Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
AKU HARUS MINTA MAAF


__ADS_3

Pada akhir Azka dan Bella sudah sampai di pusat perbelanjaan milik Jansen grup, Azka dan Bella makan siang terlebih dahulu.


Setelah makan siang selesai, Azka dan Bella berjalan untuk memesan tiket, karena selanjutnya mereka ingin nonton.


"Bella, kamu suka Film apa?" tanya Azka.


"Terserah kak Azka saja, asalkan jangan film horor kak" jawab Bella.


"Katanya terserah, kenapa harus takut, kan ada aku" ucap Azka.


"Iiih kakak" balas Bella.


"Kita nonton film horor saja, peluk kakak saja kalau ada hantunya" gombal Azka.


"Kak Azka jangan gitu dong, kalau aku baper gimana" ucap Bella dengan polosnya.


Azka tersenyum lalu mengacak rambut Bella, "Kamu terlalu polos, jangan mudah baper dengan gombalan dan perlakuan baik para pria" nasehat Azka lalu merangkul pundak Bella sambil jalan.


Azka dan Bella sudah berada di dalam bioskop dan film pun mulai di putar, sementara Bella sudah merasa tegang, karet Azka memilih film horor.


Azka dan Bella sedang fokus menatap layar bioskop dan tiba-tiba hantunya muncul, reflek Bella memegang lengan kekar Azka dan menyembunyikan wajahnya di dada Azka.


Azka menunduk melihat Bella dan Bella melihat ke atas membuat tatapan mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat.


"Maaf kak" ucap Bella, lalu memperbaiki kembali duduknya.


"Santai saja Bel, anggap saja hari ini kita sedang pacaran" ucap Azka sambil merangkul pundak Bella agar lebih dekat darinya.


Bella tidak berkomentar, dia hanya tersenyum dibalik pelukan Azka, "Bella kamu jangan baper, kak Azka tidak akan tertarik dengan gadis belasan tahun seperti mu" batin Bella.


"Bella aku harap kamu tidak baper beneran, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menutupi, ketidak hadiran Nela yang ceria dalam hari-hariku" batin Azka.


Setelah nonton bersama, Azka dan Bella selanjutnya berbelanja dan Azka membelikan Bella Tas dan sepatu bermerek, ternyata kehadiran mereka tidak luput dari pantauan para wartawan.


**


Nela sedang bermalas-malasan di atas ranjang, biasanya kalau hari minggu dia pasti sudah jalan bersama teman-temannya, tapi kali ini dia harus menahan diri karena harus menjadi istri yang baik.


"Kalau sekedar jalan-jalan, masa gak bisa sih?" pikir Nela lalu berjalan keluar kamar.


Nela berjalan turun dan menuju dapur, di sana sudah ada Bi Ima (ART).


"Bi Ima melihat Arga" tanya Nela.

__ADS_1


"Sepertinya tuan di ruang fitnes non" jawab Bi Ima menunduk hormat.


"Makasih Bi" balas Nela lalu berjalan keruangan fitnes.


Ternyata benar Arga di ruang fitnes, Nela kemudian berjalan masuk dan berdiri di samping Arga.


Arga yang melihat Nela, menghentikan aktivitasnya dan Nela segera memberi botol air minum pada Arga, Arga mengambilnya lalu meminumnya.


"Pantas saja badan kamu terbentuk, ternyata di rumah ini juga tersedia ruang fitnes" ucap Nela sambil memencet lengan Arga.


"Kamu ingin mencobanya" gumam Arga.


"Apa?, apa kamu mengatakan sesuatu" tanya Nela.


"Tidak, apa kamu ingin mencoba untuk fitnes" tanya balik Arga.


"Tubuh aku sudah bagus, jadi tidak perlu fitnes lagi" balas Nela.


"Olahraga bisa mempertahankan bentuk perut kamu ini, meskipun nantinya sudah punya anak" bisik Arga sambil mengusap pinggang dan perut Nela, sambil berlalu melanjutkan aktivitas.


"Maksud dia apa dan apa yang dia lakukan?" gumam Nela.


