
“Luke, apa kau tidak bosan berada di penthouse ini sepanjang waktu?” tanya Isa sembari memainkan kaus Luke
Saat ini, Isa sedang berada di pangkuan paha Luke. Salah satu tangan Luke bergerak untuk membelai rambut lembut Isa dengan penuh sayang
“Tidak. Aku tidak pernah bosan karena di penthouse ini terdapat seorang malaikat” ucap Luke sembari tersenyum lebar pada Isa yang nampaknya sangat menikmati kegiatannya
Bugh!
Tangan Isa yang sedari tadi sudah terkepal langsung bergerak untuk menonjok perut kotak – kotak milik Luke. Meskipun Isa tau bahwa rasa sakit yang ditimbulkan oleh tonjokannya itu tidak seberapa, namun Isa sangat ingin melampiaskan rasa malunya pada Luke
“Aw! Kenapa kau menonjok perutku?” tanya Luke sembari menatap Isa dengan tatapan terkejut. Tangan Luke yang sedari tadi bergerak mengusap rambut Isa langsung terhenti
“Itu karena ucapanmu yang penuh dengan bualan itu. Bahkan aku sampai mual dibuatnya” jelas Isa sambil berakting seolah – olah ia ingin muntah
“Hah? Kenapa kau mengatakan hal itu?”
“Yah… of course, karena kau mengatakan bahwa aku adalah seorang malaikat” ucap Isa
Luke langsung mengernyit kecil saat mendengar ucapan Isa tersebut. Luke berusaha untuk menahan dirinya agar tidak terkekeh. Namun, sekuat apapun Luke menahan kekehannya itu, tetap saja kekehannya itu keluar dari mulutnya
“Hei.. What is the problem?” tanya Isa binggung.
Dahinya langsung mengerut dalam ketika mendengar kekehan Luke tersebut. Apakah ada sesuatu yang salah dari ucapannya?
“Tidak” ucap Luke di tengah – tengah kekehannya. Jika ia mengatakan bahwa dirinya terkekeh karena ucapan Isa yang terlalu percaya diri itu, bisa jadi istri manisnya itu akan marah padanya dan tidak mau berbicara padanya
Mendengar jawaban Luke tersebut, rasa kekesalan dalam diri Isa semakin menjadi. Kenapa pria itu semakin sering menyembunyikan sesuatu dari dirinya?
“Luke, kenapa beberapa hari belakangan ini kau selalu menyembunyikan sesuatu dariku. Apa kau tidak percaya lagi padaku? Jika kau tidak percaya, lalu apa gunanya hubungan suami istri ini” ucap Isa kesal sembari menarik dirinya dari pangkuan Luke
Wanita itu duduk dengan tegak di hadapan Luke dan memberikan tatapan menuntutnya pada Luke. Luke yang diberikan tatapan itu hanya bisa diam dan tak berkutik, sungguh, ia tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan Isa
“Maaf, aku tidak bermaksud menyinggungmu” ucap Luke sembari menjulurkan tangan besarnya ke wajah polos Isa dan membelai lembut wajah itu
“Lalu, katakan padakau, apa maksud kekehanmu tadi?” tuntut Isa
Luke menghela nafasnya dengan kasar. Sepertinya, dia harus benar – benar menjelaskan maksud kekehannya itu pada Isa
“Aku… aku… a..ku…”
“Aku?” tanya Isa tak sabaran sembari menaikkan salah satu alisnya dan melipat kedua tangannya di hadapan dadanya
“Aku terkekeh karena kau menganggap dirimu sebagai malaikat” ucap Luke dengan cepat sembari tersenyum kikuk
“Hah?”
“Kau terlalu percaya diri, dan itu… menggemaskan” jelas Luke yang diakhiri dengan sebuah helaan nafas panjang
Isa mengedipkan matanya beberapa kali saat mendengar ucapan Luke tersebut
__ADS_1
“Apa aku menggemaskan?” tanya Isa tak percaya sembari memegang tangan Luke yang masih setia membelai wajahnya
Luke mengernyit kecil saat mendengar pertanyaan aneh Isa itu
“Eumh… iya…” jawab Luke ragu
Blup!
Isa langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Luke. Jika saja saat ini tubuh Luke sedang tidak bersandar di tiang penyangga tempat tidur mereka, sudah dipastikan jika saat ini tubuh Luke sudah oleng. Sungguh, ia tidak akan menyangka jika Isa akan memeluknya
“I love you so much” ucap Isa sembari mendusel – dusel wajahnya di dada bidang Luke
Luke yang tidak tau apa – apa hanya bisa tertawa kecil. Sungguh, hormone wanita yang sedang hamil memang sangat aneh.
