
Flashback lanjut
"Kamu bisa duduk dulu, santai saja jangan terlalu tegang" balas Bram masi bernada santai.
"Ada masalah apa tuan Bram dengan papah saya?" tanya Kirani tampa basa basi.
"Anak kecil seperti mu tidak perlu tau, kamu tinggal menikmati hidup saja" jawab Bram masi dengan wibawanya.
"Saya tidak akan ikut campur, jika itu tidak ada kaitannya antara Marvin, tuan Bram dan papaku" ujar Kirani menekan suaranya.
Mendengar pernyataan Kirani, Bram langsung bertepuk tangan dan merubah ekspresi wajahnya menjadi serius, "Ternyata kamu mengetahui semuanya" ucap Bram.
"Berhenti menekan suami saya, dan katakan apa yang harus saya lakukan agar tuan Bram berhenti mengganggu perusahaan papaku" tanya Kirani masi menatap tajam pada Bram.
Bram langsung tersenyum penuh arti mendengar penyataan Kirani, "Seperti nya kamu sangat mencintai papa dan suamimu itu, hingga kamu berani datang kesini menemui ku" jawab Bram dengan tatapan sedikit mengancam.
Kemudian Bram berdiri menghampiri Kirani, "Apa kamu bisa memilih antar keduanya papah atau suamimu" tanya Bram sambil berjalan mengelilingi Kirani.
"Apa maksud tuan?" ujar Kirani kembali bertanya.
Bram mendekati wajah Kirani dan berbisik, "Tinggal kan Marvin jauh dari negara ini dan sebagai balasannya, saya janji dan memastikan perusahaan papamu akan baik-baik saja" ucap Bram memberi tawaran pada Kirani.
__ADS_1
"Omong kosongnya saya tidak mungkin meninggalkan suami saya" tolak Kirani dan ingin berjalan keluar.
"Apa Elmira Revalina adalah sahabatmu?" tanya Bram.
Pertanyaan Bram membuat Kirani menghentikan langkah nya, "Jangan pernah mengganggu sahabat saya" ujar Kirani.
"Ha... ha... ha... ternyata kamu gadis yang cerdas, asal kamu tau dengan sekejap perusahaan orang tua sahabatmu itu bisa hancur di tangan saya" ucap Bram penuh ancaman.
Kirani semakin emosi, "Jangan pernah menyakiti orang-orang yang saya sayangi" balas Kirani.
"Percuma kamu mengatakan menyanyi mereka tapi kenyataan nya, kamu tidak ingin berkorban untuknya" timpal Bram sudah tidak bersikap ramah lagi.
"Apa yang harus saya lakukan" tanya Kirani sudah memelankan suaranya.
"Jangan ganggu ketiganya, saya akan pergi sejauh mungkin" ucap Kirani dengan mata Berkaca-kaca, kemudian pergi meninggalkan ruangan Bram. Bram kemudian tertawa penuh kemenangan.
Flashback Off
Kirani kemudian mengusap air matanya, setelah mengingat perjanjiannya, dengan Bram yang membuatnya mengambil keputusan hari ini.
Kirani secepatnya menuju rumah sakit dan menyakinkan orang tuanya kalau, perusahaannya akan baik-baik saja dan berpamitan kepada kedua orang tuanya kalau dia akan pergi jauh.
__ADS_1
Selanjutnya Kirani menemui Elmira dan Ibu panti asuhan, untuk pamit pergi dan perjalanan pulang tiba-tiba dia merasa mual, secepatnya Kirani menghentikan mobilnya dan tidak bisa menahannya, akhirnya Kirani memuntahkan semua isi perutnya.
"Apa ini, apa gue hamil" gumam Kirani dengan mata berkaca-kaca.
Kirani kembali mengemudikan mobilnya menuju apotik terdekat untuk membeli tespek dan ternyata hasilnya Positif hamil.
Kirani sedang duduk bersandar di kursi mobilnya sambil memejamkan matanya, kemudian pelan-pelan Kirani membuka matanya dan melihat tespek yg ada di tangannya.
"Apa aku harus bahagia atau bersedih, apa aku harus mengatakan pada Marvin yang sebenarnya?, aku benar-benar tidak tau apa yang harus ku lakukan" tutur Kirani sambil mengusap air matanya. Kirani benar-benar tidak berdaya.
********
Sementara itu Marvin sudah bangun kemudian meraba kasur di sampingnya, dan tidak merasakan Kirani di sampingnya.
Marvin membuka matanya dan melihat sebuah surat di bantal Kirani.
Isi surat Kirani
Sayang maafkan aku, tapi aku tidak ada pilihan lain dan aku harus pergi meninggalkan mu, tapi satu hal yang harus ingat, kalau aku akan selalu mencintai om COEku. I LOVE YOU.
Marvin meremas surat Kirani dan segera memakai bajunya, lalu menelpon Ryan.
__ADS_1
"Ryan cari daftar nama Kirani, di bandara internasional secepatnya" perintah Marvin dengan menekan suaranya, lalu mematikan HPnya secara sepihak.