
Saat membuka matanya di pagi hari yang sangat mendung dan dingin ini, Isa langsung mencari sosok Luke. Isa menyapukan pandangannya keseluruh sudut kamar Luke dan Isa tidak mendapati tanda – tanda kehidupan dari Luke.
“Apa dia pulang ke rumahnya?” tebak Isa sambil melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Luke.
Tak sampai disitu saja rasa kebinggungan menerpa Isa, rasa kebinggungannya sungguh semakin menjadi saat melihat penthouse Luke yang semalam sepi kini sudah dihuni oleh beberapa wanita yang dapat Isa tebak adalah maid.
“Good morning, Mrs. Serrano” ucap salah seorang maid yang tanpa sengaja lewat dari hadapan Isa.
Isa yang mendengar sebutan Mrs. Serrano pun langsung mengernyit binggung. Siapa yang mereka maksudkan nyonya Serrano? Apakah saat ini, Ibu Lukas sedang berada di penthouse milik Luke?
“Apakah Ibu tuan Lukas berada disini?” tanya Isa sambil mengernyitkan dahinya binggung
“Tidak, Mrs.”
“So… siapa yang kau sapa dengan sebutan Mrs. Serrano?” tanya Isa binggung
“Tentu saja Mrs” jawab maid tersebut sambil tersenyum
“Hah? Me?” tanya Isa sambil menampilkan wajah blo’on nya dan menunjuk dadanya dengan jari telunjuknya sendiri
“Siapa yang mengatakan itu kepadamu? Namaku adalah Issabele Caroline Rose” terang Isa sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
“Tapi tuan memberikan perintah kepada kami untuk memanggil nyonya dengan sebutan Mrs. Serrano” terang maid tersebut sambil tersenyum menatap Isa
“Eh? Mengapa begitu? Apa tuanmu itu gila?” tanya Isa sambil mengerucutkan bibirnya dan maid tersebut hanya tersenyum kecil saat mendengar gerutuan Isa.
“Mari Mrs. Sarapan anda telah tersedia” ucap maid tersebut sambil tersenyum
Isa yang mendengar panggilan tersebut pun hanya tersenyum kikuk. Daripada berdebat dengan pelayan Luke mengenai nama panggilannya, saat ini Isa lebih baik untuk mengisi perutnya yang terasa sangat lapar.
Dengan langkah yang sedikit terburu – buru, Isa melangkah menuju ke area makan penthouse Luke yang kini sudah berisi bermacam – macam makanan diatas mejanya. Seketika, mulut Isa mengganga.
“Makanan sebanyak ini… untuk siapa?” tanya Isa sambil menatap horror makanan di atas meja yang lebih dari 5 jenis makanan, dengan porsi yang tidak tanggung – tanggung.
“Untuk anda Mrs.” Jawab salah satu maid yang sedang berjaga di area tersebut
“Hah? Untuk ku?” tanya Isa heran sambil mendudukkan bokongnya di salah satu kursi makan
“Ya, Mrs., Mr. Serrano yang memerintahkan kami untuk member anda makan yang banyak. Mr ingin melihat anda lebih sintal saat dia sudah pulang dari pekerjaan bisnisnya” ucap maid tersebut dengan nada datar, seolah – olah dia tidak mengatakan sesuatu yang janggal kepada Isa.
Isa yang mendengar ucapan maid tersebut pun langsung bersemu. Rasa panas menjalari pipi dan punggungnya. Karena merasa sangat malu, Isa hanya menunduk.
Maid tersebut tidak memperdulikan wajah Isa yang sudah memerah seperti kepiting rebus. Maid tersebut hanya mengatakan, perkataan yang diperintahkan oleh tuannya. Dengan telaten, Maid tersebut mengambil piring dan mengisi piring tersebut dengan nasi goreng bercampur daging ayam yang sudah disuir, 2 telur mata sapi, 3 buah timun, 2 buah tomat dan 1 helai selada. Setelah dirasa porsinya cukup, Maid tersebut memberikan piring tersebut kepada Isa.
__ADS_1
“Thank you” ucap Isa dengan nada yang terdengar tertekan. Bagaimana dia tidak tertekan, porsi makanan yang berada di piringnya saat ini bukanlah porsi makanan yang biasa Isa makan di pagi hari. Bahkan, porsi sarapannya hari ini 3x lipat lebih banyak dari porsi sarapannya di hari sebelumnya.
Tak sampai disitu saja, kini, maid tersebut menyodorkan kepada Isa sebuah piring yang sudah berisi 3 roti lapis dan 2 roti yang diberi selai cokelat. Selain itu, maid tersebut juga menyodorkan segelas susu kepada Isa.
“Mrs., tolong habiskan semua sarapan anda. Ini adalah perintah Mr.” ucap maid tersebut sambil menarik dirinya untuk menjauhi Isa yang sedang menatap makanan – makanan yang sudah tersedia dihadapannya dengan tatapan terterkannya.
“Baiklah perut… kini saatnya kau harus bekerja untukku. Biasanya, aku yang bekerja untuk mengisimu. Sekarang, kau harus bekerja untuk menghabiskan semua makanan itu. Kau pasti bisa!” ucap Isa ambigu sambil menepuk - nepuk perutnya dengan pelan.
