
Bella melepas tangan Azka di bahunya dan berdiri melihat lampu ibu kota yang gemerlap, Azka juga mengikuti Bella berdiri di samping.
"Kak Azka pasti mengira kalau perasaanku hanya sekedar baper karena kita sering menghabiskan waktu bersama, tapi kak Azka perlu tau, kalau aku tidak pernah menyukai seorang pria sebelum nya, sehingga meski aku tau pria itu menyukai orang lain, tapi aku tetap berani mengungkapkan perasaan ku" ungkap Bella sejujur-jujurnya.
Azka terkejut mendengar pernyataan Bella, bahwa dia tidak pernah menyukai seseorang sebelum, membuat nya tidak bisa berkata apa-apa.
"Jadi Bella tidak pernah pacaran sebelum nya" batin Azka sambil menatap Bella.
Bella yang merasa Azka tidak mempedulikan perasaanya karena tidak membalas ucapannya, mulai berjalan pergi, tapi Azka langsung memeluk Nela dari belakang dan membuat Bella terkejut.
"Bella apa kamu sanggup berpacaran dengan pria yang masih menyimpan rasa dengan wanita lain" tanya Azka.
"Aku tidak peduli ini kak, apa lagi wanitanya adalah kak Nela, aku tidak mungkin mengatakan perasaanku kalau aku tidak siap dengan konsekuensinya" jawab Bella.
"Kalau begitu bantu aku melupakan Nela" sambung Azka.
Bella memutar tubuhnya dan memeluk Azka dari depan, "Aku siap kak" balas Bella.
"Jadi sekarang kita pacaran" bisik Azka.
Bella mengeratkan pelukannya dan mengangguk di dada Azka dan Azka mengusap rambu Bella.
***
Arga dan Nela sudah pulang dan sedang berada di kamar nya.
Nela masi memegang bunga pemberian Arga dan menyimpan nya di atas meja, sementara Arga berjalan menghampiri Nela.
Arga memeluk Nela dari belakang, "Nela katakan kamu mau apa, sebagai hadiah karena idola ku kembali mengeluarkan lagu baru" tanya Arga.
"Arga kamu serius mengidolakan ku sejak dulu" tanya Nela.
Arga kemudian memutar tubuh Nela dan menuntunnya duduk di ranjang, "Dengar yah Nela, saat tuan Marvin meminta ku untuk menikahi mu, selain karena hutang budi, aku juga mengidolakan suaramu dan sudah berfikir akan mendukung karir kamu kedepannya kalau sudah menjadi istri ku" ungkap Arga.
Mata Nela berkaca-kaca mendengar pengakuan Arga padanya, "Aku jadi terharu" ucap Nela.
Arga kembali memeluk Nela, "Kamu belum mengatakan, apa kamu nyaman saat bersamaku" tanya Arga.
"Aku nyaman Arga" jawab Nela.
__ADS_1
"Sekarang kamu katakan mau apa?" tanya Arga lagi.
Nela melepaskan pelukan Arga, "Aku mau suami yang tidak mengingat masa lalunya lagi" jawab Nela.
"Aku sudah lama melupakan nya, kamu tidak percaya?" sambung Arga.
"Buktinya apa?" tanya Nela, untuk memastikan apa Arga masi memikirkan mantan nya.
Arga langsung tersenyum, "Nanti aku ingin buktikan, tapi kamu belum siap lagi, gimana dong" balas Arga sambil melepas kancing kemejanya.
Nela menyadari maksud perkataan suaminya, dia segera berdiri, tapi Arga menarik tangannya hingga dia terjatuh di kasur dan Arga menindih nya.
"Arga aku belum siap" ucap Nela sambil menggeleng.
Arga menatap Nela, "Kenapa Nela?" tanya Arga dengan lembut.
"Aku tidak bisa, kalau di hatimu itu masi ada wanita lain" batin Nela.
"Kenapa tidak menjawab ku Nela, apa benar dugaan ku kalau kamu sebenarnya menyimpan rasa pada sahabat mu itu" batin Arga.
"Maaf Arga" jawab Nela.
Nela bangun dengan rasa bersalah, "Aku tau yang kulakukan ini salah, tapi aku benar-benar takut kalau Arga bertemu kembali dengan cinta pertama nya" ucap Nela memegang dadanya.
