Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 61


__ADS_3

“Luke… kita mau kemana?” tanya Isa binggung saat dirinya baru menyadari bahwa mobil yang mereka tumpangi tidak melewati arah jalan yang menuju ke penthouse milik Luke


“Kita akan ke rumah orangtuamu” ucap Luke


Mendengar ucapan Luke, Isa langsung menarik dirinya dari pelukan Luke


“Apa? Jangan bercanda seperti itu Luke” ucap Isa sambil menegak ludahnya


“Apa wajahku terlihat seperti wajah orang yang sedang bercanda?” tanya Luke dengan wajah datar nan seriusnya


Melihat wajah Luke tersebut, Isa langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan


“Bukankah… ini terlalu cepat?” tanya Isa sambil memilin – milin jari jemarinya


“Tidak ada yang terlalu cepat, Isa. Tidak taukah kau bahwa aku sangat menginginimu sebagai istriku? ” ucap Luke sambil menarik tangan Isa ke dalam genggamannya


“Aku sangat takut, Luke” adu Isa dengan wajahnya yang semakin memucat


Dengan lembut, Luke membelai tangan Isa


“Jangan pernah takut, aku akan selalu berada disisimu. Aku akan menjagamu dan bayi kita, aku tidak akan pernah membiarkan hal buruk terjadi kepada kalian, karena kalian adalah hal yang paling berharga di hidupku” ucap Luke sambil tersenyum


“I love you, Luke…” ucap Isa sambil memeluk tubuh Luke


“I love you too, Isa” ucap Luke sambil mengelus lembut punggung Isa


“Sekarang, pejamkan matamu dan jangan pikirkan sesuatu, hal itu akan mempengaruhi bayi kita” ucap Luke sambil menarik kepala Isa untuk bersandar di pundaknya


Isa tersenyum saat mendengar perkataan Luke, Isa tak menyangka bahwa Luke memiliki sifat seperti itu dibalik sifat buruknya.


“Tidurlah, jika kita sudah sampai, aku akan membangunkanmu” ucap Luke sambil menhelus lembut bahu Isa


Ucapan Luke tersebut hanya ditanggapi oleh sebuah anggukan oleh Isa dan tanpa menunggu waktu lama, Isa sudah tertarik ke dalam dunia mimpinya.


Saat Isa sudah menutup matanya, Luke menatapi wajah cantik itu dengan senyum teduh di wajah tampannya. Bisa dibilang, pertemuan pertama Luke dan Isa bukanlah pertemuan yang romantis atau berkesan, namun entah kenapa, saat melihat Isa, jiwa Luke bergelora.


Awalnya, Luke mendekati Isa hanya untuk menuruti nafsu binatangnya yang selalu meronta – meronta saat melihat tubuh molek Isa. Namun, lama – kelamaan, rasa nafsu itu hilang dan berganti dengan rasa ingin memiliki. Tak hanya ingin memiliki tubuh Isa, Luke juga ingin memiliki hati Isa, terdengar serakah mungkin… tapi, kini, Luke sudah mendapatkan semuanya itu.


Hari – harinya bersama Isa adalah hari – hari yang paling menyenangkan bagi Luke dan hari – hari itu semakin menyenangkan saat Luke tau bahwa di dalam tubuh Isa sedang tumbuh darah dagingnya.


“Baby, bertahanlah sampai akhir, ya. Daddy dan mommy sangat menantikanmu, apalagi Daddy” ucap Luke lembut sambil menatap perut Isa yang masih datar


“Tuan, kita sudah sampai” ucap supir pribadi Luke


Mendengar ucapan supir tersebut, Luke langsung menggangguk paham


“Isa… wake up, kita sudah sampai” ucap Luke lembut sambil menoel – noel pelan pipi Isa

__ADS_1


Isa yang merasa diusik dari tidurnya, lantas langsung membuka matanya dengan malas dan memberikan kernyitan tidak suka kepada Luke


“Aku masih mengantuk, Luke…” ucap Isa sambil mengeratkan pelukan tangannya pada tangan Luke


“Hei… jangan begitu, kita sudah sampai. Tak sopan jika kita berada di mobil, seperti ini”


“Gendonggg….” Ucap Isa manja sambil memayunkan bibirnya


Luke mengerjapkan matanya berulang – ulang saat melihat tingkah manja Isa tersebut. Luke yakin bahwa hal itu pasti karena hormone ibu hamil milik Isa. Dengan sekuat tenaga, Luke menahan tawanya agar tidak pecah. Jika tawa Luke pecah, Luke yakin bahwa Isa akan marah padanya.


“Apa kau yakin?” tanya Luke


“He’em… Of course” ucap Isa manja sambil merangkulkan tangannya di leher Luke


Melihat hal itu, Luke tersenyum kecil, nampaknya gadis kecilnya itu belum menyadari kalau mereka sudah sampai di rumah orangtuanya sendiri.


