
Gila. Mungkin itulah kata yang tepat untuk Dante. Pemuda itu tak seperti biasanya. Kini ia bringas seperti harimau lapar yang mendapatkan mangsa.
Ia menghempaskan tubuh Alisha ke atas ranjang seolah tanpa belas kasihan. Kemudian secepat kilat menindihnya. Dante tak peduli meski seluruh dunia mengecam tindakannya.
Ia bersikap seolah tak merasa iba walau Alisha banjir air mata. Tak juga berniat melepaskan walau Alisha memberontak. Jelas saja ia menang sebab tenaga Alisha kalah kuat. Gadis itu tak berdaya saat ia menaikkan kedua tangannya ke atas kepala. Bahkan menutup rapat kedua matanya saat ia mendekatkan wajah, bersikap seperti hendak mencium.
"Jangan Dante. Aku mohon ...!" Alisha mengiba, tetapi hanya sebuah bentakan yang ia terima.
"Diam! Jangan terlalu munafik, Alisha. Bukankah kau sudah terbiasa melakukan hal yang lebih dari ini?" Dante berbisik nakal di telinga Alisha. Namun tanpa menyentuh sesenti pun kulit wajah Alisha.
Jujur, tak ada sedikitpun niat di benak Dante ingin memperk*sa Alisha. Ia terlalu cinta pada gadis itu, jadi mana mungkin ia berniat merusaknya. Katakan saja ia gelap mata atau cemburu berlebihan, tetapi sikap Alisha terhadapnya membuat Dante ingin memberi gadis itu pelajaran.
"Apa yang sebenarnya kamu cari, Alisha? Uang? Perhiasan? Atau barang-barang mahal? Untuk apa susah-susah mencari mangsa jika pria seperti aku saja ada Aku bahkan bisa memberikan apa pun yang kamu minta."
Kata-kata Dante benar-benar melukai hati Alisha berulang kali. Semula ia sempat berpikir jika Dante hanya ingin menakutinya saja. Namun, melihat keseriusan Dante membuatnya kehilangan harapan selamat.
Ketika dirasakannya hembusan napas Dante semakin dekat, pertahanannya pecah hingga bibirnya memanggil nama satu-satunya wanita yang selalu ada di benaknya.
__ADS_1
"Ibu ...! Tolong Alisha, Ibu! Hati Alisha sakit karena terus saja difitnah! Bantu Alisha, Ibu ...!" Alisha meraung sebisanya, berharap wanita yang ia panggil ibu itu mendengar. Menghadapi kegilaan Dante suda seperti menghadapi kematian saja.
Rupanya usaha Alisha itu tidak sia-sia. Mendengar Alisha menyerukan nama ibunya membuat Dante seketika membeku di tempatnya. Tanpa Alisha tahu, ia menatap gadis itu dengan mata berkaca-kaca.
Sungguh, karena cinta tak terbalaskan membuatnya terpaksa menciptakan drama yang melelahkan.
Sikap mematung Dante itu membuat Alisha heran dan membuka mata. Ia menatap Dante di sana lalu membentak pemuda itu dengan marah.
"Kenapa berhenti! Ayo lakukan! Biar kau tahu dengan jelas wanita yang kau sangka pelacur ini! Biar kau menyesal karena telah merenggut kesuciannya!"
Melihat Dante hanya bergeming penuh sesal membuatnya kian bersemangat untuk menunjukkan keseriusan. Ia mendorong tubuh Dante hingga nyaris tersungkur, kemudian dirinya bangkit dan berdiri.
"Kenapa berhenti? Bukankah kau ingin memperk*saku?" Ia sedikit memiringkan kepalanya. "Lakukanlah, Dante. Lakukanlah, Dante. Sepuasmu ..., karena aku akan melayanimu dengan sepenuh hati."
Dante membelalak saat Alisha melepas satu kancing bagian paling atas dengan gerakan sensual. Sebelumnya ia bahkan mengibaskan rambut panjangnya seperti tengah menggoda.
"Lihatlah bagaimana ****** ini akan beraksi." Alisha hendak melepas kancing kedua, tetapi Dante buru-buru mencegahnya.
__ADS_1
"Jangan Alisha!"
Alisha terperangah. Ia menatap Dante yang memalingkan wajahnya dengan bola mata membulat. Kemudian senyum mencemooh akhirnya terulas.
"Kenapa jangan? Bukankah kau menginginkan ini?" Alisha tak peduli pada larangan Dante. Ia tersenyum miring sambil terus melepaskan atasannya.
"Alisha jangan!" Dante kian gusar. Namun, ia sama sekali tak berniat menatap Alisha.
"Biar kau puas! Biar otak kotormu itu tau yang sebenarnya!" Teriakan Alisha membahana di udara setelah ia melempar kain yang sudah ditanggalkan dengan asal. Namun, sesaat kemudian teriakan itu berganti sedu sedan.
Di saat itulah Dante bergerak cepat untuk mendekat. Namun, bukan untuk menerkam Alisha, melainkan meraih selimut di belakang gadis itu untuk kemudian membalutkannya ke seluruh tubuh Alisha.
Alisha yang tak menyangka hanya bisa terperangah di sela tangisan.
__ADS_1
Maaf cuma sedikit. Aku lagi sakitš¤§