
Zara merasakan sikap Marvin sudah seperti dulu lagi dan benar-benar merasa kalau sahabatnya sudah kembali, membuat hatinya yang membeku menjadi meleleh.
"Aku akan memikirkan nya Marvin" ucap Zara.
"Zara aku tau kamu wanita yang baik" ujar Marvin.
"Makasih Vin, kamu benar-benar kembali dan peduli padaku lagi" ucap Zara sambil meneteskan air mata harunya.
Marvin kemudian mengusap air mata Zara dengan ibu jarinya, "Jangan menangis lagi, tuan putri" ucap Marvin untuk menghibur Zara.
Zara tersenyum mendengar Marvin memanggilnya dengan panggilan masa kecilnya, "Boleh aku memeluk mu Vin" tanya Zara dan Marvin langsung memeluknya sambil mengusap rambutnya dengan lembut.
**
Setelah berhasil membujuk Zara, Marvin langsung pulang ke rumah utama dan segera masuk ke kamar putrinya, terlihat Nela sedang bermain sendiri.
"Halo putri manisnya papah" ucap Marvin
"Iya papah" jawab Nela.
"Mami belum pulang sayang" tanya Marvin lalu duduk di samping putrinya yang sedang bermain boneka.
"Belum pah" jawab Nela kembali.
"Main sama papah, mau gak?" tanya Marvin.
"Mau banget pah" jawab Nela ke kegirangan.
Marvin pun bermain dengan putrinya dan sesekali terlihat Nela tertawa terbaik terbahak-bahak lalu Marvin mencium pipih putrinya.
Setelah puas bermain dengan Nela, Marvin kembali ke kamarnya dan ternyata Kirani belum pulang, jadi dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Saat Marvin sedang berada di kamar mandi, barulah Kirani datang dan langsung menjatuhkan dirinya berbaring terlentang di atas kasur, "Nyaman banget rasanya pulang ke rumah" ucap Kirani.
selang beberapa saat Kirani bangun dan segera mengganti pakaian nya dengan jubah mandi, "Sepertinya Marvin masih mandi" ucap Kirani lalu duduk di atas kasur.
Pintu kamar mandi pun terbuka, Marvin keluar dengan handuk yang di lilit di pinggangnya, memperlihatkan dada kekarnya dan perut seperti roti sobek, di tambah rambutnya yang basah menambah ketampanannya.
Sebagai wanita normal Kirani yang melihat suaminya saat ini, pasti membangkitkan hasratnya hingga membuatnya menatap Marvin tampan berkedip.
__ADS_1
Kirani mendekati Marvin dan langsung mencium bibirnya, "Suamiku memang sangat tampan, bahkan aku tidak bisa menahan diri" ucap Kirani.
Marvin langsung memeluk pinggang Kirani dan Kirani tentu dapat merasakan ada yang mengganjal di balik handuk suaminya.
"Sekarang kamu sudah pandai menggodaku yah" balas Marvin.
Kirani kemudian berjalan hingga membuat Marvin mundur kebelakang dan Kirani mendorong Marvin berbaring terlentang di ranjang, Kirani juga ikut terjatuh di atas tubuhnya karena Marvin masi memeluk pinggang nya.
"Marvin aku sangat bangga menjadi wanita satu-satunya yang ada dalam hidupmu" ucap Kirani lalu mencium bibir Marvin dengan keahliannya.
Kirani menatap ketampanan Marvin, membuat ingin memanjakan suaminya kali ini dan bibir Kirani sudah mulai turun bermain di dadanya yang kekar itu, sekarang tubuh Marvin sudah tidak berdaya karena ulah agresif Kirani.
"Sayang aku mencintaimu, lakukan sesukamu karena semua ini hanya milik mu" ucap Marvin di sela aksi Kirani dan sementara tangan Marvin bermain di buah kenyang Kirani yang bergelantung indah di balik jubah mandinya.
Kirani menikmati sentuhan Marvin di balik jubah mandinya dan Marvin kemudian menarik pengikat jubah mandi Kirani agar lebih leluasa mempermainkan ****** buah kenyal yang menjadi tempat favorit nya.
