
“Isa… aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucap Luke serius sembari mengelus – elus lembut puncak kepala Isa
“Bukannya dari tadi kau sudah mengatakan sesuatu padaku?” canda Isa sambil terkekeh pelan
“Aku serius Isa… aku sedang tidak ingin bercanda” ucap Luke sembari mengernyitkan dahinya
Isa langsung mendongakkan wajahnya saat dirinya mendengar ucapan Luke yang terdengar serius itu
“Ada apa?” tanya Isa serius
“Hah…! Aku tak tau harus darimana aku memulainya” ucap Luke frustasi sambil menutup matanya
Merasa bahwa suaminya itu sedang membutuhkan dukungan, tangan Isa langsung terulur untuk mengusap – usap leher suaminya itu dengan gerakan yang sangat menenangkan
“Katakan saja, jangan ragu seperti itu” ucap Isa lembut
Luke menegak ludahnya dengan kasar. Rasa bersalah merundung hatinya saat dirinya melihat sikap lembut Isa tersebut.
Sialan!
Bagaimana bisa Luke menyembunyikan berita sebesar itu dari Isa? Istrinya sendiri? Luke benar – benar sialan.
“Aurora hamil…” ucap Luke pelan
Isa mendengarkan Luke dan tangannya masih setia mengelus leher suaminya itu. Isa masih menantikan kalimat apa yang akan dikeluarkan oleh Luke dari mulutnya
“Dan… dia berkata kalau… anak itu adalah darah dagingku…” lanjut Luke lagi
Nyut…
Isa merasakan dadanya tiba – tiba sesak, seperti ada sesuatu yang sangat besar dan kuat yang sedang menghimpit kedua jantungnya.
Tangannya yang sedari tadi membelai lembut leher suaminya kini seakan – akan tak ada tenaga untuk digerakkan lagi.
“Isa…” panggil Luke dengan nada yang terdengar menyakitkan
Gila!
Bagaimana bisa Luke bertindak seolah – olah dia lah orang yang paling tersakiti disini?
“Katakan padaku kalau kau sedang menipuku” ucap Isa dengan bibirnya yang sudah bergetar. Dengan sekuat tenaganya, Isa menarik tangannya dari leher Luke
“Aku tidak berbohong…” ucap Luke sendu
Isa diam dan membisu. Semua ini terlalu cepat untuknya. Belum ada 24 jam berlalu sejak pria yang ada di hadapannya ini mengatakan kalau dirinya mencintai Isa, namun kini… Isa harus menerima fakta bahwa pria yang baru saja mengatakan itu tengah memiliki darah dagingnya dari wanita lain.
Seharusnya Isa sadar!
Seharusnya ia sadar saat pria itu yang mengatakan bahwa akan ada wanita yang lain yang siap mengandung darah dagingnya. Seharusnya Isa sadar!
“Isa… Isa… percayalah padaku, semuanya akan baik – baik saja”
Tangan Luke terulur untuk menggenggam kedua tangan mungil Isa. Ia mengusap – usap kedua tangan mulus yang terasa sangat dingin itu. Sial! Luke merasa sangat khawatir saat ini.
“Isa, aku yakin… janin yang dikandungnya bukanlah darah dagingku. Dia sudah melakukan tes dna… kita… kita hanya perlu menunggu hasilnya saja, pasti hasi----
__ADS_1
“Bagaimana kalau hasilnya positif?” potong Isa tiba – tiba sembari menatap Luke dengan tatapan rapuhnya
Dengan sekuat tenaganya, Isa menahan dirinya untuk tidak meneteskan air matanya.
“Aku… aku akan menyuruhnya untuk menggugurkannya” ucap Luke spontan
Plak!
Sebuah tamparan keras langsung mendarat di pipi Luke.
“Apa kau gila? Bukannya kau dulu yang sangat membenci Aurora karena wanita itu telah menggugurkan bayinya, dan sekarang… kau malah berpikiran untuk menggugurkan bayi. Pria macam apa kau!” ucap Isa dengan suara bergetarnya
Tak bisa dipungkiri, Isa merasa syok dengan hal yang baru saja diucapkan oleh Luke. Ia marah, sedih dan kecewa. Semua perasaan campur aduk itu membuat pikirannya tak tenang dan pikirannya semakin tak tenang saat Luke mengatakan bahwa pria itu akan menggugurkan bayi itu jika bayi itu adalah darah dagingnya.
Apa pria itu sudah sama gilanya dengan Aurora?
Bagaimanapun, saat ini, Isa tengah mengandung. Isa sungguh tak sanggup membayangkan jika ayah dari bayi yang dikandungnya adalah seorang pembunuh bayi. Isa tak sanggup membayangkan hal itu.
“Lalu… katakan padaku! Apa yang harus kulakukan! Katakan Isa!” desak Luke sambil memegang kedua bahu Isa dengan erat.
Luke sama kalutnya dengan Isa.
Kedua insan itu tengah mencoba untuk mencari solusi dari permasalahan mereka, namun mereka tidak sadar bahwa mereka tidak akan pernah mencapai solusi dengan pikiran yang sama sama kalut.
“Aku tak tau, semua ini terlalu mendadak” ucap Isa sambil memalingkan wajahnya dari hadapan Luke
“Kau tidak akan meninggalkanku kan?” tanya Luke resah sembari menangkup wajah Isa agar wajah cantik itu kembali menghadap dirinya
Isa diam, namun dia memberontak. Wajahnya dipalingkannya kuat – kuat agar Luke tidak dapat melihat wajahnya.
