Harga Sebuah Kesucian

Harga Sebuah Kesucian
Senang Berkenalan


__ADS_3

"Dasar nakal. Bisa-bisanya kau pergi begitu saja meninggalkan aku." Pria tampan itu memarahi si wanita seperti ayah pada putrinya.


Si wanita mendongak, dan ketika wajah mereka saling berhadapan, ia mendapatkan hadiah cubitan lembut tepat di hidungnya yang mancung.


"Sayang ... jangan begitu ...!" rengek si wanita dengan nada manja sambil menepis pelan tangan suaminya. Bibirnya mengerucut. Tangannya mengusap ujung hidung yang memerah.


"Itu hukuman!" tegas si pria masih dengan tatapan sayang. Pandangannya lantas mengedar ke arah samping, di mana dua orang bandit itu masih terkapar. Sesaat kemudian, ia pun menggeleng tak habis pikir.


"Dan ini apa? Jangan katakan ini semua adalah ulah kamu, Sayang." Ia menatap sang istri, menuntut penjelasan. Seolah-olah apa yang ia lihat sudah biasa istrinya lakukan.


Si wanita mengangguk, lalu tersenyum masam. "Salah, ya?" tanyanya sambil nyengir.


"Sa-lah." Si pria berucap penuh penekanan. Lalu menjitak pelan dahi mulus istrinya. Membuat wanita itu mengernyit dan kemudian menyebikkan bibir.


"Ini darurat, Sayang. Aku harus bergerak cepat sebelum semuanya terlambat." Ia beralasan.


Wanita itu mengatakan yang sebenarnya. Siang itu entah mengapa ia begitu ingin mengunjungi taman. Ditemani sang suami tercinta, ia duduk di tepi danau buatan seraya menikmati camilan.


Cuaca yang sangat panas membuatnya ingin makan sesuatu yang segar-segar. Nah, ketika ia meminta izin pada suami untuk membeli es krim yang mangkal di area taman, perhatiannya tersita pada seorang gadis yang tengah berjalan sambil menangis.


Sebagai sama-sama wanita dan terlebih lagi tengah berbadan dua, ia jadi lebih sensitif dari biasanya. Entah karena dirinya sendiri atau mungkin bawaan bayi, sekarang ia mudah penasaran dengan apa yang dilihatnya. Hingga, tanpa sadar kaki jenjangnya itu melangkah perlahan mengikuti sang gadis yang ternyata adalah Alisha.


Ia melihat semuanya. Ia menyaksikan bagaimana Alisha tak melihat-lihat keadaan sekitar saat hendak menyeberang hingga hampir tertabrak dan dimaki pengguna jalan. Ia memang menahan diri untuk tidak bergerak dan mengawasi dari kejauhan sebab tahu gadis itu dalam keadaan aman.


Namun, ketika dua pemuda berandal hendak melecehkannya tanpa perasaan, ia pun tak bisa tinggal diam. Gadis itu harus ditolong atau masa depannya akan hancur berantakan.

__ADS_1


"Pikirkan keselamatanmu beserta bayi kita, Sayang," sahut si suami. "Seharusnya kau tidak perlu turun tangan sendiri. Kau bisa meminta bantuanku atau Billy." Ia menoleh ke belakang, melirik seorang pria berkacamata yang juga tak kalah tampan tengah bersedekap dada di samping mobil mewahnya. Alisha langsung menerka-nerka mungkin itu yang dia sebut dengan nama Billy.


"Maaf," lirih si wanita penuh sesal sambil memasang wajah gemas.


"Jangan biasakan diri mengambil keputusan dengan gegabah!" tegasnya memberi peringatan. Ia tak tahu kata-katanya itu membuat Alisha yang menjadi sumber masalah jadi tak enak hati. Sehingga ia yang kini sudah berdiri buru-buru menyahut untuk menengahi.


"Saya yang salah, Tuan. Bukan istri Anda. Maafkan saya."


