Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
NELA PRINCESS JANSEN


__ADS_3

Marvin menjadi bingung, "Kalau Nela tau, memang kenapa sayang?" tanya Marvin.


"Sayang aku tidak ingin memberi harapan palsu pada Nela, nanti dia mengira kamu akan tinggal di sini selamanya" jelas Karin, lalu keluar dari kamarnya.


Marvin benar tidak keluar kamar, karena dia juga takut Karin marah, hingga beberapa saat Karin kembali masuk ke kamar nya.


Karin tersenyum melihat Marvin yang duduk di ranjang nya dan benar tidak keluar kamar, Karin kemudian menghampirinya dan duduk di depan Marvin.


"Ayo sayang aku antar pulang" ucap Karin.


"Kamu mengusir ku sayang" tanya Marvin.


"Marvin jangan bercanda ayolah" rengek manja Karin agar Marvin mau berdiri.


Marvin malah menarik tangannKarin ke pangkuan nya, "Beri aku stamina dulu baru berangkat" ucap Marvin.


Karin tentu mengerti apa yang di maksud Marvin, dia langsung mencium pipih Marvin, tapi Marvin malah menangkap leher Karin dan mencium bibirnya dengan lembut.


Karin kemudian mengantar Marvin pulang dan Karin menuju ke kantor nya.


*********


Beberapa pekan telah berlalu, gosip perselingkuhan desainer ternama dan CEO Jansen group masi bergulir panas, menjadi bola liar karena semua pihak belum ada yang mengeluarkan tanggapan.


Dan saat ini di sekolah Nela dan Azka sedang berlangsung acara sekolah, yang menampilkan murid-murid yang berbakat dan mengundang orang tua murid.


Marvin dan Zara sudah lebih dulu datang, dan di susul Karin yang duduk berhadapan dengan Marvin.


Kecemburuan Karin pada Zara semakin berkurang, Karena kasih sayang Marvin padanya tidak pernah terbagi.


Acara pun berlangsung meriah, anak-anak menampilkan bakatnya masing-masing dan tiba lah saatnya Nela yang akan tampil untuk bernyanyi.


MC acara pun mulai bicara, "Saatnya kita panggil anak perempuan yang sangat berbakat dan akan mempersembahkan bakatnya hari ini, yaitu NELA PRINCESS JANSEEEN" panggil MC tersebut.


Marvin yang mendengar nama panjang Nela, langsung menatap tajam pada Karin, Karin yang sedang bertepuk tangan menyambut Putrinya akan tampil begitu antusias, tapi matanya tertuju pada Marvin yang menatap tajam padanya dan baru menyadari kalau Marvin mendengar nama panjang Nela barusan.


Karin langsung tegang, tapi dia berpura-pura tidak menyadari semua itu, pada akhirnya Nela sudah naik di atas panggung dan memegang sebuah mik.


Nela mulai bernyanyi dengan suaranya yang merdu dan halus, tapi Marvin tidak fokus melihat putrinya bernyanyi karena sepanjang Nela bernyanyi, Marvin tidak pernah berhenti menatap tajam pada Karin.

__ADS_1


Setelah Nela selesai bernyanyi, Karin langsung berdiri pergi tapi Marvin langsung mengejarnya, membuat Zara menahan tangisnya dan matanya berkaca-kaca, dia bersedih mendengar nama panjang Nela yang artinya, Nela anaknya Marvin.


Marvin mengejar Karin dan menarik tangannya naik ke mobil, kemudian mengendarai mobilnya cukup kencang di jalan raya dan membawa Karin di sebuah danau buatan yang tidak ada orang.


Dan menarik tangan Karin sedikit kasar dan menghempaskan nya ketempat yang luas dan terbuka.


"Kirani jelas kan semua nya, sudah cukup aku mengikuti permainan mu" ucap Marvin sedikit mengeraskan suaranya.


*Sekedar info sekarang author kembali merubah nama Karin menjadi Kirani, karena semuanya sudah terungkap*


Tubuh Kirani membeku dan bibinya bergetar belum bisa berkata apa-apa, cuma air matanya yang terlihat menetes.


"Ayo jawab Kirani, katakan yang sejujurnya" tanya Marvin menekan suara nya.


