
Azka langsung melihat Bella setelah menyebut nama Nela, "Maaf sayang" ucap Azka.
"Aku juga sudah tahu kok sebelum, kalau Nela sering menginap di sini" balas Bella.
Azka menghampiri Bella, "Kalau begitu Mandi lah dulu Sayang dan akan ku buatkan makan?" ucap Azka sambil mengusap pundak Bella dan berjalan keluar.
Bella kemudian berjalan ke lemari untuk mengambil salah satu pakaian Nela, "Kok baju kak Nela minim semua, emang ini bisa di pakai" ucap Bella sambil memilih baju Nela.
Bella beralih melihat baju Azka dan melihat baju kaos Azka, yang Bella pikir akan cocok di badannya karena dia tidak terlalu tinggi.
Bella mengambil baju kaos Azka dan segera masuk dalam kamar mandi, cukup lama Bella mandi dan seperti nya Bella sangat nyaman di apartemen Azka.
Setelah selesai mandi Bella keluar dengan memakai baju kaos Azka yang kebesaran di tubuh nya dan panjangnya sampai setengah pahanya.
Di saat bersama Azka juga masuk dengan membawa makanan di piring dan melihat Bella yang memakai bajunya, terlihat sangat cantik dengan rambut basah meski bajunya kebesaran.
"Kamu sudah mandi sayang" tanya Azka sambil berjalan ke sofa yang ada di kamar nya.
Bella langsung mengikuti Azka dan duduk di sampingnya dan Azka dapat melihat paha mulus Bella, karena bajunya sedikit terangkat ke atas.
"Makan dulu sayang" ucap Azka.
"Baik kak" jawab Bella dan mengambil makanan nya.
"Ada apa dengan baju Nela, kenapa tidak memakai nya sayang" tanya Azka.
"Semuanya minim-minim sayang, aku tidak terbiasa memakainya" jawab Bella dengan santai sambil menyuap makanannya.
Bella juga menyuapi Azka, karena hanya satu piring makan saja yang di bawah Azka dan setelah selesai makan Bella duduk bersandar di sofa.
Azka kemudian menatap Bella dan matanya tertuju pada dada Bella yang tidak memakai dalaman, meski pun baju Bella kebesaran tapi buah kenyalnya sangat nampak terlihat dari balik bajunya.
Azka secepatnya mengalihkan pandangannya ke tempat lain, "Bella kamu mau pulang dengan pakaian seperti ini" tanya Azka.
"Kak Azka mengusir aku, apa tidak boleh aku menginap di sini" balas Bella.
__ADS_1
"Gak kok Sayang kamu bisa nginap, tapi besok kamu kan sekolah" balas Azka.
"Besok hari libur sayang" ucap Bella.
"Yah udah tidak apa-apa" ujar Azka.
Bella kemudian berjalan keranjang Azka, "Kamar kamu sangat nyaman sayang" ucap Bella dan langsung berbaring terlentang di atas kasur.
Azka menoleh dan tentu dapat melihat baju Bella yang terangkan ke atas karena sedang berbaring terlentang, di tambah buah kenyalnya yang jelas sangat terlihat.
Azka yang merupakan laki-laki normal, melihat pemandangan indah di hadapan tentu jiwa kelelakiannya bangkit, dia segerah menghampiri Bella.
Azka menatap Bella tampa berkedip, tapi Bella melihat tatapan Azka padanya dan segera bangun lalu duduk bersandar di ranjang.
Azka langsung duduk di hadapan Bella, "Bella kalau kamu menginap dan aku adalah pria normal, tentu kamu tau konsekuensi nya" tanya Azka sambil memegang bahu Bella.
Bella sedikit ragu untuk menjawab, "Aku siap kak" jawab Bella sambil memegang dadanya.
Azka tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung menangkap leher Nela lalu mencium bibirnya dengan agresif dan tangannya reflek bermain di buah kenyal Bella yang belum terlalu besar, hingga keduanya sudah terbaring.
