
“Luke, kita mau kemana?” tanya Isa binggung saat Luke menarik tangannya melewati ruangan dokter Zen
“Tentu saja kita mau ke dokter kandungan” ucap Luke sambil terus berjalan di depan Isa
“Tapi… bukannya ruangan dokter Zen sudah lewat?” tanya Isa binggung sambil mempercepat langkahnya agar langkahnya sejajar dengan langkah Luke
Mendengar nama dokter Zen disebut, Luke mendengus kesal.
“Kita akan cari dokter lain untukmu. Seorang wanita.” ucap Luke sambil menekankan kalimat ‘seorang wanita’
Isa mengernyitkan dahinya dan menatap Luke dengan tatapan anehnya.
“Kenapa harus seorang wanita? Kenapa tidak pria saja? Seperti dokter Zen, misalnya” ucap Isa
“Aku tidak mau”
“Kenapa?”
“Aku tidak mau tubuhmu di sentuh oleh pria lain selain diriku” ucap Luke sambil meremas pelan tangan Isa yang berada di dalam genggamannya
“Apa kau cemburu?” tanya Isa dengan tatapan jenakanya
“Tentu saja! Pria mana yang tidak cemburu saat melihat wanitanya disentuh oleh pria lain” ucap Luke dengan mantap
“Ya, aku tau hal itu… tapi mengenai hal ini, bukannya kau terlalu berlebihan? Begini.. dokter Zen kan adalah seorang dokter kandungan, sudah pasti dia akan menyentuhku bukan? Lagipula dokter Zen melakukan hal itu karena tuntutan pekerjaannya, jadi… untuk apa kau cemburu?” tanya Isa binggung
Tiba – tiba, Luke menghentikan langkahnya. Pria itu melempar pandangannya pada wajah binggung Isa dan menghela napasnya dengan kasar
“Pokoknya aku cemburu. Sudah jelas?” tanya Luke dengan nada mengintimidasinya
Tak tau apa yang merasuki diri Isa, secara otomatis, Isa menganggukkan kepalanya
“Sudah cukup kita membahas topik tak berguna ini. Sekarang, kita harus menemui dokter kandungan baru mu, okay?” tanya Luke lagi masih dengan nada dan tatapan mengintimidasinya yang terlihat begitu memesona di mata Isa
Dan lagi, Isa hanya mengganggukkan kepalanya. Otaknya terlalu malas untuk memproses perkataan Luke itu. Dibandingkan memproses perkataan suaminya itu, Isa lebih memilih untuk menikmati ketampanan yang ada dalam aura intimidasi milik suaminya itu
Melihat istrinya telah jinak dengan perkataannya, Luke tidak menyia – nyiakan kesempatan itu. Dengan langkah cepat, kaki panjang milik pria itu berjalan menuju ke ruangan salah satu dokter kandungan wanita yang berada di rumah sakit ini.
Dokter Margareth
Luke membaca papan nama yang tertera di atas sebuah pintu ruangan yang berada di rumah sakit itu. Tanpa memperdulikan apapun, Luke langsung mendorong pintu rumah sakit itu.
“Gareth, cepat periksa istriku” ucap Luke sekenanya kepada seorang wanita yang nampaknya tengah sibuk berkutat dengan berkas – berkas yang berada di atas mejanya
__ADS_1
Merasa namanya dipanggil dengan cara yang salah, wanita itu, dokter Margareth, mendongakkan wajahnya dan mencari pelaku pemanggil namanya itu.
Dengusannya langsung muncul saat melihat wajah sepupu brengseknya, Lukas Averanno Seranno.
“Gareth!” panggil Luke lagi saat melihat sepupunya itu tidak beranjak dari tempat duduknya
“Sudah kukatakan beribu – ribu kali, jangan panggil aku Gareth! Apa kau tidak berpikir kalau kedua orangtuaku sudah menguras otak mereka untuk memilih nama yang pas untukku? Dan kau…! Dengan seenak hatinya kau mengganti – ganti namaku!” ucap Margareth kesal sambil meletakkan pulpen yang ada di tangannya dengan kasar, sehingga menimbulkan bunyi yang cukup berisik.
Isa hanya diam dan menatap kedua orang yang berada di dekatnya itu dengan tatapan binggungnya. Apa yang terjadi dengan dua orang ini? Apakah mereka saling mengenal?
“Ah… kau pasti Issabelle kan?” tanya Margareth dengan ramah saat dirinya menatap wanita yang sedang berdiri di samping Luke
“Ya… Dan kau…?” tanya Isa binggung sambil tersenyum kikuk
“Dia Gareth. Anak pamanku” jelas Luke yang membuat Margareth menatapnya dengan tatapan tajamnya karena pria itu mengusik pembicaraannya
“Lebih tepatnya, namaku Margareth Chia Seranno. Aku adalah sepupu Luke” jelas Margareth sambil memberikan tatapan lembutnya kepada Isa
Isa hanya menggangguk – anggukan kepalanya sambil tersenyum kecil. Sekarang dia tau kenapa pertengkaran tadi dapat terjadi.
