
Sebuah tepukan halus berulang – ulang di pipi Isa membuat Isa tersentak dari mimpi indahnya. Matanya mengerjap – ngerjap dengan pelan saat sinar matahari yang entah datang darimana, tiba – tiba memasuki kamarnya
“Isa… bangun…” ucap Luke dengan lembut sembari menepuk – nepuk pelan pipi Isa yang sudah mulai membengkak dengan lucunya. Luke bangga dengan dirinya sendiri, karena dirinya berhasil menaikkan berat badan istrinya itu
“Bentar lagi….” Ucap Isa malas sembari menaik selimutnya tinggi – tinggi dan meringkukkan badannya seperti seorang bayi yang masih berada di dalam kandungan
“10 menit saja, ya” ucap Luke sembari mengelus lembut puncak kepala Isa
“Ya…” ucap Isa dengan suarannya yang masih terdengar parau
Luke menghela nafasnya kecil sembari tersenyum. Ia tau betul kenapa sampai sekarang Isa mengantuk, mungkin hal ini karena Isa masih kelelahan karena tadi malam ikut bersamanya untuk mencari jagung bakar manis.
Ya, tadi malam, Isa mengidam jagung bakar manis. Kalian bayangkan saja, di daerah penthouse elite milik Luke, mana ada orang yang berjualan jagung bakar manis seperti itu. Luke hendak menolak permintaan aneh Isa tersebut, namun ketika melihat puppy eyes Isa yang terlihat sangat imut, Luke jadi tak tega untuk menolaknya
Awalnya, Luke memutuskan untuk pergi sendiri mencari jagung bakar itu, karena udara malam di Paris yang sangat dingin ini tidak bagus untuk Isa yang tengah mengandung. Namun, lagi dan lagi, dengan jurus merayunya yang sangat luar biasa, Isa berhasil meyakinkan Luke untuk ikut membawa Isa
Dan akhirnya, mereka berdua berputar – putar mengelilingi setiap taman yang ada di Paris demi mencari jagung bakar manis yang diidam idamkan Isa. Dan sialnya… ketika mereka sudah mendapati penjual jagung bakar manis, Isa malah menolak memakan jagung bakar itu. Ia membeli banyak jagung bakar dan menyuapkannya ke mulut Luke dengan senyum lebarnya tanpa peduli dengan segala penolakan yang sudah diberikan Luke kepadanya.
Saat Luke bertanya kenapa Isa tidak memakan jagung bakar manisnya, dengan santai, Isa menjawab bahwa dirinya sudah tidak berselera lagi untuk memakan makanan itu dan dirinya juga mengatakan kalau perutnya langsung terasa kenyang ketika dirinya menghirup aroma manis dari proses pembakaran jagung bakar itu.
“Isa… sudah 10 menit” ucap Luke
Saat melihat istrinya itu tidak menunjukkan tanda – tanda untuk bangun dari tidurnya, Luke langsung menarik tubuh istrinya itu dengan hati – hati dan menyandarkan tubuh itu di penyangga tempat tidur milik mereka tersebut
Isa yang merasa tubuhnya bergerak sendiri langsung membuka matanya dan menatap kesal ke arah sosok pelaku yang sudah membuat Isa lagi, lagi, harus menyudahi mimpi indahnya
“Jangan menatapku seperti itu! Setelah kau sarapan dan bersih – bersih nanti, kau bisa tidur lagi” ucap Luke sambil terkekeh pelan dan bangkit dari posisinya
Luke melangkahkan kakinya menuju ke meja santai yang ada di kamar mereka. Luke menarik sebuah alat dorongan berwarna silver yang ada di dekat meja itu dan mendorongnya ke arah Isa. Di atas alat dorongan itu, sudah terdapat berbagai jenis makanan yang sudah disiapkan oleh Luke.
Aroma nikmat yang keluar dari makanan – makanan itu langsung membuat mata Isa kembali terang.
“Apa kau yang memasak itu semua?” tanya Isa penasaran
“Iya… aku memasakkannya khusus untuk istriku yang paling cantik sedunia” ucap Luke dengan senyuman lebarnya
“I love you…” ucap Isa yang diakhiri dengan sebuah tawa renyah dari mulut kecilnya itu
__ADS_1
Luke tersenyum mendengar ucapan Isa tersebut. Ah… sudahkah Luke mengatakan jika selama masa kehamilannya, Isa selalu bertingkah manja dan sering mengucapkan kalimat kalimat penuh cinta pada Luke? Yah… meskipun selama masa kehamilannya, Isa juga sangat sensitive dan tidak segan – segan memberikan pukulan – pukulan dasyatnya pada Luke
“Aaaa…”
Dengan telaten, Luke menyuapkan sarapan berupa nasi goreng dengan telur ke dalam mulut Isa. Menyuapkan Isa saat wanita itu sedang sarapan adalah rutinitas yang sangat disukai Luke, untung saja Luke sudah memindahkan segala keperluan pekerjaannya ke dalam penthousenya, sehingga ia tidak perlu lagi meninggalkan wanita yang sangat dicintainya itu lagi
“Bagaimana rasanya?” tanya Luke saat melihat Isa mengunyah nasi gorengnya dalam diam
“Enak!” jawab Isa semangat sambil menampilkan senyum manisnya
Luke langsung menghela nafas leganya saat mendengar jawaban Isa yang sangat semangat itu. Nampaknya, tak sia – sia uangnya terkuras untuk menyewa chef ternama yang telah menjadi guru masak privatnya selama beberapa minggu berakhir. Yah… walaupun uang yang digunakannya untuk membayar chef itu tetap saja tidak mampu mengurangi jumlah tabungannya yang sangat tidak terbatas di banknya
“Isa, apa kau suka berada disini?” tanya Luke serius namun dengan tangannya yang masih setia menyuapkan nasi goreng buatannya ke dalam mulut kecil Isa
“Suka! Aku sangat suka dengan ibu – ibu tetangga kita yang ramah, walaupun aku tidak terlalu mengenal mereka”
“Oh…” ucap Luke sembari menggangguk – anggukkan kepalanya dengan paham
“Kenapa?” tanya Isa sambil mengernyitkan dahinya. Sebenarnya ia merasa sedikit binggung dengan pertanyaan Luke tersebut, namun ia tidak terlalu memusingkan pertanyaan itu, juga.
