Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
FAKTA APA KIRANI?


__ADS_3

Kirani kembali mengemudikan mobilnya menuju jalan raya dan ada pesan Ryan masuk, Kirani melihat nya teryata lokasi alamat perusahaan Steven.


Kirani kemudian mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Steven dan setelah beberapa saat dia sudah sampai di alamat yang dikirim Ryan.


Kirani turun dari mobilnya dan berjalan anggun masuk dalam perusahaan Steven, ternyata kehadiran Kirani tidak ada yang mengenalinya sebagai desainer ternama Miss Karin karena penampilannya yang berbeda.


Kirani langsung menuju meja resepsionis, "Apa tuan Steven ada?" tanya Kirani.


"Apa Nyonya sudah ada janji" tanya pegawai resepsionis tersebut.


"Belum, tapi katakan saja kalau Miss Karin ingin bertemu" ucap Karin, tapi pegawai itu terlihat tidak percaya.


Pegawai itu kemudian menghubungi Steven, "Halo tuan, ada seseorang yang mengaku Miss Karin ingin bertemu dengan anda" ucap pegawai itu, membuat Kirani tersenyum geli.


"Antar dia keruangan ku sekarang" Suara Steven dari sebrang, kemudian panggilan terputus.


"Mari Nyonya saya antar ke ruangan Tuan Steven" ucap pegawai Itu.


Sementara Steven di ruangannya sedang duduk di sofa, "Baru juga aku ingin mengajak Kirani jalan tapi ternyata dia yang datang sendiri" pikir Steven sambil menunggu Kirani.


Tidak lama kemudian pintu ruangannya di ketuk seseorang, "Masuk" ucap Steven.


Kirani membuka pintunya sendiri, karena dia sudah menyuruh pegawai itu pergi.


"Masuk Kirani" ucap Steven saat melihat Kirani yang datang, sambil berdiri.


"Kantor kamu sangat besar Stev" ucap Kirani.


"Kalah lah dengan kantor suami kamu" balas


Steven.


"Sudah lah Steven, jangan bahas perusahaan" timpal Kirani.


"Ya sudah duduk lah dulu Kirani" sambung Steven sambil duduk kembali.


Kirani kemudian berjalan duduk di depan Steven, tapi Steven baru menyadari penampilan Kirani yang berbeda.


Steven kemudian berdiri dan duduk di sampit Kirani dan menatap Kirani dari atas sampai bawah, Kirani yang di tatap menjadi bingung.

__ADS_1


"Sangat cantik dan manis" ucap Steven dan kembali duduk bersandar di samping Kirani, membuat Kirani tersenyum.


"Pantas saja pegawai ku tidak mengenal mu, penampilan kamu seperti pertama kali aku mengenalmu" sambung Steven.


"Aku capek menjadi orang lain Stev, aku ingin jadi diri ku sendiri" ucap Kirani.


"Berarti Kirani yang peduli dengan orang di sekeliling nya, iya kan?" timpal Steven.


"Benar sekali, seperti sekarang aku datang kesini karena lagi peduli dengan anak laki-laki yang butuh kasih sayang dari papah biologis nya" tutur Kirani.


"Maksud kamu Azka, sekarang kamu juga sudah tau Kirani?" tanya Steven.


"Iya Stev, Azka butuh kamu sekarang, karena saat ini Marvin tidak bisa selamanya bersama Azka terus karena sudah ada Nela" jawab Kirani.


Steven tersenyum hambar, "Kirani kamu tau sendiri kan Zara sekarang berstatus istrinya Marvin, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa" tutur Steven sambil menyalakan rokok nya.


Mendengar pernyataan Steven, Kirani langsung menepuk jidatnya, "Yah ampun Stev, aku lupa memberi tahu kamu fakta yang sesungguhnya" ucap Kirani sambil menatap Marvin serius.


"Fakta apa Kirani?" tanya Steven penasaran.


Kirani menggaruk kepalanya, dia bingung harus mengatakan atau tidak kalau Marvin dan Zara tidak pernah menikah.


"I iya ada, tapi setelah kamu tau, kamu harus memperjuangkan Zara dan Azka" jawab Kirani ragu.


Steven langsung menatap tajam Kirani, "Kirani kamu meragukan cintaku dengan Zara" tanya Steven.


