Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
IDE YANG BAGUS


__ADS_3

Hari minggu telah tiba di apartemen Ryan, Ryan sedang duduk menikmati kopi nya dengan cahaya matahari pagi di sela jendela apartemen nya.


Ryan tidak memakai baju, terlihatlah otot Ryan dan perut atletis yang juga berbentuk roti sobek, dan tiba-tiba HPnya berdering.


Ryan dengan santai mengambil HPnya di atas meja, "Zara... " ucap Ryan saat melihat nama Zara di layar HPnya.


"Hei Zara tumben menelpon, ada apa?" tanya Ryan, saat wajah Zara terlihat di layar HPnya.


"Ryan sore ini, kamu ada acara?" tanya Zara.


"Tidak ada" jawab Ryan singkat


"Kalau begitu aku ke apartemen kamu?" balas Zara.


"Hey jangan dong Zara, nanti Marvin salah faham, aku bisa di penggal" ucap Ryan.


"Sejak kapan sih Marvin peduli sama aku" ujar Zara dengan wajah sedih.


"Hei tuan putri jangan sedih dong, kamu bisa datang kemari" ucap Ryan.


Zara langsung tersenyum, "Makasih yah Ryan, kamu memang sahabat aku yang paling terbaik dan sangat pengertian" balas Zara lalu mematikan panggilan.


"Zara, kenapa kamu terlalu mencintai pria yang tidak pernah melirik mu, dan kamu tidak pernah sadar 8 tahun yang lalu kalau aku sangat memujamu" ungkap Ryan dengan wajah yang serius.


*********


Sementara itu Elmira masi sibuk syuting meski hari minggu, beberapa pemotretan juga di lakukan dan saking sibuknya dia melewati beberapa panggilan telepon dari Ryan.


Hingga sore tiba, barulah Elmira sempat melihat HPnya dan melihat beberapa panggilan dari Ryan, "Yah ampun, kenapa aku lupa memberi tau kak Ryan kalau hari ini aku sangat sibuk" tutur Elmira.


"Elmira sebentar lagi, kita tek lokasi selanjutnya, kita harus mengejar matahari senja, jadi buruan" panggil sutradara, tempat Elmira bekerja saat ini.

__ADS_1


"iya...iya... saya segera ke sana" jawab Elmira.


Kemudian Elmira hanya mengirim pesan sikat pada Ryan, karena tidak sempat menelponnya lagi.


"Maaf kak Ryan hari ini aku sibuk seharian syuting, jadi tidak sempat pegang HP" isi pesan Elmira.


Sementara itu Ryan yang membaca isi pesan Elmira hanya bisa bernafas panjang, karena Ryan sudah terbiasa dengan kesibukan Elmira selama 5 tahun belakangan ini, semenjak Elmira sukses menjadi model dan aktris ternama.


Kemudian bel apartemen nya berbunyi, "Itu pasti Zara" ucap Ryan dan segera berjalan membuka pintu.


Setelah pintu di buka, ternyata benar Zara yang datang, "Masuk lah Zara" ajak Ryan santai.


Zara tersenyum lalu melangkah masuk, "Apa Elmira jarang kesini Ryan?" tanya Zara.


"Kamu tau sendiri kan, Elmira aktris ternama dan kesibukannya sangat padat" ucap Ryan sambil duduk di sofa ruang tamu.


Zara pun berjalan lalu duduk di depan Ryan, "Kenapa kamu tidak nikahi saja Elmira, bukan kah fasilitas dan gaji mu di Jansen group lebih dari cukup untuk menghidupi pasanganmu" tutur Zara,


"Penghasilan Elmira sebagai seorang aktris dan model, juga tidak seberapa di bandingkan gajimu dan harta yang kamu miliki Ryan" sambung Zara.


"Zara... Zara kapan sih kamu bisa berfikir bijak, tidak semua apa yang kita ingin kan di dunia ini, harus berpatokan pada materi, mungkin saja Elmira nyaman dengan dunia nya yang sekarang" jelas Ryan lalu menyalakan rokok nya.


"Ryan aku tau siapa kamu yah, kita sudah bersahabat dari kecil jadi jangan sok bijak membela kekasih mu itu" timpal Zara.


"Itu lah sebuah hubungan Zara, kamu harus bersama Marvin, walau Marvin tidak pernah mencintaimu dan sepertinya lebih mengacuhkan mu sekarang. Kalau aku, takdir belum menyatukan kami saja" tutur Ryan.


