Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
ZARA KAMU DI SINI #area 18+


__ADS_3

Marvin kemudian membawa Kirani di sebuah vila yang mewah, yang terdapat kolam berenang dan berdinding kaca seperti vila di bali.


"Ayo masuk sayang" ajak Marvin.


Kirani kemudian mengikuti langkah Marvin masuk, "Ini vila siapa om, kita pulang aja yuk, uda malam juga" tanya Kirani.


"Kamu tanya ini vila siapa" tanya balik Marvin.


"Iya, soalnya vila ini mewah banget, berasa ada di bali" ucap Kirani sambil melihat sekeliling.


Marvin kemudian menghampiri Kirani yang berdiri di pinggir kolam berenang dan langsung memeluk pinggang Istrinya dari belakang, membuat Kirani terdiam dan merasa nyaman.


"Sayang vila ini untuk kamu dan sudah atas nama istriku" ucap Marvin dengan lembut.


Kirani langsung memutar badannya menghadap depan, "Jadi kejutannya ini?" tanya Kirani tidak menyangka.


"Iya sayang, mulai sekarang apa yang aku punya semua adalah milik kancil kecilku" ucap Marvin dengan serius.


"Serius semuanya? Bagai mana kalau aku meminta perusahaan kamu, 50 persen atas nama aku, apa om bisa?" pinta Kirani terlihat serius.


Marvin tersenyum mendengar permintaan istrinya, lalu merangkul pundak Kirani, "Baik kalau itu yang kamu mau, besok aku akan menyuruh Ryan mengurusnya" balas Marvin.


Membuat Kirani terkejut, karena dia tidak menyangka semuda itu Marvin mengiyakan permintaanya, lalu menoleh melihat suaminya.


"Om tidak takut, aku nipu om?" tanya Kirani.


"Tidak karena teman kencang om sebelumnya tidak berani meminta hal yang berlebih seperti dirimu, jadi kamu yang pertama" jelas Marvin.


"Tapi gak semudah itu kali om percaya ama aku, apa lagi aku cuma bercanda" ungkap Kirani.


"Tapi aku percaya 100 persen sama kamu sayang" balas Marvin, membuat Kirani tersenyum.


"Ayo sayang kita ke kamar saja, malam ini kita menginap di sini" ucap Marvin sambil berjalan naik, di ikuti Kirani yang berada dalam rangkulannya.


Setelah sampai di kamar mereka berdua ngobrol di atas ranjang, dengan kondisi Marvin duduk bersandar di ranjang dan Kirani berbaring di pahanya.

__ADS_1


"Om tau gak, mungkin aku adalah salah satu wanita paling beruntung di dunia" ucap Kirani.


"Kenapa kamu berfikir begitu" tanya Marvin.


"Karena aku punya suami yang tampan, dewasa dan pengertian, pokoknya sempurna deh di mataku" penilaian Kirani.


"Malah aku memikirkan sebaliknya sayang, aku yang beruntung karena pria bejat sepertiku, bisa mendapatkan wanita yang ceria, masi mudah dan satu lagi masi perawan sepertimu?" balas Marvin.


"Oh karena aku perawan gitu, jadi om sayang, kalau kamu dapat perawan lagi aku di lupain dong" sambung Kirani.


"Gak dong sayang, masa gitu" ucap Marvin.


Kirani kemudian bangun dan duduk di samping Marvin, "Kalau benar-benar sayang, kenapa kamu tidak pernah mengenalkan aku pada keluarga om" tanya Kirani.


Mendengar pertanyaan Kirani membuat Marvin terdiam dan menarik nafasnya, sambil berfikir. Membuat Kirani melihat Marvin dan semakin penasaran.


"Sayang aku akan cerita suatu saat nanti, tapi kali ini om belum siap, kamu bisa kan percaya sama om?" ucap Marvin dengan berat, lalu mengusap sudut matanya yang meneteskan air mata.


"Om Marvin nangis?" tanya Kirani untuk memperjelas.


"Iya sudah sayang, sekarang sudah malam kita tidur" ucap Marvin mengalihkan pembicaraan.


Pelukan Kirani membuat badan Marvin menegak begitu pula senjatanya di bawa sana, "Jangan seperti ini terus kancil kecilku, itu akan membuatmu tidak bisa tidur nyenyak" gumam Marvin tapi dapat di dengar oleh Kirani.


