
Malam itu, udara di kota Paris terasa sangat dingin dan menusuk ke tulang, namun hal itu tidak menghalangi sepasang suami – istri yang tengah melangkahkan kakinya dengan santai di salah satu taman kota yang ada disana.
Pria itu memegang tangan istrinya dengan erat, seolah – olah pria itu hendak menyalurkan kehangatan pada tangan istrinya yang sebenarnya sudah dilapisi oleh sarung tangan tebal. Well… sebelum mereka memutuskan untuk berangkat ke taman itu, pria tersebut sudah menduga hal ini.
Udara yang dingin di bulan Desember adalah hal yang lumrah bagi mereka.
“Isa, apa kau kedinginan?” tanya pria itu sembari menatap lembut ke arah istrinya yang sedari tadi berjalan beriringan disampingnya
“Tidak. Aku merasa hangat, sangat hangat malah” ucap Isa sembari tersenyum dan memamerkan deretan giginya kepada suaminya, Luke
Luke tersenyum melihat senyuman lebar itu. Pria tersebut semakin mengeratkan tangannya pada tangan mungil Isa. Tangan itu sangat mungil, bahkan pria tersebut berpikir bahwa dirinya bisa meremukkan tangan itu hanya dengan satu gerakan saja
“Ayo duduk disana” ajak Luke sembari menatap sebuah kursi kayu yang ditemani sebuah lampu di sampingnya.
Isa mengganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Luke. Seolah – olah Luke menyadari kondisi Isa, pria itu memutuskan untuk mengambil langkah kecil, bukan langkah besar seperti yang biasa dilakukannya
Sepasang manusia itu akhirnya menjatuhkan bokong mereka ke atas kursi kayu tersebut setelah mereka berjalan mengelilingi taman ini selama 20 menit non stop.
“Bagaimana perasaanmu? Apa kau merasa kelelahan?” tanya Luke sembari menatap wajah wanita yang dicintainya dari samping dengan tatapan mendamba
“Tidak! Aku baik – baik saja!” jawab Isa semangat sembari menatap langit hitam kota Paris yang dihiasi oleh banyak bintang yang tak henti berkelap – kelip. Bintang – bintang itu seakan – akan sedang berlomba untuk memamerkan cahaya indahnya kepada umat manusia yang berada di dunia ini.
“Kalau baby? Bagaimana dengannya?”
Pria itu mengucapkan pertanyaannya sembari memperbaiki rambut istrinya yang terlihat sedikit acak – acakan karena diterpa oleh angin nakal yang beberapa kali hadir di taman kota ini.
Dengan hati – hati, pria itu menyelipkan anak rambut istrinya itu ke belakang telinga istrinya itu.
“Baby baik – baik saja” ucap Isa dengan tangannya yang bergerak untuk mengusap perutnya yang sudah dilapisi dengan jaket tebal
“Benarkah?”
“Ya! Sepertinya baby juga merasa bahagia, malam ini kan malam pertama baby berjalan – jalan saat suasana natal seperti ini” jelas Isa bahagia
Mendengar penjelasan bahagia Isa tersebut, hati Luke langsung menghangat. Perasaan bahagia juga menyusupi hati pria itu.
Sungguh, pria itu tak pernah berpikir jika dirinya akan sampai di titik ini. Sampai disaat dimana dirinya memiliki seorang wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. Wanita yang sangat dicintai, dikasihi dan disayanginya. Wanita yang mampu membuat dirnya merasa dibutuhkan di saat dirinya berada di titik terendah dalam hidupnya
“Aku tak pernah menyangka jika akhirnya aku bisa menghabiskan natal bersama dengan istriku” ucap Luke sembari tersenyum manis kepada istrinya
“Kenapa kau berpikir seperti itu?”
“Entahlah” jawab Luke acuh sembari mengendikkan bahunya, namun tatapan mata pria itu tak lepas dari wajah cantik Isa
“Mungkin karena menikah dan memiliki keluarga kecil tak pernah terlintas di dalam otakku” lanjut Luke sembari tersenyum
“Apa kau berniat untuk melajang seumur hidupmu?” tanya Isa terkejut.
