Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 27


__ADS_3

Dengan pelan, Isa menyentuh luka di ujung bibir Luke dengan menggunakan kapas yang sudah dibalurkan dengan betadine. Sesekali, Isa meringis kecil dan menutup matanya saat dirinya tanpa sengaja menekan luka Luke dengan kuat.


“Apakah ini tidak sakit?” tanya Isa sambil meringis kecil


Luke tersenyum kecil saat melihat wajah khawatir milik Isa.


“My little girl, kau sudah menanyakan pertanyaan yang sama untuk yang ke-7 kalinya. Dan jawabanku masih sama, ini tidak sakit” ucap Luke sambil tersenyum


Isa yang mendengar jawaban Luke langsung tersenyum kecil. Sungguh, saat melihat luka dan lebam di wajah Luke, rasa bersalah langsung menyerang hati Isa. Kalau bukan karena dirinya, Sean pasti tidak akan pernah mengenal Luke dan Sean tidak akan pernah bertengkar dengan Luke.


“Done!” ucap Isa sambil tersenyum puas saat dirinya sudah berhasil memplester luka di ujung bibir Luke dengan plester bergambar berbagai hewan dinosaurus.


Isa tersenyum geli saat melihat penampakan plester yang baru saja ditempelkannya di wajah Luke. Plester itu sangat mencolok saat berada di wajah putih bersih milik Luke.


“Apa yang kau tertawakan?” tanya Luke sambil mengerutkan dahinya binggung.


“Tidak ada” dalih Isa sambil menahan senyumannya dan membereskan segala peralatan obat – obatan yang digunakannya.


Masih dengan wajah yang sedang menahan senyuman, Isa berjalan meninggalkan Luke. Sepertinya, wanita itu hendak menyimpan kotak obat itu ke tempatnya semula


Luke tidak terlalu memikirkan tingkah laku aneh Isa itu.


Luke menyandarkan punggung lebarnya di sofa kulit mahal miliknya. Pikirannya masih tertuju kepada Sean. Berani - beraninya pria itu mengganggu wanitanya. Masih segar di ingatan Luke tentang bagaimana penghianatan yang dilakukan oleh pria kurang ajar itu kepada Isa di hari anniversary mereka yang ketiga.


Pria itu sungguh kurang ajar dan benar - benar buta, bagaimana bisa dia melepaskan Isa, sosok wanita yang sangat murni dan menggantikan posisi wanita itu di dalam hidupnya dengan wanita lain yang benar - benar tak bisa dibandingkan dengan Isa.


"Eumh... Luke, apa kau tidak lapar? Kau ingin makan apa? Biar aku yang memasak" tanya Isa sambil tersenyum lebar ke arah Luke


Luke menatap tubuh Isa yang kini sudah dilapisi dengan sebuah celemek berwarna pink yang melekat dengan indah di tubuh berisi wanita itu. Tak hanya menambah kesan seksi pada diri Isa, namun celemek pink itu juga menambah kesan imut kepada Isa.


"Apakah kau bisa memasak chicken parmigiana?" tanya Luke sambil berusaha tersenyum walaupun hal itu membuat luka di bibirnya terasa semakin berdenyut - denyut


Mendengar pertanyaan Luke itu, Isa langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Ugh, lihatlah wanita ini!


Kini, Luke sangat bersyukur dengan fakta bahwa Sean telah mencampakkan wanita yang berada di hadapannya ini. Jika saja Sean tidak melakukan hal itu, mungkin sampai saat ini, Luke tidak akan pernah bisa menjalin hubungan dengan Isa.


"Tunggu sebentar disini ya... Aku akan memasakannya untukmu" ucap Isa sambil tertawa lebar


Ucapan Isa itu dibalas dengan sebuah anggukan kecil oleh Luke.


Dengan langkah ringan, Isa membalikkan badannya dan berjalan menuju ke dapur Luke. Tanpa ada rasa sungkan sedikitpun, Isa membuka pintu kulkas Luke.