“Oh iya… maafkan aku karena tidak bisa datang ke pernikahanmu. Sebulan terakhir aku sedang berada di luar negri, aku baru k---
“Alasan” potong Luke jengah
“Shi---
Sebelum Luke benar – benar berhasil mengumpat, Isa langsung menatapnya dengan tatapan tajam. Saat melihat tatapan tajam Isa itu, Luke langsung menutup mulutnya dengan rapat dan tersenyum kecil kepada istrinya itu.
“Ah… iya… sampai dimana kita tadi?” tanya Margareth sambil memegang kedua tangan Isa dengan tatapan antusiasnya
“Gareth, hentikan itu! Isa datang kemari untuk melakukan check up, bukan bergosip denganmu” ucap Luke kesal karena merasa Margareth lupa akan tugasnya sebagai seorang dokter
Mendengar ucapan Luke, Margareth langsung memukul pelan dahinya dan meringis kecil
“Ah, maaf, maaf…” ucap Margareth sambil tersenyum kecil
“Ah,.. berarti kau sudah hamil yah? Cepat ju---
“Nah… mulai lagi” celetuk Luke
Margareth tertawa kecil saat mendengar celetukan Luke.
Karena tak ingin dirinya dihina lagi oleh Luke, Margareth langsung membimbing Isa ke tempat tidur yang berada di ruangannya. Dengan telaten, Margareth mengangkat kaus Isa dan membaluri perut datar Isa dengan sebuah gel.
__ADS_1
Tak perlu menunggu waktu lama, kini kondisi janin Isa sudah tertera di sebuah monitor.
“Apakah itu bayi kami?” tanya Luke sambil menyipitkan matanya saat melihat sebuah gumpalan daging yang tak cocok disebut sebagai janin
“Ya, tentu saja”
“Kenapa bentuknya seperti itu?” tanya Luke binggung sambil menyentuh layar monitor yang menampilkan gumpalan daging itu
“Apa kau lupa kalau usia janin Isa masih 10 minggu? Apa yang kau harapkan? Kau berharap janin itu sudah tumbuh sempurna? Sudah punya organ – organ tubuh yang lengkap?” gerutu Margareth saat mendengar ucapan konyol
“Ah… Aku kir---
“Aku kira kau lulusan terbaik Standford University” ejek Margareth sambil mendelikkan bahunya
Luke langsung melempar tatapan tajamnya kepada Margareth. Entah kenapa, pria itu tak pernah memiliki percakapan yang normal dengan Margareth. Maksud percakapan normal disini adalah percakapan yang tidak melibatkan aksi saling ejek – mengejek.
Dari semua sepupu yang dimiliki oleh Luke, hanya Margareth lah satu – satunya sepupu yang dekat dengannya, walaupun mereka sering saling bertengkar. Mungkin mereka bisa dekat karena Margareth memiliki sikap jantan yang selaras dengan Luke. Bahkan mereka memiliki hobi yang sama saat sedang duduk dibangku sekolah menengah dulu…, mereka sama – sama suka memacu mobil mahal mereka di jalanan dengan kecepatan tinggi.
“Nah, aku sudah menuliskan resep vitamin untuk Isa” ucap Margareth sambil menyodorkan secarik kertas kepada Luke
Luke menganggukkan kepalanya saat menerima vitamin itu
“Oh iya, karena usia kandungannya masih sangat muda, kuharap kau sedikit hati – hati saat bermain dengannya” goda Margareth sambil menampilkan senyuman smirknya
Luke mendengus kesal saat mendengar godaan Margareth tersebut, sedangkan Isa? Wanita itu mati – matian menahan rasa malunya yang tiba – tiba membludak muncul saat mendengar godaan Margareth tersebut
“Daripada kau sibuk mengurusi hubungan kami, lebih baik kau memikirkan keadaan dokter kandungan duda yang sangat kau puja – puja itu” sindir Luke sambil membantu Isa untuk bangkit dari atas tempat tidur yang berada di ruangannya itu
“Dia memiliki nama! Aku tidak tau kalau kau adalah tipikal sahabat yang menjelekkan sahabatnya sendiri di depan orang lain” ucap Margareth kesal
“Ya, ya, ya. Terserah. Zen saja tidak masalah, kenapa kau kesal seperti itu? Apa kau kesal karena dia lagi – lagi menolakmu? Sayang sekali! Padahal aku tau kau tidak ingin menjadi seorang dokter kandungan, namun demi Ze---
“Diam! Cepat keluar dari ruanganku sebelum kau kutendang!”
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf kalau cerita ini makin lama makin gak jelas dan menggambang...