
NB : Episode ini seharusnya sudah di up pada tanggal 6, tapi karena ada kendala review, tanggal updatenya jadi mundur. Sebelumnya, di episode ini ada adegan sedikit dewasa, karena ada kendala review, adegan itu dipotong. Terimakasih atas perhatiannya, selamat membaca
.
.
“Aaarghh!” ucap Luke kesakitan
Refleks, Luke langsung mendorong bahu Isa untuk menjauhinya.
“Oh god!” ucap Luke sambil memegang bibirnya yang sudah dilumuri oleh darah
Rasa asin langsung menyerang mulut Luke. Luke tidak tau jika Isa akan seganas ini. Jika Luke tau Isa akan seganas ini, pasti sejak tadi, Luke sudah membalas ******* Isa dengan senang hati
“Ah… berdarah..” ucap Isa terkejut sambil berusaha untuk menyentuh bibir Luke
Senyum miris Luke tak bisa tak muncul saat mendengar ucapan istrinya itu. Mengapa istrinya itu menampilkan wajah terkejut seperti itu? Bukankah sudah jelas bahwa istrinya itulah yang telah menyebabkan bibirnya berdarah.
“Apa ini sakit?” tanya Isa saat melihat darah menetes dari bibir Luke tanpa henti, bahkan darah itu sudah mulai membanjiri tangan Luke yang sedang menyentuh bibirnya
“Tidak, rasanya tidak sakit” dusta Luke sambil tersenyum manis
“Tapi, bibirmu mengeluarkan banyak darah. Benar tidak sakit?” tanya Isa khawatir
Mendengar pertanyaan Isa yang tak perlu ditanyakan itu, senyum Luke langsung tersenyum sangat manis. Andaikan saat ini Isa sedang tidak mengandung, Luke pasti sudah memberikan hukuman kepada wanita itu
“Iya, tidak sakit” dusta Luke dengan harapan bahwa Isa akan meminta maaf dan memberikan sebuah kecupan penyembuh di bibirnya
“Oh… baiklah…” tandas Isa sambil mengganggukkan kepalanya dengan pelan
Setelah mengucapkan kalimat itu, Isa langsung menarik dirinya dari Luke dan berjalan dengan santai ke tempat tidurnya
Luke menyipitkan matanya saat melihat hal itu. Bagaimana bisa wanita itu meninggalkannya setelah apa yang telah diperbuatnya kepada Luke?
“Isa… apa kau tidak merasa kalau kau telah melupakan sesuatu?” tanya Luke sambil berjalan mengikuti Isa
“Apa ya?” tanya Isa sambil memiringkan kepalanya
Luke menatap Isa yang sedang duduk di atas tempat tidur mereka dengan penuh harap.
__ADS_1
“Ah, iya, aku lupa!” ucap Isa sambil menepuk dahinya sendiri
Senyum Luke langsung terbit
“Seharusnya aku mandi terlebih dahulu, badanku sudah sangat lengket – lengket meskipun aku sudah melepas gaun pernikahanku” ucap Isa sambil bangkit dari posisi duduknya
Mendengar ucapan Isa, senyum Luke langsung menghilang dan digantikan dengan sebuah helaan napas kasar
“Eumh… mandilah, setelah kau selesai mandi, aku akan mandi” ucap Luke pasrah sambil berjalan keluar kamarnya untuk mencari kotak obat. Nampaknya, Luke harus benar – benar mengobati lukanya tanpa bantuan Isa.
“Of course” jawab Isa sambil melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi
Sebuah senyum jenaka tak bisa lepas dari wajah cantik Isa, nampaknya, mengerjai Luke akan menjadi hobi barunya. Awalnya, Isa tidak ada niatan untuk mengerjai Luke, dia takut jika suaminya itu akan murka dan memberikannya hukuman yang sangat nikmat, namun Isa langsung menyingkirkan semua ketakutannya itu saat dia menyadari dirinya sedang hamil. Luke pasti tidak akan melakukan hal – hal seperti itu.
Dengan senandung yang mengalun merdu dari bibir mungilnya, Isa membasuh dirinya dengan tergesa – gesa. Isa merasa tubuhnya sudah sangat lelah dan Isa sangat ingin untuk membaringkan punggungnya yang sudah tegang itu di atas tempat tidurnya yang sangat empuk.
Ah, memikirkan hal itu membuat Isa langsung menyudahi acara mandi tergesa – gesanya. Setelah memastikan bahwa dirinya sudah memakai baju tidurnya dengan baik dan benar, Isa langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar mandi.