“Ya… kurang lebih seperti itu”
Isa menganggukkan kepalanya pelan. Well… seharusnya wanita itu sudah bisa menebak hal ini. Wanita itu sudah tau jika suaminya itu merupakan seorang pria yang bebas dan tak suka terkekang. Mungkin, suaminya itu berpikir jika pernikahan hanya akan mengekang langkahnya untuk menikmati dunia ini
“Namun, saat aku bertemu dengan seorang wanita yang kupaksa untuk menaiki taxi curianku… Keinginanku untuk melajang tiba – tiba menghilang” ucap Luke sembari tersenyum penuh arti
Isa mengernyit binggung saat mendengar ucapan Luke tersebut.
Wanita mana lagi yang dimaksud oleh pria itu? Apakah Aurora? Tapi tidak mungkin… bukannya mereka sudah bersama sejak lama?
Apa masih ada wanita lain?
Nyut….
Hati Isa serasa diremas ketika otaknya memikirkan pertanyaan itu. Senyum manis yang sedari tadi menghiasi wajahnya lama – kelamaan mulai memudar. Isa tak ingin mengakui hal ini, tapi ia merasa cemburu dengan sosok wanita itu. Sosok wanita yang sudah berhasil membuat keinginan kokoh suaminya goyah.
“Apa kau tidak berniat untuk mengetahui namanya?” tanya Luke
“Oh… eumh… tidak perlu….” tolak Isa sembari memaksakan senyumannya dan memalingkan wajahnya dari wajah tampan suaminya itu
Luke menyadari perasaan istrinya itu.
Tangan kokoh pria itu bergerak untuk menyentuh dagu wanita itu dan menggerakkannya dengan pelan ke hadapannya agar wajah cantik itu dapat ia nikmati sepenuhnya
“Namanya….”
Luke sengaja menggantungkan kalimatnya untuk melihat ekspresi wajah istrinya. Mati – matian, pria itu menahan senyumannya saat melihat wajah cemburu milik istrinya yang terlihat sangat menggemaskan
“Issabelle Caroline Rose” jawab Luke sembari tersenyum bahagia
__ADS_1
Glek.
Isa menegak ludahnya dengan kasar. Kedua mata hazelnya menyelami kedua mata biru milik Luke. Isa mencoba mencari – cari jejak kebohongan disana, namun nihil, Isa tak menemukannya. Malah, wanita itu melihat keteguhan di dalam kedua mata biru jernih itu
“Apa kau ingin aku mengucapkan nama wanita lain?” canda Luke saat melihat tatapan Isa
Bugh!
Isa memukul pelan dada bidang nan kokoh milik suaminya. Luke tertawa lepas dan meraih tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Mereka menertawai takdir aneh yang sudah mempermainkan mereka hingga sejauh ini.
“Aku sangat menc---
Drrtt… drrtt… drrtt…
Sebuah getaran ponsel yang ada di saku celana Isa membuat Luke menghentikan ucapannya. Pelukan pria itu mulai merenggang, pria itu memberikan jarak bagi Isa agar Isa dapat mengambil ponselnya.
“Ini Minnie…” ucap Isa sembari menunjukkan layar ponselnya yang sedang menunjukkan nama Minnie sebagai pemanggil
“Angkatlah” jawab Luke sembari tersenyum bahagia
Isa sedikit mengernyit binggung saat melihat senyum bahagia Luke tersebut. Apa ada sesuatu yang baru saja dilewatkannya
“Ada apa Minnie?” tanya Isa sembari tersenyum
“Ini Ayah”
Deg.
Jantung Isa langsung berdegub kencang saat mendengar suara ayahnya yang sudah sangat dirindukannya selama ini.
“A… ayah?” tanya Isa tergagap sembari melemparkan tatapan terkejutnya kepada Luke. Namun, Luke membalas tatapan terkejut itu dengan sebuah senyuman lembut
“Ayah merindukanmu. Saat malam natal nanti, datanglah ke rumah bersama dengan suamimu. Kita akan berkumpul bersama dan makan malam bersama. Kau masih menyukai roti jahe kan?” tanya ayahnya dengan nada bicara tanpa emosi sedikit pun
Tes.
