Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel
Episode 26


__ADS_3

“Sean, apa yang sedang kau lakukan disinu?” tanya Isa dengan nada dan tatapan yang dingin kepada Sean.


Mendengar pertanyaan yang dilayangkan oleh Isa kepadanya, Sean langsung menarik ujung bibirnya dengan gerakan slow.


“Tentu saja untuk menemuimu” jawab Sean sambil tersenyum dengan senyuman yang seolah – olah dipaksakan.


“Aku tidak butuh kedatanganmu disini, kau bisa pergi sekarang. Ohw… apa jangan – jangan kau tidak tau dimana pintu keluar? Mari kutunjukkan” ucap Isa dengan pedas sambil bangkit dari duduknya dan menarik tangan Sean dengan rasa jengkel


“Kau sudah banyak berubah Isa. Kau jadi lebih galak. Jujur… aku lebih suka Isa yang dulu, lembut dan penyayang” ucap Sean sambil menghentakkan tangannya dengan kuat, sehingga tangan Isa yang menggengam tangannya kini sudah terlepas.


“Shit! Dan kau tidak ada ubahnya… tetap menjadi Sean yang kasar dan selalu mementingkan diri sendiri” ucap Isa sambil memegang tangannya yang terasa sakit karena hempasan tangan Sean yang tidak diduganya sebelumnya.


Sean tersenyum miring dan bangkit dari duduknya.


“Kenapa kita tidak kembali seperti dulu, eumh?” tanya Sean sambil menatap Isa dengan tatapan mengintimidasinya


“Kurasa otakmu sudah bergeser” ucap Isa dengan kesal sambil berlalu dari hadapan Sean.


Sebelum Isa benar – benar melangkahkan kakinya untuk menjauhi Isa, Sean langsung menggengam tangan Isa dengan kuat sehingga si pemilik tangan tersebut meringis kecil karena merasakan rasa sakit di pergelangan tangannya.


“Lepaskan aku!” ucap Isa sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Sean.


Sean lagi lagi menampilkan senyum misteriusnya. Tiba – tiba, senyum Sean menghilang dan dengan cepat, Sean mendorong tubuh Isa dengan kuat, sehingga punggung Isa bertabrakan dengan dinding ruang kerjanya.


Brukk!!!


Punggung Isa menabrak dinding ruang kerjanya dengan sangat kuat, sehingga menyebabkan bunyi yang nyaring.


Isa menutup matanya saat merasakan punggungnya terasa sangat sakit.


“Open your eyes, Isa!” sentak Sean sambil memegang rahang Isa dengan kuat


Isa membuka matanya dan menatap Sean dengan tatapan tertajam yang dimilikinya.


Peh!


Isa membuang ludahnya dengan kasar, tepat di wajah Sean.


“Kau memang benar - benar seorang pengecut!” ucap Isa sinis sambil tersenyum kecil.


“Kau!!!”


Baru saja Sean hendak melayangkan tamparannya pada pipi Isa, tapi sebuah tangan kekar berhasil menahan tangan Sean yang hendak melayangkan tamparannya itu.


“Apakah kau sangat suka menyiksa wanita? Sungguh...kau tidak bermoral!” ucap Luke dengan tegas dan dingin, sambil menghempaskan tangan Sean yang berada di genggamannya dengan kasar.


Bugh!

__ADS_1


Tanpa aba – aba, Luke langsung memukul wajah Sean. Pukulan Luke yang kuat itu membuat ujung bibir Sean mengeluarkan darah segar.


Sean yang mendapat perlakuan seperti itu, langsung memegang rahangnya yang terasa sedikit bergeser dari posisi semula. Kemudian, Sean menampilkan senyum menantangnya.


Isa yang melihat tingkah Sean itu langsung menatap Sean dengan tatapan jijik, kesal dan marahnya.


“Jika aku tidak bermoral… Lalu, bagaimana denganmu, tuan Lukas Serrano terhormat?” tanya Sean sambil menekankan kata ‘Lukas Serrano’


“Bastard! Apakah pukulanku tadi belum cukup untukmu!!!” jawab Luke dengan emosi yang meletup – letup sambil memegang kerah kaus berwarna hitam yang sedang dipakai Sean saat ini.


“Ups… Apakah aku mengucapkan sesuatu yang salah?” tanya Sean sambil tertawa hambar.


Bugh!


Lagi, Luke melayangkan pukulannya kepada Sean. Kali ini, Luke tidak menyerang wajah Sean, namun dia memilih untuk menyerang perut Sean.


Sean yang mendapatkan serangan tiba – tiba itupun langsung terhuyung dan jatuh di atas lantai ruangan kerja Isa. Kini, darah yang keluar dari mulut Sean sudah mengotori lantai marmer putih di ruangan kerja Isa tersebut.


Isa memalingkan wajahnya saat melihat Sean sedang terbatuk – batuk dan batuk yang dikeluarkan oleh Sean bercampur dengan darah. Sungguh, Isa tidak tega melihat keadaan Sean yang sudah babak belur akibat  perbuatan tangan Luke. Tapi, hal itu memang pantas dirasakan oleh Sean yang sudah menyiksanya sedari tadi.


