Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
PERMISI NELA


__ADS_3

Azka kemudian mendatangi perusahaan Jansen group, untuk menemui Marvin yang sudah di anggap papahnya sendiri. Azka langsung naik keruangan Marvin dan lewat lift khusus CEO.


Azka mengetuk pintu ruangan Marvin, "Masuk" suara Marvin dari dalam, kemudian Azka membuka pintu.


"Papah" panggil Azka.


Marvin melihat nya, "Azka ternyata kamu yang datang, tumben kamu datang di perusahaan papah, ada apa?" tanya santai Marvin sambil membuka lembar berkas di depan nya.


"Aku datang untuk Nela Pah, ini tentang perjodohan nya" ucap Azka.


Marvin langsung menutup berkas di hadapannya dan menatap Azka, "Ternyata Nela mengadu padamu" balas Marvin.


"Pah ini tidak adil untuk Nela, Nela harus menikah dengan pria yang dia cintai dan mencintainya" tutur Azka.


"Azka kenapa kamu sangat menentang perjodohan ini, apa kamu mencintai Nela" tanya Marvin dengan menatap tajam pada Azka.


Azka tidak langsung menjawab, membuat Marvin semakin menatap tajam dirinya, "Ti tidak pah, aku hanya takut Nela terluka, karena aku sangat menyanyinya" jawab Azka ragu.


"Apa yang kamu takutkan Azka?" Marvin kemudian bertanya.


"Aku takut suaminya menyakitinya, karena mereka tidak saling mencintai" jawab Azka.


Marvin kemudian berdiri dari kursi kebesaran nya dan menghampiri Azka, lalu menepuk pundaknya, "Azka kamu kan jagoan papah dan kamu masi tinggal di negara ini, jadi kamu masih ada untuk melindungi Nela, meski nantinya Nela sudah menikah" ucap Marvin.


Pernyataan Marvin membuat Azka tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Ternyata diam-diam Arga berdiri di balik pintu dan mendengar percakapan mereka, membuat tatapan Azka lurus ke depan dan sulit di artikan kemudian segera berlalu pergi.


Kemudian Azka keluar dari ruangan Marvin, jadi tinggal lah Marvin sendirian dan menatap kepergian Azka.


"Azka papah tidak bodoh, papah tau kalau kamu menyukai Nela, tapi bagaimana pun, papahnya tidak mengizinkannya, karena kamu tidak mungkin bisa mengurus Jansen group kedepannya dan belum tentu juga Nela menyukaimu" ucap Marvin.


***********


Malam hari di kamar Nela, Nela sedang berbaring di pangkuan Mama nya dan Kirani mengusap kepala putri nya.


"Mam, kenapa sih papah sangat kejam padaku" keluh Nela.

__ADS_1


"Sayang, papah hanya ingin yang terbaik untuk mu dan percayalah pilihan papah pasti yang terbaik" bujuk Kirani agar berhenti bersedih.


"Tapi Mam, apa nanti aku masih dibolehkan bernyanyi lagi" tanya Nela.


"Mami yakin, Arga akan mendukung karirmu asal kan kamu jadi istri yang penurut dan menghormati suamimu nantinya, papah melakukan semua itu karena papah membutuhkan penerus untuk masa depan Jansen group" nasehat Kirani.


"Apa Nela bisa menemui Arga terlebih dahulu Mam?" tanya Nela lalu duduk di samping Mamah nya.


"Itu terserah kamu sayang" jawab Kirani.


**


Keesokan harinya Nele ke perusahaan Jansen group dan menuju rungan Papahnya, Nela menghentikan langkahnya ketika melihat Arga bersama papahnya.


Arga terlihat selalu mengiyakan ucap Marvin dan tidak berani membantah, "Sepertinya Arga sosok pria pemalu dan pendiam, aku tidak perlu menemuinya karena aku bisa mengendalikannya nanti" ucap Nela.


Setelah bicara dengan Marvin, Arga berjalan keluar dan tentu berpapasan dengan Nela di depan pintu, membuat tatapan mereka bertemu, "Permisi Nela" ucap Arga sambil menurunkan pandangannya, kemudian berlalu pergi.


