih.
"Kenapa diam saja di situ, sediakan air hangat aku ingin mandi" perintah Arga kemudian berlalu naik tangga.
"Apa? dia menyuruhku, berarti dia sudah tidak marah lagi dengan ku" pikir Nela dan segera mengikuti langkah suaminya naik tangga.
Setelah Nela menyiapkan air hangat untuk Arga, Arga sedang berendam di Bathtub, "Kenapa aku tidak bisa mengabaikan Nela, sebegitu besarkah hutang budi yang pak Marvin berikan, sehingga aku tidak bisa membenci putrinya" pikir Arga tidak mengerti dengan perasaan nya.
Setelah selesai mandi, Arga keluar kamar mandi memakai jubah mandi dengan memperlihatkan bagian dadanya, "Di mana Nela?" ucap Arga sambil berjalan duduk di sofa.
Tiba-tiba pintu kamar di buka oleh Nela, Nela membawa makanan di piring dan langsung duduk di samping Arga.
"Arga ini untuk kamu, karena kamu udah maafin aku" ucap Nela sambil memberikan piring yang di bawahnya berisi nasi goreng.
Arga belum mengambilnya, dia hanya melihat dengan tatapan dingin.
"Arga coba dulu, aku cuma bisa masak nasi goreng" sambung Nela.
"Ini kamu yang masak?" tanya Arga sambil mengaduknya dengan sendok dan di balas anggukan oleh Nela sambil tersenyum.
"Ini aman kan Nela?" tanya Arga dengan ekspresi datar.
Nela langsung memicing kan matanya, "Arga aku sudah berusaha berbuat baik, malah kamu mencurigai ku" balas Nela. Arga belum mengambilnya dia masih menatap Nela.
"Iya sudah yah Arga, sekarang aku makan dulu baru kamu" ucap Nela, lalu menyendok nasi goreng itu kemudian menyendok untuk Arga dan menyodorkan di mulutnya.
Arga memakannya dan menikmati masakan Nela, "Enak" ucap Arga, lalu meminta Nela kembali menyuapinya, Nela pun menyuapinya sampai habis.
Nela kemudian berdiri untuk mengambil kan air untuk Arga, di atas meja samping ranjang.
Nela kembali berjalan kearah Arga dan memberikannya segelas air putih, "Arga kamu saja tidur di ranjang, biar aku yang di sofa" ucap Nela dan kembali duduk di samping Arga
Arga meneguk air nya sampai habis, baru dia menjawab, "Nela, sudah sering kali aku katakan jangan mengatur ku" ucap Arga.
Nela langsung memasang muka asam, "Mau dia apa sih sebenernya, aku kan sudah berusaha menjadi istri yang baik" batin Nela.
"Ayo tidur bersama" ajak Arga, membuat Nela terkejut dan membulatkan matanya.
"Tenang saja, selera ku bukan dirimu" ucap Arga sambil berdiri dan berjalan keranjang.
__ADS_1
Nela memicingkan matanya melihat punggung Arga, "Awas aja yah, kalau sampai jatuh cinta" gumam Nela, tapi dapat di dengar Arga.
"Tidak bakalan, ayo tidur" panggil Arga, lalu berbaring di atas kasur.
Nela segera berjalan dan berbaring di sisi lain ranjang king size tersebut.
Setelah beberapa saat Nela masi terjaga, karena ini pertama kalinya seranjang dengan pria, jadi membuat nya gelisah, takut Arga berbuat macam-macam padanya kalau sedang tidur.
Arga menyadari kegelisahan Nela, "Nela kamu belum tidur" tanya Arga membuka matanya.
"Aku tidak terbiasa tidur seranjang dengan seseorang" jawab Nela sedikit ragu.
Arga tersenyum miring, "Jangan bersandiwara, mending kamu bernyanyi untukku" ucap Arga.
"Ide yang bagus" balas Nela, kemudian mulai bernyanyi.
Ternyata Nela lebih dulu terlelap dan Arga menatap wajah Nela dengan penerangan lampu kamar.
