Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Suprise Part 2 - The Last


__ADS_3

Isa menatap bayi perempuan yang ada di dalam gendongannya dengan tatapan haru. Isa tak menyangka jika akhirnya dirinya bisa memasuki fase ini dalam hidupnya, fase dimana dirinya menjadi seorang ibu.


Isa memalingkan wajahnya dan menatap Luke yang tak jauh dari dirinya, pria itu menggendong satu bayi laki – laki mereka dengan sangat bahagia. Sesekali, pria itu mengajak bayi laki – laki yang ada di dalam gendongannya untuk saling bercanda ria.


Sedangkan bayi laki – laki Isa yang lain berada di dalam gendongan ibunya yang tengah duduk di sofa yang terdapat di kamar Isa dan Luke ini.


Ya, hari ini sudah terhitung 2 bulan lebih sejak Isa melahirkan ketiga bayi kembarnya yang sangat tampan, cantik dan tentu saja menggemaskan


“Luisha, cantik sekali ya, mirip mommynya” celetuk Luke yang tiba – tiba sudah berada di samping Isa.


Blush!


Pipi Isa langsung bersemu merah saat mendengar celetukan Luke tersebut. Astaga, bahkan mereka sudah menikah lebih dari satu tahun, namun kenapa Isa tetap merasa malu ketika mendengar suaminya itu mengucapkan kalimat – kalimat ulung yang terdengar menggelikan itu?


“Rasanya, aku baru saja memuji Luisha, tapi kenapa mommynya yang bersemu merah” goda Luke sembari menatap Isa dengan tatapan jahilnya


Untuk beberapa saat, tatapan Isa dan Luke beradu, hingga akhirnya, Isa memutuskan untuk mengahlihkan pandangannya dari kedua mata biru jernih itu. Ah… sampai sekarang pun, jantung Isa masih berdegub kencang ketika kedua mata hazelnya menatap kedua mata biru jernih milik suaminya itu


Cup!


Tanpa diduga – duga, Luke mengecu*p singkat bibir Isa. Isa langsung membulatkan matanya dengan terkejut.


Bagaimana bisa suaminya itu bertindak seberani ini dan semesum ini di hadapan Ibu Isa yang masih duduk di sofa yang berada di kamar ini?


“Lukas!” sentak Isa


“Eumh, apa? Aku merindukanmu, tau!” ucap Luke sembari ikut mendudukkan dirinya tepat di samping Isa, di atas tempat tidurmu


“Apa kau tidak malu dilihat oleh ibu?” bisik Isa kecil sembari menatap ke arah ibunya yang untungnya masih asyik bermain dengan cucu lelakinya


“Untuk apa malu? Bukannya kita juga sudah sah?” tanya Luke sembari mendelikkan bahunya dan mengahlihkan perhatiannya kepada bayi yang ada di dalam gendongannya


Isa mengerucutkan bibirnya ketika mendengar pertanyaan Luke. Luke mungkin bisa bersikap santai, namun Isa tidak bisa.


“Aneh ya, sudah dua hari ini, Logan tidak pernah menangis” adu Isa tiba – tiba sembari menatap Logan, bayi lelaki pertamanya, yang ada di dalam gendongan Luke


“Dia seorang pria, mana boleh menangis!” ucap Luke sembari menoel pelan pipi gembung Logan.


Meskipun Luke sudah menoel pipi gembung itu, namun nampaknya, si pemilik pipi gembung itu tidak terpengaruh dengan tindakan jahil Luke. Si pemilik pipi gembung itu, Logan, masih setia tertidur. Nampaknya, Logan sedang memiliki mimpi yang indah


“Ish! Bagaimanapun dia masih seorang bayi! Jangan samakan dia seperti orang dewasa!” gerutu Isa


“Bukankah lebih baik jika dia diam seperti ini? Dia tidak akan mengganggu quality time kita berdua” goda Luke sembari menampilkan senyuman smirknya


Glek.


Isa menegak ludahnya dengan kasar, saat ia melihat kedua mata Luke sudah menatap lekat bibir Isa. Semakin lama, pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Isa. Pria itu melakukannya dengan begitu perlahan, Isa sampai harus menahan nafas agar jantungnya tidak berdegub kuat


“Isa, Louis sudah tidur. Ibu kembalikan dia ke box bayinya ya”


Jeduar!