"Sebenarnya Nela adalah putrimu" jawab Kirani dengan mengatur nafasnya yang sesak.


Marvin mengusap rambutnya frustasi, "Kirani apa yang kamu pikirkan hingga menyembunyikan identitas Nela dariku" bentak Marvin, dan ini pertama kalinya Marvin membentak Kirani.


"Apa yang harus ku harapkan dari seorang pria yang mempunyai anak dari istrinya yang lain" balas Kirani dengan nada tinggi.


"Harusnya dari awal kamu harus percaya dengan ku dan cinta kita Kirani" tutur Marvin dengan suara bergetar menahan tangisnya.


"Apa? Nela kecelakaan" ucap Marvin dan langsung menatap Kirani.


Kirani langsung syok, "Marvin ayo cepat kita ke rumah sakit" ucap Kirani di sela isak tangisnya.


Marvin dan Kirani langsung menuju rumah sakit dan Marvin mengemudikan mobilnya lebih kencang dari sebelumnya.


Beberapa saat kemudian mobil Marvin sudah sampai di rumah sakit dan mereka langsung menemui Zara yang sedang menunggu di depan ruangan ICU.


"Zara bagaimana bisa terjadi?" tanya Marvin.


"Tadi Nela terpilih menjadi juara dan terlihat sedih karena tidak ada yang mendampingi nya, selanjutnya saya tidak tau, tiba-tiba Nela tertabrak mobil di jalan" cerita Zara menjelaskan.


Kirani yang mendengar cerita Zara, benar-benar syok dan berjalan lemah dengan tatapan kosong menuju pintu ruang ICU di mana Nela sedang di tangani.


Tubuh Kirani benar-benar rapuh dan tidak bisa berdaya, "Nela Maafkan Mami sayang, semua ini karena salah Mami" ucap Kirani dengan di sela isak tangisnya.


Marvin kemudian mendekati Kirani dan memeluknya, "Kamu tidak salah sayang, semua ini salahku yang membawa kamu pergi" ucap Marvin merasa bersalah.

__ADS_1


Kirani tidak bisa berkata-kata lagi lidahnya terasa keluh, sementara Marvin memeluknya dan mengelus pundaknya.


Pintu ruang ICU di buka oleh dokter dan perawat, "Mohon maaf siapa orang tuanya?" tanya dokter yang menangani Nela.


"Saya mamahnya dok" sahut Kirani.


"Saya papanya dok" sahut Marvin hampir bersamaan.


"Begini Tuan dan Nyonya, putri anda banyak kekurangan darah dan perlu donor darah secepatnya, tapi golongan darah putri anda AB positif dan kebetulan persediaan di rumah sakit sedang kosong" jelas dokter itu.


"Dok darah saya AB positif, ambil darah saya saja" sahut Marvin.


"Sus cepat periksa kesehatan Tuan Marvin dan secepatnya lakukan transfusi darah, agar operasi bisa segera di lakukan" perintah dokter itu pada suster di sampingnya.


Marvin pun mengikuti suster tersebut dan tinggal Zara dan Kirani, Zara pun mendekati Kirani.


"Kirani kamu yang kuat" ucap Zara di balas anggukan oleh Kirani.


Setelah beberapa saat kemudian, operasi pun sedang berlangsung setelah proses transfusi darah sudah di lakukan.


Kirani, Marvin dan Zara, sedang berada di depan kamar operasi dan Kirani tidak pernah berhenti menangis.


Marvin kemudian kembali memeluk Kirani, "Sayang aku yakin putri kita adalah anak yang kuat, pasti dia bisa melewati ini semua" ucap Marvin.


"Aku takut Vin" ucap Kirani terisak.


"Kamu tenang sayang, percaya padaku putri kita akan baik-baik saja" sambung Marvin masi memeluk Kirani.


Sementara Zara juga ikut khawatir, dan terharu melihat kedua suami istri itu.


Kemudian lampu operasi mati dan di susul dokter keluarga dari pintu kamar operasi.


"Bagaimana dok" tanya Kirani dan Marvin serentak.


"Selamat operasi berhasil, pasien akan segera di bawa keruang perawatan" ucap dokter itu.


"Terima kasih dok" ucap Marvin dan Kirani.


"Saya permisi dulu" pamit dokter itu, lalu berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2