Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
KENAPA SEMALAM TIDAK PULANG?


__ADS_3

Kirani secepatnya mengambil HP Elmira dan melihat video tersebut, Kirani berkaca-kaca melihat video yang menjadi pembicaraan hangat netizen saat ini.


Kirani menjatuhkan HP Elmira di atas kasur dan menangis tersedu-sedu, “hiks...hiks...hiks... Kenapa Marvin sangat jahat padaku?” ucap Kirani di sela tangisnya.


Elmira mengusap punggung sahabatnya, “Elo yang sabar yah Ran” ucap Elmira.


“Kenapa dia selalu memberiku kata-kata manis kalau hanya untuk menyakitiku” sambung Kirani yang masi terisak.


“Ran kalau Elo memang cinta dengan Marvin, sebaiknya pertahankan karena akan banyak Zara-zara di luar dana” ucap Elmira memberi saran.


“Elo benar Ra, gue gak boleh lemah” ucap Kirani sambil mengusap kasar air matanya.


“Gitu dong, ini baru sahabat gue wanita yang tangguh” ucap Elmira.


“Makasih Ra” balas Kirani.


“Sekarang elo harus fokus belajar deh, kejar cita-cita elo selama ini” ucap Elmira mengingatkan.


Setelah saling menguatkan Kirani dan Elmira tertidur.


Saat ini Marvin dan Zara sudah pulang dari acara, mereka turun dari mobil dan berjalan bersama masuk rumah.


“Marvin makasih yah” ucap Zara saat sudah berada di ruang tengah.


“Iya Zara, sebaiknya kamu istirahat” balas Marvin.


“Sepertinya istrimu belum pulang Vin” tanya Zara sambil melihat sekeliling.


“Biasalah anak seusia dia, Masi ingin bermain-main dengan temannya” jawab Marvin untuk menutupi kalau Kirani sedang marah padanya.


“Aku semakin kagum padamu Vin” ucap Zara kemudian berlalu masuk kamarnya.


Marvin mendengar ucapan Zara membuatnya lemah, “Maaf kan aku Zara, tapi aku sangat mencintai istriku” ucap Marvin sambil menatap kepergian Zara, kemudian berjalan naik tangga.


*********


Keesokan harinya Marvin dan Zara sedang sarapan di meja makan dan dari luar datang lah Kirani berjalan dengan santai.


Marvin terdiam melihat istrinya datang, karena dia tidak menyangka Kirani akan pulang dengan sendirinya tampa di jumput, setelah video yang beredar semalam dan juga penasaran apa yang akan di lakukan Kirani.

__ADS_1


Kirani yang melihat suaminya dan Zara sarapan berdua, sempat membuat hatinya bergetar, tapi dia mencoba mereda rasa cemburunya dan kembali bersikap biasa saja.


Marvin juga bersikap biasa saja dan mengambil air minum lalu membersihkan mulutnya dengan sapu tangan.


Kirani kemudian mendekati Marvin, "Selamat pagi sayang" ucap Kirani lalu mencium bibir Marvin dengan mesra.


Membuat Marvin sangat terkejut, begitu pula dengan Zara, Zara tidak menyangka kalau Kirani akan melakukan itu, setelah mengetahui suaminya habis jalan bersama wanita lain.


"Kamu sudah pulang Kirani?" tanya Zara sok perhatian.


"Iya tante Zara, aku tidak akan meninggalkan rumah ku terlalu lama, karena takutnya ada hama yang berkeliaran" jawab Kirani dengan menyindir lembut Zara, sambil menarik kursi untuk duduk.


Marvin diam-diam tersenyum mendengar jawaban istrinya, "Sayang bersiaplah dan ikut dengan ku ke kantor" ucap Marvin sambil melihat ke arah Kirani.


"Oke sayang" jawab Kirani sambil tersenyum manis.


"Yah sudah Vin aku duluan, daah" ucap Zara sambil berdiri dan melambaikan tangannya, kemudian berjalan keluar.


Setelah kepergian Zara, Marvin langsung menatap tajam Kirana, membuat Kirani was-was dan segera berdiri kemudian berlari naik.


Marvin menatap kepergian istrinya lalu melepaskan senyuman nya yang dari tadi di tahannya.


Setelah Kirani sampai di kamarnya, dia langsung bernafas lega, "Dasar om CEO, dia yang salah kok gue yang panik" omel Kirani.


