Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
AYO MASUK


__ADS_3

Marvin kemudian menghubungi Ryan, "Ryan jemput seleb Vani dan bawa ke klub biasa" perintah Marvin.


"Baik bos" jawab Ryan di sebrang telepon.


Kirani yang sedang berada di kamarnya tidak bisa tidur, dia kemudian membuka jendela dan berjalan keluar bal kon.


Kirani melihat mobil Marvin keluar, "Om Marvin keluar" ucap Kirani lalu tersenyum penuh arti.


Kirani masuk dan secepatnya mengambil HPnya dan menghubungi Elmira untuk bertemu di salah satu klum malam.


Seperti biasa, jika Kirani ingin ke klub dia selalu berpenampilan seksi memperlihatkan bentuk tubuhnya, yang tidak kalah seksi dengan selebriti papan atas.


Kirani mengendari mobilnya menembus jalan ibu kota yang sanga ramai, dan menuju ke klum di mana dirinya janjian bersama sabatnya.


Sementara itu Ryan menunggu Marvin di luar klub, setelah mengantar seleb Vina kedalam ruang VIP.


"Dasar si bos, aku Kira dia sudah berubah ternyata masi sama" ucap Ryan bicara pada dirinya sendiri, untuk menghilangkan rasa kesalnya karena menunggu.


Berapa saat kemudian datang Kirani bersama Elmira dan turun dari mobil mereka masing-masing.


"Kirani elo yakin mu masuk di sini, kita ke klub biasa saja gimana?" usul Elmira.


"Ayo masuk Elmira, gue suka sesuatu yang baru" ucap Kirani sambil menarik tangan sahabatnya.


Keduanya berjalan berdampingan, sambil tertawa lepas, langkah Kirani terhenti ketika melihat Ryan berada di tempat itu juga.


"Kak Ryan di sini" tanya Kirani sambil melihat sekeliling, karena dia mengira Marvin juga ada di tempat itu.


"Nona Kirani, ternyata di sini juga" ucap Ryan menunduk hormat.


Kirani kembali melihat sekeliling kemudian menarik lengan Ryan menjauh dan mendekatkan mulutnya di telinga Ryan, "Kak Ryan jangan terlalu formal, dan jangan bilang pada bos kamu itu kalau gue ada di sini, mengerti!" bisik Kirani.


Ryan sedikit gugup karena terlalu dekat dengan istri bos, karena takut Marvin datang dan salah paham, "Baik nona" jawab Ryan.


"Gitu dong kak" ucap Kirani sambil melepas tangan Ryan dan kembali bersama Elmira.


"Dan satu lagi kak, jangan terlalu formal" teriak Kirani sambil berjalan masuk klub bersama Elmira.


"Dasar istri bos itu, Nona Kirani tidak tau apa, sikapnya itu biasa membuatku di kirim keluar kota" gumam Ryan.


"Sedang apa kamu di sini" tanya Marvin yang tiba-tiba berdiri di belakang Ryan.


"Eh bos, sudah datang" jawab Ryan sedikit gugup.


"Vani mana" Marvin kembali bertanya.


"Dia sudah aku antar di ruang VIP bos" jawab Ryan sambil mengusap keringat di dahinya.

__ADS_1


"Ada apa Ryan, ada yang kamu sembunyikan" tanya Marvin penuh curiga.


"Tidak bos, aku cuma kurang enak badan" jawab Ryan berbohong.


"Ayo masuk" ajak Marvin sambil berjalan masuk di ikuti Ryan.


Sementara itu Kirani dan Elmira berada di ruang VIP di mana seleb Vani berada.


"Rani, di depan tadi siapa?" tanya Elmira santai.


"Oh itu, dia asisten kepercayaan om CEO" jawab Kirani.


"Oh dia tampang juga" puji Elmira.


"Dasar elo itu gak bisa liat yang bening-bening" sambung Kirani.


"Kirani liat itu siap yang datang" ucap Elmira sambil mengguncang tubuh sahabatnya.


Kirani melihat ke arah yang di tunjuk Elmira, terlihat Marvin masuk dengan stelan jas rapi dan menghampiri seleb Vani yang sudah menunggunya dari tadi.


Tubuh Kirani membeku melihat suaminya menemui wanita lain, apa lagi sekarang terlihat Vani langsung memeluk Marvin dan mencium kedua pipinya.


