Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
SAYANG KAMU SUDAH PULANG?


__ADS_3

Marvin dan Ryan sedang bersama di ruangannya, membahas beberapa proyek yang akan di laksanakan beberapa bulan ke depan.


"Bos baik-baik saja" tanya Ryan tiba-tiba, yang sedang berdiri di samping Marvin.


Marvin kemudian menutup berkas yang di lihatnya, lalu berdiri berjalan menuju dinding kaca yang ada di ruangannya dan menatap keluar.


"Entah lah Ryan, saya sedang memikirkan cara agar semuanya baik-baik saja" jawab Marvin.


Ryan lalu menghampiri Marvin, "Bos kali ini saya tidak bisa membantu, tapi semua keputusan penting pasti akan ada yang di korbankan" ujar Ryan.


"Ryan meski saya melepas semua yang saya miliki sekarang, tapi tetap saja tidak bisa menghapus semua hutang budi yang di berikan om Bram padaku" timpal Marvin.


"Temui Zara, kali saja dia bisa sedikit membantu" usul Ryan.


"Urus semua rapat hari ini Ryan" ucap Marvin lalu menepuk pundak Ryan dan berjalan meniggalkan ruangannya.


Marvin menyuruh sopirnya menuju ke perusahaan Wijaya group untuk menemui Zara dan setelah sampai Marvin langsung naik keruangan Zara.


Marvin kemudian mengetuk pintu ruangan Zara, "Masuk" suara Zara dari dalam.


Marvin membuka pintu dan terlihat Zara sedang sibuk melihat laptopnya, dan Zara pun melihat siapa yang datang, "Marvin ternyata kamu" ucap Zara.


Marvin tidak menjawab dia berjalan lesu ke sofa yang ada di ruangan Zara, Zara kemudian menutup laptopnya dan berdiri berjalan menghampiri Marvin lalu duduk di sampingnya.


Zara kemudian menuang air putih yang ada di atas meja, lalu memberikan pada Marvin, "Minumlah dulu Vin agar kamu bisa lebih tenang" ucap Zara.


Marvin mengambil gelas yang di berikan Zara lalu meneguknya sampai habis, lalu menatap Zara penuh arti.


Zara yang mengerti tatapan Marvin membuatnya salah tingkah, "Maaf Vin kali ini aku tidak bisa membantu" ucap Zara, karena dia tau Marvin akan meminta bantuan nya.


"Jadi kamu ingin menikah dengan ku Zara, meski aku tidak mencintaimu" tanya Marvin.


"Aku juga tidak bisa berharap banyak darimu Vin dan sekarang aku sudah punya pacar" timpal Zara.


"Jadi satu masalah selesai" ujar Marvin.


"Apa kamu pikir setelah menghancurkan perusahaan Mario Brata, Kirani akan tetap bersamamu sedangkan pada faktanya dia menikah dengan mu karena untuk menyelamatkan perusaan papahnya yang hampir bangkrut" tutur Zara.

__ADS_1


"Zara kamu tau semuanya?, kedatangan mu ke indo apa sudah di rencanakan dan pura-pura tidak mengetahui semuanya?" tanya Marvin penuh penekanan.


"Iya Vin, karena saat itu aku masi berharap bisa mendapatkan dirimu, tapi kenyataan kamu terlalu mencintai Zara" jawab Zara jujur.


Marvin melepas kancing jasnya, "Sial" ucap Marvin sambil melonggarkan dasinya.


"Marvin semua ini salah mu, kamu sudah tau kalau semua ini akan terjadi, tapi kamu malah mencintai istri kamu itu" ujar Zara.


*********


Di tempat yang berbeda Kirani mengemudikan mobilnya menuju panti asuhan, untuk menemui anak-anak panti agar pikirannya bisa lebih tenang.


kedatangan Kirani di sambut antusias oleh anak-anak panti dan Kirani membagikan makanan dan mainan pada anak-anak.


Kedatangan Kirani di sambut oleh ibu Laila, "Selamat datang nak Kirani, ayo masuk".


Kirani berjalan berdampingan bersama ibu Laila, "Buk aku mau cerita dan meminta pendapatnya" ucap Kirani saat susah duduk di sofa.


"Ada apa nak, sepertinya masalahmu kali ini sangat berat" tanya Buk Laila sambil mengusap punggung Kirani.