Isa langsung menarik kepalanya ke belakang dengan cepat agar tercipta jarak diantara dirinya dan Isa.


“Oh, iya, ibu! Terimakasih sudah mau menidurkan Louis” ucap Isa sembari memberikan senyuman kikuknya pada ibunya


Ibunya membalas senyuman kikuk Isa itu dengan sebuah senyuman penuh arti. Setelah meletakkan tubuh cucu lelakinya itu dengan baik ke dalam box bayinya, Ibu Isa langsung mengambil langkah untuk keluar dari kamar Isa dan Luke itu

__ADS_1


“Ibu pulang dulu. Sekarang, kalian sudah bisa melakukan hal yang tertunda tadi” ucap Ibu Isa sembari menatap Isa dan Luke bergantian


Pipi Isa langsung bersemu saat mendengar ucapan ibunya. Berbeda dengan Isa yang hanya bisa diam dan salah tingkah, Luke malah tertawa kecil ketika mendengar godaan ibu mertuanya itu


“Pasti, ibu!” ucap Luke ditengah – tengah tawanya


Ibu Isa tertawa saat mendengar ucapan penuh kepastian yang baru saja dilontarkan oleh menantunya itu. Sembari menggelengkan kepalanya dengan pelan, ibu Isa pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu


“Luke! Kenapa kau mengatakan hal seperti itu kepada ibu?!” ucap Isa sembari menatap Luke yang masih saja tetap tersenyum


“Kenapa? Tidak boleh? Kita kan sudah sah” ucap Luke jenaka


“Tap---


“Ssssh! Isa… kau tau jika sudah lama aku menahan ini semua kan?” tanya Luke dengan suara paraunya


Deg. Deg. Deg.


Jantung Isa langsung menggila ketika mendengar pertanyaan Luke tersebut. Mata tajam Luke yang saat ini sudah dilingkupi kabut gairah membuat Isa merasa tegang.


“Bagaimana dengan babies?” tanya Isa sembari memalingkan wajahnya dari tatapan Luke


“Babies kan sudah tidur, jadi kita harus memanfaatkan waktu singkat ini sebaik – baiknya”


Isa melototkan kedua matanya saat mendengar ucapan Luke tersebut.


“Tap---


“Ssssh! Diamlah Isa, aku akan meletakkan babies kembali ke box bayi mereka dan kita akan menuntaskan apa yang seharusnya kita tuntaskan sejak beberapa bulan terakhir!” potong Luke


Isa hanya bisa diam dan pasrah, karena sebenarnya pun, Isa juga sudah sangat menginginkan suaminya itu.


“Berikan Luisha kepadaku, biar aku yang meletakkannya ke dalam box bayinya” ucap Luke pelan sembari menjulurkan kedua tangannya kepada Isa


Tanpa ragu, Isa memberikan Luisha yang sedari tadi sudah tertidur tenang di dalam gendongan Isa. Luke menggendong tubuh mungil Luisha dengan telaten, well… sepertinya kalian harus memuji Luke, karena pria itu hanya butuh waktu 30 menit saja untuk bisa memahami bagaimana posisi terbaik dalam menggendong bayi.


Deg. Deg. Deg.


Jantung Isa menggila ketika melihat Luke sudah meletakkan tubuh Luisha ke dalam box bayinya. Isa tak bisa melepaskan tatapannya dari wajah kokoh milik Luke ketika pria itu sudah melangkahkan kakinya mendekati Isa.


“Jangan gugup, bukankah kita sering melakukan ini?” tanya Luke dengan suara paraunya


Glek.


Isa menegak ludahnya dengan kasar. Hanya butuh waktu seperkian detik saja, kini tubuh mungil Isa sudah berada di dalam kungkungan tubuh kekar Luke.


Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya


Cup.


Pria itu mengecu*p lembut pipi Isa ketika dirinya sadar bahwa Isa merasa takut


“Rileks… aku akan pelan – pelan, jika kau masih takut” ucap Luke pelan dengan tangannya yang sudah bergerak untuk mengusap – usap lembut kedua lengan


“Ba---


“Hoekk! Hoek!!”

