
Malam hari telah tiba, Nela baru saja selesai syuting dan teringat oleh Azka, "Sudah lama tidak bertemu Azka" pikir Nela.
"Pak kita ke apartemen xxx dulu, sebelum pulang" ucap Nela pada sopirnya.
"Baik Nona" jawab sopir tersebut.
Beberapa saat kemudian mobil Nela sudah sampai di apartemen Azka dan Nela melihat jam di pergelangan tangannya, ternyata masi pukul 19:00.
Nela langsung naik ke apartemen Azka, tampa memberi tahu Azka terlebih dahulu dan setelah sampai di pintu apartemen Azka, Nela secepatnya memencet belnya.
Tidak lama kemudian, Azka membuka pintu nya dan Azka sangat terkejut Nela tiba-tiba muncul di depannya, membuat nya diam saja.
"Mentang-mentang sekarang sudah punya pacar, sekarang aku tidak di persilahkan masuk" omel Nela sambil berlalu masuk kedalam.
"Aku sudah bekerja keras untuk melupakan Nela akhir-akhir ini dan mencoba terbiasa tampa dirinya, lah tiba-tiba dia muncul di hadapan ku" batin Azka dan menoleh melihat Nela.
"Silahkan duduk Nela" ucap Azka salah tingkah.
"Formal banget, baru juga beberapa hari tidak bertemu" balas Nela.
"Apa kabar Nela?" tanya Azka sambil duduk di sofa.
Nela tidak langsung duduk, Nela melihat-lihat seisi apartemen sahabat nya itu, "Di sini tidak ada wanita lain kan, jangan sampai kamu menyakiti teman baikku" ucap Nela.
"Ada" balas Azka.
"Ada? di mana dia berada sekarang, kamu menyembunyikan nya di mana?" tanya Nela melihat sekeliling.
"Wanita itu sedang berdiri di hadapan ku" canda Azka.
Nela langsung memicingkan matanya, "Azkaaa! sekarang kamu menganggap aku orang lain" ucap Nela pura-pura marah.
"Habisnya kamu bertindak seolah-olah pacar aku, yang takut pacar nya selingkuh" balas Azka.
Nela langsung menatap tajam pada Azka, "Sekarang kamu tidak nyaman dengan apa yang kulakukan Azka?" tanya Nela serius, lalu duduk di samping Azka.
Azka langsung panik melihat Nela, yang jadi salah paham dengan ucapannya, "Nela maaf, awalnya aku hanya bercanda" ucap Azka.
"Ha... ha... ha..." Nela tiba-tiba tertawa.
"Sumpah Azka, kamu benar-benar berubah, sekarang kamu tidak bisa membedakan saat aku marah beneran atau tidak" sambung Nela di selah tawanya.
__ADS_1
"Aku tidak berubah Nela, aku hanya menutupi rasa rindu ku padamu dan ingin sekali rasanya aku memelukmu saat ini" batin Azka.
"Yah sudah Azka aku pulang saja, sepertinya kamu sedang capek" ucap Nela.
Azka tersadar dari lamunannya, "Nela jangan pulang dong, kamu kan baru datang" cegah Azka.
Sikap Azka akhirnya kembali cair dengan Nela dan sudah tidak kaku lagi dan berusaha menutupi perasaannya agar Nela tidak pulang.
Keduanya pun akhirnya curhat seperti biasa dan di sertai candaan keduanya, dan terkadang berdebat karena hal yang sepele.
Setelah Nela merasa cukup lama di tempat Azka, dia memutuskan untuk pulang dan berpamitan pada Azka.
*******
Di negara yang berbeda Kira-kira sudah hampir tengah malam, Arga sedang duduk di kamar suite tempat nya menginap.
Arga sedang melihat leptopnya yang terdapat foto-foto Nela yang naik ke apartemen Azka, kemudian Arga tersenyum, "Bukan Nela namanya kalau dia tidak keras kepala. Dasar gadis bodoh, apa dia belum sadar juga kalau sahabat nya itu menyukai nya" ucap Arga.
Arga lalu mengambil HPnya dan menghubungi Nela dengan panggilan video, "Halo sayang" sapa Arga saat melihat wajah Nela di layar HPnya.
"Halo juga sayang" jawab Nela.
"Belum tidur, dari mana saja?" tanya Arga.
"Dasar gadis bodoh, kamu tidak memikirkan perasaan suamimu saat berkunjung ke tempat pria lain di malam hari" tutur Arga.
