
Kreitk!!!
Bugh!!
Suara pintu yang terbuka dari dalam dan sebuah suara sesuatu yang jatuh membuat Isa terkejut
“Isa!” panggil Luke dengan nada lirih sambil tersenyum kecil saat menatap wajah Isa yang terlihat sembab.
Isa terperangah melihat keadaan Luke yang saat ini tengah terjatuh di lantai.
Isa mengerjapkan kedua matanya secara berulang – ulang. Ia takut bahwa yang dilihatnya saat ini adalah salah satu dari sekian mimpi buruk yang dialaminya.
Kondisi Luke saat ini sangat kacau. Rambutnya terlihat berantakan, badannya terlihat lemah dan jangan lupakan kedua kantung matanya yang telah menghitam, nampaknya Luke tidak tidur selama semalaman.
“Isa, akhirnya kau membuka pintu kamarmu. Aku bisa tidur sekarang” ucap Luke sambil tersenyum dan menutup matanya
“Eumh… apa kau tidak apa – apa?” tanya Isa dengan suara yang kecil
Meskipun Isa menahan dirinya untuk tidak memberikan sedikitpun perhatiannya kepada Luke, namun saat melihat kondisi Luke yang mirip seperti mayat hidup seperti ini, hati kecil Isa merasa tersakiti.
“Ah, aku tidak apa – apa” ucap Luke sambil meletakkan tangannya untuk menutupi wajahnya
Isa meringis melihat hal itu.
“Jika kau ingin tidur, lebih baik kau tidur di kamar. Lantai ini sangat dingin, nanti kau sakit” ucap Isa sambil berjalan pelan menjauhi Luke
“Baiklah” ucap Luke sambil bangkit dari posisinya dengan sekuat tenaganya.
Luke merasa bahwa saat ini dirinya tidak memiliki banyak tenaga untuk bangun. Meskipun begitu, Luke tetap berusaha untuk bangun.
Dengan langkah gontai, Luke berjalan menuju ke kamarnya. Tempat tidur, bantal dan selimut adalah hal yang paling diingankannya saat ini.
Setelah memastikan bahwa Luke sudah benar – benar memasuki kamarnya, Isa langsung berjalan dengan kondisi kaki yang tertatih – tatih menuju ruang tamu penthouse milik Luke
Isa menghela napasnya saat melihat kepingan – kepingan vas yang semalam menjadi saksi bisu pertengkaran Luke dan Isa.
Dengan hati – hati, Isa membersihkan kepingan – kepingan vas itu.
Setelah semuanya bersih, Isa langsung berjalan menuju dapur. Ya, dia berniat untuk membuatkan sarapan pagi untuknya dan Luke.
Di pagi ini, Isa memutuskan untuk membuat sarapan pagi berupa nasi goreng pedas dan sebuah telur mata sapi, untuk melengkapi menu sarapan yang dibuatnya itu, Isa juga menyiapkan jus timun.
Setelah semua menu diselesaikannya, Isa langsung membawa bagiannya ke meja makan dan memakan sarapannya dalam diam. Saat memakan sarapannya, Isa baru menyadari bahwa penthouse Luke memiliki aura negatif yang sangat tinggi, apalagi saat ini, hanya Isa yang bangun dan beraktivitas di penthouse ini. Semua maid yang melayani Isa saat Luke pergi ke Los Angeles telah pergi entah kemana, sepertinya Luke tidak membutuhkan maid – maid tersebut.
Tak jarang, Isa merasa bulu kuduknya meremang. Namun, Isa langsung menepis semua hal – hal negatif yang bersarang di kepalanya. Ia sudah dewasa, tidak seharusnya dia merasa takut akan hal – hal berbau mistis.
Tiba – tiba, Isa teringat dengan Luke.
__ADS_1
Pria itu pasti sedang kelaparan saat ini.
“Mau bagaimanapun aku menghindarinya, pasti ada saja yang membuatku harus menemuinya” ucap Isa pada dirinya sendiri sambil menghela napas
Isa pun memutuskan untuk mengantarkan sarapan pagi Luke ke kamarnya.
Tok… tok… tok…
Isa mengetuk pintu kamar Luke berulang – ulang, namun, Isa tidak mendapati respon dari Luke akan tindakannya tersebut
“Mungkin dia sedang tidur” gumam Isa
Tanpa memperdulikan tata krama, Isa langsung memutar knop pintu kamar Luke.
Dan…
Klek!
Pintu kamar Luke terbuka.
Saat memasuki kamar Luke,Isa dapat melihat Luke sedang tertidur lelap dengan posisi meringkuk. Senyum kecil Isa timbul saat melihat Luke. Ia tidak pernah berpikir bahwa Luke akan terlihat imut jika tidur dengan posisi meringkuk seperti bayi.
Rasanya, Luke yang dilihatnya saat ini adalah pria lemah yang sewaktu – waktu bisa menyerah akan kehidupannya sendiri, berbeda dengan Luke yang dilihatnya semalam.
