Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
KAMU SUKA SAYANG.


__ADS_3

Marvin menuntun Kirani pelan-pelan dan berjalan ke depan sebuah bangunan rumah, kemudian berhenti.


"Sekarang kita sudah sampai" ucap Marvin.


"Kita di mana om" tanya Kirani.


"Yah sudah, pengikatnya aku buka yah" ucap Marvin dan pelan-pelan melepas pengikat mata Kirani.


Ternyata di depan bangunan rumah itu, ternyata sudah ada anak panti asuhan, asuhan ibu Laila sudah berada di depannya,


Ibu Laila, Elmira dan Ryan juga berada di samping anak-anak panti, mereka semua terdiam karena mendapat isyarat dari Marvin untuk diam semuanya.


Setelah Marvin membuka pengikat mata Kirani, Kirani tidak langsung membuka matanya, "Sekarang buka matanya" perintah Marvin, Kemudian Kirani membuka.


"Suprise" ucap serentak semua orang yang ada di depannya.


Kirani terlihat bingung dan bahagia, karena belum tau apa maksud semua ini, kenapa semua orang-orang yang dia sayangi berada di tempat itu.


"Istriku sayang, lihat bangun yang berdiri di belakang sana, aku sengaja memesannya untuk tempat baru, anak-anak panti yang ada di sini, dengan adanya tempat yang baru dan luas, ibu Laila bisa membatu lebih banyak lagi anak-anak kurang beruntung" jelas Marvin lalu melihat ke arah istrinya.


Mendengar penjelasan suaminya, membuat Kirani benar-benar tersentuh dengan apa yang di berikan oleh pria yang selalu dia panggil om itu.


"Aku lagi gak mimpikan om?" ucap Kirani dengan mata berkaca-kaca. Membuat Elmira sahabatnya ikut terharu melihat semua ini.


Ibu Laila menghampirinya, "Ini semua benar nak Kirani, suamimu benar-benar pria yang baik dan dermawan" ucap ibu Laila saat berada di samping Kirani.


Kemudian Kirani menoleh melihat Marvin dan seketika memeluk suaminya dengan erat, "Makasih om, aku benar-benar bahagia dengan melihat anak-anak panti ini bahagia" ucap Kirani di sela tangis harunya.


"Yah sudah sayang ayo kita masuk, karena peresmian tempat ini akan segara di mulai" ucap Marvin. Kemudian semuanya berjalan ke arah pintu.


Saat ini Kirani dan Marvin sudah berdiri di depan sebuah pita, karena peresmian akan segera di mulai, sedangkan semua orang berdiri di belakangnya.


"Bos ini guntingnya" ucap Ryan sambil memberikan gunting pada Marvin, lalu Marvin mengambilnya.


"Ini sayang, aku ingin kamu yang menggunting pita nya" ucap Marvin sambil memberikan guntingnya.


Kirani tersenyum lalu mengambilnya dan memulai menggunting pita nya, di susul tepuk tangan semua orang yang ada di situ.


Semuanya mulai masuk dan anak-anak panti berlari saat melihat banyak arena bermain yang tersedia sana, lalu anak panti yang besar-besar mulai merapikan tempat itu.

__ADS_1


"Pak Marvin, sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih atas semua ini" ucap Ibu Laila, dia balas anggukan oleh Marvin lalu tersenyum ke arah istrinya, yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Membuat Kirani tersipu, hingga Elmira menyenggol lengannya, "Rani, masi ada gak pria seperti suamimu itu, ku harap tuhan masi menyisakan satu untukku" bisik Elmira.


"Mau gak gue comblangin ama kak Ryan, dia juga pria yang baik loh" balas Kirani.


"Ganteng sih, tapi jangan kak Ryan juga kali" sambung Elmira.


Ternyata Ryan diam-diam mendengar percakapan kedua sahabat itu, lalu tersenyum.


Setelah semuanya selesai, Marvin kemudian mengemudikan sendiri mobilnya, bersama Kirani menuju area puncak.


Suasana puncak saat itu sudah sore dan Marvin membawa Kirani di sebua bukit yang memperlihatkan pemandangan yang indah.


"Wah tempat ini sangat indah om,aku suka" ucap Kirani.


"Hari ini kamu senang sayang" tanya Marvin.


