
“Apa benar? Aku bisa menanyakkan semua hal?” tanya Isa sambil memicingkan matanya
“Ya. Aku akan mengatakan semuanya kepadamu dengan jujur!” jawab Luke dengan mantap
“Kenapa kau bertindak sangat kasar kepada keluarga Smith? Kenapa kau meremas tangan Aurora dengan sangat kuat? kelihatannya, tangannya sangat lembut dan putih, remasan mu itu pasti akan membuat tangannya menjadi berbekas. Dan, lagi, kenapa kau melempar hadiah dengan tidak sopan seperti itu? Aku tau kau masih kesal kepada keluarga Smith, tapi… kelakuanmu itu terlalu kejam” ucap Isa panjang lebar
Luke menghela napasnya.
“Aku melakukan itu semua bukan karena semata – mata mereka sudah membuat cabang perusahaanku bangkrut, aku sudah memiliki sedikit rasa benci kepada mereka dimasa lalu… dan perbuatan mereka kini, semakin menambah rasa benci dan kekesalanku kepada mereka”
“Rasa benci di masa lalu?” tanya Isa sambil mengernyit binggung
“Aurora Smith itu adalah Ara. Wanita di Los Angeles. Mantan tunanganku” ucap Luke sambil menatap kedua bola mata Isa dengan dalam – dalam
Isa menegak ludahnya dengan kasar. Seharusnya, Isa sudah dapat menangkap hal ini sejak awal. Pantas saja wajah Aurora terlihat familiar, setelah diingat – ingat, Aurora mirip dengan wanita di foto yang diberikan oleh Emily kepadanya.
“Jika kau tak ma---
“Jangan! Aku masih mau mendengar ceritamu” potong Isa
“Aku tidak ingin hatimu terluka” ucap Luke dengan lamat – lamat
“Hatiku tidak akan terluka, selama kau tidak meninggalkanku. Jadi, sekarang, berceritalah” ucap Isa sambil tersenyim
Melihat senyuman Isa, hati Luke kembali menghangat.
“Baiklah. Seperti yang kukatakan tadi, Aurora adalah mantan tunanganku. Dulu, aku sangat mencintainya, aku sangat menyayanginya, aku sangat menjaganya, aku bahkan sering memarahinya jika aku tanpa sengaja melihatnya bersama dengan pria. Namun, aku tidak sepenuhnya salah bukan? Cinta ini terlalu rumit untuk dimengerti. Aku hanya ingin hatinya, tubuhnya dan jiwanya hanya dimiliki oleh diriku saja. Ck, benar – benar childish” ucap Luke sambil tersenyum kecut
“Aku dan Aurora sudah saling mengenal sejak kami duduk di bangku dasar. Awalnya, kami saling mengenal karena aku berteman dengan kakak laki – lakinya, Ryan. Selain itu, keluargaku memperkerjakan ayah mereka sebagai salah satu tangan kanan kepercayaan ayahku di Milleis. Bisa dibilang, kami bertiga sudah sangat dekat sejak kecil. Kami tau apa yang kami suka dan apa yang tidak kami sukai. Kami selalu berbagi cerita dan bercerita tentang masa depan. Ryan yang pendiam, Aurora yang periang dan aku yang ambisius”
“Aku merasa, hari – hariku di sekolah sangat menyenangkan. Hingga saat memasuki universitas… aku kehilangan hari – hari menyenangkanku itu. Ryan memutuskan untuk berkuliah di luar negri, kini, hanya tinggal aku dan Aurora. Aku sudah berjanji pada Ryan untuk menjaga Aurora dari mata para lelaki di universitas. Aurora sangat cantik dan sangat murni, siapapun akan jatuh cinta kepadanya” ucap Luke
Luke berhenti dan menahan napasnya. Luke merasa dadanya terasa sesak.
“Luke… jika kau tidak ingin melanjutkannya, tidak apa apa” ucap Isa sambil meremas pelan tangan Luke yang sedang menggengam erat tangannya
“Tidak. Biarkan aku melanjutkannya” ucap Luke sambil tersenyum kecil
“Aku merasa, aku adalah tunangan yang baik, hingga hari itu tiba. Hari dimana Aurora mengandung”
__ADS_1
Isa menahan dirinya untuk tidak berkomentar apapun. Aurora mengandung? Jika Luke adalah tunangannya, pasti Luke adalah ayah bayi itu. God… mengapa Isa merasa hatinya perih
“Dia tidak mengandung anakku” ucap Luke dengan raut sedih di wajahnya
Isa terkejut, sangking terkejutnya, Isa merasa jantungnya berhenti seketika.