“Tidak”
“Aaaa…”
“Tidak mau!! Aku sudah selesai!” ucap Isa kesal sembari memalingkan wajahnya dari sendok yang tengah dihadapkan oleh Luke ke hadapan wajahnya
“Ayolah… habiskan… satu suap saja, bayi kita pasti belum kenyang. Apa kau ingin dia berdemo di perutmu dan memukul – mukul perutmu?” bujuk Luke dengan suaranya yang terdengar sangat sabar
Isa langsung mengernyitkan dahinya saat mendengar bujukan aneh Luke itu
“Darimana kau tau bayi kita belum kenyang? Kan aku yang merasakannya! Dan lagi, dia tak mungkin berdemo sambil memukul – mukul perutku, dia bahkan masih sangat kecil dan belum memiliki organ tubuh yang lengkap. Sungguh, kau tambah gila sejak kau tidak ke kantormu!” cerocos Isa dengan wajahnya yang menunjukkan rasa kesal yang sangat luar biasa
Luke terkekeh pelan saat mendengar cerocosan Isa tersebut. Sebenarnya, dirinya juga tak tau kenapa mulutnya bisa mengucapkan kalimat – kalimat aneh itu, seolah – olah kalimat itu terlontar dengan sendirinya dari mulut Luke tanpa harus melewati proses penyaringan di dalam otak jeniusnya itu
“Yakin? Gak mau lagi?” tanya Luke lagi dengan sabar
“Iya!” jawab Isa pendek
__ADS_1
Luke tau betul jika sikap kekanak – kanakan istrinya itu pasti karena dirinya yang tidak mau menjelaskan maksud pertanyaannya tadi pada Isa. Astaga! Kenapa saat ini, istrinya itu terlihat sangat menggemaskan?
“Yasudah… Aku aja yang makan” ucap Luke sambil mengendikkan bahunya
Isa menatap Luke yang sedang menyuapkan nasi gorengnya ke dalam mulut pria itu dengan tatapan datar milik Luke.
“Ada apa? Kau mau?” tanya Luke sembari menaikkan salah satu alisnya ketika dirinya menyadari jika sedari tadi Isa menatapnya dengan tatapan mematikan milik wanita mungil itu
“Tid--- Humph!!!”
Belum sempat Isa menyelesaikan ucapannya, mulutnya langsung dibungkam oleh mulut Luke yang saat ini masih berisi nasi goreng.
Saat Isa ingin menarik kepalanya karena dirinya masih terkejut dengan kejadian itu, Luke dengan cepat langsung menahan tengkuk wanita itu. Dengan lihai, Luke memindahkan nasi goreng yang ada di dalam mulutnya ke dalam mulut Isa
Setelah Luke merasa bahwa semua nasi itu sudah masuk ke dalam mulut Isa, pria itu langsung menarik bibirnya dan menampilkan senyum smirk alasannya
“Ternyata kau lebih suka disuapin dengan mulut ya, nona nakal!” ejek Luke sembari membelai bibir pink berisi milik Isa dengan jari jempolnya
Isa langsung membelalakan matanya terkejut saat mendengar ejekan Luke yang sepenuhnya tidak benar itu. Yah, meskipun Isa menikmati hal yang baru saja terjadi itu, tapi, tetap saja…
“Uhuk… uhuk!!”
Isa langsung terbatuk ketika dirinya mencoba untuk menelan nasi goreng itu
Luke yang melihat hal itu langsung mengambil sebuah gelas berisikan air putih yang sudah dipersiapkannya di atas alat dorong silver
“Ini… hati – hati” ucap Luke khawatir sembari menyodorkan gelas itu ke hadapan Isa
Isa menerima gelas itu dan meneguk isinya hingga air di dalam gelas itu tandas.
“Terimakasih” ucap Isa sembari menyodorkan kembali gelas itu kepada Luke
Luke meraih gelas itu sambil mengganggukkan kepalanya dengan samar
“No problem. Jika kau menginginkannya lagi, aku bisa menyuapimu setiap saat dengan mulutku sendiri”
__ADS_1