Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 73


__ADS_3

Isa menghela napasnya dengan kasar saat dirinya menyadari suasana di dalam mobil yang sedang ditumpanginya itu sangat hening.


Isa mengahlihkan pandangannya untuk menatap wajah Luke. Wajah itu terlihat dingin dan tertekuk. Lagi, Isa menghela napasnya. Sepertinya Luke benar – benar marah kepadanya. Sebenarnya, apa yang telah dilakukan Isa hingga membuat pria itu marah? Isa tak habis pikir.


Karena merasa suasana di mobil terlalu mencekam, Isa mengulurkan tangannya untuk menghidupkan lagu dari sebuah layar display yang berada di dalam mobil Luke itu.


Alis Isa langsung terangkat otomatis saat ia melihat salah satu lagu yang beberapa minggu belakangan ini cukup menggemparkan dunia kpop.


Blackpink – How You Like That.


Tanpa pikir panjang, jari lentik Isa langsung menekan lagu itu. Sebenarnya, Isa bukanlah seorang kpopers yang sangat update tentang lagu lagu dari negara ginseng itu namun dia adalah tipikal orang yang suka mendengar jenis lagu apapun, asalkan lagu itu enak di dengar dan tentunya terkenal.


Alis Isa mengerut saat mendengar lagu itu. Menurutnya, lagu itu tidak terlalu catchy saat pertama kali di dengar, berbeda dengan beberapa lagu yang telah dirilis oleh girlband besutan YG Entertainment itu sebelumnya. Sungguh, Isa sangat sulit menerima lagu itu di dalam otaknya. Mungkin hal itu karena perhatian Isa tidak sepenuhnya tertuju untuk menikmati lagu itu, namun perhatiannya juga terbagi kepada pria dingin disampingnya yang masih saja diam membisu


Sekali, dua kali, lima kali, Isa terus memutar – mutar ulang lagu itu agar dia dapat mengingat lagu itu dan menikmatinya. Kepala Isa mulai menggangguk – angguk kecil saat dirinya akhirnya mendapatkan suatu euphoria dari lagu itu.


“How-how you like that?. You gon’ like that, that-that-that-that, that, that, that, that. How you like that? Bada bing, bada boom, boom, boom. How you like that, that-that-that-that, that, that, that, that” senandung Isa


Sebuah senyum menghiasi wajah cantik itu, sepertinya dia sudah melupakan rasa penasarannya akan sikap Luke yang berubah dingin kepadanya itu. Gila! Sebuah lagu ternyata dapat mengubah mood seseorang secepat ini.


“Now look at you now look at me. Ah. Look at you now look at me .Ah. Look at you now look at me .Ah. How you like that?”


Kini, Isa juga mulai meliuk – liukan badannya mengikuti irama lagu tersebut.


“Ddu, ddu, ddu, ddu-ddu-ddu. Ddu, ddu, ddu, du-du-du-ddu. How you like that?...Heii!” panggil Isa terkejut saat lagu yang sudah diulang – ulangnya lebih dari lima kali itu kini sudah lenyap tak bersuara lagi


“Kau sangat berisik” ucap Luke


Isa memicingkan matanya ke arah Luke. Bagaimana bisa pria itu masih memasang wajah datar setelah membuat Isa kehilangan rasa senangnya?


Karena dirinya malas berdebat dengan suaminya yang tiba – tiba dingin itu, tangan Isa langsung terulur untuk kembali menghidupkan lagu itu.


Senyumnya kembali merekah saat lagu itu kembali terputar.


“Blackpink!” teriak Isa dengan kuat.


Isa sengaja melakukan hal itu untuk mengekspresikan rasa kekesalannya pada Luke.


Luke langsung mengernyitkan dahinya dan tangannya kembali terulur untuk mematikan lagu yang sangat berisik itu. Lagu itu sangat berisik, ditambah dengan suara Isa yang terdengar seperti orang yang sedang berteriak, sukses membuat telinga Luke terasa pengang.


“Hei! What are you doing?” protes Isa saat lagu yang baru diputarnya itu kembali dimatikan oleh Luke

__ADS_1


“Aku mematikan lagunya. Lagunya sangat berisik” ucap Luke


Isa menghembuskan napasnya dengan kasar.


