
Beberapa bulan telah berlalu, Bella akhirnya sudah menyelesaikan ujian nasional nya dan berhasil dengan nilai terbaik.
Malam hari Bella sedang berada di rumah nya dan bersama kedua orang tuanya di ruang keluarga.
Ryan kemudian melihat putrinya, "Bella, kamu mau apa dari papah?" tanya Ryan.
"Iya sayang kamu mau apa, kami sangat bangga dengan mu, kamu lulus dengan nilai terbaik" timpal Elmira.
"Aku tidak akan minta banyak, aku hanya ingin liburan dengan Papah dan Mamah ke luar negeri" jawab Bella.
Elmira langsung menatap Ryan penuh arti dan di balas anggukan oleh Ryan, kemudian Elmira berdiri lalu duduk di samping putri nya.
"Sayang, Mamah dan Papah akan menuruti kemauan mu, tapi kami ingin kamu melanjutkan kuliah mu di luar negeri" pinta Elmira.
"Tapi Mah... " ucapan Bella terpotong.
"Tidak ada tapi-tapian Bella, semua ini demi kebaikan mu" timpal Ryan.
Bella langsung berdiri dan hanya bisa menghentakkan kaki nya berjalan naik kamar nya, sementara itu Ryan dan Elmira saling pandang melihat putrinya.
"Sayang apa kamu tidak akan merubah keputusan mu?" tanya Elmira.
"Tidak akan sayang, putri kita harus mendapatkan pendidikan yang terbaik" balas Ryan.
__ADS_1
"Iya sudah terserah kamu saja" sambung Elmira.
Sementara Bella di dalam kamarnya, sedang menangis sesenggukan, karena dia memikirkan hubungan nya dengan Azka selanjutnya.
"Hiks... hiks... hiks... Kak Azka harus tau ini, tapi bagaimana dengan hubungan kami nantinya" ucap Bella di sela isak tangis nya.
"Aku harus menemui kak Azka secepatnya" sambung Bella.
*****
Nela sedang berada di rumah kedua orang tuanya, saat ini Nela bersama Kirani dan perut nya sudah terlihat besar.
Bella sedang berada di kamar nya dan berbaring di pangkuan Kirani, "Mam sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu, yang akan menyempurnakan kebahagiaan ku" curhat Nela pada Mamahnya.
Nela kemudian bangun dan duduk di samping Kirani, "Mam aku menginap di sini yah" pinta Nela.
"Tanya suami kamu dulu sayang" balas Kirani.
"Oke Mam" ujar Nela.
**
Sore hari telah tiba, Nela sudah menghubungi Arga untuk menginap di rumah orang tuanya. Sepulang dari kantor, Arga langsung menuju rumah utama milik Marvin.
__ADS_1
Arga sudah sampai di dengan rumah mertua nya dan hari sudah malam, kemudian Arga langsung masuk setelah Bik Ira membukakan pintu.
"Kok sepi Bik" tanya Arga.
"Tuan besar dan Nyonya sedang tidak ada di rumah, mereka sedang keluar bersama" jawab Bik Ira.
"Apa istri saya sedang ada di kamar nya" Arga kembali bertanya.
"Iya tuan" balas bik Ira.
Arga kemudian naik ke kamar Nela dan setelah sampai di depan kamar istirahat, langsung saja Arga membuka pintunya, tampa mengetuk terlebih dahulu.
Nela yang baru saja mandi dan hanya memakai jubah mandi, sangat terkejut mendengar pintu kamar nya di buka seseorang tampa mengetuk terlebih dahulu.
Nela segera menoleh dan melihat suaminya sedang berdiri bersandar di diding sampai pintu, sambil tersenyum dan terlihat sangat tampa.
"Sayang kamu yang datang" ucap Nela, lalu berjalan memeluk suaminya dan Arga membalas pelukan Nela, kemudian mencium kening nya.
"Iya sayang, mana bisa aku jauh-jauh dari mu" balas Arga sambil berjalan kearah ranjang.
Nela kemudian melepas jas Arga, lalu melonggarkan dasinya, "Sayang kamu mandi dulu" ucap Nela sambil melepas kancing baju kemejanya.
Arga menghentikan tangan Nela di dadanya, "Sayang kamu duduk dulu nanti saja mandinya, aku ingin bicara dengan malaikat kecil kita" ujar Arga sambil mendudukkan Nela di atas ranjang dengan pelan, Nela hanya tersenyum.
__ADS_1
Arga juga duduk di samping Nela kemudian menunduk mencium perutnya, "Sayang jadi anak yang soleh/soleha, kalau papah tidak ada kamu harus menjaga mamah kamu dengan baik" bisik Arga dan tidak dapat di dengar Nela.