
Azka kemudian mengajak Nela untuk makan siang bersama seperti biasa dan saat ini mereka sudah ada di sebuah restoran.
Azka dan Nela menikmati makanan mereka di iringi candaan, hingga membuat keduanya tertawa lepas.
Di saat bersamaan Arga di dampingi Riko, keluarga dari ruang VIP bersama kliennya dan Nela melihat kehadiran suaminya, membuat nya berhenti tertawa.
Arga juga melihat Istrinya, sehingga tatapan mereka bertemu, kemudian Arga melirik sekeliling dan menyadari kehadiran wartawan yang memantau nya.
"Riko, urus semuanya" ucap Arga masi melihat Nela, kemudian menghampiri nya.
Setelah sampai di depan Nela, "Kamu di sini juga sayang" ucap Arga langsung mencium kening Nela sambil berbisik , "Di sini banyak wartawan". Membuat Azka membuang pandangannya ke sembarang arah.
Arga Kemudian duduk di samping Nela dan melihat Azka, "Azka, sudah lama tidak pernah ke Jansen group" tanya Arga santai.
"Biar aku bantu jawab, karena papah sudah jarang ke perusahaan, jadi untuk apa Azka ke Jansen group" ucap Nela.
"Jawaban yang benar" timpal Azka.
Arga baru menyadari ternyata kedua sahabat itu ternyata sangat lah kompak.
"Arga maaf, untuk video yang telah viral" ucap Azka serius.
"Santai saja, kalian kan sahabat dari kecil jadi wajar kalau saling membantu, aku hanya sedikit kecewa dengan pergaulan istri saya, tapi sepertinya Nela sudah lebih baik sekarang" balas Arga sambil melihat Nela.
"Nela memang gadis yang keras kepala, tapi sebagai sahabat aku bersyukur Nela mendapatkan suami yang berfikir bijak seperti kamu" tutur Azka.
"hey kalian, kalian membicarakan seorang dengan sesantai itu, sementara orang nya ada di sini dan di depan kalian" sahut Nela sambil menunjuk dirinya sendiri. Kemudian ketiganya menjadi cair dan tertawa bersama.
"Sepertinya jam makan siang sudah berakhir, ayo sayang ikut dengan ku pulang" ajak Arga.
Nela kemudian melihat sekeliling dan ternyata masi ada wartawan, "Baik, aku duluan Aska dan jangan lupa cari pacar biar kamu tidak kesepian" canda Nela.
Arga dan Nela kemudian berdiri dan Arga mengandeng mesra pinggang Nela, berjalan pergi.
"Aku harus menghapus perasaan ku pada Nela, agar aku bisa membuka hati untuk wanita lain" ucap Azka melihat kepergian kedua suami istri itu.
**
Sementara itu, Arga membawa Nela kesebuah danau buatan, karena dia ingin meminta maaf.
"Arga ngapain kita kesini" tanya Nela.
"Kamu duduk dulu, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Arga terlihat serius.
__ADS_1
Nela kemudian duduk dan memandangi danau buatan di depan nya, sambil menunggu apa yang akan di katakan Arga.
Arga kemudian menggenggam kedua tangan Nela, membuat Nela sedikit terkejut, "Pertama aku ingin meminta maaf, dengan perkataan ku yang menyinggung perasaan mu selama ini" ucap Arga dengan wajah yang serius.
"Aku juga salah Arga, seharusnya aku bisa merubah pergaulan ku yang kurang baik selama ini" balas Nela.
"Kalau begitu, saat nya aku ingin berbicara serius Nela" ucap Arga.
"Apa itu?" tanya Nela.
Arga masi memegang kedua tangan Nela, "Nela, aku adalah pria yang tidak akan mempermainkan ikatan suci pernikahan, jadi bagaimana pun aku akan mempertahankan pernikahan kita, aku akui belum mencintai mu saat ini, jadi izinkan aku belajar untuk mencintaimu" ungkap Arga.
Mata Nela berkaca-kaca mendengar pernyataan Arga, dia terharu dengan kejujuran Arga, karena selamat ini dia hanya mendengar ungkapan cinta dan pujian dari seorang pria, yang hanya ingin memanfaatkannya karena dia adalah putri dari Marvin Jansen.
"Maaf Arga aku hanya terharu" ucap Nela sambil mengusap air matanya dan tersenyum.