Hal pertama yang Isa lihat saat dia keluar dari kamar mandi adalah wajah kesal dan kesakitan milik Luke. Isa terkekeh kecil saat melihat pria itu sedang mengobati luka dibibirnya sendirian
“Apakah itu sakit?” tanya Isa pelan sambil melangkahkan kakinya mendekati Luke
Isa langsung terkekeh saat melihat reaksi tak bersahabat dari Luke itu
“Maafkan aku” ucap Isa tulus sambil menyentuh tangan suaminya yang masih memegang betadine
Luke menghela napasnya. Jika Isa sudah seperti ini, apa dia masih mampu untuk marah kepada wanita itu?
“Tak apa – apa, aku maklum. Aku sudah terbiasa dengan hormon ibu hamil” ucap Luke sambil tersenyum lebar seolah – olah dia tidak mengatakan sesuatu yang salah
Senyum Isa langsung lenyap. Luke terbiasa dengan hormon ibu hamil? Bagaimana Isa bisa lupa dengan hal itu. Apakah Luke juga bersikap seperti itu saat bersama dengan Aurora yang sedang mengandung? Memikirkan hal itu membuat hati Isa terasa sakit.
“Ah iya, aku mandi dulu ya” ucap Luke sambil mengacak – acak lembut puncak kepala Isa
Isa hanya tersenyum kecil dan menggagukkan kepalanya.
Setelah Isa melihat Luke sudah benar – benar memasuki kamar mandi, Isa langsung menjatuhkan badannya ke atas tempat tidur. Ah… punggungnya terasa benar – benar rileks. Isa merasa bahwa segala bebannya langsung terangkat bebas, kini Isa mengerti mengapa orang – orang yang sering mengalami stress biasanya dianjurkan untuk tidur.
Sebelum Isa benar – benar menutup matanya, pandangan Isa tanpa sengaja bersiobrok ke arah beberapa kotak hadiah yang terletak di dekat pintu kamar mereka. Isa mengernyitkan dahinya saat ia melihat tumpukan kotak hadiah tersebut. Bukankah Isa sudah meminta kepada salah seorang pelayan untuk menyimpan kotak – kotak itu di ruang tamu?
__ADS_1
Karena rasa penasarannya yang tinggi, Isa bangkit dari posisi tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju tumpukan kotak – kotak itu.
“Mungkin, aku akan buka beberapa” ucap Isa sambil tersenyum dan mengambil tumpukan kotak – kotak itu yang hanya berjumlah 7 buah kotak. Sepertinya, 7 buah kotak ini tercecer dari tumpukan kotak – kotak lain.
Dengan langkah santai, Isa membawa tumpukan kotak – kotak itu ke atas tempat tidurnya.
“Baiklah… mari kita mulai” ucap Isa dengan semangat sambil membuka kotak – kotak tersebut
Senyum tak pernah hilang dari wajah Isa saat membuka kotak – kotak itu. Jika diingat – ingat, Isa terakhir kali membuka kotak hadiah seperti ini saat dia berulang tahun yang ke 17, dan hal itu sudah lama sekali.
Dari kotak – kotak tersebut, Isa menemukan berbagai macam hadiah. Mulai dari hadiah simple seperti gelas couple yang dihiasi dengan perak sampai hadiah yang menurut Isa berlebihan, sebuah gaun malam dari Victoria secret.
“Ah… sepertinya besok aku harus membuka kotak – kotak yang lainnya” ucap Isa. Kini, Isa sudah mulai mendapatkan bayang – bayang tentang jenis hadiah macam apalagi yang akan diterimanya dari kotak – kotak hadiah yang lain.
“Aku harus membersihkan ini sebelum Luke selesai mandi” gumam Isa sambil mengumpulkan kotak – kotak hadiah yang sudah rusak dan berceceran di atas tempat tidur Isa.
Setelah memastikan semua kotak – kotak itu tidak berceceran lagi di atas tempat tidur mereka, Isa langsung menyingkirkan kotak – kotak itu ke keranjang sampah, hingga…
Duk.
Sebuah kotak kecil terjatuh diantara tumpukan kotak – kotak itu
Isa mengernyitkan dahinya saat melihat kotak kecil itu. Kotak kecil itu masih terlihat rapi, sepertinya Isa tidak memperhatikan kotak itu tadi.
Jika diperhatikan dengan baik – baik, kotak itu terlihat sangat familiar.
“Ini… bukannya dari Aurora?” gumam Isa sambil meraih kotak kecil yang jatuh itu
.
.
.
.
.
Ada yang sudah liat Red Velvet Irene Seulgi - Monster?
__ADS_1