“Jangan pernah berani – beraninya kau menampakkan dirimu dihadapanku! Apalagi jika kau menyentuh sehelai rambut dari wanitaku! Aku tidak akan pernah memaafkanmu dan seluruh anggota keluargamu juga akan menjadi korban dari tindakan gilamu itu!” ancam Luke sambil merangkul pinggang ramping Isa dan mendekatkan tubuh Isa ke tubuhnya.


“Wanitamu?” tanya Sean dengan nada yang terkejut dibuat – buat.


Sungguh, jika ada sebuah penghargaan mengenai Orang Babak Belur yang Tidak Tau Diri, maka… mungkin Sean akan membawa pulang penghargaan itu.


“Kau tidak tau apa apa tentang kehidupanku! Lebih baik kau menjauh dari ku dan wanitaku!” ucap Luke dengan nada yang tajam dan tatapan dingin.


“Aku penasaran…. Jika Ara berada disini, apakah kau masih berani menyebut Isa dengan sebutan ‘wanitaku’?”


“Ara?” ucap Isa binggung sambil menatap wajah Luke


Tanpa mengatakan apa – apa, Luke langsung melayangkan tinjuannya ke wajah Sean hingga Sean kembali jatuh tersungkur.


Isa meringis kecil melihat keadaan Sean.Saat ini, Sean benar – benar butuh pertolongan pertama untuk lukanya.


“Apa yang kau tau tentangnya, hah! Kau tidak akan bisa memperalatku dengan namanya!” ucap Luke marah besar sambil menggengam erat tangan Isa, seolah – olah Luke tidak ingin membiarkan Isa pergi.


“Kau memang brengsek, tuan Lukas. You are a bastard! Aku memang mengakui bahwa aku adalah pria brengsek. Tapi, sebrengsek – brengseknya aku, aku tidak pernah meninggalkan seorang wanita disaat wanita itu kesusahan” ucap Sean dengan nada yang tajam dan menusuk.


“You!!!”


Baru saja Luke hendak kembali melayangkan tinjuannya, namun tangan Isa dengan cepat langsung memeluk perut Luke sehingga pergerakan Luke terhenti.


“Stop it” ucap Isa lirih sambil menutup matanya


“Isa, let me go! Aku harus menghajar bedebah yang satu ini!” ucap Luke sambil mencoba melepas pelukan erat Isa di perutnya.

__ADS_1


“Luke!!!” teriak Isa kuat sambil mempererat pelukannya pada Luke.


Luke yang mendengar teriakan Isa langsung menghentikan pergerakannya. Seakan – akan baru tersadar, Luke langsung mengerjapkan matanya beberapa kali. Kemudian Luke menatap wanita yang sedang memeluknya dengan tubuh bergetar.


“Isa” panggil Luke lembut sambil mengelus puncak kepala Isa yang tengah menangis dalam diam


“Luke…” ucap Isa dengan suara tercekat sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Luke.


“Maafkan aku kalau aku sudah membuatmu takut. I lost my control” ucap Luke sambil mengecup singkat dahi Isa.


Luke mengelus lembut punggung Isa agar rasa keterkejutan dan rasa panik Isa dapat berkurang. Setelah Luke merasa bahwa Isa tidak setakut sebelumnya, Luke langsung melepaskan pelukan Isa dengan lembut.


“Karena ini pertama kalinya, aku akan memaafkanmu. Tapi jika kejadian seperti ini berulang lagi, maafkan aku… aku tidak akan pernah mengampunimu” ucap Luke sambil menatap Sean dengan tatapan tajamnya


“Cih! Siapa juga yang ingin ucapan maaf dan ampunan darimu? Ingat! You are not God!” ucap Sean dengan senyum menyebalkannya.


Ingin rasanya Luke memberikan sebuah tinjuan di mulut Sean si bedebah itu, namun, Luke lebih memilih untuk meredam rasa kesal dan marahnya.


“Ini… kotak obat” ucap Isa dengan nada lirih sambil meletakkan sebuah kotak berwarna putih di dekat Sean.


Sean tersenyum kecut saat melihat Isa yang memberikan kotak obat itu kepadanya. Bahkan setelah seluruh perlakuan kasarnya kepada Isa, Isa tetap memberikan pertolongan kepadanya secara sukarela. Sungguh, Sean semakin tidak rela untuk melepaskan Isa.


“Untuk apa kau membantu orang yang sudah melukaimu? It’s useless!” ucap Luke sambil menatap tidak suka ke arah Sean.


“Luke… dia terluka parah, dia perlu pertolongan pertama” ucap Isa dengan suara yang kecil sambil menatap takut takut ke arah Luke.


“Ayo kita pergi! Biarkan security yang akan mengurus dia!” ucap Luke dengan kesal sambil menarik tangan Isa untuk mengikutinya.


Dengan langkah tergesa – gesa, Isa mengekori Luke. Mereka meninggalkan Sean sendiri.


“Aku akan mendapatkannya dengan cara apapun. Aku tidak ingin kehilangan sesuatu yang amat berharga bagiku, hanya karena wanita ini”


.


.


.


.


.


*Mau nanya dong... Bolehkan? Boleh lah ya :)... Kalau kalian diajak sama mantan balikan\, apa yang akan kalian lakukan?*


 


 

__ADS_1


__ADS_2