
Arga menghampiri Nela yang berjalan masuk dan mencium keningnya, "Nela kenapa tidak bilang mau mampir" tanya Arga dan menuntun Nela duduk di sofa.
"Kebetulan aku lewat daerah sini, jadi aku mampir" jawab Nela.
Arga merasa sangat bahagia dengan kehadiran Nela dan tidak pernah berhenti tersenyum, sementara Nela melihat ruangannya.
"Wah ruangan direktur utama besar juga, kurang lebih sama dengan ruangan papah" ucap Nela.
"Kata orang, aku beruntung menikahi anak dari CEO Jansen group karena bisa menduduki jabatan ini" ucap Arga.
Nela langsung melihat Arga dan teringat mantannya yang mendekatinya karena ingin posisi yang bagus.
"Tapi kamu tidak seperti itu kan Arga" tanya Nela dengan wajah yang sedih.
"Nela kenapa kamu jadi sedih" tanya balik Arga bingung.
"Soal nya pria yang mendekati ku selama ini, hanya menginginkan jabatan dan nama besar dari papah" ungkap Nela.
Arga yang mendengar pernyataan Nela, membuat pikiran nya terbuka bawah Nela selama ini hanya di manfaatkan, jadi membuat nya berganti-ganti pasangan.
Arga langsung menarik Nela dalam pelukannya, "Aku tidak akan menyakinkan mu Nela, bahwa aku tidak seperti meraka, karena ketulusan itu dapat di rasakan bukan di jelaskan" ucap Arga, membuat hati Nela meleleh seperti es.
Nela melepaskan pelukan Arga karena sudah merasa tenang, "Aku juga yakin kalau papah tidak akan salah menilai seseorang, karena papah sangat teliti dalam mengambil keputusan, kalau tidak, tidak mungkin Jansen group bertahan sampai sekarang" tutur Nela.
"Nah sekarang kamu sudah mulai pintar" balas Arga, membuat Nela jadi tersenyum.
Nela kemudian berdiri lalu berjalan kemeja kerja Arga dan mata Nela tertuju pada foto Jasmin yang ada di atas meja.
Perlahan Nela mengambil foto itu dan mengamatinya, kemudian Nela beralih melihat Arga, menunggu penjelasan dari Arga.
Arga menoleh melihat Nela yang sedang memegang foto Jasmin dan menghampirinya.
__ADS_1
"Foto siapa ini Arga" tanya Nela.
Arga mengambil foto itu di tangan Nela, "Dia mantan aku namanya Jasmin" jawab Arga dengan menatap foto Jasmin.
Nela yang mendengar pengakuan Arga, hatinya langsung terasa perih, "Apa wanita ini cinta pertama mu Arga" tanya Nela dengan mulut bergetar, lalu membelakangi Arga.
"Sekarang aku tidak akan menyembunyikan apapun dengan mu Nela dan kamu benar, wanita ini yang pertama mengisi hatiku" jujur Arga, membuat Nela tidak bisa menahan air matanya.
Arga menatap Nela dari belakang, "Tapi sekarang hanya kamu yang bisa membuatku tersenyum bahagia, setelah kematian Jasmin. meski ada wanita yang mirip dengan Jasmin, tapi itu tidak mempengaruhi perasaan ku padamu" batin Arga, belum berani mengungkapkan perasaannya pada Nela.
Nela menjadi salah faham, karena Arga tidak menjelaskan kalau Jasmin sudah meninggal, "Aku memang bodoh, telah membuka hati pada pria yang masih terjebak dengan masa lalunya, pantas saja selama ini Arga selalu mengatakan akan belajar mencintai ku" batin Nela.
Nela segera menghapus air matanya dan menoleh melihat Arga dengan senyum yang di paksakan.
"Tapi Nela, kamu jangan khawatir, apa sih arti sebuah cinta pertama, kalau sudah mendapatkan wanita sebaik kamu" gombal Arga karena melihat istrinya terlihat cemburu, sambil mengusap pipi Nela dengan jempolnya.
"Gombal" balas Nela dingin.
*********
Nela melihat Arga sudah bangun tapi belum membuka mata, "Arga kamu dengar aku" panggil Nela.
