Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
DIREKTUR UTAMA


__ADS_3

"Nela" panggil Arga lalu melihat ke sembarangan arah.


"Ada apa?" tanya Nela.


"Aku tidak akan melarang mu untuk bernyanyi, asal kamu harus menjaga batasan mu dalam bergaul, karena sekarang kamu sudah menjadi seorang istri" ucap Arga, membuat Nela tersenyum kegirangan dan reflek memeluk Arga.


"Makasih Arga" ucap Nela belum melepas pelukan nya.


Arga tidak membalas pelukan Nela, "Hemmm" Arga berdehem.


Nela secepatnya melepas pelukannya, "Maaf reflek" ucap Nela menunduk.


"Aku akan ke kantor dan ART akan datang besok" ucap Arga lalu berjalan keluar kamar.


Setelah kepergian Arga, Nela melompat-lompat kesenangan, "Ternyata dia tidak melarang ku untuk bernyanyi" ucap Nela.


**


Di perusahaan Jansen group, Marvin datang bersama Arga dalam satu mobil yang sama.


Sopir membukakan pintu mobil untuk Marvin dan Arga, tapi mereka tidak langsung turung, Marvin menatap menantunya, "Arga ingin, tegakkan badanmu karena sebentar lagi kamu akan menjadi direktur utama Jansen group" ucap Marvin.


"Baik pah" jawab Arga menunduk hormat.


Marvin dan Arga kemudian turun dari mobil dan berjalan beriringan masuk pintu utama perusahaan.


Arga yang biasanya berjalan di belakang Marvin selalu menundukkan pandangannya, pagi ini Arga berjalan beriringan dengan Marvin dengan badan yang tegap dan pandangan mata yang tajam seperti tatapan mata elang.


Semua pegawai Jansen group sudah mengetahui, bahwa Arga Mahendra akan di angkat menjadi direktur utama Jansen group, membuat kaum hawa semakin mengidolakannya, apa lagi saat ini Arga lebih tampan dan berwibawa dengan jalannya yang tegap menambah ketampanannya menjadi dua kali lipat.


Marvin dan Arga berjalan menuju ruang pertemuan dan semua pegawai yang di lewatinya menunduk hormat.


Pada akhirnya Marvin dan Arga sudah sampai di ruang pertemuan, para dewan direksi sudah menunggu nya dan Ryan juga sudah berada di tempat itu.


Para dewan direksi melihat kedatangan CEO dari Jansen group langsung berdiri dan setelah Marvin mengisyaratkan duduk semua yang ada di situ langsung duduk.


Marvin kemudian mengangkat Arga sebagai direktur utama dari Jansen group yang di setujui para dewan direksi, karena mereka sudah sangat mengenal Arga Mahendra dan juga kinerja kerjanya yang luar biasa.


Setelah pertemuan selesai dewan direksi langsung membubarkan diri nya, tinggal lah Marvin, Arga, dan juga Ryan.


"Ryan, antar Arga keruangan nya" perintah Marvin.

__ADS_1


"Baik bos" jawab Ryan dengan hormat.


"Mari pak Arga, saya antar" ucap Ryan lalu berjalan keluar, Arga kemudian mengikuti langkah Ryan.


Ryan dan Arga sudah sampai di ruangan Arga yang baru, Ryan kemudian membuka pintu ruangan tersebut lalu Ryan berjalan masuk dan di ikuti Arga di belakang nya.


"Pak Arga sekarang ini ruang anda yang baru, kalau ada yang kurang nyaman katakan saja" ucap Ryan.


"Baik Pak Ryan, terima kasih" balas Arga menunduk hormat seperti biasa.


Ryan kagum melihat sikap rendah Arga, yang masih sopan meski jabatan nya sudah tinggi.


Ryan kemudian menepuk pundak Arga, "Anak baik, bekerja lah dengan baik demi Jansen group" nasehat Ryan.


"Baik pak" jawab Arga masi menunduk.


"Saya keluar dulu" ucap Ryan, kemudian berjalan keluar.


Setelah kepergian Ryan, Arga melihat sekeliling ruang nya yang sangat luas dan matanya tertuju pada meja kerjanya yang tertulis Direktur Utama ARGA MAHENDRA.