"Iya wajar lah kalau aku ragu, hey aku sangat tau siapa Steven Ricardo, pria yang suka bergonta-ganti pasangan dan pernah menyukai teman baiknya sendiri" ungkap Kirani memicingkan matanya.


"Karena teman baik aku sangat cantik dan pintar, jadi wajar kan kalau aku tertarik dengan nya" balas Steven menyindir, karena sebelumnya Steven sangat menyukai Kirani tapi selalu di tolak oleh Kirani.


"Iya udah jangan bahas itu, sekarang apa kamu bersedia mengejar kembali cintanya Zara, kalau aku katakan fakta yang sebenarnya" ujar Kirani santai sambil bersandar di sofa.


"Kirani katakan, apa yang tidak aku tau?" tanya Steven kembali serius.


Kirani menarik nafasnya dalam-dalam dan menatap Steven dengan serius juga, "Steven sebenarnya Marvin dan Zara, tidak pernah menikah dan tidak ada ikatan pernikahan di antara mereka" jelas Kirani.


Steven menggenggam kedua tangan Kirani, "Kamu serius Kirani" tanya Steven untuk memperjelas.


"Aku serius Steven, kalau tidak, aku tidak mungkin kembali dengan Marvin" jawab Kirani dengan tegas.

__ADS_1


Steven langsung memeluk Kirani, "Terima kasih Kirani, aku janji akan mendapatkan Zara kembali dan tidak akan menyia-nyiakannya lagi" ucap Steven dengan semangat, sambil melepaskan pelukannya.


"Semangat Steven" ucap Kirani sambil tersenyum.


Mata Steven kemudian tertuju pada leher Kirani dan segera mengalihkan pandangannya, “Kirani seharusnya sebelum kemari kamu mengenakkan syal agar menutup tanda merah di lehermu, atau memang sengaja ingin membuatku cemburu” ucap Steven, sambil berdiri menuju meja kerjanya.


Kirani baru menyadari apa yang di lakukan Marvin padanya tadi, dia secepatnya mengambil HPnya lalu melihat lehernya lewat kamera Hpnya, “Marviiin” gumam Kirani, lalu berdiri.


“Aku pulang Steven” pamit Kirani, sambil berjalan keluar dan tidak menoleh melihat Steven lagi.


Steven tersenyum melihat sikap Kirani, “Tenyata Marvin sosok yang agresif” ucap Steven.


*********


Marvin masi ada di perusahaan nya, dia sedang memikirkan ucapan Kirani untuk menemui Zara.


"Apa aku bisa membujuk Zara kali ini, setelah apa yang kulakukan bertahun-tahun padanya, tidak pernah mempedulikan nya dan mengabaikan persahabatan kami" ucap Marvin lalu menarik nafasnya.


Kemudian Marvin melihat jam di pergelangan tangannya dan jam menunjukkan pukul 16:00.


Sementara itu, Zara sedang duduk santai di pinggir kolam berenang yang ada di rumahnya dan memikirkan ucapan Steven tempo hari.


"Kenapa setelah delapan tahun Steven baru muncul dan hadir dengan sikap pedulinya padaku dan Azka" pikir Zara sambil melamun.


Tiba-tiba datang lah Marvin dan duduk santai di samping Zara sambil melepas kancing jasnya agar lebih nyaman.


"Jangan melamun sore-sore Zara, nanti kesambet" ucap Marvin sambil tersenyum ramah.


Zara menoleh sedikit bingung dengan sikap santai Marvin padanya, setelah beberapa tahun ini, baru pertama kalinya Marvin bersikap santai lagi padanya dan tidak kaku lagi.


Zara tersenyum hambar melihat sikap Marvin, "Terasa mimpi bisa melihatmu kembali bersikap santai padaku" ucap Zara tidak melihat Marvin.


"Zara apa salah sebagai sahabat aku datang untuk menasehati mu" balas Marvin.


Zara langsung menoleh, "Apa kedatangan mu untuk membujukku kembali pada Steven" tanya Zara.


"Apa salahnya memberi kesempatan kedua padanya Zara?" sambung Marvin.


"Tapi Vin... " ucapan Zara terpotong.

__ADS_1


"Jangan keras kepala Zara, pikiran masa depan Azka, karena sekarang aku tidak bisa memberi nya full kasih sayang" nasehat Marvin lalu mengacak-acak rambut Zara, seperti yang sering Marvin lakukan saat mereka masi sekolah dulu.


__ADS_2