
17 TAHUN KEMUDIAN
Nela Princess Jansen
Nela princess Jansen tumbuh menjadi wanita yang cantik seperti mamahnya, usianya sekarang sudah 24 tahun dan Nela sama sekali tidak tertarik dengan dunia bisnis, meski perusahaan Jansen group butuh penerus, soalnya Nela lebih tertarik dengan dunia entertainment karena bakatnya yang pandai bernyanyi di dukung suaranya yang merdu, tapi Marvin tidak pernah menyetujui keinginan putrinya tersebut, karena Marvin menginginkan putrinya menjadi wanita karir dan mengurus perusahaan Jansen group.
Kepribadian Nela cukup keras kepala dan manja, bergaul dengan siapa saja dan sering kali bergonta-ganti pacar, tapi prinsip Nela sangat mirip dengan Kirani yang selalu menjaga keperawanannya dalam pergaulan.
Azka Ricardo.
Azka Ricardo tumbuh menjadi pria yang tampan, dia mewarisi wajah blasteran Steven, usianya juga sudah 24 tahun dan terjun langsung di dunia bisnis sejak usia 19 tahun, jadi sekarang dia cukup berpengalaman.
Azka dan Nela tumbuh menjadi sahabat dan saling menyayangi, tapi mereka kerap kali bertengkar meski hal sepele dan diam-diam Azka menyimpan perasaan pada Nela, tapi Azka tidak berani menodai persahabatan mereka yang dari kecil, hanya karena perasaannya yang belum tentu terbalas oleh Nela.
Zara dan Steven juga sudah lama menikah dan Azka perlahan bisa menerima Steven sebagai papahnya, tapi kedekatannya dengan Marvin tidak berubah. Azka tidak bisa membantu Marvin di perusahaan Jansen group, karena dia juga harus membantu papahnya di perusahaan Ricardo group, sebagai pewaris tunggal.
Arga Mahendra
Arga Mahendra adalah pria yang tampan dengan alis yang tajam, hidup mancung dan tatapan mata susah di tebak, di tambah pahatan rahan yang sempurna, menyempurnakan ketampanan yang di milikinya.
Arga Mahendra berusia 27 tahun dan menjadi orang kepercayaan Marvin sejak usia 20 tahun, Marvin lah yang membimbingnya tentang bisnis, hingga sekarang Arga tumbuh menjadi pria yang sangat pandai dalam mengelola perusahaan dan sudah di percaya memegang proyek-proyek penting dari perusahaan Jansen group, meski usianya masih sangat mudah.
Arga di kenal pendiam tapi terlihat sangat ramah dan murah senyum pada pegawai Jansen group dan menjadi idola para kaun hawa di perusahaan. Arga juga sangat hormat pada Marvin dan selalu menurut pada perintah Marvin, termasuk saat Marvin memintanya menikahi Nela putrinya, dia tidak berkomentar satu kata pun dan langsung setuju.
Arga dan Nela saling mengenal, tapi jarang bertegur sapa karena Arga terlihat pemalu sedang Nela bergaul luas dan Arga sangat mengetahui sifat Nela yang suka bergonta-ganti pacar.
Arabella
Arabella adalah anak dari pasangan Ryan dan Elmira, yang berusia 16 tahun dan masi duduk di bangku klas tiga SMA, Arabella sering di panggil Bella, dia gadis yang cantik dan manis dan berteman baik dengan Nela meski usia mereka terpaut 8 tahun.
Bella belum pernah pacaran, karena Bella masi di larang pacaran. Bella adalah gadis yang penurut dan selalu mendengar kata orang tuanya.
__ADS_1
***********
Pagi hari di kediaman Marvin, seperti rutinitas harian mereka sarapan bersama.
Marvin masi terlihat sangat segar dan tampan di usianya menginjak kepala enam, karena Marvin masi rajin fitnes untuk mempertahankan bentuk tubuh atletis nya.
Begitu pula dengan Kirani, meski usianya sudah kepala empat dan tidak lagi mudah, tapi Kirani tetap terlihat cantik dengan tubuh langsingnya.
Nela turung dari tangga sambil bersenandung merdu dan menuju meja makan, "Pagi Pah, Mam" ucap Nela lalu mencium pipi mamah dan papahnya, kemudian menarik kursi dan duduk untuk sarapan.