Nela merasa tidak nyaman dengan sikap formal Agar padanya, tapi dia berusaha bersikap biasa saja dan masuk ruangan Marvin.


"Papaaah" panggil Nela.


"Tidak Pah" jawab Nela sambil melepas pelukannya.


"Kenapa sayang temui saja dia, Arga pria yang baik" ucap Marvin.


"Awalnya tadi aku ingin menemuinya Pah, tapi sekarang aku percaya pilihan Papah yang terbaik" balas Marvin.


"Anak baik, sekarang kamu mau apa?" tanya Marvin.


"Gak ada kok Pah, aku hanya ingin ke acara On-air" jawab Nela.


Ekspresi wajah Marvin berubah dingin, "Pergilah" ucap Marvin sambil membelakangi putrinya.


"Aku pergi Pah" balas Nela lalu meninggalkan ruangan papahnya.


Nela kemudian menuju acara TV dan mengikuti acaranya dengan serius, meski dia belum termasuk penyanyi ternama, tapi dia cukup dikenal sebagai seorang penyanyi.

__ADS_1


********


Hari ini tibalah saat nya pernikahan Nela dan Arga, acara nya sangat mewah dan para awak media datang untuk meliput acara itu, Karena ini pernikahan putri tunggal dari CEO Jansen group.


Arga sedang berada di salah satu kamar hotel, di mana akan melakukan akad nikah. Arga terlihat sangat tampan dan berkarisma dengan baju pengantin yang dia pakai.


Tiba-tiba pintu kamar di buka oleh Marvin, Arga menoleh dan langsung menunduk hormat, "Tuan Marvin" ucap Arga.


Marvin menghampiri Arga dan langsung menepuk pundaknya, "Tegak kan ini, tinggal beberapa saat lagi kamu akan menjadi menantu dari Marvin Jansen" ucap Marvin dengan tegas.


Pundak Arga langsung tegak dan melihat Marvin, "Siapa tuan" ucap Arga.


"Arga mulai sekarang panggil saya dengan sebutan papah, karena sebentar lagi kamu akan menjadi menantuku" sambung Marvin.


"Baik Pah" ucap Arga masi ragu.


"Arga saya sangat percaya padamu dan saya menyerahkan putri kesayanganku dan satu-satunya denganmu, berjanji lah jangan sakiti Nela dan jaga dia" ucap Marvin dengan wajah serius.


"Nela memang sedikit nakal dan keras kepala, jadi aku percaya kan padamu untuk membimbingnya lebih baik" sambung Marvin dan mengusap air mata yang menetes di sudut matanya.


Arga langsung memeluk Marvin, "Percaya padaku, aku tidak akan mengecewakan anda" ucap Arga dengan tegas, lalu melepas pelukannya.


Marvin menepuk lengan Arga, "Bersiap lah, sebentar lagi acara akan di mulai" ucap Marvin lalu meninggal Arga sendiri.


**


Di kamar yang berbeda, Nela sedang duduk di depan meja rias dan melihat dirinya di depan cermin yang sudah selesai di makeup, Nela terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang dia pakai, di tambah riasan makeup yang natural bak aktris Korea.


Dari arah pintu kamar, Azka datang dan menutup kembali pintunya, kemudian menghampiri Nela yang sedang duduk bersedih melihat dirinya di cermin.


Setelah Azka sudah berada di samping Nela, Nela langsung memeluk pinggang Azka dan menangis terisak, Azka juga ikut bersedih dan diam-diam mengusap air matanya yang terjatuh di sudut matanya.


Setelah merasa tenang, Azka melepas pelukan Nela, "Nela kamu sangat cantik, kalau menangis nanti kamu jadi jelek" hibur Azka.


"Azka bawa aku pergi" pinta Nela tiba-tiba.


Azka terkejut mendengar permintaan Nela yang tidak masuk akal, "Nela apa yang kamu katakan" balas Azka.

__ADS_1


"Aku lebih milih bersama kamu dari pada harus bersama orang lain" ungkap Nela.


"Nela kamu tenang saja, kalau suami kamu berani menyakiti mu katakan padaku, dia akan berhadapan dengan ku" ucap Azka dengan tegas, untuk menenangkan Nela.


__ADS_2