
“Luke, apa kau sedang tidak enak badan?” tanya Austin sambil menatap ke arah Luke yang sedari tadi senyum – senyum sendiri.
“Uh?” tanya Luke binggung sambil menengadahkan kepalanya untuk menatap Austin
Kini, Luke dan Austin sedang berada di ruang kantor milik Luke.
Luke asyik mengerjakan tumpukan – tumpukan berkasnya, sedangkan Austin asyik menatap foto – foto seksi milik tunangannya.
“Apa kau sedang sakit?” tanya Austin dengan sabar sambil berjalan ke arah Luke.
Austin terus berjalan menuju ke meja kebesaran milik Luke.
“Tidak panas, kok” ucap Austin saat menempelkan tangannya di dahi Luke.
Luke yang mendengar perkataan Austin langsung mendengus kesal dan menarik kepalanya dari tangan Austin.
”Jangan menyentuhku!” ucap Luke dengan tajam
“Sensi amat! Aku hanya ingin memastikan saja!” ucap Austin yang tidak mau mengalah terhadap Luke
Austin mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Bukankah dia sudah menunjukkan rasa simpatinya kepada Luke? Kenapa Luke tidak pernah menanggapi rasa simpati itu? Sungguh… Luke benar – benar adalah seorang teman yang tidak perlu kau beri rasa simpati.
Selama Austin menemani Luke bekerja, tak sekali dua kali Austin menatap Luke sedang tersenyum sumringah saat menatap kumpulan berkas – berkasnya. Semua orang yang melihat Luke pasti berpikiran kalau pria itu sudah gila, tak terkecuali temannya sendiri, Austin.
“Hush, hush, go away!” usir Luke sambil mendorong tubuh Austin hingga membuat Austin hampir terjengkal jatuh
“Apa salah hamba yang sangat tampan ini, Tuhan?” tanya Austin dengan dramatis sambil menengadahkan kepalanya ke atas
“Ini adalah gedung Milleis! Bukan gedung rumah sakit jiwa!!! Lebih baik kau pergi mencari rumah sakit jiwa terdekat” ucap Luke sambil mendengus kesal
“Kenapa kau semakin jahat kepadaku?” tanya Austin sambil menyipitkan matanya saat menatap Luke
“Karena kau memang pantas mendapatkannya” jawab Luke dengan mudah
“Astaga! Aku terkena serangan jantung!” ucap Austin sambil memegang dadanya yang masih terbalut kemeja kerjanya
“Jangan berakting, kau terlalu payah untuk melakukan itu” ucap Luke sambil menatap sinis ke arah Austin
Austin yang ditatapi sinis oleh Luke langsung menegakkan tubuhnya dan menarik tangannya dari dadanya dengan kesal.
“Sebenarnya… aku ingin meng---
“Aku tidak punya banyak waktu” potong Luke dengan cepat
“Kau mengatakan kalau kau tidak punya banyak waktu, tapi kau selalu menyempatkan dirimu untuk stalking akun media sosial milik Isa” sindir Austin yang membuat Luke mengahlihkan pandangannya dari berkas – berkasnya dan menatap datar ke arah Austin.
Mendengar perkataan Austin yang merupakan fakta, membuat Luke merasa malu. Tiba - tiba, Luke merasa dirinya seperti seorang anak dibawah umur yang ketahuan berpacaran oleh orang tuanya sendiri.
“Sejak kapan kau begitu sangat tertarik dengan urusan pribadiku?” tanya Luke sambil menatap tajam ke arah Austin
Austin menatap datar ke arah Luke. Kemudian Austin mengeluarkan 2 buah tiket dari saku celananya dan melambai – lambaikan kedua tiket itu tepat di wajah Luke.
“Sebenarnya, aku ingin mengajakmu untuk pergi menonton peragaan busana Summer milik Lythe” ucap Austin dengan acuh.
Krek.
Luke yang mendengar nama rumah mode Lythe langsung teringat dengan Isa. Karena rasa keterkejutannya itu, Luke tidak sengaja mencoret salah satu berkas yang hendak ditanda tanganinya.
Austin yang melihat hal itu berusaha mati – matian untuk tidak tertawa.
“Kudengar – dengar, Isa juga akan berada disana” ucap Austin sambil memasukkan kedua tiketnya itu ke dalam saku celananya.
“Apa kau yakin tidak ikut bersamaku?” tanya Austin sambil menaik – turunkan kedua alisnya.