"Nela sudah rapi saja pagi-pagi, mau kemana sayang" tanya Kirani.
"Jangan tanya lagi sayang, pasti putri kita ingin pergi manggung-manggung tidak jelas lagi" timpal Marvin.
"Papah selalu saja melarang ku untuk bernyanyi, salahnya di mana sih pah?" tanya Nela.
"Nela dengar papah yah, perusahaan butuh penerus untuk memimpin Jansen group, papah hanya bisa mengandalkan kamu sayang" jelas Marvin.
"Baik kalau itu yang kamu mau, papah akan mengatur tanggal pernikahanmu dengan Arga dan setelah itu jabatan direktur utama papah serahkan padanya" ucap Marvin dengan tegas.
Nela yang mengigit rotinya, langsung menelannya dengan kasar dengan mata berkaca-kaca, "Papah yakin ingin menjodohkan ku dengan Arga, orang kepercayaan papah itu" tanya Nela dengan menatap tajam pada Marvin.
"Kapan papah bercanda Nela, kalau menyangkut masa depan putri kesayangan papah" jawab Marvin dengan serius.
"Mami katakan pada papah, kalau aku belum siap menikah" ucap Nela pada Kirani yang dari tadi diam saja.
"Ucapan papah adalah perintah, jadi jangan pernah menentangnya lagi" timpal Marvin dengan tegas.
"Papah kejam" ucap Nela sambil berdiri dan menghentakkan kaki nya berjalan pergi.
Setelah kepergian Nela, Kirani menatap suaminya, "Sayang, apa kamu tidak terlalu keras pada putri kita" ucap Kirani memasang wajar sedih.
__ADS_1
"Sayang ini semua demi kebahagiaan Nela, karena aku yakin Arga adalah pria yang pantas mendampingi dan membimbing putri kita yang manja itu" balas Marvin sambil mengusap lengan Kirani. Kirani hanya bisa mengangguk lemah.
**
Nela langsung mengendarai mobilnya menuju perusahaan Azka dan langsung naik ke ruangan Azka.
Semua pegawai tidak ada yang berani mencegahnya, karena para pegawai sudah sangat mengenal Nela dan sebagian pegawai menganggap kalau Nela dan bos mereka berpacaran.
Nela langsung membuka pintu ruangan Azka tampa mengetuk nya, membuat Azka sedikit terkejut.
Azka langsung berdiri ketika melihat Nela yang datang dan Nela langsung ber hambur memeluk Azka sambil menangis tersedu-sedu.
Azka memeluk Nela sampai sudah merasa tenang, "Hey Nela ada apa, cerita denganku" tanya Azka sambil melepas pelukannya dan menuntun Nela duduk ke sofa yg ada di ruangannya.
Nela masih terisak, "Azka, papah ingin mengatur tanggal pernikahanku dengan Arga, orang kepercayaan papah itu" curhat Nela.
"Kamu tenang dulu, papah pasti hanya mengancam mu" balas Azka untuk menenangkan Nela.
"Tidak Azka, kali ini papah serius" sambung Nela sambil terisak.
Azka menarik Nela kembali dalam pelukannya, "Aku akan berusaha bicara dengan papah, kamu tenang saja" ucap Azka sambil mengusap rambut Nela.
**
Di perusahaan Jansen group, Marvin sedang berbicara dengan Arga di sofa dalam ruangan Marvin.
"Arga, saya akan mengatur tanggal pernikahanmu dengan putriku Nela, apa kamu sudah siap" tanya Marvin dengan serius.
"Ucapan tuan Marvin adalah perintah bagiku, saya siap taun" balas Arga dengan menunduk hormat.
Arga langsung menyetujuinya dan tidak perlu pendapat persetujuan keluarganya untuk menikah, karena dia adalah anak panti asuhan yang di biayai sekolahnya sampai Perguruan tinggi oleh Marvin dan membimbingnya di perusahaan Jansen group.
__ADS_1
Marvin kemudian berdiri dan duduk di samping Arga, lalu Marvin mengangkat dagu Arga supaya menatap ke depan, "Sebentar lagi kamu akan menjadi direktur utama Jansen group,jadi tegap kan ini" sambil memukul belakan Arga, membuat Arga duduk dengan tegap.