Air mata Isa menetes. Ini semua terasa seperti mimpi. Isa tau betul jika ayahnya itu adalah sosol yang keras, ayahnya itu tak akan pernah mau berbicara jika dirinya sedang marah namun saat ini, ayahnya itu malah berbicara dengan sangat tulus kepada Isa.
Luke yang melihat tetesan air mata itu langsung bergerak untuk menghapus tetesan – tetesan itu.
“Syukurlah… Ayah sangat merindukanmu”
“Aku juga...” ucap Isa dengan suaranya yang sudah terdengar sangat parau
“Ssshh… jangan menangis, apa kau tidak malu dengan suamimu yang ada di hadapanmu?” tanya ayah Isa sembari terkekeh pelan
“Ayah darimana tau?” tanya Isa terkejut
“Tanyakan saja pada suamimu. Kalau begitu, ayah akan memutus panggilannya. Jangan terlalu lama di luar, cucuku nanti akan kedinginan” canda ayah Isa sebelum pria tua itu memutus panggilannya.
“Baik, yah…”
Tut.
Sambungan panggilan itu terputus. Untuk beberapa saat, Isa menatap Luke dengan tatapannya yang sulit diartikan.
Bugh!
Wanita itu menjatuhkan tubuhnya tepat di atas dada bidang milik suaminya. Tangisan bahagia milik wanita itu langsung pecah. Suaminya tersenyum dan mengusap – usap punggung bergetar wanita itu dengan penuh cinta
“Ssssh… jangan menangis”
“Terimakasih… aku tau… pasti selama ini kau sudah berjuang untuk membujuk ayah… terimakasih…” ucap Isa ditengah – tengah isakannya
Wanita itu melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh prianya dengan erat. Wanita itu memeluk tubuh pria itu dengan rakus, seolah – olah dirinya akan kehilangan pria itu jika dirinya melonggarkan pelukannya
“Jangan berterimakasih dulu. Aku masih memiliki satu kejutan lagi” ucap Luke sembari tersenyum dan melepas pelukan wanita itu dengan lembut
“Kejutan?” beo wanita itu sembari menatap Luke dengan matanya yang masih berkaca – kaca
Luke tertawa kecil saat melihat wajah menggemaskan milik wanita itu. Aneh, kenapa setiap emosi yang dikeluarkan oleh wanita itu di wajahnya selalu terlihat menggemaskan di depan mata Luke?
“Lihat langit jika kau tak ingin ketinggalan kejutan ini” ucap Luke
Mendengar ucapan Luke tersebut, Isa langsung memalingkan wajahnya ke langit. Sebuah kenyitan langsung menghiasi dahi Isa saat melihat langit hitam itu
“Ada ap--- Oh God!”
__ADS_1
Isa langsung menutup mulutnya dengan terkejut. Mata wanita itu membulat sempurna saat dirinya melihat sekelompok drone berwarna – warni yang tiba – tiba menghiasi langit hitam itu.
Drone tersebut bergerak kesana kemari, sebuah senyum bahagia tak bisa lepas dari wajah Isa. Drone tersebut terus bergerak hingga akhirnya drone tersebut berhenti bergerak dan membentuh sebuah kalimat
“Apa kau mau membacakannya untukku?” pinta Luke sembari menatap penuh cinta ke arah Isa
Isa menggigit bibir bawahnya dan langsung mengganggukkan kepalanya. Wanita itu menatap tak percaya ke arah sekumpulan drone itu
“I love you” ucap Isa dengan nada haru
Senyum bahagia langsung terpatri di wajah Luke
“I love you too” ucap pria itu sembari menarik istrinya ke dalam pelukannya.
Mereka saling memeluk dengan penuh cinta dan damba.
“Aku sangat sangat mencintaimu” ucap wanita itu sembari mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah suaminya
“Aku juga sangat sangat sangat sangat sangat sangat mencintaimu” ucap pria itu dengan gemas
Sebuah senyum bahagia menghiasi wajah wanita itu.
Tak ingin melewatkan momen spesial ini, Luke mendekatkan wajahnya ke wajah Isa. Isa langsung menutup matanya ketika dirinya mendapati tatapan pria itu sudah terkunci di bibirnya.