“Baiklah” tandas Luke


“Yeee…” ucap Isa dengan bahagia


Dengan senyum yang menghiasi wajahnya, Luke menggendong Isa untuk keluar dari mobil. Nampaknya, setelah keluar dari mobil, Isa masih belum menyadari apapun.


“Apakah rasanya menyenangkan?” tanya Luke saat melihat Isa tersenyum senang


“Ya, aku tidak perlu lagi untuk membuang banyak tenaga untuk berjalan” jawab Isa dengan senyum yang tercetak dengan indah di wajahnya


“Wah… that’s sound great!” ucap Isa sambil  tertawa kecil


Mendengar tawa kecil Isa tersebut, tanpa sadar, Luke juga ikut tertawa.


“Lho? Kak Isa!”


Suara cempreng seorang perempuan membuat Isa langsung tersentak dari tawanya.


Dengan posisi tubuh yang masih digendong oleh Luke, Isa langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara familiar tersebut. Kedua mata Isa menyipit saat melihat wajah seorang gadis yang sangat sangat dikenalnya


“Minnie?” panggil Isa dengan nada yang terkejut sambil melebarkan kedua matanya


Hampir saja kedua bola mata Isa loncat keluar dari kedua matanya jika saja Luke tidak menepuk pelan pundaknya.


“Kita sudah sampai” ucap Luke sambil tersenyum manis


Mendengar ucapan Luke, Isa baru tersadar bahwa saat ini dirinya telah sampai di rumahnya


“Kak Isa, kau darimana saja? Dan… kenapa kau digendong? Apakah kau sedang sakit? Atau kakimu patah?” tebak Minnie sambil mengernyitkan dahinya dengan binggung


“Hei… turunkan aku!!” ucap Isa garang sambil memukul dada Luke dengan kuat

__ADS_1


Melihat amukan Isa yang tidak jelas itu, Luke langsung menatap Isa dengan tatapan tidak sukanya


“Bukannya kau yang mengingini ini?”


“Tadi iya, sekarang tidak lagi. Cepat turunkan aku!” ucap Isa heboh


Tak ingin menerima pukulan dan teriakan heboh Isa, Luke langsung menurunkan Isa dari gendongannya.


“Minnie!!!” panggil Isa sambil tersenyum senang saat menatap Minnie yang sedang berjalan mendekatinya


“Aku merindukanmu” ucap Isa gemas sambil memeluk tubuh Minnie dengan erat


“Seharusnya, aku yang merindukanmu, kak. Selama ini, kau kemana saja?” tanya Minnie sambil membalas pelukan kakaknya dengan tak kalah eratnya


“Ada sesuatu yang harus kuurus, maafkan aku” ucap Isa yang diakhiri dengan sebuah ringisan


“Kak apa telah terjadi sesuatu padamu?” tanya Minnie sambil menarik dirinya dari pelukan Isa


“Oh, eumh… itu…”


Mendengar pertanyaan Minnie tersebut, Isa seolah – olah kehabisan kata – katanya untuk menjawab pertanyaan Minnie tersebut. Dia ingin berkata jujur, tapi dia yakin bahwa adiknya ini akan berteriak heboh sehingga para tetangga mereka akan keluar dari rumah mereka masing – masing dan menggosipi dirinya. Jika Isa tidak berkata jujur, adiknya pasti akan kecewa.


Astaga, Isa merasa sangat dilemma saat ini. Dengan tatapan tajamnya, Isa menatap Luke yang sedari tadi menatap dirinya dengan senyum kecil yang menghiasi wajahnya


Melalui tatapan tajam itu, Luke sadar bahwa gadis kecilnya itu sedang meminta bantuan kepadanya namun Luke hanya menanggapi tatapan tajam itu dengan sebuah gelengan kecil, ya, dia menolak untuk memberikan bantuannya kepada Isa.


“Kak, apakah selama ini kau dicuri oleh alien, sehingga kau lupa alamat rumahmu sendiri?” tanya Minnie dengan raut wajah kesalnya


“Ah, iya! Wah, kenapa kau bisa tau? Adikku dah besar ternyata” ucap Isa sambil tertawa sumbang


“Apakah ada alien yang tampan?” celetuk Luke tiba – tiba


Minnie yang mendengar celetukan Luke langsung mengernyitkan dahinya. Sedangkan Isa, wanita itu langsung memberikan tatapan membunuhnya. Pria di dekatnya itu memang sangat bastard, bukannya membantu Isa, pria itu malah berniat untuk memanas – manasi situasi yang sedang dihadapinya


“Isa?”


****** aku!


.


.


.


.


.

__ADS_1


Menurut kalian, Isa manja banget nggak sih?


__ADS_2