Zara kemudian mengambil dua botol Whisky di tasnya, "Sebenarnya aku datang kesini untuk mengajakmu minum" ujar Zara.


"Ide yang bagus" balas Ryan kemudian berjalan mengambil gelas di minibar apartemen nya.


Zara lalu menuang Whisky itu di gelas Ryan dan gelas punyanya, kemudian mereka sama-sama mengangkat gelasnya lalu meneguknya sampai habis.

__ADS_1


Mereka menikmati minuman beralkohol itu bersama, Zara tidak mau berhenti meneguk gelasnya, hingga Zara sudah mulai mabuk.


Ryan kemudian menyadari kalau Zara sudah mulai berada dalam pengaruh alkohol, "Zara hentikan, kamu sudah mulai mabuk" cegah Ryan.


Tapi Zara tidak mempedulikan ucapan Ryan, Zara tetap saja tidak berhenti meneguk minuman di hadapan nya, "Ryan jangan cegah aku, cuma ini yang bisa menghilangkan rasa penyesalan dalam hidup" ucap Zara dengan nada mabuk. Sementara Ryan hanya mendengar curhatan sahabatnya itu.


"Kamu tau Ryan karena kejadian 8 tahun yang lalu, meski Marvin sudah bersama ku tapi aku kehilangan sahabat ku" tutur Zara sambil menangis, lalu tertawa tidak jelas.


Zara kemudian mendekati wajah Ryan, "Kamu mau tau rahasia Ryan, aku dan Marvin tidak pernah menikah dan kami tidak ada ikan pernikahan sedikit pun" ungkap Zara sambil menangis tidak jelas.


Pernyataan Zara membuat Ryan benar-benar terkejut dan membulatkan matanya, "Maksud kamu apa Zara, kamu tidak bercanda kan?" desak Ryan sambil mengguncang bahu Zara.


"Iya Ryan aku tidak bercanda, 8 tahun yang lalu aku mengandung anaknya Steven, tapi Steven pergi meninggalkan diriku dan papah meminta Marvin untuk mengakui Azka sebagai putranya, awalnya aku berfikir seiring berjalannya waktu Marvin akan menerima ku, tapi malah sebaliknya dia sangat membenci ku, apa lagi sekarang semenjak kehadiran Kirani kembali, baru aku menyadari kalau cinta tidak bisa di paksakan" cerita Elmira panjang lebar, mengungkapkan semua isi hatinya.


Ryan tidak bisa berkata apa-apa mendengar pengakuan Zara, Ryan kemudian mencegah tangan Zara agar berhenti minum, "Zara ini sudah berlebihan, hentikan" ucap Ryan dengan lembut, sambil mengambil gelas di tangan Zara.


Zara kemudian jatuh di pelukan Ryan, dia benar-benar sudah mabuk berat dan tidak bisa menahan diri nya.


Ryan menatap wajah Zara yang meneteskan air mata, "Zara kenapa kamu di butuhkan oleh cinta, dan tidak biasa mencari kebahagiaan mu sendiri" ujar Ryan sambil menyingkirkan rambut Zara yang menghalangi wajahnya.


Ryan kemudian mengangkat Zara untuk berbaring di ranjang nya, lalu menyelimuti tubuh Zara.


Sampai malam tiba Zara belum juga bagun, sementara itu Ryan baru saja selesai mandi untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya akibat pengaruh alkohol tadi, Ryan masi memakai jubah Mandi yang memperlihatkan bagian dadanya, di tabah rambutnya yang basah.


Tiba-tiba bel apartemen berbunyi, "Siapa yah, sepertinya saya tidak memesan makanan" gumam Ryan sambil berjalan membuka pintu.


Ryan sedikit terkejut setelah di buka, ternyata Elmira yang berdiri di balik pintu, "Elmira kamu datang" ucap Ryan dengan wajah tegang.


"Kenapa? kak Ryan menunggu seseorang" tanya Elmira sambil berjalan masuk.


"Elmira kita makan di luar saja gimana?" ajak Ryan karena takut Elmira salah faham kalau mengetahui Zara ada di apartemennya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Kak Ryan?, aneh banget" tanya Elmira lalu berjalan ke arah kamarnya.


__ADS_2