Cup.
Luke me****** bibir ranum itu dengan penuh kelembutan dan penuh cinta. Tak ada nafsu disana\, hanya ada rasa cinta dan kasih yang melingkupi ciuma*n itu. Isa rasa\, ciuma*n ini adalah ciuma*n terbaik selama hidupnya yang akan selalu disimpannya di dalam otaknya
Saat Luke merasa Isa sudah mulai kehilangan nafasnya, pria itu langsung memutus ciuma*n mereka. Pria itu sengaja menempelkan dahinya di dahi istrinya sedangkan salah satu tangannya bergerak untuk meraih tangan istrinya dan menyelipkan jari jemari kokohnya di antara jari jemari lentik milik istrinya
Tes.
Sebuah lelehan dingin jatuh tepat mengenai kepala Isa. Isa langsung mendongak. Matanya kembali berbinar saat ia melihat gumpalan – gumpalan putih jatuh dari langit. Itu salju pertama di kota Paris.
“Apa ini juga salah satu dari kejutanmu?” tanya Isa dengan nada geli sembari tersenyum bahagia
“Tidak… sepertinya, ini kejutan dari Tuhan karena kita sudah berhasil sampai di titik ini” ucap Luke sembari menatap penuh cinta ke arah Isa
“Aku mencintaimu” ucap Isa sembari menatap penuh cinta ke arah Luke
“Aku juga”
Tes. Tes. Tes.
“Sepertinya kita akan mati membeku jika kita berada disini” ucap Luke sembari tertawa keras ketika dirinya melihat puncak kepala Isa sudah ditutupi oleh lelehan salju. Tangan kekar pria itu langsung bergerak untuk melindungi puncak kepala Isa dari lelehan lelehan salju itu
“Eh? ” tanya Isa binggung
Tanpa mengatakan apapun, Luke langsung menyelipkan tangannya di tubuh Isa dan mengangkat wanita itu di dalam gendongannya
“Lukas!” ucap Isa terkejut sembari membulatkan kedua matanya saat ia merasa tubuhnya sudah melayang di udara
“Aku mencintaimu” jawab Luke sembari tersenyum bahagia sembari sedikit berlari meninggalkan kursi kayu itu
Isa tertawa saat mendengar ucapan Luke yang terdengar tidak nyambung dengan ucapannya sebelumnya. Isa memperhatikan wajah suaminya yang terlihat sangat bahagia.
Hidup memang tak pernah bisa ditebak, Tuhan selalu menghadirkan kejutan – kejutan manis maupun pahit untuk hidup. Kita tak bisa menyalahkan Tuhan atas kejutan – kejutan pahit itu, namun satu hal yang Isa tau, kejutan – kejutan pahit itu akan terasa manis jika kau melaluinya bersama dengan orang yang tepat.
Kini, dirinya siap untuk melalui kejutan – kejutan pahit lainnya yang mungkin sudah menunggu tepat di depannya. Isa berjanji, dirinya tak akan pernah jatuh dan menyerah karena ia tau jika saat ini dia memiliki seseorang yang sangat berarti untuknya. Seseorang yang akan menjadi teman hidupnya selama dirinya menghembuskan nafasnya.
“Aku juga mencintaimu Lukas Averanno Seranno”
THE END
.
.
Kali ini bukan prank lagi, hehehe... cerita ini sudah tamat. Author mau ngucapin rasa terimakasih yang sangat sangat dalam buat semua readers yang sudah mau nyempatin waktunya untuk baca cerita ini, yang udah mau emosinya terkuras bareng - bareng... kalian yang terbaik <3. Heartbreak Hotel gak akan bisa sampai di titik ini tanpa kalian....
Oh iya, kalian juga bisa nulis di kolom komentar kalian tentang kesan dan uneg - uneg kalian selama membaca cerita ini. Kalian juga bisa nulis semacam ucapan perpisahan sama para cast Heatbreak Hotel, entah untuk Luke. Isa, atau Aurora? Hehehe
Gimana? Kalian siap untuk surprise chapternya?
Nantikan juga cerita - cerita baru author di sini dan di Watt*pad.
__ADS_1