Cih!
Luke berdecak saat mendengar perkataan Austin tersebut.
“Aku bisa pergi sendiri kalau aku mau” ucap Luke acuh sambil menyusun seluruh berkas – berkasnya.
“Oh, benarkah? Apa kau masih bisa pergi disaat semua tiketnya sudah habis terjual?” tanya Austin sambil **** bibirnya untuk menahan senyumannya.
“Sudahlah, kau ikut saja denganku! Acaranya akan dimulai 1 jam lagi, kita tidak punya banyak waktu” lanjut Austin sambil tersenyum kecil.
Luke mengenggam berkas – berkas yang ada di tangannya dengan sangat kuat, sampai – sampai Austin takut bahwa berkas – berkas penting tersebut akan rusak.
“Fine! I will come along!” tandas Luke
__ADS_1
“Baiklah. Aku akan menjemputmu sebentar lagi. Aku harus bersiap – siap sekarang” ucap Austin sambil tersenyum senang dan meninggalkan ruangan Luke.
Luke menghela napasnya dengan pelan.
Kenapa setiap mendengar sesuatu yang berurusan dengan Isa, jantung Luke selalu berdegup dengan kencang? Rasanya, Luke tidak pernah mengalami hal ini setelah kepergian seseorang yang sangat berarti di hidupnya, dulu.
Dengan langkah berat, Luke berjalan menuju ke ruangan pribadinya yang berada di ruang kerjanya itu. Luke memang mendesain ruangan kerjanya tersebut agar memiliki ruang istirahat darurat, sehingga Luke dapat beristirahat disana bila Luke sedang lembur atau sedang malas pulang ke rumahnya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Luke memandang pandangan dirinya di pantulan kaca yang sedang mengikat dasinya.
Tiba – tiba, senyum Luke terbit.
“Aku berharap, Isa akan mengikat dasiku setiap pagi sebelum aku hendak ke kantor” ucap Luke kepada pantulan dirinya yang berada di kaca.
“Aish… It seems like I’m crazy” ucap Luke sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.
Isa memang benar – benar sesuatu untuk Luke.
“Hei, kau sudah tampan! Kau tak perlu menatap wajahmu berlama – lama seperti itu” ucap Austin yang entah sejak kapan sudah datang.
Luke hanya memandang Austin dengan sekilas.
“Berikan aku tiketnya” ucap Luke sambil berjalan ke arah Austin.
“Kukira kita akan pergi bersama?” tanya Austin sambil mengernyitkan dahinya
“Kita tidak akan pergi bersama” ucap Luke dengan nada datar
Austin mencibir Luke dengan suara yang pelan, namun masih dapat terdengar oleh telinga tajam Luke. Luke yang mendengar cibiran – cibiran yang dilontarkan oleh Austin untuknya hanya bisa diam dan memaklumi tingkah kekanak – kanakan temannya itu.
“Ini!” ucap Austin sambil meletakkan salah satu tiket VVIP peragaan busana itu dengan kuat di atas telapak tangan Luke.
Luke bergumam dan menerima tiket tersebut. Kemudian Luke berjalan meninggalkan Austin yang masih diam mematung di tempatnya.
“Hei!!! Apa kau tidak akan berterimakasih!!!” teriak Austin yang hanya diabaikan oleh Luke.
Luke tidak memperdulikan teriakan Austin tersebut, Luke tetap berjalan keluar dari ruangannya dengan gayanya yang sangat elegan dan penuh karismatik.
Semua staff pegawai yang berada di koridor langsung membungkuk untuk memberikan hormat kepada Luke. Inilah salah satu hal penting yang membuat Luke sangat suka menjadi seorang CEO, yaitu dirinya yang akan selalu dihormati oleh bawahannya. Melihat bawahannya membungkuk untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada Luke membawa perasaan senang dan bangga tersendiri untuk Luke.
Koenigsegg CCXR Trevita adalah mobil termahal di dunia saat ini. Harganya menyentuh jumlah $4.8 Juta (apabila kita rupiahkan harganya mencapai 64 Miliar Rupiah). Tentunya, jumlah uang sebanyak itu tidak berarti apa – apa untuk Luke.
