
Isa memandang Luke yang tengah bersiap – siap untuk kembali bekerja ke perusahaannya dengan tatapan sendu dan iba.
“Hei, jangan menatapku seperti itu!” ucap Luke sambil melempar tatapan tajamnya kepada Isa. Dia sangat risih saat mendapati tatapan iba yang diberikan Isa kepadanya, seolah – olah dia adalah orang yang paling tidak beruntung di dunia ini
Isa tersentak saat mendengar ucapan Luke dan secara refleks langsung mengahlihkan pandangannya ke arah
“Maaf” ucap Isa tanpa berani menatap Luke
Luke menghela napasnya dengan kasar
“Aku tidak akan menjadi gelandangan hanya karena salah satu perusahaanku bangkrut dan diambil ahli oleh orang lain. Aku masih memiliki banyak perusahaan lain yang akan menghasilkan banyak uang untukku” jelas Luke sambil menatap Isa dengan lekat
Isa meringis.
Jika kalian penasaran tentang map yang kemarin tidak sengaja ditemukan oleh Isa di keranjang sampah, map itu adalah map yang berisi tentang kebangkrutan salah satu perusahaan Luke yang berada di Los Angeles. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, kini, perusahaan Luke yang telah bangkrut itu telah diambil ahli oleh CEO yang bertugas disana. Benar – benar diluar akal. Sepertinya, CEO itu memiliki rencana terselubung dibalik insiden ini. Isa yakin itu.
Padahal, Isa mengira bahwa semuanya akan baik – baik saja karena Luke telah menghabiskan waktu kurang lebih 1 minggu untuk menangani perusahaannya yang berada di Los Angeles itu. Tapi, nampaknya semuanya sia – sia.
Kini, perusahaan itu bangkrut. Isa sangat terkejut dengan hal itu, apalagi saat dia mengetahui fakta bahwa perusaahaan itu merupakan cabang Bank Milleis pertama yang ditangani oleh Luke. Nama Bank Milleis menjadi tersohor sejak Luke menangani bank itu. Hingga akhirnya Luke kembali ke Paris untuk mengurus perusahaan utama Bank Milleis dan Luke memutuskan untuk mempercayakan perusahaannya yang berada di Los Angeles itu untuk ditangani oleh sahabat sekaligus kakak mantan tunangannya, Ryan Smith.
“Sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Aku berangkat” ucap Luke dengan dingin sambil berlalu meninggalkan Isa yang masih bergeming.
Di kepergiannya kali ini, Luke tidak menuntut sebuah kecupan ataupun pelukan dari Isa, karena dia tau bahwa Isa masih kesal dan kecewa kepadanya. Meskipun Isa memberikan tatapan iba nya, tapi Luke tau bahwa hati Isa pasti kecewa kepadanya.
Mungkin, bersikap seolah – olah seperti tidak ada yang terjadi diantara mereka adalah hal yang terbaik saat ini.
Selain itu, ada baiknya juga jika Luke menghindari Isa untuk beberapa saat. Dia takut jika tiba – tiba ia tidak bisa mengontrol kemarahannya akan keluarga fucing* Smith itu dan melampiaskannya kepada Isa. Isa tidak tau apa – apa tentang insiden ini.
“Sial!” maki Luke kesal sambil memukul stir mobilnya saat mengingat apa yang baru saja dilakukan oleh keluarga Smith itu kepadanya.
Luke tidak habis pikir dengan keluarga itu. Dia sudah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada mereka, namun mereka selalu merusaknya. Sepertinya, keluarga fucing* Smith itu sangat suka merusak kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada orang lain.
Jujur, saat mendengar kabar bangkrutnya perusahaannya yang berada di Los Angeles itu, Luke merasa syok dan depresi. Mengingat bahwa dirinya lah yang telah membangun dan membesarkan nama perusahaan itu di Los Angeles. Meskipun dia mendapatkan bantuan modal dari ayahnya, namun hal itu tidak membuat Luke menjadi orang yang tidak bertanggung jawab. Dia tetap mengeluarkan banyak keringat untuk membesarkan perusahaan itu
Bugh!
Luke menutup pintu mobil Land Rover Range Rover Velar silver milikmya yang berharga 2,5 milliar rupiah dengan sangat kuat. Ia tidak peduli jika nantinya mobil mahal itu akan lecet. Toh, dia juga bisa membeli yang baru. Jika dia berminat, dia bahkan bisa membeli parbrik yang memproduksi mobil itu
“Good morning, sir!” ucap sekretaris pribadi Luke sambil menundukkan punggungnya dan gesturenya itu diikuti oleh setiap karyawan yang telah menyambut Luke di pintu masuk perusahaannya.
Luke tidak berniat membalas ucapan selamat pagi yang keluar dari mulut sekretarisnya itu. Dengan wajahnya yang tertekuk dan terkesan dingin, Luke melangkah dengan langkah yang penuh dominan. Bahkan, seketika, atmosfer udara di pintu masuk perusahaan itu menjadi dingin.
__ADS_1
Seketika, beberapa karyawan langsung berbisik – bisik. Mereka membicarakan tentang sikap atasannya itu yang terlihat lebih dingin dari biasanya.
“Hei… apakah kau tau kenapa sir Luke terlihat dingin hari ini?”