Beberapa saat kemudian Kirani keluar dari kamar mandi memakai jubah mandi dengan rambut basah, sambil bersenandung merdu.


"Kenapa semalam tidak pulang?" tanya Marvin datar, yang ternyata sudah berdiri di depan jendela.


"Om di sini, harusnya aku yang nanya om, apa layak seorang suami pergi dengan wanita lain saat istrinya tidak ada?" balas Kirani kembali bertanya.


"Sekarang aku balik lagi, apa pantas seorang istri tidak pulang ke rumah tampa memberitahu suaminya?" ucap Marvin sambil berjalan ke arah Kirani.


"Loh! kok jadi aku yang disudutkan, aku sudah berusaha jadi istri yang baik" timpal Kirani tapi membelakangi Marvin.


Marvin yang melihat istrinya sedikit emosi, membuatnya tersenyum dan langsung memeluk Kirani dari belakang.


"Sayang maafkan aku yah, kamu tentu tau kan aku seorang cassanova, aku baru belajar memahami wanita" ucap Marvin sangat lembut di telinga Kirani.


"Maafkan Kirani juga karena terlalu kekanak-kanakan, harunya aku tidak meniggalkan rumah" balas Kirani.

__ADS_1


"Karena kamu sadar melakukan kesalahan jadi kamu harus mendapat hukuman" ucap Marvin kemudian memutar tubuh Kirani menghadap depan.


"Tapi sayang kita kan mau ke kantor" balas Kirani karena sudah mengetahui apa maksud suaminya.


Tapi Marvin tidak mempedulikan ucapan Kirani, dia makin mempererat pelukannya di pinggang Kirani dan pelan-pelan menarik tali jubah mandinya.


Marvin menatap saksama bibir Istrinya kemudian m*l*m*tnya dengan penuh n*fs*h, membuat Kirani membeku, yang awalnya berusaha menghentikan suaminya, berubah mengalungkan tangannya di leher Marvin.


Marvin langsung membaringkan Kirani di atas ranjang tampa melepas ciumannya, dan tangannya mulai meraba kedalam jubah mandi istrinya.


Adegan suaminya istri pagi ini tidak bisa terelakkan, hingga keduanya menunda keberangkatannya ke kantor hingga dua jam.


Setelah Marvin dan Kirani sudah rapi, keduanya segera berangkat ke kantor, mobil Marvin kemudian menuju perusahaan Jansen group.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai, Marvin kemudian menggandeng pinggang Kirani sepanjang perjalan naik ke ruangannya dan selalu terlihat senyum di bibirnya, membuat para pegawai bertanya-tanya, apa yang terjadi pada bosnya kerena selama ini sangat sulit melihat senyum dari Marvin Jansen.


Kirani yang merasa aneh melihat semua orang melihatnya, membuatnya menjadi risih, "Kok semua pegawai melihat kita" tanya Kirani.


"Karena dia mengagumi kecantikan istri dari Marvin Jansen" balas Marvin dengan menatap lurus ke depan.


"Om bisa aja, tapi gak salah sih soalnya Kirani Larasati memang idola kampus, jadi pusat perhatian sudah biasa" ucap Kirani membanggakan dirinya.


"Iya iya, buktinya Marvin Jansen bisa luluh" ungkap Marvin sambil memencet lift khusus CEO, kemudian melangkah masuk masi menggandeng pinggang Kirani.


"Oh yah kok aku gak ngelihat kak Ryan dari tadi, dia tidak hadir apa dia lagi sakit?" tanya Kirani.


"Dia sedang cuti, seperti kamu terlalu perhatian dengan Ryan, kamu menyukainya?" tanya Marvin bercanda.


"Sepertinya iya" jawab Kirani dengan candaan juga.


Marvin yang mendengar jawaban istrinya, membuatnya gemes lalu mencubit pipinya.


Kemudian keduanya berjalan keluar lift dan menuju ruangan Marvin.


Marvin melepas pelukannya dan menuju kursi kebesarannya dan Kirani berjalan melihat sekeliling ruangan Marvin.


Marvin yang melihat istrinya melihat-lihat ruangannya hanya tersenyum, kemudian membuka laptopnya.


Kirani mendekati Marvin di mejanya, "Ada yang bisa aku bantu sayang" tanya Kirani.

__ADS_1


"Tolong ambilkan flashdisk di laci" suruh Marvin.


Kirani kemudian membuka laci tersebut dan melihat sebuah foto yang terselip di salah satu buku yang ada di laci itu.


__ADS_2