Kirani kemudian pelan-pelan meraba dada Marvin dan pelan melepas kancing kemeja suaminya, "Sepertinya badan om panas, aku lepas yah" ucap Kirani.


Membuat Marvin tersenyum melihat aksi Kirani, kemudian menangkap tangan istrinya dan memutar tubuh Kirani lalu mengungkungnya di bawanya.


"Sekarang kancil kecilku sudah menjadi kancil nakal yah" ucap Marvin dengan menatap Kirani penuh cinta.


"Nakal ama suami sendiri apa salahnya, asal om tau aku sering nonton adegan dewasa loh" balas Kirani.


"Kalau begitu tunjukan seberapa besar kemampuan mu" tantang Marvin.


Menerima tantangan dari Marvin membuat Kirani merasa tertantang, Kirani langsung mengalungkan tangannya ke leher Marvin dan menatapnya penuh hasrat.

__ADS_1


Membuat Marvin tersenyum nakal, lalu menatap ke arah buah dada Kiran yang berukuran besar meski usianya masi belasan tahun.


"Sekarang om diam saja, biar aku yang beraksi" ucap Kirani lalu mendorong tubuh suaminya dengan lembut ke sampingnya.


Setelah keduanya sama polos, Kirani mulai melancarkan aksinya di atas tubuh suaminya, seperti yang di tonton nya di film-film dewasa, dan turun ke bagian pangkal paha Marvin untuk melanjutkan permainannya.


Meski permainan Kirani baru pertama kalinya, tapi bisa membuat Marvin melayang dengan mulut mungilnya.


Setelah puasa Kirani mulai melanjutkan aksinya, seperti adegan 19 detik, membuat Marvin benar-benar bagai dalam surga dunia.


Meski ini yang tiga kalinya mereka berhubungan, tapi kali ini benar-benar nikmat karena sudah di dasari saling mencintai jadi rasanya sampai hati.


Setelah permainan Kirani selesai, Marvin kemudian mendekap Kirani dalam pelukannya dan mencium kening istrinya, masi dalam ke adaan mereka sama-sama polos.


"Benar-benar nakal istriku ini, dapat menaklukan pemain cinta sepertiku" ucap Marvin lembut lalu mengusap-usap pipi Kirani.


Kirani tersenyum mendengar pujian suaminya, dia juga tidak menyangkan kalau dirinya bisa melakukan itu semua.


"Sayang kiliran aku yang akan membuatmu tidak berdaya" ucap Marvin sambil memegang dagu Kirani agar melihatnya.


Kemudian Marvin melakukan aksinya, hingga membuat Kirani tidak berdaya, entah sudah beberapa ronde permainan mereka, hingga azan subuh sudah terdengar barulah kedua insan manusia itu menghentikan permainannya.


*********


Keesokan harinya, setelah makan siang, Marvin dan Kirani pulang kerumahnya, Marvin menggenggam tangan Kirani masuk rumah, layaknya pengantin baru yang masi hangat-hangatnya.


Langkah keduanya terhenti ketika melihat seorang wanita dewasa dengan koper besar di sampingnya, sedang menunggu di ruang tamu.


Wanita itu menoleh saat menyadari ada seseorang yang masuk dan berjalan ke arah Marvin dan Kirani.


Marvin yang melihat kedatangan wanita itu, bersikap biasa saja tapi ada senyum kecil yang terlihat dari bibirnya dan tetap menggenggam jemari Kirani.


Tapi berbeda dengan Kirani, dia sangat penasaran dengan wanita dewasa yang terlihat dari luar negri, yang tiba-tiba datang ke rumah di mana dirinya dan suaminya tinggali.


Wanita itu kira-kira berumur 33 tahun, usianya seperti dengan Marvin dan saat berada di depan Marvin, wanita itu tersenyum dan langsung memeluk Marvin dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Marvin.

__ADS_1


Membuat mata Kirani melotot terkejut, di tambah Marvin tidak menolak sama sekali, malah Marvin mengusap penggung wanita itu dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masi menggenggam erat jemari Kirani.


"Zara kamu dini?" tanya Marvin dengan santai. Ternyata nama wanita itu bernama ZARA.


__ADS_2