Ryan berjalan mendekati kursi kebesaran nya dan mengusap nya dengan tatapan yang sulit dia artikan, kemudian perlahan duduk sambil melepas kancing jasnya lalu menatap lurus ke depan.


**


Setelah sampai, Nela langsung masuk dan di sambut antusias oleh Elmira, "Nela kamu sudah lihat berita hari" tanya Elmira menyambut Nela.


"Memangnya ada apa tante?" tanya Nela bingung.


"Yah ampun Nela, ternyata kamu terlalu menikmati malam pengantin mu dan lupa membuka sosial media" ucap Elmira.


Nela kemudian duduk di sofa, lalu mengambil HPnya di tasnya dan segera membuka sosia medianya, Nela melihat berita yang lagi viral, semua sosial media membahas tentang pernikahan dirinya dan perlakuan mesra Arga padanya. Nela menutup mulut karena dia tidak menyangka akan seviral ini.


Elmira mendekati Nela dan duduk di samping nya, "Nela kamu tau, berkat pernikahan kamu yang viral, semua orang mendengar lagu kamu semakin banyak dan menyadari ternyata suara kamu sangat merdu" jelas Elmira.


"Benarkah tante, aku benar-benar tidak menyangka" ucap Nela.


"Tapi Nela, seluruh stasiun TV berlomba-lomba ingin mewawancarai mu dan ingin membahas masalah pribadimu" sambung Elmira dengan nada sedih, karena Elmira tau kalau Nela ingin di kenal bukan karena latar belakang keluar nya, melainkan prestasi yang dia miliki.


"Tapi tante, tante tentu tau kan kalau aku tidak ingin terkenal karena sensasi" ungkap Nela


"Iya aku tau itu Nela, oleh sebab itu aku langsung menolaknya" balas Elmira.

__ADS_1


Nela langsung memeluk Elmira, "Makasih, tante sudah mengerti perasaanku, meski semua ini akan menguntungkan untuk tante sebagai Manager ku" ucap Nela lalu melepas pelukannya.


"Nela, meski pun kamu artis tante, tapi aku tidak pernah menganggap itu, lakukan apa yang membuat kamu nyaman" ucap Elmira sambil menggenggam tangan Nela.


"Makasih tante" balas Nela tersenyum haru.


"Lagi pula, Papah kamu mampu membeli manejemen tante" canda Elmira.


"Tanteee" ucap Nela dan keduanya tertawa bersama.


**


Setelah menemui Elmira, Nela selanjutnya menemui Azka di perusahaannya, seperti biasa Nela langsung naik ke ruangan Azka dan terlihat Azka sedang berdiri di depan dinding kaca ruangan nya.


Azka mendengar pintu ruangan nya di buka seseorang membuatnya menoleh, dan Nela menghambur memeluk Azka seperti biasa.


"Azka hari ini aku ada berita bagus" ucap Nela masi memeluk pinggang Azka, tapi untuk pertama kalinya Azka tidak membalas pelukannya.


"Nela dengarkan aku" ucap Azka sambil melepas pelukannya Nela, membuat ekspresi Nela menjadi bingung.


"Ada apa Azka" tanya Nela.


Azka memegang kedua pergelangan tangan Nela, "Mulai sekarang, kamu harus menjaga jarak dengan ku" ucap Azka.


"Kenapa Azka, ada yang salah?" tanya Nela belum mengerti.


"Nela kalau orang lain melihat kita berpelukan di dalam ruangan yang tertutup, akan terjadi kesalahpahaman" jelas Azka.


Nela langsung berjalan lemas dulu di sofa, "Itu lah aku tidak ingin menikah, terlalu banyak aturan" keluh Nela.


"Nela kamu mengatakan itu, karena kamu belum mencintai suamimu saja" ucap Azka sambil berjalan dan duduk di samping Nela.


"Apa aku harus belajar mencintai suami aku" tanya Nela.


"Itu harus Nela, kamu itu seperti anak SMA aja yang baru pacar" ledek Azka


"Tapi kan sebelumnya, aku tidak pernah pacaran yang serius" ungkap Nela.


"Pantesan aja selalu di tinggal selingkuh" ledek Azka lagi.


"Azkaaa" rengek Nela sambil memukul lengan Azka.

__ADS_1


__ADS_2