“I don’t know…” jawab Isa lirih
Jawaban lirih Isa itu semakin membuat kepala Luke pening. Kenapa semua wanita sungguh tidak dapat dimengerti? Apa akan jadi masalah jika seorang wanita mengutarakan apa yang diingankannya? Sehingga kami, para pria, dapat mengerti wanita seperti yang mereka inginkan.
“Isa… Katakan, apa yang kau inginkan, sayang… Jangan membuatku menyesal telah mengatakan ini semua kepadamu” ucap Luke
Mendengar ucapan Luke tersebut, Isa langsung menatap tajam Luke dan tertawa sumbang.
“Menyesal? Sekarang kau menyesal telah mengatakan itu kepadaku? Jadi… kau berniat untuk menyembunyikan hal ini dariku selama – lamanya? Apa kau pikir aku menikahimu hanya untuk dijadikan pajangan saja, hah!” ucap Isa berapi – api dalam sekali tarikan napas
Dada Isa naik – turun mengikuti dirinya yang sudah terbalut rasa emosi yang luar biasa.
Oh God! Luke nampaknya sudah membuat kesalahan yang sangat besar. Membuat seorang wanita yang sedang hamil emosi adalah hal yang tak ingin pernah dilakukan oleh Luke dalam hidupnya. Tapi, lihatlah ini! Dia bahkan sudah membuat istrinya yang masih hamil muda emosi
“Isa… jangan seperti ini, kita menyelesaikannya dengan kepala dingin. Ingat, saat ini kau sedang mengandung, apa kau ingin membuat anak kita terkena masalah?” ucap Luke pelan sembari mengusap – usap pelan bahu Isa
Isa yang sudah terlampau emosi pun langsung mengguncangkan bahunya dengan kasar sehingga Luke menghentikan usapannya dan menarik tangannya dari bahu polos Isa
“Satu satunya yang membuat anak kita terkena masalah adalah kau! Jika saja kau bisa menahan nafsu binatangmu itu, kurasa Aurora tidak akan hamil dan kita tidak akan seperti ini!”
Luke menghela napasnya dengan kasar
“Isa, kukatakan sekali lagi, bayi yang sedang dikandungnya itu belum tentu bayiku. Aku meragukan itu, oleh karena itu dia meminta untuk melakukan pengajuan tes dna, untuk membuktikan bahwa anak itu adalah darah dagingku atau bukan” jelas Luke dengan sabar
“Ya, aku tau itu! Kau sudah mengatakannya tadi!” ucap Isa kesal
__ADS_1
“Jadi, kenapa kau ma---
“Shut the f*k up*! Aku hanya mengatakan bagaimana kalau anak yang sedang dikandungnya itu adalah darah dagingmu!” maki Isa kesal
Luke melebarkan kedua matanya saat mendengar Isa mengumpat. Ini gila! Bukannya wanita itu yang selalu melarangnya untuk mengumpat karena mungkin saja bayi mereka akan mendengar umpatan itu dan bayi mereka akan tumbuh jadi anak yang kasar.
“Isa, your language!” ucap Luke terkejut
“My language, my bussines!” ucap Isa geram
Luke hanya bisa menggeleng – gelengkan pelan kepalanya sembari menghela napasnya dengan kasar
“Kau mau kemana?” tanya Luke terkejut saat dirinya melihat Isa bangkit dari posisi tidurnya
“Tidur bersama pria lain!” ucap Isa asal sembari menarik selimut yang sedari tadi menutupi tubuh telanjang Luke dan Isa
Luke melebarkan kedua matanya saat mendengar ucapan Isa itu. Refleks, kedua tangannya langsung menahan selimut yang sedang ditarik oleh Isa tersebut
“Isa, aku tau aku salah. Tapi apa kau harus seperti ini” ucap Luke sembari menahan selimut yang sudah ditarik setengah oleh Isa
Isa mengeraskan rahangnya, dia tidak menjawab ucapan Luke tersebut. Dia berfokus untuk menyalurkan seluruh kekuatannya pada tangannya agar dirinya berhasil menarik seluruh selimut itu.
“Berikan selimutnya!” ucap Isa geram
“Tidak!”
“Berikan!”
“Tidak!”
Aksi tarik – tarikan selimut terjadi antara Luke dan Isa. Isa menarik selimut dengan posisi berdiri di luar ranjang, sedangkan Luke menarik selimut itu dengan posisi miring di tepi ranjang.
“Lukas Averanno Seranno, jangan bertindak kekanak – kanakan!” ucap Isa geram
“Aku tidak akan memberikannya padamu!” ucap Luke sambil menampilkan smirknya yang nampaknya sudah lama menghilang
Isa medengus kasar.
Bugh!
Dengan sengaja, Isa melepaskan tarikannya pada selimut itu. Luke yang tidak menduga Isa akan melakukan hal itu lantas langsung kehilangan keseimbangannya. Tubuh kekarnya terjatuh dengan naas ke atas lantai kamar mereka yang terasa sangat dingin di malam hari.
“Baiklah\, aku tidak membutuhkan selimut sialan itu. Biar saja aku nak*d seperti ini\, pria itu mungkin akan lebih tertarik melihat tubuh nak*d ku dari pada tubuhku yang sedang dibalut oleh selimut itu!”
.
.
.
.
.
Huahh... maafin aku gak bisa misahin merekaaa **_**
__ADS_1