Arga jadi tersenyum, "Aku tidak sedang mengatakan cinta Nela, kenapa kamu bisa terharu" balas Arga.
"Justru itu, karena selama ini semua pria selalu mengatakan cinta dan memujiku setinggi langit dan dihempaskan begitu saja setelah aku sudah di manfaatkan" tutur Nela.
Kembali membuat Arga salah faham dan menganggap kalau mantan Nela meninggalkannya jika sudah bosan dengan kehangatan Nela di atas ranjang.
"Itu karena kamu terlalu bodoh Nela" ucap Arga.
"Aku juga akan membuka hati untuk mu, tapi sepertinya itu tidak akan sulit, karena di kasih perhatian sedikit aja pasti aku sudah meleleh" jujur Nela.
Arga langsung tersenyum dengan kejujuran Nela, "Dasar gadis bodoh" ucap Arga sambil memencet hidung Nela.
"Aaah sakit Arga" rintih Nela.
"Jadi mulai sekarang jangan keras kepala dan turuti apa yang ku katakan" timpal Arga.
"Siap, tapi malam ini aku masi bisa kan datang untuk menghadiri acara bernyanyi di salah satu stasiun TV" pamit Nela.
"Aku tidak akan menghalangi karir mu Nela, karena aku salah satu yang mengidolakan suara mu, jadi teruslah berkarya" ucap Arga.
Nela tersenyum bahagia, "Makasih Arga" balas Nela.
**
Beberapa hari telah berlalu, Arga dan Nela sudah semakin akrab dan Nela sudah tidak pernah ke klub lagi bersama dengan teman-temannya.
Arga pun sering memanjakan Nela dengan kejutan-kejutan kecil, hingga membuat Nela bahagia, tapi satu hal yang membuat Arga tidak siap adalah melakukan kewajiban batin sebagai seorang suami.
__ADS_1
Seperti pagi itu Nela belum bagun karena semalam menghadiri acara malam di salah satu acara TV, sementara Arga sudah siap dengan stelah jas rapi.
Nela membuka matanya dan melihat Arga sudah siap, "Arga kamu sudah siap, memang sekarang jam berapa" tanya Nela masi di dalam selimut.
"Sudah jam delapan, ayo kita sarapan bersama" ajak Arga.
"Arga tarik" ucap Nela dengan manja sambil mengangkat satu tangannya.
Arga masi dengan sikap kalemnya dan berjalan menghampiri Nela, kemudian menarik tangan Nela, "Cepat mandi aku ada kejutan" ucap Arga, Nela segera berdiri dan masuk dalam kamar mandi.
Nela dan Arga sudah ada di bawah dan Arga membawa Nela keluar rumah, di luar sudah ada terparkir sebuah mobil baru yang sudah di ikat fita besar.
"Apa ini Arga" tanya Nela.
"Mobil ini untuk kamu Nela" jawab Arga.
Nela menatap Arga, "Makasih yah" ucap Nela.
Seorang wanita yang kira-kira berumur tiga puluhan, keluar dari mobil pemberian Arga dan berjalan ke arah Nela dan Arga.
"Siapa wanita itu?" tanya Arga.
"Dia akan menjadi asisten pribadi kamu" jawab Arga.
"Selamat pagi tuan" ucap wanita itu.
"Pagi Rita, kenalan ini istri ku yang akan kamu layani" balas Arga memperkenalkan istrinya.
"Halo Nona saya Rita" ucap Rita mengulurkan tangannya dengan hormat.
Nela membalas uluran tangan Rita, "Saya Nela".
"Aku berangkat ke kantor dulu Nela" ucap Arga sambil mencium kening Nela, yang sudah menjadi rutinitas setiap ingat pergi, dan di balas anggukan oleh Nela.
**
Setelah Arga sampai di perusahaan, Riko langsung melaporkan kalau klein yang dari luar negeri ingin bertemu pagi ini.
Arga dan Riko langsung menemuinya di salah satu ruangan yang ada di Jansen group, khusus tamu VIP.
Arga langsung menemui Klein nya dan membuka pintu, terlihat seorang wanita yang masi muda dan sepertinya seusia dengan Arga.
"Selamat pagi nona" sapa Arga.
__ADS_1
Wanita itu menolah, membuat Arga membeku karena wajah wanita itu sangat mirip dengan mantan pacarnya, mendiang Jasmin.