__ADS_1


Suara bayi yang terdengar sangat khas menyentak Luke dan Isa. Isa langsung menolehkan pandangannya mengarah ke box bayinya


“Luke, awas! Aku ingin melihat baby!” ucap Isa sembari mendorong tubuh Luke


Namun, Luke tetap Luke. Pria itu tak mau bergerak sedikit pun


“Itu suara Logan, kau tak perlu buru – buru mengeceknya. Sebentar lagi juga ia akan diam. Kita tu—


“Hoeek! Hoeek!”


Kali ini, terdengar suara bayi lainnya.


Bugh!


Dengan sekuat tenaga, Isa mendorong tubuh Luke yang berada di atasnya. Setelah tubuh pria itu tidak berada di atasnya lagi, Isa langsung bangkit dan mengecek bayinya.


Saat berada di box bayi itu, Isa langsung menenangkan Logan. Benar apa yang dikatakan oleh Luke, Logan memang bayi yang berbeda, bayi itu hanya menangis untuk beberapa detik, kemudian dirinya bisa kembali tenang.


Setelah memastikan Logan kembali tertidur, Isa langsung beranjak ke box bayinya yang lain. Di box bayi itu, Isa bisa melihat bayi laki – laki keduanya, Louis sedang menangis. Tanpa membuang banyak waktu, Isa langsung mengangkat bayi itu ke dalam gendongannya


“Sssshh…. Anak mommy jangan menangis dong…” ucap Isa sembari menepuk – nepuk pelan Louis yang berada di dalam gendongannya


“Apa kau haus, eumh? Mau minum susu ya?” tanya Isa geli ketika dirinya mendapati Louis tak henti – hentinya menangis, sepertinya bayi itu memang benar – benar lapar


Luke mendengus kesal ketika ia melihat Isa sudah membuka kancing piyamanya dan menyodorkan sesuatu yang berada di balik piyama itu ke depan mulut Louis


“Dasar penjahat cilik! Seharusnya aku yang saat ini berada di posisimu” gerutu Luke yang masih bisa didengar oleh Isa


“Luke! Jangan berkata seperti itu, bagaimanapun juga, dia anakmu. Masa kau iri dengan anakmu sendiri?” tanya Isa geli sembari menatap Louis yang menyedot susunya dari tubuh Isa dengan gerakan rakus. Sesekali, Isa meringis kecil namun Isa tetap tersenyum.


Isa sadar jika suaminya yang saat ini sedang sendirian di atas ranjang sedari tadi melemparkan tatapan tidak sukanya kepada Louis. Aish, kenapa pria itu bersikap kekanak – kanakan seperti ini? Padahal karena pria itu, Louis bisa terlahir di dunia ini.


Butuh waktu 10 menit bagi Louis untuk menyedot susu itu hingga akhirnya dirinya merasa kenyang. Setelah melihat Louis sudah menarik mulutnya dengan sendirinya, Isa langsung meletakkan Louis kembali ke dalam box bayinya.


Isa memperbaiki kancing piyamanya sebelum dirinya melangkahkan kakinya mendekati Luke. Isa tertawa kecil dalam hatinya ketika ia melihat suaminya itu sedang mengerucutkan bibirnya dengan kesal, jika seperti ini… rasanya seperti Isa sedang memiliki 4 bayi di dalam kamar ini. 3 bayi normal dan satu lagi bayi tidak normal.


Bugh!


Tanpa mengatakan apapun, Isa menaiki tubuh Luke dan duduk tepat di atas pangkuan pria itu. Tangan lentik Isa langsung bergerak untuk memegang rahang tegas Luke agar pria itu mau menatapnya


“Maaf…” ucap Isa sembari tersenyum saat kedua matanya bertubrukan dengan kedua mata Luke


Kebisuan Luke membuat Isa harus memutar otaknya. Tiba – tiba tercetus sebuah ide di dalam otak Isa.


Dengan gerakan nakal, wanita itu mendekatkan bibirnya ke samping telinga Luke. Tak lupa, salah satu tangan wanita itu sudah bergerak untuk menyentuh pusat gairah Luke. Punggung Luke langsung meremang ketika ia merasakan tangan Isa sudah memuaskannya di bawah sana


“Sampai dimana kita terakhir?” tanya Isa dengan suara paraunya


“Naughty little girl”


.


.


Final Goodbye!!! Sampai jumpa di cerita berikutnya <3


 

__ADS_1


 


__ADS_2