Arga merapikan rambut Nela yang menghalangi wajah cantiknya, "Nela aku ingin kamu berubah lebih baik dan menjauhi pergaulan kamu yang tidak jelas itu, baru lah aku bisa membuka hati untuk mu" ucap Arga, hingga tidak terasa dia tertidur di depan wajah Nela.
**
Pagi hari nya Nela perlahan membuka matanya dan melihat wajah Arga di depan nya, Nela langsung berteriak hingga membuat Arga terbangun kaget.
"Nela kamu tau, kamu menggangu tidur ku di hari libur seperti ini" ucap Arga memijit kepalanya.
"Maaf Arga, aku kan sudah bilang tidak terbiasa, kamu malah tidur di depan wajah aku" balas Nela menunduk merasa bersalah.
"Iya sudah kamu bisa memijit?" tanya Arga dan Nela langsung mengangguk.
"Pijat kepalaku" perintah Arga.
Nela tidak berkomentar dan langsung mendekati Arga, Nela berlutut di depan Arga untuk memijit kepalanya, membuat dada Nela pas di depan wajah Arga.
Nela mulai memijitnya dan Arga menyadari buah dada Nela pas di depan wajahnya, ternyata buah kenyang Nela punya ukuran yang cukup besar, hingga belahan nya sangat jelas terlihat.
"Ternyata ukuran nya, boleh juga" batin Arga dan tubuhnya sudah mulai menegang.
Arga secepatnya berdiri, karena takut tidak bisa mengendalikan diri nya, "Sekarang sudah, aku ingin mandi" ucap Arga, lalu berjalan masuk di kamar mandi.
Nela menjadi bingung, "Dia memang pria aneh, seperti nya dia harus ke psikiater deh" ucap Nela.
__ADS_1
***
Bella sedang berada di kamar nya dan melihat sosial media milik Azka, Bella kemudian mengomentari sosial media milik Azka dan di balas, "Pagi sayang".
Bella menjadi salting sendiri, tiba-tiba HPnya berdering, ternyata Azka yang melakukan panggilan Video.
Bella segera merapikan rambut nya dan setelah sudah merasa rapi, baru lah Bella mengangkat panggil Azka, "Halo kak Azka" ucap Bella lalu tersenyum.
"Kenapa sayang, pagi-pagi sudah memantau sosial media aku" tanya Azka.
"Gak kok Kak, kebetulan saja lewat di berandaku" balas Bella berbohong.
"Yah sudah, hari ini ada acara gak" tanya Azka lagi.
"Tidak ada kak, di rumah saja" jawab Nela.
"Aku jemput yah" sambung Azka.
"Tanya Mamah dulu" balas Bella.
"Oke gampang" ucap Azka, kemudian mematikan panggilan video.
**
Azka menghubungi Elmira untuk mengajak Bella jalan dan Elmira mengizinkan nya.
Siang hari nya Azka kemudian mengirim pesan pada Bella, agar bersiap-siap karena akan menjemputnya, setelah itu Azka memakai baju casual, agar terlihat lebih mudah dari usianya.
Azka menjemput Bella di rumahnya dan Bella sudah siap menunggu Azka, "Hey Bella, ayo kita langsung berangkat" ucap Azka.
"Baik kak, aku ambil tas dulu" ucap Bella dan di balas anggukan oleh Azka.
Saat ini Bella dan Azka sudah berada di dalam mobil dan mobil pun sudah melaju kejalan raya, terjadi rasa canggung di antara keduanya karena ini yang pertama kali mereka jalan bersama.
"Kita mau kemana?" tanya Bella, agar suasana bisa mencair.
"Kamu mau belajar dulu atau nonton dulu" tanya balik Azka.
"Kak Azka, apa kita harus melakukan ini juga, media juga tidak akan mengejar berita tentang kita" tutur Bella.
"Bella kenapa kamu berpikir seperti itu, apa salahnya kalau kita jalan bareng" balas Azka.
__ADS_1
"Tapi kak... " ucapan Bella terputus.
"Dengar yah Bella, ini tidak ada hubungannya dengan hubungan setingan kita, aku hanya ingin mengajak kamu jalan saja" jelas Azka.