
"Selamat pagi, Nona."
Alisha yang baru membuka mata sangat terkejut mendapati Lisa sudah berdiri di sisi ranjangnya. Gadis itu sudah rapi dengan pakaian dinasnya, berdiri siaga, dan menyapanya dengan ramah.
"Lisa? Bagaimana bisa kau ada di sini?" tanya Alisha dengan ekspresi tak percaya.
"Tentu saja. Saya kan maid Nona, jadi setiap waktu saya akan bersama Nona. Melayani Nona. Kalau perlu menemani Nona kemanapun Nona pergi."
Alisha melirik jam dinding. Jarumnya bahkan masih menunjuk angka empat, tetapi maidnya sudah terlihat rapi dan segar saja.
"Hari ini hari pertama Nona kuliah. Mari saya bantu mempersiapkan diri," ajak Lisa tanpa memedulikan Alisha yang masih kebingungan. Dia menyibak selimut yang menutupi kaki Alisha, lalu hendak membimbing Alisha untuk turun dari ranjangnya.
"Lisa ... hentikan. Aku bisa melakukannya sendiri ...!" rengek Alisha setengah kesal. Ia menatap Lisa dengan wajah memberengut. Namun, anehnya Lisa sama sekali tak terpengaruh oleh bentuk penolakan Alisha. Gadis itu tetap menyunggingkan senyuman ramah.
"Saya tahu Nona terbiasa melakukan apa-apa sendirian. Tetapi sekarang kan sudah ada saya. Harus dimanfaatkan dong, hehehe."
Alisha mendengkus kesal. Dari dulu ia tak suka dipaksa-paksa. Apalagi oleh pelayan rumah tangga. Tetapi mau bagaimana lagi, ternyata Lisa sangat keras kepala. Gadis itu sangat profesional dan bersikukuh melakukan pekerjaannya.
Alisha kemudian bangkit tanpa kata-kata. Ia melangkah gontai menuju sebuah pintu yang diketahuinya adalah kamar mandi. Sore kemarin ia sudah menggunakan tempat itu. Ruangan itu terlalu besar jika dikatakan kamar kecil. Terlalu mewah untuk dirinya yang sederhana. Tapi mau bagaimana lagi. Alisha hanya tinggal menikmati.
__ADS_1
"Eh mau apa sih kamu? Jangan bilang kalau mau ikut masuk ke dalam!" Alisha setengah panik saat Lisa tiba-tiba mendahului untuk membukakan pintu. Ia menatap Lisa dengan ekspresi tidak suka.
"Tentu saja, Nona. Sebab pagi ini saya akan memandikan Anda." Lisa menjawab ramah, masih dengan senyumannya.
"Begitu juga saat aku sedang pup? Apa kau yang mencebokinya juga?" sinis Alisha. Tetapi seperti yang sudah-sudah, gadis di depannya tak terpengaruh.
Alisha menggeleng tak percaya. Ia mendesah kasar lalu melangkah masuk ke dalam. Rupanya belum cukup di situ saja Lisa membuatnya terbelalak di pagi buta. Di dalam ruangan itu Alisha disambut bathtub yang sudah penuh dengan busa. Dibubuhi kelopak bunga mawar ditambah aroma terapi yang menguar.
"Ini apa?" tanyanya sambil menunjuk ke arah bathtub.
"Itu air untuk Nona berendam," jawab Lisa.
"Harus, Nona," sahut Lisa.
"Siapa kamu beraninya memaksaku seperti itu?" sungut Alisha, dan dibalas ringan oleh Lisa.
"Maid Nona." Lisa tersenyum ramah, masih dengan pembawaan tenang meski Alisha terlihat tak suka. "Saya hanya berusaha mengerjakan tugas saya dengan baik, Nona. Jadi, mohon jangan halangi saya. Mohon juga kerjasamanya."
***
__ADS_1
Sesuai permintaan Lisa, Alisha masuk ke dalam bathtub lalu duduk dan meluruskan kakinya. Kepalanya dibiarkan bersandar pada tepiannya. Lalu, matanya perlahan memejam.
Air hangat beserta aroma terapi yang menguar memberikan sensasi rasa nyaman dan menenangkan. Lebih-lebih lagi usapan lembut jemari Lisa pada lengannya yang bergerak pelan membersihkan sisa-sisa lulur yang setengah jam lalu gadis itu lumurkan. Jujur, Alisha sangat menyukainya. Ini adalah pengalaman pertama.
"Lisa," panggil Alisha tanpa membuka matanya.
"Ya, Nona."
"Kenapa harus melakukan ritual semacam ini? Aku hanya akan kuliah. Bukannya menikah. Apa kulitku terlalu kusam hingga bisa mempermalukan Papa?"
Lisa tersenyum lembut sebelum menjawab, "Ah tidak, Nona. Meskipun tanpa perawatan, tapi kulit Nona tetap terlihat cantik, kok. Bersih dan mulus. Hanya saja, memang sedikit kusam. Mungkin karena paparan sinar matahari setiap hari. Saya tahu, Nona adalah tipe gadis yang suka menantang matahari," ujar Lisa.
"Aku terlahir sebagai gadis miskin tanpa ayah, Lisa. Aku harus banting tulang membantu ibu jika ingin setiap hari makan."
"Saya turut bersedih atas kehidupan Nona yang dulu. Itulah sebabnya Nona harus memanfaatkan keadaan sekarang dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan segala yang ada."
"Entahlah Lisa," balas Alisha lemah.
Maaf cuma sedikit 😔
__ADS_1