Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
KAMU MASI VIRGIN KIRANI


__ADS_3

Kirani baru saja selesai mandi, dan tidak melihat kehadiran Marvin di kamar, "mungkin malam ini dia keluar" gumam Kirani sambil keluar bal kom kamar.


Sementara itu Marvin sedang berada di ruang kerjanya, dia sedang merokok dengan segelas wine di tangannya.


Tidak lama kemudian Marvin mengambil kunci mobilnya dan bergegas meninggalkan kediamannya, mobil Marvin pun melesat menembus jalan ibu kota.


Kirani yang masi berdiri di bal kom kamarnya melihat kepergian suaminya, "huuff... baguslah dia pergi" ucap Kirani.


*******


Beberapa hati telah berlalu, Marvin tidak pernah pulang kerumahnya, karena tiba-tiba kantor cabang yang berada di luar terjadi masalah, jadi Marvin menunda kepergiannya ke bali.


Marvin sedang berada di luar kota, saat ini Marvin dan Ryan sedang duduk bersama.


"Ryan apa yang di lakukan kancil kecil itu, saat aku tidak ada" tanya Marvin.


"Seperti biasa bos, nona Kirani ke klub bersama sahabatnya yang bernama Elmira" jawab Ryan.


Marvin berfikir sejenak, "Pesan tiket ke bali besok" perintah Marvin.


"Butuh berapa tiket bos?" tanya Ryan.


"Memangnya bulan madu harus banyak orang, berdua lah" ucap Marvin.


"Dengan nona Kirani bos" tanyanya sedikit ragu.


"Istriku hanya satu Ryan, jadi yang jelas dengan Kirani" ucapnya sambil menatap tajam Ryan.


"Baik bos, apa perlu saya siapkan wanita di sana juga?" ucap Ryan.


"Ryan kamu dengar, aku ingin menikmati kebersamaan bersama istriku itu" ucap Marvin dengan menatap lurus ke depan membayangkan Kirani berlutut padanya ingin di puaskan.


"Baik bos, akan saya persiapkan semuanya, saya permisi" ucap Ryan sambil menunduk hormat pergi.


Sore hari di kediaman Marvin, Kirani sedang berbincang-bincang para pembantu yang bekerja di rumah itu, yang sudah akrab dengan Kirani, karena sikap Kirani yang sangat ramah.


Kirani berjalan naik ke tangga untuk naik di kamarnya, dan melirik foto-foto Marvin, "Kok di rumah ini gak ada foto keluarga yah, dan foto seorang wanita" gumam Kirani.

__ADS_1


"Sudah lah, ngapain juga gue mikirin itu, mending gue mandi ah" lalu melepas semua pakaiannya saat sudah berada di kamarnya.


Setelah Kirani mandi, Kirani hanya memakai dress rumahan yang panjangnya sepaha dan baju yang terbuka bahunya memperlihatkan belahan dadanya yang montok dan besar.


Kirani duduk bersandar di sofa yang ada di kamar itu sambil membaca buku, dan mendengar suara mobil Marvin.


"Itu kan suara mobil om CEO" gumam Kirani lalu segera keluar bal kom untuk memastikan.


Terlihat Marvin keluar dari mobi setelah sopirnya membuka pintu, "Ternyata benar dia yang datang" ucap Kirani masi berdiri bal kom.


Tidak lama kemudian Marvin masuk kamar dan langsung memeluk Kirani dari belakang.


Kirani diam saja mendapat pelukan dari suaminya, karena entah kenapa dia juga merasa nyaman.


"Bersiap lah besok kita akan ke bali" bisik Marvin dengan tangannya sedikit jail di tubuh Kirani.


Kirani secepatnya memutar tubuhnya menghadap Marvin, "Om CEO sebaik nya mandi dulu, bau tau" ucap Kirani berpura-pura manis sambil melonggarkan dasi suaminya.


"Kau suka gayamu yang sekarang, lebih menantang dan tidak munafik" ucap Marvin kemudian berlalu ke kamar mandi.


"Sial kenapa gue bersikap manis di depannya, bisa-bisa gue gak bisa mengendalikan semuanya" umpat Kirani setelah Marvin pergi.


"Kirani tenang, serahkan diri tapi jangan serahkan hati" pikir Kirani untuk memenangkan dirinya.


Marvin keluar kamar mandi dan sengaja hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya, dan memperlihatkan otot-otot perutnya yang seperti roti sobek, untuk memancing reaksi Kirana apa tertarik padanya.