“Fighting, Isa!” ucap Isa dengan semangat sambil menyuapkan sarapannya dengan jumlah yang banyak ke dalam mulutnya, dengan begitu, sarapannya akan lebih cepat habis.
Di 10 menit pertama, Isa memakan makanannya dengan lahap. Namun… di menit berikutnya…
“Gosh! Aku tidak sanggup lagi!” ucap Isa sambil meletakkan roti isi yang sudah dimakannya setengah.
Dengan rasa sedikit kesal, Isa menjauhkan piring tersebut dari hadapannya.
“Mrs…..” sebuah panggilan halus dari maid yang berada di dekat Isa membuat Isa mendengus kesal.
“Fine! Aku akan menghabiskannya!” ucap Isa sambil mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
“Mrs. Anda mendapat sebuah panggilan dari Mr. Serrano” ucap salah satu maid dengan sopan sambil menyodorkan sebuah bendah canggih nan pipih yang sedang dipegangnya kepada Isa.
“Who?” tanya Isa dengan acuh sambil meneguk susu nya.
Byur!!!
Tanpa sengaja, Isa menyemburkan susu vanillanya. Susu vanillanya yang tadinya berada di mulutnya itu, kini telah mengotori meja makan dan beberapa makanan sisa yang masih tegeletak di atas piring.
“Ups, sorry” ucap Isa dengan rasa malu dan rasa segan yang luar biasa
“Tidak apa apa, Mrs. Kami akan membersihkannya” ucap maid itu sambil setengah menunduk dan berjalan untuk membersihkan meja makan yang sudah dikotori oleh susu Isa tanpa rasa jijik sedikitpun.
“Thank you” gumam Isa sambil meraih ponsel yang panggilannya sudah tersambung dengan Luke.
“Halo?” tanya Isa untuk membuka percakapan diantara dirinya dan Luke
“Oh, halo. Bagaimana kabarmu?” tanya Luke
“I’m fine. Ada apa?” tanya Isa balik
“Tidak ada apa – apa. Aku hanya rindu mendengarkan suaramu”
Isa tersenyum mendengar kata – kata Luke, kini Luke terdengar seperti seorang playboy yang sedang merayu korbannya
__ADS_1
“Tolong ingat usiamu, Mr. Serrano” canda Isa sambil tertawa dan dibalas dengan sebuah tawa renyah oleh Luke
“Selama aku bersamamu, aku selalu merasa muda. Apalagi jika urusan ranjang” goda Luke
“God! Jika tidak ada lagi hal penting yang ingin kau bicarakan, aku akan memutus panggilannya” ancam Isa sambil berusaha untuk menahan tawanya
“Jangan, sebenarnya aku ingin membicarakan hal penting kepadamu” ucap Luke yang diakhiri dengan sebuah hela napas yang berat
“What?” tanya Isa penasaran karena Isa merasa bahwa Luke sudah mengalami perubahan mood
“Saat ini aku sedang melakukan perjalanan bisnis ke Amerika. Aku akan berada di Amerika sampai 2 minggu, itupun kalau seluruh tugasku sudah selesai. Jika belum selesai, mungkin aku akan lebih lama disini” jelas Luke
Tiba – tiba, Isa mersa hatinya tercelos dan rasa semangat di dalam dirinya menguap entah kemana
“Oh” jawab Isa pendek sambil berusaha menahan tangisannya. Entah kenapa, Isa merasa dirinya sangat cenggeng hari ini.
“Tunggulah aku Isa. Jika Sean mendekatimu dan melukaimu, langsung hubungi aku. Aku akan membuat perhitungan dengannya” ucap Luke sambil tertawa. Namun, Isa dapat merasakan bahwa di dalam tawa Luke itu terdapat rasa hambar dan tidak ada ketulusan.
“Jika dia melukaiku, apakah kau akan kembali lebih cepat?” tanya Isa sambil menggigit bibirnya agar Isa tidak mengeluarakan suara isakannya
“Isa...” panggil Luke dengan lembut
“Aku akan menunggumu Luke. Pulanglah lebih cepat. I love you” ucap Isa sambil mengedipkan matanya, sehingga air matanya luruh dari kedua matanya
“Tunggu aku di rumah, Isa. I love you too” ucap Luke dan panggilan diputus secara sepihak oleh Luke.
Setelah panggilan terputus, Isa langsung meletakkan ponsel yang berada di tangannya ke atas meja makan dengan tidak bersemangat.
“Aish… kenapa kau menangis Isa? Dia hanya pergi selama 2 minggu bukan selamanya” ucap Isa untuk menghibur dirinya sendiri
.
.
.
.
.
**Maaf. Luke sama Isanya baru nongol hari ini. Beberapa hari ini\, author disibukkan sama masalah sekolah sampai - sampai lupa sama masalah Heartbreak Hotel. Maafkan author ya. Terimakasih sudah mau meluangkan waktu kalian untuk baca cerita yang suka gantung ini. Iya\, cerita yang suka gantung. Kayak doi yang sering gantungin perasaan**
#ASK_READERS#
__ADS_1
Pernah nggak sih kalian nambahin porsi makan supaya berat badan naik? Tapi, meskipun porsi makannya ditambah berkilo - kilo, tetap aja nggak naik naik. Apasih motivasi kalian untuk menambah berat badan?