"Kamu cemburu sayang" tanya Nela.
"Menurut kamu?" tanya balik Arga.
Nela langsung nyengir karena baru menyadari suaminya sedang cemburu, "Maaf yah sayang, tidak akan aku ulangi" balas Nela.
"Asal kamu tau, aku adalah orang yang tidak bisa marah dengan mu terlalu lama" ungkap Arga.
"Kalau begitu, aku kangen sayang" ucap Nela dengan ekspresi manja.
"Jangan menggodaku dengan ekspresi mu itu, aku bisa pulang malam ini juga sayang" balas Arga.
"Gak mungkin, kan kerjaannya belum selesai sayang" timpal Nela.
"Benar juga sayang dan tunggu yah, aku akan segera pulang" balas Arga dan di balas senyuman oleh Nela.
__ADS_1
"Sudah dulu yah Sayang" sambung Arga.
"Oke sayang" balas Nela, lalu matikan panggilan video.
Sementara Arga masi ingin bicara, "Apa? dia kematian panggilan ku duluan" ucap Arga.
**
Sementara itu Jessi di kamar nya sudah lengkap dengan pakaian minim layak nya ingin ke klub malam.
Jessi memegang gelas minuman dan terlihat memasukkan obat pada gelas yang di pegangnya, "Hahaha... dengan obat perasaan ini, malam ini aku bisa menikmati kejantanan Arga Mahendra" ucap Jessi.
Menit berikutnya Jessi langsung meminum gelas yang di pegang nya, yang sudah di beri obat perasaan dan duduk di atas ranjangnya.
Selang beberapa saat Jessi sudah mulai merasakan hawa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya, secepatnya dia keluar dari kamarnya dan menuju kamar Arga , kemudian mengetuk pintu kamar Arga lebih cepat.
Arga membuka pintu kamarnya dan langsung saja Jessi menerobos masuk, tapi Arga belum menyadari kalau Jessi sedang berada dalam pengaruh obat, hingga Arga menutup pintu kamar nya.
Jessi sudah mulai tidak bisa menahan ke seimbang tubuhnya, kemudian mendekati Arga dengan langkah gontai.
"Arga tolong aku" ucap Jessi dengan nafasnya yang sulit di atur dan Arga langsung menolong nya agar tidak terjatuh.
"Jessi apa yang terjadi" tanya Arga belum mengerti apa yang terjadi.
Jessi kemudian memeluk tubuh Arga dan merasakan otot tubuh Arga yang kekar dan atletis, "Seseorang telah memberiku obat perasaan Arga" ucap Jessi lemah.
Arga yang mendengar penjelasan Jessi, langsung melepas pelukan Jessi, hingga Jessi hampir saja terjatuh, tapi Jessi masi bisa menahan tubuhnya.
Jessi kemudian berjalan keranjang Arga dan terlihat wajah Arga sedang khawatir lalu mengikuti langkah Jessi.
Jessi mulai tidak terkendali dia sudah seperti cacing kepanasan di atas ranjang Arga dan perlahan melepas pakai nya, hingga menyisakan pakaian dalamnya saja.
"Jessi hentikan, apa yang kamu lakukan" teriak Arga lalu mendekati Jessi agar menghentikan perbuatan nya.
Jessi kembali memeluk Arga dengan gerakan menggugah Iman, "Arga tolong aku, aku sudah tidak tahan lagi" ucap Jessi dengan nafas yang susah di atur.
"Jessi kendalikan diri mu" kemudian mendorong tubuh Jessi terbaring terlentang di atas kasur.
Jessi sudah tidak bisa berdiri, dia semakin tidak bisa mengendalikan dirinya dan perlahan membuka seluruh pakaian yang masih melekat di badanya, hingga sekarang tubuh Jessi sudah benar-benar polos.
Arga yang berdiri di hadapan nya, tentu dapat menyaksikan semua tubuh seksi Jessi yang sudah tidak bisa berdaya seperti cacing kepanasan.
__ADS_1
Arga langsung menjauhi Jessi dan terlihat panik mondar mandi, "Apa yang harus ku lakukan untuk menolong Jessi, agar dia tidak menderita semalaman" pikir Arga.
"Saya tidak mungkin mengkhianati istri aku, hanya untuk menolong seorang wanita yang terkena musibah, ayo Arga berfikir apa yang harus kamu lakukan" sambung Arga.