Kedua pasangan suami istri itu kompak menoleh ke arah Alisha. Sedangkan si wanita buru-buru menampik penuturan gadis yang ditolongnya demi menghindari kesalahpahaman.


"Hey, jangan sembarangan bicara." Ia mengalihkan pandangan ke arah suaminya lalu berusaha meyakinkan. "Ini murni keinginanku. Kau tahu seperti apa istrimu ini, bukan?"


Si pria mendesah pelan. Ia menggeleng pasrah lalu mengusap lembut puncak kepala istrinya. "Aku tahu, kau memiliki hati yang mulia. Tapi pikirkan keselamatan kalian juga, ya."


Si wanita mengangguk mantap. "Pasti."


"Janji."


Sepasang suami istri itu kembali tersenyum dan menyatukan diri dalam pelukan. Alisha yang berada di sana hanya bisa menelan ludah sambil memalingkan wajah. Ini adegan yang tak boleh dilihat oleh jomlo seperti dia. Pamali. Bisa kejang-kejang tanpa sebab. Pura-pura tidak tahu sepertinya lebih baik daripada secara blak-blakan mengintip.


"Sayang." Si wanita berbisik setelah mengurai pelukan. Ia melirik pada Alisha lalu kembali memandang suaminya.


"Ya?"


"Aku sangat kasihan kepadanya. Dia seperti sedang mengalami masalah berat. Bolehkah aku membantunya?"

__ADS_1


Si pria langsung terkekeh. "Jadi perempuan jangan sok tahu, Sayang. Nanti dia salah memahami niat baik kamu. Katakan padaku, memangnya apa yang ingin kau lakukan kepadanya?"


"Entah." Si wanita menjawab dengan polosnya sambil geleng kepala. "Dia punya nama siapa, juga aku belum tau."


"Astaga." Si pria menepuk jidatnya sendiri. "Namanya saja belum tau, udah sok-sokan mau bantu."


"Hehehe." Si wanita malah nyengir kuda. "Sepertinya kita perlu berkenalan dulu." Tiba-tiba dia menarik tangan suaminya. Kalau sudah begini apa yang bisa dilakukan si pria selain pasrah mengikuti keinginan istri tercintanya.


"Hai," sapa si wanita dengan riang setelah posisi mereka sudah dekat. Alisha yang semula pura-pura melihat pepohonan langsung menatap si wanita begitu dirinya disapa.


"Ya, Nyonya?" jawabnya kikuk. Ia tersenyum rikuh sambil meremas ujung kemeja kotak-kotak yang dikenakan. Entah mimpi apa dirinya semalam, bisa bertatap muka dengan pasangan romantis yang membuatnya iri setengah mati.


"Boleh tau tidak, namamu siapa?"


"Sa-saya?" Alisha memasang tampang bodoh sambil menuding dirinya sendiri seperti tak percaya.


"Iya, kamu. Masa berandalan itu," sahut si wanita.


"Oh." Alisha langsung tertawa sumbang. "Saya Alisha, Nyonya." Ia mengusap tangannya pada pada kemeja seperti sedang membersihkan sebelum kemudian menyodorkannya pada si wanita. Jujur, ia merasa tak percaya diri melakukan ini. Ia khawatir niatnya berjabat tangan akan ditolak dan membuat malu sampai ke tulang. Tapi ternyata ia salah. Si wanita justru menyambut ulurannya dengan suka cita dan sekaligus menyebutkan nama dirinya.


"Aku Mayang. Dan ini suamiku Brian. Senang berkenalan dengan kamu."


BAGI YANG INGIN TAHU SIAPA MAYANG DAN JUGA BRIAN, BISA KUNJUNGI NOVEL PERTAMA AKU YANG JUDULNYA WANITA PENGGANTI SANG PRESDIR. BAGAIMANA KISAH CINTA MEREKA BERDUA.


MAAF, UP KALI INI MENGANDUNG PROMO🤭😂😅

__ADS_1


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BUAT KALIAN SEMUA 🤗


__ADS_2