“Mana ku tau! Bukannya dia setiap hari seperti itu?”
“Tapi, hari ini dia terlihat sangat dingin”
“Ah, mungkin karena cabang perusahaan Bank Milleis bangkrut”
“What? Are you sure?”
“Ya. Perusahaan itu berada di Los Angeles dan telah dibesarkan sendiri oleh tuan Luk---
Luke langsung meleparkan tatapan tajamnya kepada karyawan – karyawannya yang sangat asyik menggosipi dirinya padahal dirinya berada di hadapan para karyawan itu. Telinganya sangat panas saat mendengar gossip – gossip itu
“Aku tidak membayar kalian untuk menggosip disini” ucap Luke dengan nada dinginnya
Seketika, seluruh bisikan – bisikan yang tadinya memenuhi telinga Luke langsung menghilang. Semua karyawannya menundukkan kepalanya, mereka takut kalau kalau Luke akan mengamuk dan memecat mereka.
“Lagipula, apakah kalian tidak punya sopan santun? Kalian membicarakan atasan kalian di depan atasan kalian sendiri” ucap Luke sambil melemparkan tatapan tajam nan menusuknya kepada seluruh karyawannya
“Baik, sir” ucap Hanna sambil mengganggukan kepalanya
“Aku heran… kenapa kalian bisa diterima disini” ucap Luke yang diiringi dengan sebuah dengusan
Kemudian, Luke kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Luke diikuti oleh sekretarisnya, Hanna dan kaki tangannya, Allexander.
Luke melangkahkan kakinya dengan sangat elegan menuju ruangan kerjanya. Ruangan kerja Luke berbeda dengan ruangan kerja para CEO – CEO pada umumnya. Jika biasanya para CEO – CEO suka memakai ruangan yang terkesan classic, maka ruangan Luke jauh dari kata itu.
Ruangan Luke sendiri di desain dengan sedemikian rupa, sehingga ruangannya lebih mirip ruang kaca mini daripada sebuah ruangan CEO yang telah memiliki banyak perusahaan cabang di dunia. Hal itu dapat dilihat saat hendak memasuki ruangannya, mata kita akan disambut dengan sebuah plakat berpahatkan Sir. Lukas Averanno Seranno (CEO) yang dipahat di atas salah satu kayu termahal di dunia, kayu Agarwood. Tak ingin meninggalkan kesan mewah, Luke bahkan menmbah ornament emas murni di setiap lekukan pahatan namanya tersebut.
Tak sampai disitu, saat memasuki ruangan Luke, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan sebuah akuarium mini yang disetiap sisinya dilengkapi dengan ornamen bunga Lavender yang sangat menenangkan. Dan juga, jangan lupakan berbagai hiasan berupa pepohonan hijau yang diletakkan di setiap sisi ruangan tersebut. Pemandangan ruangan itu sungguh menjernihkan mata.
Saat ditanya kenapa Luke memutuskan untuk mendesain ruangannya sedemikian rupa, Luke menjawab bahwa hal itu dilakukannya agar dirinya tidak mudah stress saat menghadapi pekerjaannya yang sangat berat. Saat melihat tumbuh – tumbuhan hijau, ikan yang bergerak bebas serta aroma lavender yang sangat menenangkan, Luke merasa rasa stressnya berkurang.
Tak perlu waktu lama, kini Luke telah berada di ruangan kerjanya dan telah duduk di kursi kebesarannya.
“Hanna, Allexander, aku tidak mau tau. Apapun caranya, aku ingin kembali membangun Milleis di Los Angeles” ucap Luke dengan wajah tegangnya
“Apakah kita akan membangun cabang baru disana atau merebut Milleis, sir?” tanya Hanna dengan wajah seriusnya
__ADS_1
“Ya, kita akan membangun cabang baru”
“Mengapa kita tidak merebut Milleis dari tangan keluarga Smith, sir?” tanya Allexander binggung
“Awalnya aku mau merebutnya, namun saat aku tau itu bukan Milleis lagi. Aku menjadi tidak bersemangat” ucap Luke sambil tersenyum miring
Hanna menegak ludahnya sendiri.
Ya, Hanna mengetahui bahwa setelah Milleis dinyatakan bangkrut, keberadaan bank itu langsung digantikan oleh bank yang telah diam – diam dibangun oleh keluarga Smith, bank Seamith. Jujur, Hanna merasa terkejut. Tak usah dijelaskan pun, dia tau bahwa Ryan Smith telah membangun sebuah permusuhan dengan atasannya, Luke.
“Untuk saat ini, kita akan mengikuti alur mereka. Kita akan membiarkan mereka menikmati segala hasil curian mereka. Disaat mereka telah sampai di titik puncak mereka, disaat itulah kita akan menjatuhkan mereka sedalam – dalamnya. Bukankah semakin tinggi kebahagian yang dicapai oleh seseorang, semakin sakit juga kesedihan yang akan dirasakan oleh orang tersebut ” ucap Luke sambil tersenyum misterius
.
.
.
.
.
Hai... Apa kabar semua?
Oh iya, aku mau berterimakasih kepada kalian semua yang udah mendoakan aku di hari ulang tahunku. Senang rasanya waktu dapat perhatian dari kalian. Luv u guys
__ADS_1