Tangan Azka sekarang sudah berada di balik kaos Bella dan memainkannya ujung buah kenyalnya, sementara bibirnya masi berada di bibir Bella.
Azka yang hampir tidak terkendali dan mengingat pesan Ryan untuk menjaga Bella, dia langsung melepas ciumannya dan tangannya.
Bella yang sudah kesulitan mengatur nafas, langsung membuka matanya, "Sayang ada apa?" tanya Bella dengan nafas naik turun.
"Aku tidak bisa melakukannya Bella" ucap Azka dan ingin berdiri, tapi Bella segera menarik kerah baju Azka agar tidak berdiri.
"Kak Azka aku siap melakukan apa saja, asal kak Azka bisa mencintaiku dan tidak meninggalkanku" balas Bella.
Azka memejamkan matanya sejenak dan tersentuh dengan ucapan Bella, lalu mengusap rambut Bella, "Bella sayang kamu masih mudah dan masa depan kamu akan hancur" ungkap Azka.
"Tapi kak... " ucapan Bella terputus.
"Uussst" Azka meletakkan telunjuk nya di bibir Bella.
__ADS_1
"Dengar yah Bella, dengan kamu menyerahkan hal yang berharga dalam hidup mu, itu tidak menjamin akan tumbuh rasa cinta pada orang tersebut" jelas Azka agar Bella bisa mengerti.
Mata Bella menjadi berkaca-kaca dan perlahan melepas tangannya di kera baju Azka.
Azka kemudian menghapus air mata Bella, "Kamu adalah wanita yang berharga dan serahkan hal yang berharga pada suamimu kelak" nasehat Azka, lalu segera berdiri dan masuk dalam kamar mandi, kemudian menuntaskan hasratnya di dalam sana.
"Hiks... hiks... hiks... " tangis Bella setelah kepergian Azka.
"Kenapa aku bisa dibutahkan oleh cinta, yang jelas-jelas kak Azka tidak bisa melupakan kak Nela" tutur Bella di selah isak tangisnya.
Sementara di dalam kamar mandi, Azka yang sudah selesai menuntaskan hasratnya, sedang berdiri di depan cermin yang ada di kamar mandi itu, dengan dada terbuka.
"Maafkan aku Bella mungkin perlakuanku melukai perasaan mu, tapi aku tidak bisa menodai mu, apa lagi aku belum bisa mencintai mu" ucap Azka.
***
Agar dan Nela juga sudah sampai di rumahnya, keduanya sudah selesai mandi dan Arga sekarang sedang berada di ruang kerja nya.
Arga terlihat sibuk memencet leptopnya dan sedang menyusun sesuatu, tiba-tiba Nela masuk dalam ruangan nya membawa segelas kopi.
Arga segera menutup leptopnya, "Sayang kamu ke sini" tanya Arga.
"Ini aku bikinkan kopi" jawab Nela dan meletakkan kopi di atas meja Arga.
Arga kemudian menarik tangan istri nya, untuk duduk di pangkuannya dan memeluk pinggangnya, "Sayang sebelum mengenal diriku, apa kamu pernah senyaman ini dengan pria lain?" tanya Arga, membuat Nela berfikir.
"Sama mantan tidak pernah sayang, karena tidak ada yang tulus, apa Azka termasuk?" jawab Nela sambil bertanya balik.
"Kamu nyaman dengan Azka" tanya balik Arga menahan rasa cemburu nya.
"Yah nyaman dong sayang, dia sahabat aku dan juga sudah seperti kakak bagiku" balas Nela.
"Kenapa sekarang aku merasa hadir, menjadi orang ketiga di antara kalian" batin Arga sambil menatap Nela tampa berkedip.
Nela mengalungkan tangannya ke leher suaminya, "Sayang kenapa kamu menayangkan hal yang tidak penting seperti itu, lebih baik kita memikirkan yang sekarang saja" ucap Nela lalu mencium bibir suaminya.
__ADS_1
Arga mencoba mengalihkan pikiran nya dan membalas ciuman istri nya yang semakin hari, semakin pintar memainkan lidahnya.