Kirani yang ingin masuk dari bal kom, melihat Marvin yang melihatnya juga.


"Om gue keluar dulu, sepertinya kamar ini panas" ucap Kirani sambil berlari keluar.


"Dasar kancil kecil dia benar-benar munafik, untung saja dia masuk standar kencang ku, setidaknya mataku di manjakan dengan tubuhnya" ucap Marvin sambil tersenyum misterius.


*******


Di bandara internasional Marvin dan Kirani sudah bersiap menuju pulau Bali.


Marvin menggandeng mesra pinggang Kirana, seperti yang dia lakukan pada teman kencangnya.

__ADS_1


Setelah di pesawat Marvin sudah berfantasi bagaimana Kirani akan memanjakannya di atas ranjang, seperti halnya wanita-wanita yang berlomba-lomba menjadi teman ranjangnya.


Sedangkan Kirani yang duduk di sampingnya, sudah pasrah apa yang akan di lakukan Marvin nantinya.


Pada akhirnya pesawat mendarat di bandara internasional Bali, dan segera membawa Kirani di villa miliknya yang berukuran besar.


Di villa itu sudah di sambut berbagai pelayan seksi yang akan melayani keperluan bosnya saat di tempat itu.


"Kamu suka villa ini, kalau tidak kita bisa pindah" ucap Marvin, dan pelayan ingin menghampiri Marvin tapi dia mengisyaratkan aga pelayan itu pergi.


"Gue suka om, ini lebih dari indah" ucap Kirani sambil berjalan naik dan di ikuti Marvin.


"Kamarnya sebelah sana" sambil mengarahkan Kirani ke kamar mereka.


Setelah Marvin membuka pintu kamar, terlihat kamar yang luas berdinding kaca dan kolam berenang yang ada di balik jendela kamar itu, yang memperlihatkan pemandangan pantai Bali yang biru.


Kirani berjalan masuk dan membuka jendela, membuat rambutnya yang panjang terurai tertiup angin, sementara Marvin memperhatikan Kirani yang menikmati tempat itu.


Kirani yang sudah terbiasa memakai pakaian seksi, jadi seperti saat ini Kirani memakai gaun tipis yang talinya di ikat di lehernya, dan memperlihatkan pundaknya yang putih mulus.


Marvin yang dari tadi menunggu Kirani memanjakannya, karena sudah membuatnya terkesima dengan tempat itu, tidak ada reaksi dari Kirani.


Marvin kemudian menghampiri Kirani, "Sudah puas menikmati tempat ini, sekarang puaskan diriku sekarang" ucap Marvin di samping Kirani.


Kirani bagai tersambar petir mendengar ucapan suaminya barusan, "Tapi kan om kita baru sampai, nanti malam aja" ucap Kirani untuk menghindari Marvin, dan kembali masuk kamar.


Marvin mengikutinya masuk dan menahan tangan Kirani, "Cukup Kirani kesabaran ku ada batasnya, jangan coba-coba bermain-main denganku" ancam Marvin dan kemudian Menangkap leher Kirani dan menciumnya dengan kasar lalu perlahan berubah menjadi lembut.


Kirani yang mendapatkan serangan mendadak, hanya membulatkan matanya apa lagi ini pertama kalinya dia berciuman, membuatnya bagai melayang di udara.


Secepatnya Marvin melepas jasnya tapi tidak melepas ciumannya pada Kirani, kemudian menarik tali baju kirani yang terikat di lehernya, membuat baju kirani terjatuh ke lantai dan menyisakan bikini Kirani.


Marvin kemudian menjatuhkan tubuh Kirani di ranjang dan Kirani yang sudah terhipnotis dengan aksi Marvin membuatnya tidak bisa melawan.


Marvin segera melepas seluruh pakaiannya dan kembali bermain di atas tubuh Kirani sambil memainkan buah kenyal Kirani yang membuatnya selaku menegang saat berada di samping Kirani.


Setelah semuanya sama-sama polos, Marvin mencoba menembus gawan pertahanan Kirani, tapi berkali-kali Marvin mencoba menekan pinggulnya, belum juga Marvin bisa menembusnya.

__ADS_1


Marvin langsung menebak, "Kamu masi Virgin Kirani?" tanya Marvin kaget karena tidak menyangka kalau Istrinya itu masi perawan.


Kirani yang mendapat pertanyaan seperti itu pada suaminya, hanya mengangguk membenarkan pertanyaan Marvin.


__ADS_2