Arga membuka mata nya dan melihat Nela yang masih memakai jubah mandi, "Ada apa Nela" tanya Arga sambil bangun dan duduk bersandar di ranjang.
Nela menghampiri Arga dan duduk di depan nya, "Arga nanti malam, aku ada Launching lagu baru, kamu datang yah" ucap Nela.
"Apa sahabat kamu akan datang?" tanya Arga.
"Dia pasti akan datang, karena dia selalu hadir di setia hari penting dalam hidup ku" ungkap Nela.
Arga menjadi cemburu dengan pernyataan Nela, kalau Azka selalu ada untuk nya, "Kan sudah ada Azka, apakah aku harus datang juga" balas Arga.
__ADS_1
Nela langsung memasang muka bete, "Apa sekarang kamu cemburu dengan Azka" tanya Nela sambil berdiri.
Arga secepatnya menarik tangan Nela, hingga membuat Nela jatuh di pangkuannya dan Arga melingkarkan tangannya di pinggang ramping Nela.
Nela langsung tegang dengan perlakuan Arga padanya dan tidak berani menatap Arga yang terlalu dekat dengan nya.
Arga kemudian mengangkat dagu Nela dengan telunjuk nya, "Aku akan datang Nela, masa aku tidak hadir di acara penting dalam hidup istriku" ucap Arga lalu menatap Nela tampa berkedip.
Nela yang di tatap langsung membeku dan mata Arga terfokus dengan bibir mungil istri nya.
Arga tidak bisa lagi menahan dirinya, dia langsung mencium bibir Nela dengan lembut, Nela tidak menghindar, justru Nela memejamkan matanya menikmati ciuman Arga yang pertama.
Arga yang merasakan tidak ada perlawanan dari Nela, makin memperdalam ciumannya dan tangan Arga sudah mulai menyusup di balik jubah mandi Nela, hingga Arga dapat merasakan buah kenyang Nela yang berukuran cukup besar.
Nela menikmati setiap sentuhan lembut yang di berikan Arga padanya dan bibir Arga turun ke lehernya, barulah Nela menyadari kalau dia belum siap melakukan, karena belum ada pertanyaan cinta dari Arga.
Nela langsung membuka matanya, "Aku belum siap Arga" ucap Nela sambil berdiri dari pangkuan Arga dan berlari masuk ruang ganti.
Arga langsung tersenyum, "Apa yang ku lakukan, kenapa dia harus malu, bukankah kita sudah sangat dekat" ucap Arga.
Nela sudah keluar dari ruang ganti dan tidak melihat Arga di ranjang lagi, Nela melihat ke arah kamar mandi dan mendengar percikan air, "Aku harus segera pergi, sebelum Arga keluar dari kamar mandi" ucap Nela sambil berjalan ke meja rias.
Nela baru saja selesai memakai makeup dan di saat bersamaan Arga juga keluar dari kamar mandi, tatapan mereka langsung bertemu dan Nela segera menatap ke bawa.
Nela berjalan ingin mengambil tasnya sambil menunduk, tapi langkahnya di hentikan oleh Arga yang berdiri di depan nya dan Nela mencoba menghindarinya dengan berjalan ke kanan, tapi Arga juga mengikuti nya, kemudian Nela berjalan ke kiri lagi dan Arga juga masi menghalanginya nya.
"Nela maaf, kalau perlakuanku membuat mu tidak nyaman" ucap Arga.
Nela langsung menatap Arga, "Aku yang harus nya minta maaf Arga, karena terlalu berlebihan, tapi maaf aku belum siapa" ucap Nela dengan ragu.
Arga menarik Nela dalam pelukannya, "Kita akan melakukan nya kalau kamu sudah siap, jadi kamu jangan khawatir" ucap Arga dengan lembut sambil mengusap rambut istri nya.
__ADS_1
Sikap lembek Arga itu lah yang membuat Nela meleleh, tapi dia juga merasa bersalah karena menolak kewajiban nya.
"Arga aku belum siap, kalau aku tidak mendengar langsung pernyataan cinta mu padaku" batin Nela.