“Aku gagal dalam menjaganya. Dia mengandung anak seorang pria yang tidak dikenalnya. Disaat dia tau kalau dia sedang mengandung seorang anak, dia merasa frustasi. Dia bahkan selalu berusaha untuk menggugurkan anak itu. Aku tidak tahan melihatnya. Bagaimanapun juga, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan terjadi padanya. Hingga akhirnya, aku bersumpah kepadanya untuk menikahinya secepat mungkin dan akan menerima anak yang dikandungnya sebagai anakku sendiri”
“Setelah aku mengungkapkan hal itu, hubungan kami kembali membaik. Sampai suatu hari, aku tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan Ryan. Aku tidak mendengar jelas apa yang mereka katakan, tapi 1 hal yang ku ketahui… Aurora memutuskan untuk membunuh anak itu”
Tes.
Air mata Luke terjatuh
“Astaga, aku menangis” ucap Luke sambil tersenyum pahit
“Luke…” ucap Isa lembut sambil menghapus sebutir air mata yang berada di pipi Luke
“Aku merasa hancur, Isa. Bayi itu sudah berusia 4 bulan, aku sudah menyanyanginya dengan sepenuh hatiku. Aku bahkan sudah mempersiapkan nama untuknya, meskipun dia tidak memiliki darahku, tapi dia memiliki darah wanita yang kucintai. Aku sangat hancur! Dan aku semakin hancur saat tau jika Aurora melakukan hal itu agar dia tidak menciptakan aib bagi keluargaku. Alasan macam apa itu! Padahal dia tau kalau aku sangat terbuka menerimanya”
“Disaat aku hancur karena harus kehilangan bayi itu, dia, Aurora, meninggalkanku. Dia meninggalkanku tanpa memberitahukanku. Aku merasa gila. Hingga akhirnya aku sadar, aku memang tidak ditakdirkan untuknya” ucap Luke sambil tersenyum miris
Tes.
Air mata Luke kembali terjatuh
“Luke!!” ucap Isa emosional sambil menarik Luke ke dalam pelukannya
“Isa… aku mohon, jangan pernah meninggalkanku. Aku tak sanggup jika harus menahan beban ini sendiri. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri atas kematian bayi itu saat aku menatap mereka. Aku tidak sanggup” ucap Luke dengan lemah yang disertai dengan air mata yang bercucuran dari matanya
“Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak akan meninggalkan ayah dari anakku” ucap Isa sambil mengelus lembut punggung Luke
“Ya… jangan tinggalkan aku” ucap Luke
Isa langsung tersenyum kecil, nampaknya, pria yang di dalamnya itu masih diliputi rasa sedih dan bersalah, hingga dia tidak dapat mencerna perkataan Isa.
“Hei… aku tidak tau kalau pemilik perusahaan internasional seperti mu, ternyata sangat bodoh” ucap Isa sambil terkekeh
Mendengar perkataan Isa, Luke langsung menarik dirinya dari pelukan hangat Isa
__ADS_1
“Hah?” tanya Luke binggung
Isa menggingit bibirnya sendiri dengan gemas
“Kita akan menjadi orang tua” ucap Isa sambil tersenyum senang
Luke mengernyitkan dahinya. Nampaknya, dia masih memproses ucapan Isa. Hingga, matanya membola dengan seketika
“Ma… maksudmu?” tanya Luke antusias sambil memandang wajah dan perut datar Isa secara bergantian
Isa tersenyum bahagia dan mengganggukan kepalanya.
“Apa kau sedang menipuku? Kau tidak ingin melihatku bersedih” ucap Luke
“Untuk apa aku menipumu!” ucap Isa dengan sangar
Dengan kuat, Isa menarik tangan Luke dan meletakannya di atas perut datar Isa yang sudah berbalut piyama satin
“Disini sedang tumbuh anak kita, Seranno junior” ucap Isa sambil tersenyum lembut
Jantung Luke langsung berdetak 2x lebih cepat.
“Isa… I love you” ucap Luke dengan mata yang berkaca – kaca.
“I love you too” jawab Isa sambil tersenyum bahagia
.
.
.
.
.
Maaf ya jika author sering ngecewain kalian karena terlalu lama ngeupdate. Author juga tau kok kalau nunggu itu gak enak, maaf sekali lagi. Nanti, author bakal mempercepat updatenya... mungkin 1x 2 hari? Sekali lagi, maaf kalau author sudah bikin kalian semua kecewa sama cerita ini.
__ADS_1