Nela kemudian mengambil HPnya dan memeriksa sosial medianya, untuk melihat ucapan selamat dari Azka, tapi Azka belum ada ucapan samah sekali.
Arga baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Nela gelisah dengan HP di tangannya, "Ada apa Nela?" tanya Arga.
"Ini loh Arga, ini pertama kalinya Azka tidak memberiku selamat di sepanjang perjalanan karir ku" curhat Nela.
"Apa kamu merasa kehilangan, karena Azka tidak memberi kabar?" tanya Arga dengan serius.
"Bisa di bilang begitu" jawab Nela santai, dan tidak menyadari kalau jawaban nya itu melukai hati suaminya.
Arga langsung meninggal kamarnya tampa bicara satu kata pun.
*********
Di sebuah apartemen yang cukup mewah, seorang wanita yang cukup seksi sedang berbaring di atas ranjangnya, wanita itu menatap foto Arga dan Jasmin saat pacaran.
__ADS_1
Wanita itu adalah Jessi teman bisnis Arga, sudah datang dari luar negri dan lebih tepatnya Jessi adalah saudara kembar Jasmin.
"Kak Jasmin, ternyata pak Arga adalah mantan pacar kamu, aku langsung jatuh hati padanya saat pertama bertemu dengannya, apa salah kalau ingin memiliki nya meski aku tau dia sudah mempunyai istri" ucap Jessi masi menatap poto saudara kembarnya.
"Hari ini adalah jadwal bertemu dengannya, aku akan menggunakan kesempatan ini" sambung Jessi lalu berdiri dan menarik pengikat jubah mandi nya, kemudian berjalan masuk kamar mandi.
**
Di perusahaan Jansen group, Arga sedang di ruangannya memeriksa berkas-berkas penting perusahaan.
Pintu di ketuk seseorang, "Masuk" ucap Arga.
Pintu pun terbuka, ternyata Riko, "Lapor bos siang ini jadwalnya, anda harus bertemu klien yang dari luar negri bernama Ibu Jessi" ucap Riko.
Arga yang mendengar nama Jessi, dia teringat kalau Jessi sangat mirip dengan Jasmin, langsung saja menutup berkas di depan nya, "Segera sediakan berkas kerja sama kita dengan perusahaannya, saya akan menemuinya" perintah Arga.
Siang hari nya Jessi sudah datang dan Arga langsung menemuinya di ruangan khusus tamu VIP.
Arga membuka pintu dan benar Jessi sudah duduk di sofa menunggunya, Jessi memakai rok mini dan baju yang mengekspos bagian dadanya hingga memperlihatkan belahannya.
Jessi langsung berdiri saat melihat Arga, "Selamat siang Pak Arga" sapa Jessi duluan.
"Siang nona Jessi silahkan duduk kembali" ucap Arga dan berjalan duduk di depan Jessi.
Jessi kemudian menyilangkan satu kaki nya, memperlihatkan pahanya yang mulus, sengaja untuk menggoda Arga.
"Bagaimana pak Arga, dengan tawaran kerja sama dari perusahaan kami, apakah pak Arga menyetujuinya" tanya Arga.
"Saya sangat menyetujuinya nona Jessi, karena ini akan menguntungkan kedua perusahaan dan sekertaris saya Riko akan mengurus berkas kerja samanya" jawab Arga.
Jessi sengaja terlihat gelisah untuk menggoda Arga, dia selalu meraba pahanya dan memperbaiki bajunya yang selalu melorot kebawa hampir memperlihatkan buah dadanya.
Arga yang melihatnya menjadi risih, "Wajah kamu memang mirip dengan Jasmin, tapi kelakuan mu itu sangat berbanding terbalik dengan mendiang Jasmin" batin Arga.
Jessi mengibas rambutnya kebelakang, sengaja untuk memperlihatkan lehernya pada Arga, "Pak Arga apa bersedia untuk makan malam bersama, untuk merayakan kerja sama kedua perusahaan" ajak Jessi.
Arga belum menjawab, tiba-tiba pesan masuk di HPnya dan Arga membukanya, ternyata pesan dari Rita asisten pribadi Nela.
Rita mengirim foto Nela yang masuk di perusahaan Azka dan Arga langsung menatap Jessi, "Saya bersedia makan malam dengan nona Jessi, nanti malam jam delapan" jawab Arga.
__ADS_1
Jessi langsung tersenyum penuh kemenangan, karena mengira Arga tertarik padanya.