
Marvin kemudian memegang dari belakang kedua buah kenyal Kirani yang bergelantungan, pada akhirnya Kirani kembali bergetar yang kedua kalinya, tapi senjata pusaka Marvin masi berdiri dengan tegap.
Marvin memberi jeda sebentar untuk Kirani, lalu bermain kembali di atas tubuh Kirani semakin menekan pinggulnya lebih cepat hingga larva panas dari tubuh Marvin akhirnya keluar juga.
Marvin pun menjatuhkan tubuhnya di samping Kirani yang sudah tidak berdaya lagi, Kirani melirik suaminya, "Kamu luar biasa sayang" ucap Kirani sambil mengatur nafasnya.
Marvin kemudian mencium kening istri nya, "Tenang saja saya, malam ini kita sampai pagi, kumpulkan tenaga mu dulu baru kita mulai lagi" balas Marvin, membuat Kirani tersenyum sambil mengangguk lemah.
**
Sementara itu Elmira sudah berada di kamar pengantinnya, seperti kamar pengantin pada umumnya, ranjang pengantin mereka penuh dengan kelopak bunga mawar dan beberapa bunga yang terpajang di sudut kamar itu.
Elmira sedang duduk di ranjang sambil memegang kelompok bunga mawar, "Berasa mimpi, aku sudah menjadi seorang istri" ucap Elmira lalu tersenyum.
Tiba-tiba pintu kamar di buku oleh Ryan, lalu tersenyum melihat istrinya, kemudian berjalan duduk di samping Elmira.
"Sayang kamu belum mandi?" tanya Ryan.
"Iya Kak Ryan baru aku ingin mandi" jawab Elmira.
"Kalau begitu jangan bergerak dulu sayang" ucap Ryan, kemudian melepas sepatu dan kaosnya.
Elmira menurut saja tidak bergerak, Ryan kemudian mengendong Elmira ala *Bridal style* berjalan masuk ke arah kamar mandi.
"Sayang turunin, aku bisa jalan sendiri" ucap Elmira.
"Sekarang diam yah sayang, aku akan memanjakan istri ku" ucap Ryan, membuat Elmira diam dan tidak bertanya lagi.
Ryan masuk dalam kamar mandi dan mendudukkan nya di pinggir Bathtub, lalu menjalankan air hangat, sementara Elmira menunggu apa yang akan di lakukan Ryan selanjutnya.
Setelah menyiapkan air hangat, Ryan kemudian menatap istri nya, "Jangan berkomentar sayang, nikmati saja apa yang kulakukan" ucap Ryan.
Kemudian Ryan perlahan mengusap bahu istri nya dan turun kebawa, lalu melingkar tangannya melepas resleting baju pengantin Elmira dan seketika baju itu terjatuh kebawah.
__ADS_1
Terlihatnya buah kenyal Elmira yang menantang dan perlahan Ryan melepas semua gaun pengantin Elmira sampai lantai.
Ryan selanjutnya melepas kancing baju kemejanya dan melepaskan bajunya juga, kemudian mengambil sabun cair dan mengusapkan ke bagian dada Elmira.
Busa sabun semakin banyak dan Ryan mengusap dengan lembut seluruh tubuh Elmira dengan sabun, lalu perlahan melepas benda segitiga yang masi melekat di badan Elmira.
Sentuhan tangan Ryan membuat Elmira bagai melayang di udara dan benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, apa lagi Ryan mengusap buah kenyal nya dengan lembut dengan kedua tangannya dan perlahan-lahan tutun ke bagian sensitifnya.
Ryan kemudian melepas celananya, lalu mengendong Elmira masuk di dalam Bathtub dan ikut masuk kedalam nya, sementara tangannya Ryan tidak pernah berhenti mengusap tubuh Elmira dengan sabun.
Ryan mulai memainkan lidah di buah kenyal Elmira yang sudah dari tadi menantang selalu dia usap, sementara tangan satunya bermain di area sensitifnya.
perlahan lidah Ryan naik ke leher jenjang Elmira, lalu naik ke bibir nya, sementara tangan nya masi bermain di ujung buah kenyal Elmira.
Elmira akhirnya mengeluarkan suara lembut nya, membuat Ryan semakin bersemangat memainkan bagian sensitif istri nya, pada akhirnya Elmira mencapai puncaknya.