Dengan hati – hati, Isa melangkahkan kakinya untuk meletakkan nampan yang berisi sarapan pagi Luke ke atas meja kecil yang merupakan meja kerja dadakan Luke. Kenapa disebut meja kerja dadakan? Hal itu karena Luke sering sekali terbangun di malam hari dan susah tidur, untuk mengatasi kebosanannya saat menunggu dirinya tertidur kembali, Luke biasanya akan membaca laporan – laporan perusahaannya di atas meja kerja dadakan tersebut.
Setelah meletakkan nampan itu di atas meja, Isa menyempatkan dirinya untuk berjalan mendekati Luke.
Senyum Isa kembali terbit saat melihat selimut yang dipakai oleh Luke sudah tidak jelas lagi arahnya. Bahkan, selimutnya itu hanya menyelimuti setengah badannya.
“Like a child!” gumam Isa geli sambil memperbaiki selimut Luke
Nampaknya, Luke telah masuk ke dalam dunia mimpinya yang sangat mengasyikkan sehingga dia tidak menyadari pergerakan yang terjadi di dekatnya. Padahal, Luke adalah termasuk orang yang sangat peka akan pergerakan. Bahkan, Luke bisa terbangun hanya karena suara decitan lemari. Mungkin karena terlalu lelah, Luke menjadi tidak peka.
“Tidur yang nyenyak” ucap Isa sambil mengusap pelan surai hitam legam milik Luke
Tak ingin mengganggu tidur nyenyak Luke, Isa langsung meninggalkan kamar Luke.
Sesampainya di ruang tamu penthouse Luke, Isa merasa sangat bosan.
Saat ini, Isa sedang menonton sebuah acara televisi yang ditampilkan di layar televisi LCD milik Luke, namun pikiran Isa tidak bisa fokus untuk menikmati acara televisi itu. Jujur, Isa sering merasa dirinya tiba – tiba merinding.
“Oh, god!” ucap Isa sambil mematikan televisi tersebut.
Isa mengusap wajahnya. Kenapa hari ini Isa merasa sangat takut? Apakah penthouse Luke ini memang memiliki penunggu? Astaga! Isa tidak bisa membayangkan jika penthouse Luke ini benar – benar memiliki penunggu.
“Ah… aku sangat bosan” ucap Isa sambil menengadahkan kepalanya.
__ADS_1
Isa terus memikirkan hal menarik apa yang akan dilakukannya agar rasa bosannya hilang dan pikirannya terahlihkan dari hal – hal negatif.
Hingga sebuah ide muncul di otak Isa.
“Ya! Aku akan membersihkan penthouse ini!” ucap Isa dengan penuh semangat
Dengan penuh semangat, Isa bangkit dari posisi duduknya dan mengikat rambutnya menjadi satu.
Di pagi yang sejuk itu, Isa menghabiskan waktunya untuk membersihkan penthouse Luke yang ukurannya tidak bisa dibilang kecil. Meskipun ia lelah, namun Isa terlihat menikmati aktivitasnya itu
“Bravo!” ucap Isa kagum saat melihat penthouse Luke yang sudah bersih, semua barang – barang yang berserakan dimana – mana telah dibersihkannya.
Saat Isa mengedarkan pandangannya untuk menggagumi kerja kerasnya, tiba – tiba ekor matanya berhenti disebuah tong sampah yang nampaknya telah penuh.
Puk!
Isa memukul dahinya sendiri
“Bagaimana aku bisa lupa?” ucap Isa pada dirinya sendiri sambil menggeleng – gelengkan kepalanya
Dengan langkah ringan, Isa berjalan menuju ke tempat tong sampah itu berada.
“Banyak sekali kertas disini” ucap Isa kesal saat melihat tong sampah itu diisi oleh banyak kertas beragam bentuk, mulai dari berbentuk utuh, berbentuk sebuah remasan, berbentuk sebuah robekan sampai kertas yang tidak berbentuk. Sepertinya si empunya kertas sangat merasa frustasi saat membuang kertas – kertas tersebut. Isa yakin itu.
Baru saja Isa hendak menggangkat kertas itu, namun tatapannya tiba – tiba terjatuh pada sebuah map berwarna silver. Kelihatannya, map itu sangat elegan dan istimewa. Kenapa map itu bisa berada disana?
Banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikiran Isa. Lantaran dirinya terlalu penasaran, Isa pun meraih map tersebut.
Saat meraih map tersebut, sebuah lembaran kertas langsung mendarat dengan mulus di atas lantai penthouse milik Luke
“Ah, terjatuh” ucap Isa setengah terkejut sambil meraih selembar kertas yang terjatuh dari map.
Isa langsung mengernyit saat membaca kertas tersebut.
“Ini…?” tanya Isa terkejut sambil meremas kertas yang dipegangnya
“Tidak mungkin” ucap Isa dengan detak jantung yang sudah berpacu dengan cepat. Rasa – rasanya, Isa menyesali keputusannya untuk melihat map tersebut.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Author lagi ulang tahun nih, ucapin apa kek :D