"Aku sangat bahagia om, bahkan aku tidak bisa berkata apa-apa lagi" jawab Kirani.


"Sepertinya kata-katamu sedikit dewasa, benar gak sih, atau om yang salah" tanya Marvin yang pura-pura bertanya.


"Sayang di sana ada Ayunan, kamu mau naik" ajak Marvin sambil menunjuk ayun-ayun yang tidak jauh dari tempat itu.


Kirani berlari menuju ayun-ayun tersebut dan di ikuti Marvin di belakangnya dengan berjalan pelan.


Kirani langsung berayun-ayun sambil senyum-senyum menikmati pemandangan yang indah dan angin sejuk.


Marvin berdiri di belakangnya dan membantu mengayun Kirani, terlihat rona bahagia di wajah Kirani yang tidak bisa di tutupi.


"Om ayun lebih kencang lagi" perintah Kirani, kemudian Marvin melakukan perintah istrinya, membuat Kirani tertawa lepas.


Setelah puas berayun-ayun, Marvin berjalan ke depan Kirani yang masi duduk di ayunan, Kemudian berjongkok di depan istrinya, membuat ekspresi Kirani jadi serius yang awalnya tertawa.


"Sayang aku ingin berbicara serius" ucap Marvin dengan serius.


"Apa om" tanya Kirani penasaran.


"Istri ku sayang, sebelumnya aku pernah mengatakan kalau aku tidak percaya cinta dan sesampai saat ini aku belum mengetahui apa itu cinta, tapi satu hal yang perlu kamu tahu, aku ingin hidup bersamamu untuk selamanya" ungkap Marvin dengan menatap mata Kirani tampa berkedip.

__ADS_1


Kirani langsung meneteskan air mata harunya, karena tersentuh dengan ucapan suaminya.


Marvin kemudian mengeluarkan kalung di saku celananya yang di belinya di luar negri.


"Ini untuk mu sayang" ucap Marvin sambil memberikan kalung tersebut.


Kirani meraba liontin kalung itu, yang terlihat sederhana dan mewah, lalu melihat Marvin.


"So sweet, kenapa suamiku terlalu romantis sih" jujur Kirani, Membuat Marvin kembali tersenyum salah tingkah.


"Kamu suka sayang?" tanya Marvin.


"Hmmm ini selera aku banget" jawab Kirani sambil mengangguk.


"Yah udah aku pasangkan yah Sayang" sambil memasangkan kalungnya dari depan, sementara Kirani masi duduk di ayunan.


Membuat jarak antara wajah mereka tinggal beberapa senti, sehingga Marvin dapat menikmati wajah cantik istrinya.


Kirani yang terlanjur bahagia di buat Marvin seharian, membuatnya menyentuh rahan suaminya dan mencium duluan bibir Marvin penuh gairah.


Marvin sangat terkejut melihat sikap agresif Kirani, yang tidak pernah seperti ini sebelumnya, membuatnya membalas ciuman panas Kirani.


Membuat tangan Marvin berkeliaran ke buah kenyal Kirani yang sudah menjadi tempat paforitnya, setelah merasa puas Marvin menghentikan ciumannya, karena takut tidak bisa mengendalikan dirinya.


Keduanya berdiri dan Kirani mengalungkan tangannya di leher Marvin, "Om boleh aku jujur" ucap Kirani.


"Apa sayangku katakan saja" balas Marvin sambil mengelus rambut Kirani.


"Sebenarnya aku sudah cinta sama om, cuma aku terlalu takut untuk mengakuinya" ungkap Kirani.


"Siapa sih yang bisa menolak pesona Marvin jansen" ucap Marvin dengan pedenya.


Kirani langsung memonyongkan mulutnya dan memukul dada Marvin, "Dasar om nyebelin".


Marvin menarik Kirani dalam pelukannya dengan lembut, "Kamu adalah istriku dan kamu berhak tentang diriku" ungkap Marvin.


Kirani makin meleleh mendengar pernyataan suaminya, membuatnya memeluk erat pinggang Marvin.


"Sekarang kita ke Suprise terakhir hari ini" ucap Marvin masi memeluk Kirani.

__ADS_1


"Emangnya masi ada?" tanya Kirani sambil melepas pelukannya.


__ADS_2