Kirani yang semakin menikmati sentuhan Marvin, membuat nya semakin agresif dan lidahnya mulai tutun kebawah, lalu Kirani perlahan melepas handuk yang masi melilit di pinggang suaminya.
Terlihat lah senjata Marvin yang menantang ingin bertempur, Kirani langsung memainkan mulut dan lidahnya sangat lihai di benda pusaka milik Marvin.
Tubuh Marvin besar-benar lemas karena permainan mulut Kirani yang membuatnya tidak bisa berdaya, Marvin kemudian mengangkat tubuh istri nya menghadap ke bawah dan surga kenikmatan Kirani pas berada di depan wajahnya.
Sementara mulut Kirani masi asik bermain di senjata milik Marvin dengan lidahnya yang sangat lihai.
Pada akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan, dengan permainan mulut dan lidah mereka masing-masing.
********
Akhir pekan telah tiba, Steven sedang duduk di rumahnya dan memikirkan Zara untuk mengajaknya jalan malam ini.
"Apa aku harus meminta bantuan Kirani" pikir Steven.
"Tidak-tidak aku harus memikirkan sendiri cari nya" ucap Steven pada diri nya sendiri.
Steven kemudian menelpon seseorang dan menyuruhnya melakukan suatu.
**
Sementara itu malam hari di rumah Zara, Zara berencana keluar jalan-jalan bersama teman nya, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.
__ADS_1
Zara segera membuka pintu dan terlihat seorang sopir yang berdiri di balik pintu dan membawa buket bunga yang besar.
"Maaf apa benar ini rumah Nyonya Zara" tanya sopir itu.
"Iya benar, saya Zara" balas Zara.
"Maaf Nyonya, saya di perintahkan seseorang memberikan bunga ini dan di suruh menunggu Nyonya sampai selesai membaca surat ini" ucap sopir itu sambil memberikan bunga dan surat.
Zara mengambil bunga dan surat tersebut, dan segera membacanya.
Isi surat:
Zara sekali lagi maafkan aku, tapi tolong bisakah kamu menemui ku malam ini dan ikut bersama sopir yang mengantar surat ini, for Steven.
Setelah membaca surat itu, mata Zara langsung berkaca-kaca dan bingung apa kah harus menemui Steven.
"Marvin saja yang membenci aku, bisa berubah dan peduli lagi dengan ku, kenapa aku harus takut memberi kesempatan kedua pada Steven, yang jelas-jelas kami pernah saling mencintai" batin Zara.
"Pak tunggu, aku siap-siap dulu" ucap Zara.
"Siap Nyonya" ucap Sopir itu.
Zara kembali ke kamarnya kemudian mengeluarkan beberapa pakaian di lemari nya dan memilih salah satu yang ingin di pakai nya, tapi dia pusing harus memakai yang cocok padanya.
Setelah mencoba beberapa baju, akhirnya pilihan jatuh pada gaun warna merah yang cukup seksi memperlihatkan bagian bahunya, meski usia Zara sudah kepala empat tapi dia masi terlihat cantik dan segar.
Zara kemudian ikut dengan sopir suruhan Steven dan saat ini masi di dalam mobil, "Pak kita mau kemana?" tanya Zara.
"Ikut saja Nyonya, tuan Steven tidak ingin anda mengetahuinya dulu" jawab sopir itu.
Zara tidak bertanya lagi dan selang beberapa saat mobil sudah sampai di sebuah restoran yang sangat mewah.
Sopir membukakan pintu mobil untuk Zara dan Zara turun dengan anggun.
"Silahkan masuk Nyonya, tuan Steven sudah menuggu di dalam" ucap sopir itu.
Zara berjalan pelan masuk, kemudian di sambut para pelayan dan mengarahkannya masuk kedalam.
Zara berjalan masuk dan bingung tidak ada satupun orang di restoran itu, pada akhir pelayan mengarahkan nya di ruang Outdoor yang sudah di dekor dengan sangat romantis dan di tambah lantunan musik Biola yang menambah keromantisan tempat itu.
__ADS_1