Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
GALA PUTRA JANSEN


__ADS_3

Operasi Cesar pun telah berlangsung, Marvin, Kirani dan Arga sedang menunggu di luar ruangan operasi, wajah ketiga nya terlihat khawatir.


Marvin kemudian mendekati istri nya, lalu memeluknya, "Sayang kamu tenang yah, putri dan cucu kita pasti baik-baik saja" ucap Marvin.


"Iya sayang, aku berharap itu" balas Kirani.


Sementara itu Arga sedang mondar-mandir untuk mengurangi rasa khawatir nya dan sesekali melihat pintu ruang operasi.


Cukup lama operasi berlangsung, pada akhirnya lampu operasi berhenti menyala dan di susul dokter yang mengani Nela, membuka pintu.


Marvin, Kirani dan Arga langsung menghampiri dokter itu, "Dok bagaimana dengan Istri dan Anak saya?" tanya Arga.


Dokter itu tersenyum, "Operasi berjalan dengan lancar dan Nyonya Nela dan Putranya baik-baik saja." ucap dokter itu.


"Cucu kami laki-laki dok?" tanya Kirani.


"Iya Nyonya, dan Nyonya Nela akan segera di bawa keruangan perawatan, kami permisi dulu" sambung dokter itu, lalu berjalan pergi bersama dua perawat yang berdiri di belakang nya.


"Iya dok" jawab Marvin.


Ketiganya saling bertatapan dan menarik nafas nya lega.


***


Nela sudah di bawa keruang perawatan dan perawat sedang membantu Nela untuk membaringkan bayinya di samping nya.


Pintu di ruangan di buka Arga, lalu di susul Marvin dan Kirani. Arga langsung mendekati bayinya dan duduk di samping Nela yang masi berbaring.


"Makasih yah sayang, kamu telah melahirkan bayi kita" ucap Arga lalu mencium kening Nela.


Kirani kemudian maju untuk menggendong cucunya dan mendekati Marvin, "Sayang lihat cucu kita, dia sangat tampan bukan" ucap Kirani yang sudah menggendong cucunya.

__ADS_1


Marvin tersenyum melihat cucunya, "Kamu benar sayang, ketampanannya mewarisi wajah kakek nya" balas Marvin dengan PDnya, sambil mengelus pipi bayi laki-laki yang lucu tersebut.


"Iya iya sayang, suamiku memang tampan sampai sekarang" puji Kirani.


"Apa kamu mau Nela punya adik, supaya cucu kita ada temannya" bisik Marvin sambil melihat Cucu nya.


Kirani langsung menatap tajam Suaminya, "Marvin, apa yang kamu katakan" tegur Kirani.


"Bercanda sayang, sekarang kita sudah punya baby boy yang lucu" ucap Marvin.


"Iya sayang, bayi ini penyempurna kan kebahagiaan putri kita" balas Kirani.


Beberapa saat kemudian, Arga menghampiri kedua mertuanya, "Mah, Pah kalian bisa pulang istirahat dulu, biar aku yang jagain Nela malam ini" ucap Arga.


"Iya Mam, pah kalian sebaiknya pulang dulu" sahut Nela.


"Iya sudah sayang, Papah akan segera mengirim pengasuh terbaik untuk membantu kalian" ucap Marvin.


Kirani kemudian memberikan bayi itu pada Arga, "Yah sudah kami pulang dulu" ucap Kirani, kemudian bejalan keluar bersama Marvin.


Arga kemudian membawa bayinya ke tempat bayi di samping Nela, kemudian duduk di samping istri nya.


"Sayang beri nama untuk putra kita" ucap Nela.


Arga berfikir sejenak, "Hmmm GALA Putra Jansen, bagaimana?" tanya Arga.


"Kenapa tidak memakai nama Mahendra" protes Nela.


"Tidak sayang, aku ingin anak kita punya latar belakang yang jelas" tutur Arga.


"Sayang kenapa kamu mengatakan itu" sambung Nela.

__ADS_1


"Istri ku, kamu tau sendiri kan kalau aku berasal dari pantai asuhan, yang pasti tidak mempunyai latar belakang keluarga yang jelas" balas Arga.


"Sayang jangan katakan itu lagi, aku tidak ingin kamu mengungkit hal yang membuat mu sedih" ucap Nela.


"Iya Sayang, aku ingin anak kita di kenal dengan keluarga Jansen yang luar biasa" jelas Arga.


****


Keesokan harinya, Nela sudah terlihat segar dan Arga sedang menggendong bayinya.


Pintu ruangan Nela, tiba-tiba di buka seseorang dan ternyata Azka yang datang, membuat Nela dan Arga serentak menoleh.


Azka berjalan menghampiri Nela di tempat tidur nya, "Selamat yah sahabatku, akhirnya kebahagiaan kamu sempurna dengan kehadiran bayi kalian" ucap Azka lalu melihat ke arah Arga yang menggendong putra kecilnya.


"Iya Azka" balas Nela.


Arga kemudian berjalan menghampiri mereka dan berdiri di sisi lain yang berlawanan dengan Azka.


"Pak Azka, selama ini kita selalu berbeda sudut pandang, tapi masalah menjaga Nela, aku rasa kita saling melakukan itu, jadi aku berharap kamu melakukan itu pada putra kecil kami ini" tutur Arga dengan serius.


Azka kemudian bejalan ke sisi di mana Arga berdiri, kerena mendengar keinginan Arga barusan, "Pak Arga tenang saja, baby boy ini akan aku anggap seperti putra ku sendiri dan akan selalu menjaganya" ucap Azka sambil mengelus pipi baby Gala.


Nela dan Arga saling menatap sambil tersenyum, "Azka, kamu mau tau namanya siapa" sahut Nela.


"Oh iya namanya siapa?" tanya Azka sambil melihat kearah Nela.


"Namanya Gala Putra Jansen" jawab Nela.


"Nama yang bagus, Gala (Arga Nela)" timpal Azka.


"Benar sekali pak Azka" sambung Arga.

__ADS_1


Azka kemudian meninggal kan rumah sakit dan menuju perusahaan nya.


__ADS_2