Tapi entah kenapa Marvin sedikit risih dengan sikap agresif Vani, Marvin menahan tubuh Vani agar segera duduk kembali di sofa.


"Hei sayang sudah lama kita tidak bertemu, aku kangen benget" ucap Vani, tapi masi di tanggapi dingin oleh Marvin.


Kirani yang menyaksikan itu sangat emosi, kemudian mengambil wine yang di bawa pelayan yang lewat di depannya dan meneguknya dengan kasar.


"Tapi dek ini pesanan orang" ucap pelayang itu.


"Mas ambil yang lain saja" sahut Elmira.


"Dan satu lagi, tambah satu untuk meja ini" sambung Kirani.


"Baik" jawab pelang itu singkat dan berlalu pergi.


"Tapi Rani elo bisa mabuk, apa lagi elo gak pernah minum sebelumnya" ucap Elmira menasehati sahabatnya, tapi Kirani tidak mempedulikan ucapan Elmira.


Sementara itu Marvin juga sedang menikmati wine di gelasnya yang di tuang Vani, dan mengisap rokoknya.


"Sayang kenapa kamu sangat dingin, apa peluh aku panaskan" ucap Vani manja dan perlahan-lahan mendekati bibir Marvin ingin menciumnya.


Tapi di tahan oleh Marvin, "Jagan lakukan itu" ucap Marvin.


"Loh Kenapa sayang, mau langsung ke hotel yah" ucap Vani masi dengan nada manja.


Semua itu tidak lepas dari pandangan Kirani dan Elmira, "Kenapa om CEO menolak ciuman wanita itu" ucap Kirana sudah dengan nada mabuk.

__ADS_1


Elmira yang melihat sahabatnya sudah mabuk, membuatnya panik.


Vani yang sudah seperti cacing kepanasan melihat tubuh Marvin, ingin segera memuaskan Marvin seperti biasa.


Tapi kali ini Marvin tidak tersentuh sama sekali, dengan sentuhan manja Vani, meskipun Vani sudah menggesek-gesekkan buah dadanya di tubuh Marvin


"Jaga batasan mu Vani, aku sedang tidak ingin melakukanya" bentak Marvin, membuat Vani kaget dan segara menjauhi Marvin.


Vani yang sudah bernafsu segera menaikkan tali bajunya yang sudah berantakan karena ulahnya sendiri.


Marvin segera berdiri dan melempar cek di depan Vani, "Cukup dan ambil ini" dan segera meninggalkan ruangan VIP.


Elmira yang melihat kepergian Marvin sedikit lega, "Rani suami elo pergi dan tidak membawa wanita ini" ucap Elmira.


"Apa? dia pergi" balas Kirani setenga sadar.


Elmira yang melihat Kirani sudah benar-benar mabuk, segera mengejar Marvin.


Elmira melihat Marvin bersama Ryan dan segera menghampirinya, "Kak Marvin tunggu" teriak Elmira karena musik terlalu keras.


Ryan melihat kehadiran Elmira dan menghentikan langkah bosnya, membuat Marvin melihat kearah Ryan melihat, Elmira segera mendekat.


"Siapa wanita ini Ryan" tanya Marvin dingin.


"Dia Elmira sahabatnya nona Kirani" jawab Ryan.


"Oh ada apa mengikuti ku" tanya Marvin dan melihat ke arah Elmira.


"Kirani di dalam kak, dia mabuk berat" ucap Elmira dengan ekspresi khawatir.


"Apa Kirani di sini" sambung Marvin dan beralih menatap tajam pada Ryan, membuat Ryan menunduk.


"Maafkan aku bos" ucap Ryan.


"Urusan kita belum selesai Ryan" ucap Marvin dan berlari kembali masuk ruang VIP.


Marvin melihat Kirani yang mabuk dan bersandar lemah di sofa, dan mengagumi kecantikan istrinya itu.


"Kirani sayang apa yang kamu lakukan?" gumam Marvin lalu menggendong istrinya keluar.


Kirani melihat suaminya samar-samar, "Om CEO, gue gak salah lihat kan" ucap Kirani lemah.


Marvin membawa Kirani kedalam mobilnya dan di ikuti Ryan dan Elmira.


"Ryan urus mobil Kirani" perintah Marvin lalu masuk dalam mobilnya.


"Baik bos" balas Ryan.

__ADS_1


Elmira dan Ryan berdiri melihat kepergian mobil Marvin.


__ADS_2