Setelah tenaganya kembali, Elmira bangun dan duduk di pinggir Bathtub, lalu menyuruh Ryan berdiri di depannya kemudian memainkan dengan mulutnya senjata pusaka milik Ryan, membuat Ryan semakin menegak, apa lagi sesekali Elmira memainkan dengan lidah ujung senjatanya, sementara tangan Ryan tidak pernah berhenti bermain di buah kenyal milik Elmira.
Setelah puas, Ryan kemudian memutar tubuh Elmira menghadap ke depan dan membungkuk memegang pinggir Bathtub tersebut, mulailah memasukkan senjatanya dari belakang di bagian sensitif Elmira dan perlahan menekan pinggulnya.
Pada akhir suara lembut keluar dari mulut ke duanya dan akhirnya mereka melakukan pelepasan bersamaan.
Setelah itu mereka mandi bersama dan Ryan kemudian memakaikan Elmira jubah mandi, lalu menggendongnya keluar kamar mandi dan membaringkan nya di atas ranjang, lalu mereka melanjutkan aksi mereka kembali di atas ranjang dengan leluasa.
Sementara itu di kamar Marvin dan Kirani, terjadi lagi pertempuran panas yang semakin dahsyat, terdengar suara lembut bersahut-sahutan di antara mereka dan tidak kalah bersemangat nya dengan pengantin baru.
Dua pasang suami istri itu, sedang menikmati malam panjang bersama, sampai subuh.
********
Beberapa hari telah berlalu setelah pernikahan Ryan dan Elmira dan mereka juga sedang menikmati bulan madunya di luar negri.
Sementara semua orang kembali menjalani aktivitas hari-harinya dan Steven juga perlahan bisa mengambil hati Azka.
__ADS_1
Marvin dan Kirani juga semakin bahagia, mereka lebih sering menghabiskan waktu mereka bersama Nela.
Seperti siang itu Zara ingin membawakan makan siang untuk Steven di perusahaan nya dan setelah sampai dia langsung naik ruangan Steven.
"Siang sayang" sapa Zara.
Steven langsung menghentikan aktivitas saat melihat kedatangan Zara dan berdiri dari kursi kebesaran nya, lalu menyambut Zara.
"Ayo duduk sayang" ucap Steven sambil menggandeng pinggang Zara duduk ke sofa.
"Kita makan siang dulu sayang, ini aku bawakan makan" ucap Zara sambil menyiapkan makanan di atas meja.
Lalu keduanya menikmati makan siang bersama dan setelah acara makan selesai, Steven melihat Zara yang sedang minum dan melihat sisa makanan di pinggir bibir Zara.
Perlahan Steven menyentuh bibir Zara, "Ada sisa makanan sayang" ucap Steven, membuat tatapan mereka bertemu.
Perlahan Steven memajukan bibir nya ke bibir Zara dan reflek Zara memejamkan matanya, langsung saja Steven mencium bibir Zara dengan lembut.
Cukup lama ciuman panas itu berlangsung, hingga tangan Steven mulai nakal menyentuh bagian dada Zara dan Zara menikmati sentuhan Steven.
Steven perlahan melepas kancing baju Zara agar lebih leluasa memainkan tangannya di dada Zara.
Steven terdiam sejenak melihat bagian dada Zara yg sudah terbuka dan hanya menyisakan bra nya saja, "Tidak ada yang berubah, semuanya masi menggoda seperti dulu" ucap Steven.
Zara hanya tersenyum karena dia sedikit malu memperlihatkan tubuhnya yang terbuka, karena sudah lama dia tidak pernah melakukan nya lagi.
Steven segera melepas tali Bra Zara dengan agresif dan menangkap dengan mulut buah kenyal Zara lalu melahapnya seperti bayi yang sedang kelaparan.
Keduanya sudah sama-sama agresif dan melepas pakaian mereka masing-masing hingga semuanya sama-sama polos.
Akhirnya mereka melakukan penyatuan di atas sofa dan bergelut bergantian di atas dan di bawa, hingga menciptakan suara yang bersahut-sahutan.
Cukup lama permainan mereka berlangsung pada akhirnya suara lembut terdengar di mulut keduanya, akhirnya mereka melakukan pelepasan bersama.
__ADS_1