Kirani kemudian menceritakan masalahnya mulai A sampai Z, dan Ibu Laila menarik nafasnya mendengar cerita Kirani.


Setelah beberapa saat kemudian Kirani memutuskan untuk pulang ke rumah dan setelah sampai, Kirani langsung naik ke kamarnya dengan langkah lemah, karena belum menemukan solusi semua masalah nya.


Setelah membuka pintu kamar, ternyata Marvin sudah pulang dan sedang berdiri di depan jendela masi dengan setelan jas rapi.


"Sayang kamu sudah pulang" ucap Kirani sambil menyimpang tasnya di atas kasur, lalu menghampiri Marvin.


Marvin kemudian mengusap rambut Istrinya dengan lembut, "Iya, karena aku kangen sayang" ucap Marvin.


Kirani lalu memeluk pinggang suaminya dengan manja, "Aku juga kangen" balas Kirani hampir tidak terdengar dengan mata berkaca-kaca.


Marvin membalas pelukan Kirani dan mencium pucuk rambutnya, "Kamu dari mana sayang?" tanya Marvin.


"Aku dari pantai asuhan sayang" jawab Kirani sambil melepaskan pelukannya.


Tiba-tiba pintu di ketuk seseorang dan keduanya pun segera membuka pintu, ternyata Bik Yati yang berdiri di balik pintu.

__ADS_1


"Ada apa Bik" tanya Marvin.


"Anu tuan, di bawa ada tuan Bram mencari anda" ucap Bik Yati sedikit ragu.


Marvin langsung melihat Kirani dan begitu pula sebaliknya, "Katakan saya akan segera turun" perintah Marvin.


"Baik tuan" ucap Bik Yati menunduk hormat lalu pergi.


Di bawa sana Bram sedang duduk di sofa dengan wibawa nya sambil memegang tongkat nya, dan dari arah tangga turun lah Marvin bersama Kirani.


Bram yang melihat kedatangan Marvin dan istrinya, langsung berdiri, "Gadis ini istri mu ternyata masi sangat mudah, kenapa tidak mengenalkan dengan om" sahut Bram sangat rama.


Marvin langsung menatap tajam Bram, lalu merangkul pundak Kirani, seolah-olah mengisyaratkan jangan mengganggu wanita nya.


"Kanal kan om, dia Kirani istriku" ucap Marvin lalu berjalan ke hadapan Bram.


"Ternyata istri mu ini gadis yang sangat cantik" puji Bram dengan wibawanya.


"Om Bram sebaiknya kita bicara di ruang kerja, ada hal yang ini saya bahasa" balas Marvin dengan sopan.


Marvin kemudian beralih melihat Kirani, "Sayang tunggu di kamar saja, aku sedang ada urusan" timpal Marvin pada Kirani dan di balas anggukan oleh Kirani seperti istri penurut.


Marvin dan Bram berjalan beriringan menuju ruang kerja Marvin dan keduanya duduk di sofa.


"Marvin saya tidak akan banyak bicara, saya hanya ingin tau kapan memulai rencana mu untuk menghancurkan perusahaan Mario brata" tanya Bram sambil menyalahkan rokoknya.


"Bukankah menghancurkan perusahaan Mario Brata, sama saja menghancurkan sebagian aset Jansen group?" ungkap Marvin mencoba mensiasati rencana Bram.


"Ha... ha... ha.... " Bram tertawa jahat.


"Kamu takut aset kamu hilang atau takut istri mu akan membencimu" sambung Bram dengan menatap tajam pada Marvin.


Marvin membalas tatapan tajam Bram, "Saya peringati sekali lagi jangan pernah menyakiti istriku" ucap Marvin.


"Marvin-Marvin om tidak akan tega menyakiti gadis secantik istrimu itu" ucap Bram, tapi seolah-olah bernada ancaman di mata Marvin.


"Om Bram jangan khawatir, saya akan segera melaksanakan balas dendam anda" ujar Marvin dengan tegas tapi menyimpan emosi.

__ADS_1


"Bagus Marvin, ini baru Marvin yang saya besarkan, tangguh dan tidak akan mengingkari janjinya" tutur Bram.


Ternyata semua pembicaraan Marvin dan Bram di dengar oleh Kirani di balik pintu, membuat Kirani menjadi lemah. ?


__ADS_2