“Hei… apa kau mau keluar bersamaku?” tanya Luke tiba – tiba
Mendengar pertanyaaan Luke tersebut, Isa langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Luke dengan mata berbinarnya
“Mau, mau!” ucap Isa penuh semangat
Cup… cup… cup… cup…
Melihat rasa semangat istrinya itu, Luke tak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium seluruh wajah Isa yang cantik itu
“Lukas!”
“Hehehe… ayo kita pergi”
Tanpa meminta persetujuan dari Isa, Luke langsung mengangkat tubuh Isa ke dalam pelukannya. Ya, saat ini Luke sedang menggendong Isa dengan posisi tubuh Isa yang berada di bagian depan tubuhnya. Seperti induk koala yang sedang menggendong anaknya. Nampaknya, posisi ini adalah posisi favorit Luke saat sedang menggendong Isa
“Luke, aku harus bersiap – siap dulu, aku harus mandi dan berganti pakaian… ah… juga memakai make up dan parfum!” ucap Isa yang merasa terkejut dengan perilakuan Luke tersebut.
“Tak perlu bersiap – siap” ucap Luke sembali menepuk – nepuk bok*ng Isa yang semakin berisi dengan gemas
“Emangnya kita mau kemana?” tanya Isa pasrah sembari mengetatkan lingkaran kakinya pada tubuh Luke
“Rahasia. Lihat saja nanti” jelas Luke dengan wajah jenakanya
Mendengar ucapan Luke tersebut, Isa hanya mendengus kesal.
Sejurus kemudian, Luke berjalan menuju ke parkiran penthouse mereka dengan Isa yang masih setia di dalam gendongannya. Tak jarang, beberapa orang yang tanpa sengaja mereka lewati menatap mereka dengan tatapan aneh dan tatapan jenaka.
Luke berhasil mengabaikan tatapan orang – orang itu, namun Isa tidak. Berbeda dengan Luke yang tetap melangkah dengan elegan dan angkuh, namun Isa tidak bisa. Isa merasa sangat malu, kepalanya disembunyikannya ke dalam dada bidang Luke.
Tak hanya karena posisi gendongan Isa yang aneh, pasti orang – orang itu juga memerhatikan pakaian Isa yang tak matching dengan Luke. Saat ini, Luke tengah memakai kaus polo berwarna cokelat serta celana jeans birunya, berbeda dengan Isa yang hanya mengenakan kaus oversize yang hanya bisa menutupi pahanya saja, sungguh, Isa benar – benar malu
“Sebenarnya kita mau kemana sih, Luke?” tanya Isa saat melihat Luke nampak tersenyum – senyum ketika mengendarai mobilnya. Pria itu sungguh aneh
“Rahasia, sayang” ucap Luke sembari menatap Isa yang sedang duduk disampingnya dengan senyuman lebarnya
__ADS_1
Isa mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan Luke tersebut
“Kalau kau bosan, kau bisa tidur” usul Luke
“Apakah kita akan berpergian jauh?” tanya Isa
“Ya… eh… tidak”
“Bagaimana sih?!?” ucap Isa kesal
Luke hanya bisa tersenyum kecil saat melihat kekesalan Isa tersebut.
Namun, nampaknya, meski Isa kesal, wanita itu tetap menuruti usulan Luke. Tak perlu waktu lama, kini, wanita itu sudah tertidur dengan pulas di bangkunya.
Melihat hal itu, rasa semangat Luke semakin menggebu – gebu, dengan kecepatan tinggi, Luke memacu mobilnya menuju ke tempat tujuan mereka saat ini. Untung saja nampaknya Isa terlihat tidak terganggu dengan hal itu
Hanya dengan waktu 30 menit, kini mobil Luke sudah berhenti di tempat tujuan mereka. Senyum lebar tak bisa hilang dari wajah Luke, dia sangat menantikan bagaimana nanti reaksi Isa
Tak ingin membuang – buang banyak waktu lagi, Luke langsung menatap Isa yang sedang tertidur pulas di bangkunya. Sebenarnya, ada sedikit rasa kasihan dalam diri Luke jika ia harus membangunkan Isa, karena ia tau bahwa Isa tidak cukup tidur tadi malam. Namun, Luke tak bisa menahan dirinya untuk tidak membangunkan Isa
“Isa… Isa… bangun… kita sudah sampai” ucap Luke lembut sembari menepuk – nepuk pelan pipi lembut Isa
“Eung…”
Isa melenguh kecil saat ia merasa bahwa tidurnya sudah diganggu
“Ada apa?” tanya Isa dengan suaranya yang terdengar serak, khas orang yang baru bangun
“Kita sudah sampai” ucap Luke dengan suara lembut
Mendengar ucapan Luke tersebut, Isa langsung memaksakan seluruh nyawanya untuk terkumpul
“Kita dimana?” tanya Isa binggung
“Lihat ke samping” ucap Luke sembari menolehkan wajah Isa ke samping dengan lembut
“Ini…”
.
.
Gemes nggak nih?
__ADS_1