Nela kemudian tersenyum jail dan berniat membalas kelakuan Arga padanya.


"Memang kamu tidak ingin punya anak" tanya Arga santai.


"Gimana mau punya anak gak pernah di sentuh, tubuh kekar doang gak di pakai" jawab Nela enteng, membuat Arga menghentikan aktivitas dan menatap Nela tampa berkedip.


Arga menghampiri Nela dan memeluk pinggang Nela sampai merapat ke tubuhnya, "Kamu meragukan kemampuan ku Nela" bisik Arga, hingga hembusan nafas Arga terasah di kulit leher Nela.


Nela yang awalnya hanya ingin membalas sikap Arga padanya, justru berbalik padanya dan dia yang di kendalikan oleh Arga, membuat Nela mengigit bibir bawanya karena tidak bisa membalas ucapan suaminya.


"Kamu serius ingin mencoba nya Nela" tanya Arga bernada sensual.


Nela mendorong dada Arga, tapi Arga semakin memeluk pinggang nya, "Istri ku memang luar biasa, begini kah caramu menggoda mantan-mantanmu" tanya Arga menaikan satu alisnya, terlihat meremehkan.


Mata Nela langsung berkaca-kaca mendengar pernyataan suaminya, yang seakan-akan diri nya adalah wanita penggoda, membuat Arga melonggarkan pelukannya.


"Aku hanya bercanda, tapi ternyata kamu menilai ku serendah itu, kamu jahat Arga" ucap Nela menekan suaranya sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi nya, kemudian berlari meninggal kan Arga.


"Kenapa dia harus tersinggung, bukankah dia memang punya banyak mantan" pikir Arga.


********

__ADS_1


Setelah beberapa hari berlalu Nela belum mau bicara dengan Arga setelah kejadian hari itu, tapi mereka masi seranjang.


Arga sedang berada di ruangan nya dan memikirkan sikap Nela padanya, yang tidak pernah bicara sejak kejadian itu.


"Apa ucapan ku hari itu, bener-benar melukainya" ucap Arga pada diri nya sendiri.


"Aku harus minta maaf" timpal Arga.


**


Sementara itu, Nela menemui Azka di perusahaan nya dan seperti biasa dia langsung masuk keruangan Azka.


Azka langsung berdiri saat melihat Nela di depannya dan reflek memeluknya, karena sudah merindukan kehadiran Nela.


Nela menjadi bingung, karena tidak biasanya Azka bersikap berlebihan padanya, biasanya dirinya lah yang lebih dulu memeluk Azka.


"Nela aku sangat merindukanmu, karena biasanya hari-hariku bersama dirimu, tapi saat ini sudah sangat berbeda" jujur Azka.


Nela kemudian melepas pelukannya, lalu mengandeng lengan Azka berjalan duduk ke sofa.


"Makanya Azka cari pacar, jangan sibuk kerja mulu, biar harimu berwarna" ucap Nela.


"Hidup ku sudah berwarna saat aku bersamamu Nela, jadi aku tidak butuh orang lain lagi, tapi setelah kamu menikah baru aku menyadari kehilangan mu" batin Azka sambil menatap Nela.


"Azka! kamu dengan kan aku bilang apa?" ucap Nela, mengagetkan lamunannya.


"I iya Nela, aku baru mencari nya" balas Azka.


"Kriteria kamu seperti apa sih, biar aku yang cariin" tanya Nela antusias.


"Seperti kamu" jawab singkat Azka.


"Azkaaa, aku tidak bercanda" balas Nela.


"Aku serius Nela" sambung Azka.


Nela berubah menjadi tegang, "Jadi selama ini kamu suka sama aku" tanya Nela dengan serius.


Azka kemudian tersenyum, "Tegang banget, iya aku suka sama kamu karena aku sayang, tapi belum tentu aku cinta" ungkap Azka.


"Bercandanya gak lucu" balas Nela masih tegang.


"Yah sudah maaf, seperti kamu ada masalah, ayo cerita" tanya Azka.

__ADS_1


"Hidup ku terlalu banyak masalah Azka, kalau aku cerita akan sampai sore" jawab Azka.


__ADS_2