Tak hanya termahal, Koenigsegg CCXR Trevita juga menjadi salah satu mobil tercepat di dunia. Pasalnya mobil ini memiliki top speed melebihi 410 km/jam. Kemampuan ini tak lepas dari pemakaian bodi carbon yang membuatnya lebih ringan. Sedangkan untuk mesinnya mengusung mesin dual-supercharged V8 berkapasitas 4.800cc yang bisa menghasilkan tenaga mencapai 1080 Horsepower pada 7.000 rpm dan torsi 1080 Nm pada 5.600 rpm.
“Tak perlu. Aku bisa sendiri” ucap Luke sambil masuk ke dalam mobilnya tersebut.
“Baik, tuan” ucap bodyguard tersebut sambil menutup pintu mobil Luke.
Tak ingin membuang – buang banyak waktu lagi, Luke langsung mengendarai Koenigsegg CCXR Trevitanya dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat dimana peragaan busana Summer milik Lythe diadakan.
Sesampainya di lokasi peragaan busana tersebut, Luke langsung memberikan tiketnya kepada bodyguard yang sedang menjaga pintu masuk gedung tersebut.
“Selamat datang, tuan” ucap bodyguard tersebut patuh sambil membungkukkan badannya.
“Tolong, atur letak mobilku” ucap Luke sambil melemparkan kunci mobilnya dengan sembarang kepada bodyguard tersebut.
“Baik, tuan” ucap bodyguard tersebut dengan patuh sambil berjalan terburu – buru untuk memarkirkan mobil mahal milik Luke tersebut.
“Ini, tuan” ucap bodyguard tersebut sambil memberikan kembali kunci mobil Luke kepada Luke setelah bodyguard tersebut memarkirkan mobil Luke di tempat seharusnya.
Luke hanya menggangguk samar dan berlalu meninggalkan bodyguard tersebut.
Saat memasuki ruangan dalam gedung tersebut, Luke menjadi pusat perhatian seluruh tamu yang hadir.
Bagaimana tidak, saat ini Luke sedang memakai sebuah jas mahal berwarna wine yang bertahtakan permata sebanyak 480 buah. Tentu, harga dari jas tersebut mampu membuat orang – orang geleng – geleng kepala karena harganya yang sangat fantastis. Harga untuk setelan jas itu senilai US$ 892.500 atau Rp 12 miliar
Jas tersebut adalah jas hasil desainer terkenal bernama Stuart Hughed yang bekerja sama dengan Richard Jewels.
Luke tidak memperdulikan keadaan di sekitarnya. Luke terus berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan untuk tamu VVIP.
“Tak kusangka, kau akan datang ke pergelaran busana seperti ini” ucap salah seorang wanita saat Luke sudah menghempaskan bokongnya di bangku khusus tamu VVIP.
Luke yang mendengar perkataan wanita tersebut langsung memalingkan wajahnya untuk menatap wanita tersebut.
Luke menyipitkan matanya saat dia menyadari bahwa wajah wanita tersebut terlihat familiar, sepertinya mereka sudah pernah bertemu. Tapi… dimana?
“Excuse me… but, who are you?” tanya Luke sambil menaikkan salah satu alisnya
__ADS_1
Wanita itu tersenyum kecut dan memutar bola matanya dengan kesal.
“Aku adalah Emily Gross” ucap wanita itu, Emily, sambil tersenyum kecil.
“Oh” ucap Luke sambil kembali memalingkan wajahnya dari Emily
Emily yang melihat hal itu langsung menggeram marah. Banyak pria di luar sana yang sangat ingin berbicara dengan Emily, namun Luke mengabaikannya?
“Only ‘oh’?” tanya Emily sambil menyipitkan matanya saat menatap wajah datar Luke yang kini sudah terfokus di cat walk yang masih kosong.
“Apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?” tanya Luke dengan nada dingin tanpa menatap Emily
Emily yang mendapatkan perlakuan dingin dari Luke langsung melipat kedua tangannya dengan kesal.
“Apa kau benar – benar melupakanku? Aku adalah teman semasa kuliahmu! Kita sudah melalui banyak hal bersama – sama! Kita sudah pernah masuk di kelas yang sama, organisasi yang sama, kepanitiaan yang sama! Bagaimana bisa kau melupakanku!” ucap Emily sambil memukul kuat lengan Luke.
Luke yang mendengar ocehan Emily langsung memalingkan wajahnya untuk menatap Emily. Luke menyipitkan matanya dan mencari – cari wajah Emily di file – file yang terpatri di memori otaknya.
