Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
APA KABAR ELSA


__ADS_3

Elsa adalah teman Kuliah Azka dan Nela juga mengenal nya, Elsa menetap di luar negri, dia merupakan wanita karir yang pintar dan mempunyai jabatan yang bagus di perusahaan tempatnya bekerja. Kehadiran Elsa di indo, hanya untuk liburan ke negara nya.


"Hey Azka" sapa Elsa.


Azka bejalan menghampiri Elsa, "Apa kabar Elsa" tanya Azka lalu mencium pipi kanan dan cium pipi kiri.


"Aku baik Azka, dengar-dengar wanita pujaan mu itu sudah menikah" tanya balik Elsa.


"Duduk lah dulu Elsa" sambung Azka sambil mengarahkan Elsa duduk di sofa.


"Oke" ucap Elsa sambil berjalan ke sofa dan duduk dengan elegan, lalu menyimpan tasnya di samping nya.


"Kamu benar, Nela sudah menikah dengan pria pilih papahnya" ucap Azka, baru membalas pertanyaan Elsa tadi.


"Kenapa Azka?, sampai dia menikah, kamu belum bisa berani mengungkapkan perasaan mu," tanya Elsa.


"Kerena persahabatan kami lebih berharga, jadi Nela tidak perlu mengetahui semua itu" jawab Azka.


"Kenapa kamu mengatakan itu, apa dia sangat mencintai suaminya?" timpal Elsa.


"Nela dan suaminya termasuk pasangan yang ideal dan membuatnya di idola kan saat ini, mereka sedang Honeymoon sekarang" balas Azka sambil membuka berkas di depan nya


"Azka kamu memang mempunyai cinta yang tulus, aku masi mengagumi mu" gumam Elsa.


"Kamu mengatakan sesuatu Elsa" tanya Azka.


"Tidak kok, aku hanya berpikir apa kamu bersedia menemaniku jalan-jalan seperti biasa, kalau aku ada di indo" ajak Elsa ngeles.


"Hmmm gimana yah, aku tanya dulu pada kekasih ku" balas Azka.

__ADS_1


Elsa menjadi tegang mendengar pria yang di kagumi nya, ternyata sudah mempunyai kekasih dan berusaha bersikap biasa saja, "Semoga pacar mu mengizinkan" ucap Elsa lalu tersenyum.


"Kalau tidak, aku yang akan meminta nya langsung" sambung Elsa.


"Coba saja, tapi seperti nya dia tidak akan mengizinkan nya, karena dia sangat mencintai ku" balas Azka.


"Aku jadi penasaran dengan wanita yang bisa menggantikan Nela princess Jansen di hati Azka Ricardo, wanita itu sungguh luar biasa" timpal Elsa.


Azka langsung menghentikan aktivitas, mendengar ucapan Elsa, "Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengantikan Nela dalam hatiku, tapi biarlah perasaan ku ini, aku kubur dalam-dalam di dalam lubuk hati ku paling dalam" batin Azka lalu melihat ke arah Elsa.


"Lebih tepatnya di seorang gadis" balas Azka.


"Azka kamu pacaran dengan gadis remaja?" tanya Elsa sedikit terkejut.


"Iya benar dia masi SMA" jawab Azka.


Azka jadi salah tingkah lalu melihat ke sembarang arah dan diam-diam mengagumi kepintaran Elsa yang tidak berubah.


Elsa kemudian memegang lengan Azka, agar menghadap padanya, "Jangan-jangan kamu jadian dengan gadis malang itu, karena kamu kasian padanya dan hanya menjadikannya pelarian karena pernikahan Nela" tebak Elsa lagi.


"Pantas saja kamu sukses menjadi wanita karir, ternyata IQ sangat tinggi" jawab Azka.


"Azka!!! gadis itu akan mengakhiri hidupnya kalau dia tau yang sebenarnya" timpal Elsa.


"Dia mengetahui semuanya Elsa" ungkap Azka.


Elsa langsung terdiam dan menatap Azka, "Apa?" tanya Elsa tidak percaya.


"Gadis itu memang terlihat bodoh, tapi aku tidak bisa melepaskannya, karena sangat jarang ada wanita di dunia yang ingin bertahan dengan pria, yang masi mempunyai perasaan pada wanita lain" jelas Azka.

__ADS_1


"Kamu benar sekali Azka, aku saja tidak berani mengungkapkan perasaan ku padamu karena aku tau kamu sangat mencintai Nela" batin Elsa.


Azka melambaikan tangannya di depan mata Elsa, karena melihat nya melamun, "Hey apa yang kamu pikirkan" tanya Azka.


Elsa kaget dan tersadar dari lamunan nya, "Enggak kok Azka, ucapan kamu ada benarnya" balas Elsa.


"Ayo kita makan siang bersama" ajak Azka.


Elsa langsung tersenyum, "Gitu dong Azka, ayo kita pergi" balas Elsa, kemudian keduanya berjalan keluar.


*******


Sementara itu Arga dan Nela sedang ada di pesawat dan Arga mengawasi gerak gerik istri nya, perihal pernyataan wartawan tadi tentang lebel musik yang menaungi nya, yang sudah menjadi milik Jansen group, tapi Nela terlihat biasa saja.


"Kenapa dia biasa saja dan tidak mempertanyakan penyataan wartawan tadi" batin Arga.


Nela menoleh melihat suaminya yang sedang menggenggam jemarinya, "Sayang kok diam saja" tanya Nela.


"Sayang aku mau tanya sesuatu?" balas Arga.


"Apa? soal penyataan wartawan tadi sayang" tebak Nela. Arga tidak bicara, dia hanya menatap istrinya.


"Sayang terima kasih atas dukunganmu padaku selama ini, sampai puncak karir ku" ucap Nela sambil mengusap lengan suaminya.


"Sejak kapan kamu mengetahui semuanya" tanya Arga.


"Sejak malam konser itu, Azka yang mengatakan padaku" jawab Nela.


"Apa? Azka yang mengatakan nya" ucap Azka.

__ADS_1


__ADS_2