"Baiklah... chicken paramigiana..." gumam Isa sambil memandang seluruh isi kulkas Luke


Chicken parmigiana, atau parmesan ayam (Italian pollo alla parmigiana), adalah hidangan yang terdiri dari dada ayam dilapisi tepung roti yang dilapisi saus tomat dan keju mozzarella, parmesan, atau provolone. Terkadang sering ditambahkan sepotong ham atau bacon . Chicken parmigiana juga dikenal sehari-hari di Amerika Serikat sebagai parm ayam  dan di Australia sebagai parma, parmi, atau parmy.


Hidangan ini berasal dari diaspora Italia pada abad ke-20. Hidangan ini didasarkan pada kombinasi melanzane alla Italia Parmigiana, hidangan yang menggunakan irisan terong yang dilapisi tepung roti bukannya ayam, dengan cotoletta, potongan daging sapi yang dilapisi tepung roti yang biasanya disajikan tanpa saus atau keju di Italia.

__ADS_1


"Yang pertama dan terutama, daging ayam..." gumam Isa sambil menarik sebuah piring yang menampung beberapa bagian daging ayam yang telah beku.


Setelah mengambil daging ayam tersebut, tangan Isa kembali terulur untuk mengambil beberapa bahan makanan yang diperlukannya untuk membuat chicken parmigiana yang diinginkan oleh Luke. Tangan Isa terulur untuk mengambil beberapa kentang, keju mozzarella , saus bolognese, breadcrumb, beberapa butir telur, dan satu bungkus butter.


Woah!


Isa tak pernah berpikir bahwa lemari es milik Luke selengkap ini. Bahkan, bahan - bahan makanan di dalam kulkas Luke lebih lengkap daripada bahan - bahan makanan yang ada di dalam kulkas milik keluarga Isa. Namun, tidak seharusnya Isa terkejut, secara, Luke adalah seseorang yang kaya. Mengisi kulkasnya dengan banyak bahan makanan tidak akan membuat Luke bangkrut seketika


"Mari kita mulai..." ucap Isa sambil menatap semangat seluruh bahan makanan yang telah dikeluarkannya dari kulkas Luke


Dengan telaten dan cekatan, Isa menyiapkan segala bumbu yang diperlukannya untuk chichken paramiagna itu. Isa sangat berterimakasih kepada dirinya sendiri karena tak pernah melewatkan acara masak - memasak yang selalu tayang di televisi setiap akhir pekan.


Isa mencampur dan memasak seluruh bahan itu. Aroma nikmat pun menyeruak dari ruangan itu. Aroma itu sangat menggelitik indra penciuman dan menyebabkan perut siapapun yang menghirup aroma itu akan langsung meronta - ronta, tak terkecuali dengan Luke.


Luke melangkahkan kakinya dengan pelan ke arah dapurnya. Saat dirinya telah dapat menatap punggung Isa yang tengah membelakanganginya, Luke langsung memberhentikan langkahnya. Sebuah senyuman langsung terbit di bibir pria itu. Sungguh! Isa sangatlah wife material!


Pikiran Luke langsung berkelana saat melihat punggung kecil itu yang senantiasa membelakangi dirinya. Satu - satunya yang memenuhi pikiran Luke saat ini adalah, apakah ia dapat melihat punggung itu sampai hari tuanya?


Senyum Luke semakin merekah. Nampaknya, menghabiskan seluruh waktu hidupnya dengan Isa adalah hal paling menyenangkan yang akan pernah dilakukannya di dalam hidupnya.


Pluk!


Kedua tangan Luke melingkar dengan posesif di perut Isa.


"Luke!" ucap Isa sambil berjengit kaget saat merasakan kedua tangan kekar milik Luke telah melingkar di perutnya


Luke terkekeh kecil dan dirinya semakin mengeratkan pelukannya pada perut Isa. Kepalanya di tenggelamkannya di ceruk leher Isa yang sangat memabukkan.