“Oh… Emily yang itu” ucap Luke dengan datar sambil kembali memalingkan wajahnya
Wajah Emily langsung berubah menjadi berwarna merah karena emosinya sudah memuncak ke ubun – ubun.
“Emily yang mana?!?” tanya Emily sambil mengepalkan kedua tangannya erat – erat
“Eumh… Emily yang sangat centil kepadaku dan sering menggodaku dengan pakaian sexy juga foto – foto nakednya yang sengaja diblur” jawab Luke dengan enteng
Emily menghela napasnya dengan pelan dan teratur agar dia bisa mengontrol emosinya.
“Apakah kau tidak memiliki sebuah kenangan baik tentangku? Sedikit saja? Aku tidak berharap banyak” ucap Emily sambil tersenyum seramah mungkin.
“Sepertinya tidak ada” ucap Luke sambil memperhatikan para model yang kini sudah melenggak – lenggok di atas cat walk.
Emily yang mendengar perkataan Luke langsung mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Kenapa pria itu tidak pernah menyadari segala perhatian yang telah diberikan oleh Emily kepadanya?
“Oh, iya… untuk apa kau datang ke sini?” tanya Emily untuk memecah keheningan antara dirinya dan Luke
“Apa aku dilarang datang ke sini?” tanya Luke balik tanpa menatap Emily.
Emily menghela napasnya dengan kasar. Lebih baik dia memperhatikan para model yang sedang berlenggak – lenggok di cat walk daripada harus berbicara dengan Luke yang sepertinya tidak suka berbicara dengannya.
Selama acara dimulai, mata Luke tidak pernah berhenti untuk mencari keberadaan Isa. Seharusnya, wanita itu duduk di bangku khusus yang tidak jauh dari bangku VVIP. Tapi, Luke tidak menangkap keberadaan wanita itu. Apa wanita itu saat ini sedang ada di back stage? Kalau memang benar wanita itu sedang ada di back stage, sungguh sial nasib Luke yang harus menonton acara membosankan ini sampai selesai.
“Eh, apa dia seorang model? Aku belum pernah melihatnya” gumam Emily sambil menatap seorang wanita yang tengah berjalan di atas cat walk.
Luke yang mendengar gumaman Emily tersebut langsung kembali mengedarkan pandangannya ke atas panggung cat walk. Dan betapa terkejutnya Luke saat melihat wajah wanita yang sedang berjalan di atas cat walk tersebut.
Luke menatap Isa yang saat ini mengenakan pakaian super sexy yang menampilkan lekukan tubuh Isa, dan Luke tidak menyukai hal itu, hanya Luke yang boleh melihat lekukan itu! Damn it!
Pandangan Luke tidak berpindah dari wajah datar Isa. Luke mengetahui bahwa Isa menyadari keberadaaannya dan Luke dapat menangkap raut wajah keterkejutan di wajah Isa, namun Isa dengan begitu profesionalnnya langsung mengatasi keterkejutannya tersebut.
“Yakh! Dia benar – benar cantik dan sexy!”
“Sepertinya dia model baru. Dari agensi mana dia berasal? Kurasa aku memerlukannya malam ini”
“Hei, hei, jangan seperti itu! Aku juga menginginkannya!”
Luke mengepalkan kedua tangannya dan menggeram marah saat mendengar bisikan – bisikan dari para pria di dekatnya yang sedang membicarakan tentang Isa. Luke tau bahwa dia juga bukanlah orang yang suci, Luke juga sering melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh pria – pria itu saat melihat seorang wanita yang sangat menarik baginya, namun… saat mereka membicarakan tentang Isa, ada rasa marah dan tidak rela yang terselip di dalam hati Luke.
“Apa yang terjadi denganmu?” tanya Emily sambil menatap Luke dengan kernyitan.
“Tidak” jawab Luke dengan dingin.
.
.
.
Aku mah apa atuh kalau dibandingin sama uang Luke.... bagaikan sebutir pasir di gurun Sahara :(
Oh iya,,, buat yang belum follow akun instagram aku, di @bulanyasinta95, yuk buruan follow... Karena disana aku sudah post role player dari cerita ini, spoiler part selanjutnya juga bakal di update di sana. Makanya, follow ya.. supaya kalian nggak ketinggalan informasi tentang cerita ini^_^
**Like dan komen adalah vitamin cerita ini. Terimakasih sudah menyempatkan waktu kalian untuk mampir ke cerita ini**
__ADS_1