Lagunya sangat berisik? Apa Luke itu sudah lupa ingatan? Apakah Luke sudah lupa bahwa lagu di club – club yang sering dia kunjungi lebih berisik daripada lagu ini? Owh… apa jangan – jangan Luke adalah orang yang anti dengan segala hal yang berbau dengan korea?


“Alasan! Kau pasti tidak suka Korea kan?” tebak Isa sambil menatap Luke dengan tajam


“Ya”


Bugh!


Sebuah tinju langsung melayang di lengan Luke.


“Isa! Apa yang kau lakukan?” tanya Luke yang tanpa sengaja hilang kendali dalam menyetir mobilnya. Untunglah Luke sudah berpengalaman, sehingga dengan cekatan, ia dapat mengembalikan posisi mobil mereka ke jalan yang benar… Eh…?


“Aku tak tau kalau seorang CEO besar dan terkenal sepertimu memiliki pemikiran tertutup? Apakah kau iri dengan ketampanan mereka hah? Ohh… apakah kau salah satu dari sekian orang yang ikut mengejek mereka dengan sebutan plastik? Aku tidak menyangka kau seperti ini!” cerocos Isa tanpa henti sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya


Sebuah kerutan kecil langsung muncul di dahi Luke saat mendengar ucapan Isa itu


“Apa yang kau katakan? Aku tak membenci mereka, aku hanya tidak menyukai saja. Dan, aku tidak iri dengan ketampanan mereka, karena aku tau kalau aku lebih tampan dari mereka, untuk apa aku iri?”


“Tentu saja! Tidak kah kau tau bahwa banyak wanita di luar sana yang memuji – muji ketampananku?” tanya Luke berbangga diri


“Tapi aku tidak salah satu dari mereka”


“Maksudmu aku jelek, seperti itu?” tebak Luke dengan nada kesalnya


“Ya”


“Kalau aku jelek, lalu kenapa kau mau menikahiku?” tanya Luke sambil melempar tatapan singkatnya kepada Isa


Deg. Deg. Deg.


Jantung Isa berdegub kencang saat mendengar pertanyaan Luke. Apa yang harus ia katakan?


“Yah… karena kau melamarku, makanya aku mau menikahimu” jawab Isa sambil mengahlihkan pandangannya menuju ke jalanan kota Paris yang sangat ramai


“Oh ya? Lalu, jika ada seorang pria yang tak kau kenal tiba – tiba melamarmu, apakah kau akan menikahinya juga?” tanya Luke dengan salah satu alisnya yang telah terangkat bebas


“Ten---tentu saja tidak! Aku tidak segila itu untuk menerima lamaran dari pria yang tidak ku kenal”

__ADS_1


“Lalu, kenapa kau menikahiku?”


“Kenapa kau memberikanku pertanyaan yang dapat kau jawab sendiri?” tanya Isa sengit


Pertanyaan Isa itu mengundang kekehan dari Luke


“Oh… jadi, kau mencintaiku ya?” tebak Luke dengan nada jenaka


Isa langsung berjengit kaget saat mendengar tebakan Luke.


Tiba – tiba, Isa merasakan hawa panas merambat di punggung dan pipinya.


“Eh… wajahmu memerah, ada apa? Kau sakit?” tanya Luke dengan sebuah senyum merekah di wajahnya


Bugh!


Lagi, Isa memukul lengan Luke. Namun pukulannya kali ini lebih pelan dari pukulannya sebelumnya, karena ia tidak ingin mengganggu fokus Luke saat menyetir. Salah sedikit, nyawa mereka bisa hilang.


“Shut up!” ucap Isa kesal sambil memegang wajahnya yang terasa panas


“Ah… kau tidak sedang sakit, tapi kau sedang malu. Benarkan?” tanya Luke sambil menampilkan senyum lebarnya


“Apa apaan sih!” ucap Isa sambil mengahlihkan pandangannya dari wajah Luke


Luke tertawa kecil saat melihat reaksi itu. Sungguh menggemaskan!


“Jujur saja! Aku kan suamimu” goda Luke yang membuat Isa menutup seluruh wajahnya dengan telapak tangannya


“Diam!”


.


.


.


.


.


Digoda dikit, langsung salah tingkah

__ADS_1


__ADS_2