Seolah - olah tidak mendengarkan ucapan Isa tersebut, Luke tetap memeluk perut Isa. Bahkan, tangan Luke dengan jahil menggelitik pelan perut rata Isa


"Oh, astaga!!!" maki Isa tiba - tiba saat ayam yang sedang diaduknya terlempar dari wajan karena gerakan refleks yang dilakukannya


Luke yang mendengar umpatan Isa itu langsung berjengit kaget. Luke menggangkat kepalanya dari celuk leher Isa dan dengan cekatan, tangannya langsung terulur untuk mematikan api kompor itu dan membalikkan tubuh Isa agar menghadap ke arahnya


"Isa! Apa kau tidak apa - apa?" tanya Luke khawatir sambil menangkup wajah Isa yang nampaknya sedang terkejut


"Apakah minyak panas itu mengenai tanganmu?" tanya Luke lagi sambil menarik tangan Isa dan memeriksa tanda - tanda percikan minyak panas di tangan mulus itu.


“Isa… look at me” ucap Luke sambil memegang kedua bahu Isa


“I am sorry” ucap Isa lirih


Sungguh, Isa merasa sangat bersalah karena sudah bereaksi berlebihan terhadap sentuhan Luke. Tindakannya itu berhasil membuat daging ayam yang berada di wajan itu terlempar tak tentu arah


“Eh? Untuk apa kau meminta maaf?” tanya Luke sambil menatap kedua bola mata hazel milik Isa.


Ditatap begitu intens oleh Luke membuat jantung Isa bergelora dan… jujur, rasanya Isa ingin menangis.


“Jangan menangis” ucap Luke yang binggung dengan Isa

__ADS_1


Kini, Isa sedang menangis dalam diam. Melihat Isa yang sedang menangis membuat hati Luke terasa sedang diiris dan ditaburi garam, rasanya sangat perih.


“Stop it. Saat kau menangis, hatiku terasa sakit” ucap Luke sambil menarik Isa ke dalam pelukannya.


Luke mengusap lembut punggung Isa agar tangis Isa mereda.


Kruyukkkk!!!


Suara cacing yang sedang berdemo di dalam perut Isa membuat Luke menghentikan usapannya pada punggung Isa.


“Kenapa aku begitu sial!” ucap Isa dalam hatinya sambil memejamkan matanya


“Apa kau lapar?” tanya Luke


“I… Iya” ucap Isa sambil tersenyum kecil dan berusaha menahan rasa malunya dihadapan Luke


Melihat senyuman Isa, Luke terkekeh. Tangan Luke terjulur untuk mengacak – acak rambut little girlnya itu. Kepala Luke langsung menatap ke arah daging yang nampaknya sudah tidak dapat dinikmati lagi


“Sepertinya saat ini kita lebih baik melakukan delivery saja” saran Luke sambil mengeluarkan ponselnya dari sakunya.


“Apa makanan yang kau inginkan?” tanya Luke sambil mengotak – atik ponsel mahalnya tersebut.


Saat mendengar pertanyaan Luke tersebut, tiba – tiba pikiran Isa langsung melayang kepada makanan – makanan khas Roma yang sangat dirindukannya. Membayangkan hal tersebut membuat perut Isa semakin lapar.


“Aku ingin chicken parmigiana, panna cotta, tiramisu… dan eumh… oh ya! Aku juga ingin bruschetta” ucap Isa dengan kedua matanya yang berbinar – binar.


Luke meneguk ludahnya sendiri dan menatap Isa dengan tatapan terkejut dan binggungnya. Nampaknya, tadi wanita itu tidak seperti ini


"Kau yakin?" tanya Luke


Pertanyaan Luke itu dijawab dengan sebuah anggukan antusias dari Isa. Kini, Luke tau alasan kenapa tubuh Isa terlihat lebih berisi daripada biasanya


.


.


.


.


.


Selamat tahun baru semuaaaa... Kalau boleh tau, apa aja nih hal mengagumkan yang telah kalian lewati selama tahun 2019? Komen dibawah ya....


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2