Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 87


__ADS_3

Isa membuka matanya yang terasa sangat berat. Hal yang pertama dilihatnya adalah sebuah dinding polos berwarna putih. Isa mengernyit binggung. Dimana foto pernikahannya dan Luke yang biasanya dipajang di dinding itu?


Isa menyipitkan matanya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan itu.


Duk!


Isa menyentil pelan dahinya


“Bodoh! Bagaimana bisa kau lupa kalau ini bukan kamarmu dan Luke!” ucap Isa sambil menggeleng – gelengkan kepalanya


Setelah berhasil mengumpulkan seluruh kesadarannya, Isa bangkit dari posisi tidurnya dan menyandarkan punggung polosnya di dinding kamar yang berada tepat di belakangnya.


Isa menghela napasnya dengan kasar.


Karena pertengkarannya dengan Luke semalam dan tindakan kekanak – kanakan mereka, akhirnya Isa memutuskan untuk tidur di kamar lain yang ada di penthouse Luke ini. Beruntung Isa dapat menemukan kamar ini, karena hanya kamar inilah satu – satunya kamar yang bersih dan layak ditempati, sepertinya, kamar ini adalah kamar khusus tamu.


Jari – jemari lentik Isa bergerak untuk menyentuh dan memijit kepalanya yang terasa lumayan berdenyut – denyut. Karena dirinya terlalu asyik memikirkan bagaimana nasib dirinya, pernikahannya, anaknya serta Aurora, Isa sampai tidak tidur sepanjang malam. Ia sangat ingin tidur, namun otaknya seolah – olah menolak untuk berkompromi dengan keinginannya itu.


Setelah Isa merasa sakit di kepalanya sudah berangsur – angsur hilang, wanita itu langsung bangkit dari tempat tidur itu. Tangannya meraih selimut tipis yang ada di kamar itu dan melilitkan selimut tipis itu ke tubuhnya yang masih tidak tertutupi sehelai benang pun.


Tanpa ada sedikitpun rasa ragu, Isa melangkahkan telapak kaki telanjangnya untuk menapaki tangga menuju ke kamar Luke dan Isa. Saat ini, Isa sangat ingin mandi dan memakai pakaian. Sudah cukup dirinya tidur semalaman dengan kondisi tubuhnya yang penuh bekas keringat dirinya dan Luke.


Krek….


Isa mendorong pintu kamarnya dengan pelan dan perlahan – lahan. Isa melakukan hal itu karena dirinya takut, suaminya yang diyakininya sedang tidur di dalam kamar itu akan terbangun kemudian menambah beban pikiran Isa dengan ucapan – ucapannya.


“Tumben…”


Isa bergumam saat dirinya tanpa sengaja menatap ranjang miliknya dan Luke yang kini sudah tertata rapi, nampaknya Luke sudah bangun dan telah merapikan ranjang itu.


Woah! Kejadian pagi ini mungkin harus diingat Isa sebagai kejadian bersejarah tentang dirinya dan Luke, karena, baru pagi inilah Luke membersihkan ranjangnya sendirian untuk pertama kalinya.


Jika Luke melakukan ini semua sebagai perwujudan permintaan maafnya dan rasa penyesalannya kepada Isa, mungkin Isa akan betah untuk selalu mengacuhkan pria itu. Dengan begitu, Isa tak perlu repot repot untuk membersihkan ranjang mereka.


Perlu kalian tau, Luke adalah tipikal orang yang sangat hyperaktif ketika tidur. Pria itu sering sekali menggulingkan badannya kesana – kemari. Pernah sekali, pria itu tidur dengan posisi memeluk tubuh Isa di malam hari, namun ketika pagi sudah menyingsing, pria itu bisa berada di bawah kaki Isa dan memeluk kaki Isa dengan erat – erat.

__ADS_1


Aneh memang. Isa juga tidak menyangka hal itu, karena dirinya baru mengetahuinya ketika mereka sudah mulai tinggal bersama. Namun, Isa mencoba memaklumi hal itu, meskipun karena tindakannya itu, Luke selalu berhasil membuat kain penutup ranjang mereka selalu terlepas dari ranjang


“Ah… sudahlah…” ucap Isa sembari menggeleng – gelengkan pelan kepalanya ketika dirinya kembali mengingat tingkah aneh suaminya itu


Dengan langkah ringan, Isa melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi yang ada di kamar itu. Sebelum memasuki kamar mandi, Isa tidak lupa untuk mengambil pakaiannya. Saat ini, ia tidak ingin mengganti pakainnya di kamar mereka, ia takut jika sewaktu – waktu Luke akan kembali dan menggoda dirinya. Dan akhirnya, mereka kembali menyelesaikan masalah mereka dengan urusan ranjang, sungguh… itu bukan cara yang tepat.


