Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
OM AZKA


__ADS_3

Azka kemudian menghampiri Ryan, karena ini pertama kalinya Azka bertemu Ryan selama hubungan nya dengan Bella berakhir, "Om Ryan maafkan saya" ucap Azka.


"Azka, saya cuma melakukan yang terbaik untuk hubungan kalian" balas Ryan.


"Tapi Om, bagaimana pun saya melukai hati Bella" sambung Azka.


"Tidak Azka, saya sengaja menyuruh Bella kuliah keluar negara, agar hubungan kalian berakhir, karena saya tidak ingin melihat putri saya, lebih terluka lagi karena menjalin hubungan dengan pria yang berpura-pura mencintai nya" jelas Ryan.


"Sekali lagi maafkan saya Om" ujar Azka.


"Perasaan tidak bisa di paksakan Azka, terimakasih karena selama ini kamu telah menjaga putri saya dengan baik" balas Ryan.


Azka tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menunduk penuh rasa bersalah.


"Azka angkat wajahmu itu, karena sekarang kamu sudah menjadi pemimpin Jansen group" ucap Ryan, membuat Azka langsung mengangkat wajah.


"Baik Om" balas Azka.


"Lain kali jangan panggil Om, di sini saya adalah bawahan, mari saya antara keruangan anda" tutur Ryan.


"Jangan terlalu formal Om santai saja, saya bukan Papah Marvin yang kaku dan dingin" timpal Azka.


Ryan diam-diam tersenyum mendengar pernyataan Azka, "Silahkan Azka, kita keruangan mu" balas Ryan.


Ryan kemudian mengantar Azka keruangan nya dan keduanya pun masuk, Azka melihat sekeliling.


"Azka kalau ada yang kurang katakan saja" ucap Ryan.


"Om Ryan, ini bukan ruangan Arga?" tanya Azka.


"Benar sekali, tuan Marvin tidak ingin kamu memakai bekas ruangan Arga, jadi beliau menyediakan tempat yang berbeda dan tidak kalah mewah dari ruangan Arga" jelas Ryan.


"Baik Om terimakasih" balas Azka.


"Kalau begitu saya permisi" ujar Ryan kemudian meninggalkan ruangan Azka.

__ADS_1


Setelah kepergian Ryan, Azka berjalan kemejanya dan duduk di kursi kebesarannya, sambil menatap sekeliling ruangan itu.


"Papah Steven, maafkan Azka harus meninggalkan perusahaan keluarga Ricardo, demi perusahaan Papah Marvin" ucap Azka dengan menatap tajam ke depan.


Tiba-tiba pintu di buka seseorang dan ternyata Marvin yang datang, membuat Azka langsung berdiri.


"Papah" ucap Azka.


"Azka, aku hanya ingin bertanya kenapa kamu berkorban begitu besar untuk Papah?" tanya Marvin dengan santai.


"Seperti nya ini bukan hal yang perlu di tanyakan Pah, ini tidak seberapa dengan apa yang papah lakukan waktu aku kecil" jawab Azka.


"Kamu membalas budi Azka" Marvin kembali bertanya.


"Apa salah Pah?" tanya balik Azka.


"Tidak Azka, aku ingin berterimakasih padamu" jawab Marvin.


"Apa ada orang tua yang berterimakasih pada anaknya" balas Azka.


"Kalau begitu selamat datang di Jansen group, Papah pulang sekarang" ujar Marvin sambil mengusap air mata di sudut matanya, kemudian berjalan keluar.


5 TAHUN KEMUDIAN


Lima tahun telah berlalu setelah kematian Arga, Nela mulai bisa menerima kepergian suaminya dan fokus mengurus Gala.


Nela tidak pernah lagi tampil bernyanyi dan syuting semenjak kematian Arga, dia benar-benar keluar dari dunia entertainment dan Nela pun menutup diri nya dari media.


Jansen Group semakin jaya di bawa kepemimpinan Azka, sementara hubungan persahabatannya dengan Nela tidak pernah pudar dan Azka sangat dekat dengan Gala.


Seperti pagi itu Azka singgah di rumah Nela sebelum berangkat ke kantor dan mobil Azka sudah sampai di depan rumah Nela yang di tempati dulu bersama Arga.


Azka langsung masuk, ternyata Nela dan Gala sedang berada di meja makan sedang sarapan.


"Selamat pagi semuanya" sahut Azka.

__ADS_1


Nela dan Gala menoleh, "Om Azka" panggil Gala.


Azka menghampiri Gala, "Iya Gala, sekarang mau ke sekolah?" tanya Azka.


"Iya Azka, sebentar lagi berangkat" sahut Nela.


"Ikut sama aku saja" balas Azka sambil duduk dan mengambil buah di atas meja, dengan santai


Nela mengambil makanan di piring untuk Azka, Azka memang sering makan di rumah Nela ketika mampir.


"Ini makan dulu" ucap Nela sambil memberikan piring yang sudah di isi makanan.


"Kebetulan aku belum sarapan" ujar Azka sambil mengambil piring itu.


"Makan nya Nikah Azka, biar ada yang ngurusin" tutur Nela.


"Kamu sudah bosan lihat aku makan di rumah kamu" balas Azka sambil menyendok makanan dengan santai, sementara Gala sedang makan.


"Azka!!!" sahut Nela dengan melotot, membuat Azka tersenyum.


"Om tinggal di sini saja" ucap Gala dengan polosnya.


"Gala sayang, Om gak bisa tinggal di sini" ucap Azka lalu melihat Nela.


"Gitu ya Om" balas Gala.


Azka akhirnya sudah selesai makan, kemudian Nela mengantar Azka dan Gala keluar, layaknya keluarga yang bahagia.


Gala lebih dulu masuk di mobil Azka, sementara Nela dan Azka masi berdiri di samping mobil.


"Azka makasih yah, selama ini kamu sangat menyayangi Gala" ucap Nela.


"Nela santai saja, seorang sahabat tidak mengenal kata terimakasih" balas Azka.


"Baik lah" ujar Nela sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku berangkat yah Nel" ucap Azka sambil mengusap lengan Nela dan di balas anggukan oleh Nela.


Azka masuk dalam mobil, kemudian menyuruh sopirnya untuk berangkat dan Nela menatap kepergian mobil Azka sampai menghilang.


__ADS_2