
Saat ini Roy mengantar Bella pulang dan mereka sudah sampai di depan rumah Bella, tapi masi berada di dalam mobil.
"Akhirnya mereka menikah juga" ucap Bella.
"Maksudnya apa Sayang?" tanya Roy.
"Sebenarnya sudah lama kak Azka memendam rasa dengan kak Nela" ungkap Bella.
"Jangan-jangan waktu kalian pacaran dulu, Azka tidak mempunyai rasa denganmu" tebak Roy.
Bella kemudian menatap Roy sambil tersenyum, "Pantas saja pacar aku ini, mendapatkan nilai terbaik, ternyata IQ-nya tinggi" balas Bella.
"Jadi benar, dasar gadis bodoh" timpal Roy.
"Itulah sebabnya hubungan kami berakhir dan Kak Azka juga selalu mengatakan, kalau aku akan mendapat pria yang bisa mencintai ku dengan tulus" jelas Bella.
"Apakah pria itu, adalah diriku" sambung Roy.
"Jadi tidak?" ujar Bella memasang wajar ngambek.
Roy jadi panik, Roy kemudian maju mendekati Bella, "Sayang aku bercanda, jangan marah yah" rayu Roy sambil mengusap pipi Bella yang tidak melihat nya.
"Kamu sih, selalu bercanda saat aku serius" balas Bella sambil menoleh melihat Roy, membuat jarak wajar mereka sangat dekat.
Roy menatap bibir Bella dan perlahan semakin mendekat, reflek Bella memejamkan matanya.
"Cup" Roy mengecup bibir Bella.
"Masuk lah sayang dan istirahat" ucap Roy, lalu kembali duduk di kursi nya.
__ADS_1
"Selamat malam sayang" ucap Bella sambil tersenyum.
"Malam sayang" balas Roy, kemudian Bella turun dari mobil Roy.
***
Di kamar pengantin Nela dan Azka, Nela sedang berada di depan meja rias, karena baru saja selesai mandi dan memakai baju tidur berbahan sutra.
Saat itu juga Azka membuka pintu kamar dan tatapannya tertuju pada Nela.
"Hemmm" Azka berdehem untuk mencairkan suasana.
Nela menoleh dan berdiri mengambil handuk di atas tempat tidur, kemudian menghampiri Azka, "Azka kamu mandi dulu" ucap Nela sambil memberikan handuknya.
Azka terdiam di tempatnya, dia benar-benar sangat bahagia saat ini, melihat perhatian Nela padanya.
Azka tersenyum, "Baik Nel" ucap Azka sambil mengambil handuk yang di berikan Nela, tapi tidak sengaja menyentuh tangan Nela.
Nela kemudian duduk di atas ranjang dan memegang dadanya, "Ada apa ini, kenapa perasaan ku selalu gelisah dan seakan ada sesuatu yang berbeda" gumam Nela.
Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi di buka oleh Azka, secepatnya Nela berbaring dan berpura-pura tidur, agar tidak merasakan suasana canggung lagi.
Azka tersenyum melihat punggung Nela, karena dia yakin kalau Nela hanya berpura-pura tertidur.
Azka kemudian mengganti bajunya dan mengambil selimut di lemari, lalu berjalan ke arah sofa untuk tidur di sana.
Azka mulai memejamkan matanya, sementara Nela perlahan membuka matanya dan melihat Azka yang tertidur di sofa.
"Azka kamu sudah terlalu banyak berkorban untukku dan putraku, jadi aku akan membalas nya dengan caraku sendiri" batin Nela, kemudian menutup kembali matanya.
__ADS_1
****
Pagi harinya Azka langsung membawa Nela dan Gala ke rumah nya, pertama-tama Azka mengantar Gala ke kamar nya, yang sudah di desain sesuai karakter kesukaan Gala.
"Gala, mulai sekarang ini kamar baru kamu, apa kamu suka?" tanya Azka.
"Suka banget Pah" jawab Gala.
"Sekarang kamu main, kalau Gala mau sesuatu, katakan saja dengan Papah" ucap Azka.
"Iya Pah" balas Gala, kemudian mencoba permainan yang ada di kamar nya.
Azka kemudian menoleh melihat Nela, yang tersenyum bahagia, "Nela, sekarang waktu melihat kamar kita" ucap Azka.
"Baik Azka, karena sepertinya aku tidak perlu berkeliling rumah ini, karena sudah tau setiap sudut rumah ini" tutur Nela.
"Kamu benar Nela, bahkan aku juga tidak perlu menunjukkan kamar kita, karena kamu sudah tau dan bahkan dulu kamu selalu datang ke kamarku untuk sekedar menangis, saat pacar-pacar kamu memutuskan mu" ledek Azka membahas masa lalu mereka.
Nela kemudian memukul lengan Azka, Azka secepatnya berlari keluar, "Azka awas yah, kamu tidak akan bisa lari dariku" teriak Nela sambil mengejarnya.
Azka berlari masuk kamarnya dan Nela tetap mengejarnya, Nela tetap memukul dada kekar Azka sampai terjatuh ke atas ranjang dan jatuh dia atas tubuh Azka.
"Azka berhenti meledek ku, kalau tidak aku tidak akan berhenti memukulmu" ucap Nela belum menyadari posisinya di atas tubuh Azka.
Azka kemudian menangkap tangan Nela, "Berhenti Nela, ini namanya KDRT" ucap Azka dengan lembut, membuat Nela menyadari posisinya.
Nela segera turun dari tubuh Azka dan berbaring di sampingnya, "Dan kamu ingat Azka, dulu kamu sering menghiburku di kamar ini dan berkata menikahlah denganku, kamu tidak akan patah hati lagi" ungkap Nela, mengenang masa lalu mereka, dengan melihat langit-langit kamar.
Azka langsung menoleh melihat Nela, "Kamu mengingat semuanya Nela?" tanya Azka dengan raut wajah bahagia.
__ADS_1
Nela merubah posisinya, menjadi tengkurap di samping Azka dan menopang dagunya dengan satu tangannya, "Kenapa tidak, tidak ada satu pun hal yang aku lupakan setiap bersamamu" jawab Nela dengan santai, membuat Azka menatap nya tampa berkedip.
"Tapi satu hal yang tidak kamu sadari, betapa aku sangat mencintaimu Nela" batin Azka.