Jujur, semenjak dirinya mengandung, Isa memiliki tingkat hormon yang sangat tinggi. Digoda sedikit saja, wanita itu akan turn on sendirinya. Isa tak tau jika semua wanita hamil mengalami ini atau hanya dirinya saja yang mengalami ini.


“Hhhahhh….”


Isa memejamkan matanya rapat – rapat saat dirinya merasakan sensasi dingin dari tetesan – tetesan air yang keluar dari shower yang tengah dipegangnya. Ini lah yang dibutuhkan Isa sejak tadi malam!


Tak perlu waktu lama, kira – kira hanya 28 menit saja, akhirnya Isa telah menyelesaikan ritual mandi paginya dan telah mengenakan pakaiannya.


Plak… plak… plak…


Isa menampar pelan pipinya beberapa kali sembari menatap pantulan dirinya yang ada di kaca yang terdapat di kamar mandi itu.


“Isa… hari ini, kau tidak boleh tergoda dengannya. Apapun yang terjadi, jangan tergoda dengan wajah tampannya, bibirnya yang sering mengucapkan kata kata mes*m itu dan tentu saja tubuhnya yang terlalu sexy itu” ucap Isa penuh tekad pada pantulan dirinya yang ada di cermin


“Yosh! You can do it, Isa!” lanjut Isa sembari mengepalkan tangan kanannya dan meninju udara


Isa menarik napasnya dalam – dalam, kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Isa mengatur wajahnya sedingin dan sedatar mungkin. Setelah dirasa cukup, Isa memutuskan untuk keluar dari kamar mandi itu dan melangkahkan kakinya menuju ke dapur yang ada di lantai satu penthouse ini.


“Isa… kau sudah bangun?” sapaan ramah dari Luke yang nampaknya tengah mempersiapkan meja makan membuat langkah Isa yang tengah menuruni tangga terhenti seketika.


Isa menatap Luke dengan datar, namun, tatapan Isa yakin bahwa tatapan datarnya itu seketika menghilang ketika matanya menatap salah satu sajian makanan yang tengah ada di atas meja makan itu.


Isa menahan dirinya untuk tidak menegak ludahnya ketika matanya menatap semangkuk oatmeal dengan berbagai macam potongan buah. Ini gila! Biasanya, Isa tak pernah berselera saat melihat oatmeal, tapi kenapa… kenapa saat ini Isa merasa sangat kelaparan?


“Turunlah! Aku menyiapkanmu makanan khusus” ucap Luke sambil tersenyum ringan ketika melihat istrinya itu menatap berbagai macam makanan yang telah disiapkannya dengan penuh perjuangan


Isa yang mendengar ucapan Luke yang tedengar seperti sebuah ejekan baginya membuat Isa langsung memalingkan wajahnya dengan kasar dan melanjutkan kembali langkahnya tanpa mau repot – repot kembali menatap Luke


“Disini… duduklah disini…” ucap Luke sembari menarik salah satu kursi yang ada di meja makan itu

__ADS_1


Isa diam dan tak melakukan apapun. Matanya menatap kursi itu dan Luke secara bergantian dengan tatapan dingin.


Luke yang menerima tatapan dingin itu langsung mengahlihkan pandangannya dari Isa. Selama dirinya bersama Isa, baru kali ini Isa memberikannya tatapan yang sangat dingin dan menusuk. Sepertinya, istrinya itu telah belajar banyak dari dirinya


Srek…


Bukannya duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Luke, Isa malah menarik sebuah kursi yang jaraknya bersebrangan dengan kursi yang sudah disediakan oleh Luke itu


Luke menatap Isa dengan tatapan herannya dan menghela napasnya dengan kasar.


“Kenapa kau tidak duduk disini?” tanya Luke sembari tetap mempertahankan senyum ramahnya


“Kau bau!” ucap Isa tak berperasaan


Luke langsung melebarkan kedua matanya. Secara spontan, pria itu mengendus ketiaknya dan senyum jenaka langsung timbul diwajahnya


“Hehehe…”


Luke tertawa polos setelah dirinya mengendus badannya yang lumayan bau. Memang, setelah bangun pagi tadi, Luke langsung membersihkan tempat tidurnya dan langsung menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Isa tanpa memperdulikan keadaan tubuhnya yang bau karena bekas keringat kegiatannya tadi malam bersama dengan Isa.


“Maafkan aku… Tadi aku terlalu bersemangat untuk menyiapkan sarapan kita, sehingga aku tak memiliki keinginan untuk mandi” ucap Luke


Isa menggigit bagian dalam mulutnya, sebisa mungkin, ia menahan dirinya untuk tidak tersenyum dengan tingkah laku Luke yang terlihat menggemaskan itu.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2